ads

Tampilkan postingan dengan label Bisnis & Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis & Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 September 2016

Rahasia Bisnis Orang Jepang

Bangsa Jepang merasa bangga dengan budayanya, berbeda dengan banyak masyarakat yang malu dengan asal-usulnya.

Bangsa Jepang berhasil membuktikan bahwa mereka mampu berjaya dengan tetap memelihara segala warisan dan adat budaya mereka. Mereka bangga dengan budaya mereka di kala sebagian masyarakat malu dengan asal usulnya. Budaya tidak menjadi halangan bagi Jepang untuk ikut dalam pentas dunia. Dalam berbagai aspek, bangsa Jepang berhasil mengalahkan orang Barat.

Banyak peneliti Barat yang berusaha mencari tahu dan meneliti rahasia sukses bangsa Jepang. Mereka heran bagaimana bangsa Jepang dapat mencapai kemajuan dan kesuksesan dalam bidang ekonomi tanpa menguasai bahasa Inggris. Apa keistimewaan bangsa Jepang, sehingga mereka mampu menempatkan diri sejajar dengan AS, Inggris, Jerman, dan negara-negara Eropa lainnya. Banyak pertanyaan yang tidak terjawab, terutama tentang bagaimana bangsa Jepang dapat memelihara semangat kerja mereka tanpa rasa bosan dan lelah menyediakan ruang yang besar pula bagi Jepang untuk memasarkan produknya.

Bangsa Jepang sangat cerdik karena berlindung di balik nama perpindahan teknologi. Mereka menyelidiki dan mencari pasar di negara lain untuk mendapat berbagai masukan yang bagus. Teknologi yang dipindahkan adalah teknologi yang sudah tidak ingin digunakan lagi. Jepang tidak boleh disalahkan dalam hal ini karena mereka harus menjaga kepentingan industri dan perkembangan ekonominya. Hanya dalam situasi sama-sama menang, bagian kemenangan dan keuntungan Jepang lebih besar dari pada rekan bisnisnya.


Jepang sadar mereka tidak boleh mengasingkan diri. Oleh karena itu, Jepang menjalin hubungan baik dalam bidang diplomasi dan perdagangan dengan Negara-negara di Asia. Jepang berusaha memulihkan kembali citra negaranya di kalangan negara Asia yang pernah merasakan kekejaman mereka saat perang. Gambaran bangsa Jepang sebagai bangsa yang kejam, kasar, dan ganas semakin menghilang dan sanubari rakyat Asia. Jepang berhasil memberi citra baru untuk bangsanya. Jepang tidak lagi dikenal sebagai negara militer, meskipun hal itu tidak hilang seluruhnya. Jepang ingin dikenal sebagai penguasa ekonomi yang memberi sumbangan penting untuk menjamin kemakmuran negara-negara sebenuanya. Banyak negara Asia yang menjadikan Jepang sebagai contoh untuk membangun sektor ekonomi dan industrinya. Malaysia juga membuka pintu seluas-luasnya.

Bangsa Jepang memelihara tradisi dan budaya hidup lokal. Namun, itu tidak berarti mereka menolak nilai-nilai yang datang dari luar. Salah satu kesuksesan bangsa Jepang adalah mereka mampu menyerap dan menyesuaikan diri dengan nilai luar dan segala perubahan yang terjadi.

Perubahan tidak bisa dihindari dan bangsa Jepang pun menyadarinya. Bangsa yang tidak sadar dengan masalah ini akan terus ketinggalan. Perubahan harus dilakukan bila suatu bangsa ingin maju dan sukses dalam semua aspek. Karena, dari perubahanlah akan timbul kemajuan dan dari kemajuan lahir perubahan. Dari situlah terlihat jelas eratnya hubungan antara perubahan kemajuan dan keberhasilan

Bangsa Jepang tidak begitu saja mengambil dan meniru segala sesuatu dari barat. Mereka melakukan penyesuaian pada setiap hal yang datang dan barat agar sesuai dengan pengguna di Asia. Hal itulah yang membuat produk Jepang lebih disukai di Asia karena sesuai dengan cita rasa mereka. Pasar besar Asia Vietnam, dan sembilan persen memilih Indonesia. Penelitian itu membuktikan bahwa sektor perindustrian di Malaysia menyediakan barang produksi Jepang untuk pasar di seluruh dunia. Faktor kestabilan politik, lokasi yang strategis, dan hubungan dagang yang baik menjadi faktor Jepang lebih memilih Malaysia. Dorongan dari pemerintah Malaysia juga membuat Jepang bersemangat menanamkan modalnya di sana.

Sehubungan dengan hal itu, bangsa Malaysia [dan bangsa Indonesia] yang dijadikan sasaran penanaman modal Jepang harus mau mempelajari resep-resep kesuksesan mereka. Bangsa Malaysia tidak perlu menjadi orang Jepang supaya bisa sesukses mereka. Bangsa Malaysia [Indonesia] harus menjadi diri mereka sendiri dengan budaya mereka sendiri. Bangsa Malaysia [Indonesia] hanya mengambil hal-hal positif dari bangsa Jepang. Yang harus bangsa Malaysia [Indonesia] lakukan adalah memupuk dan melakukan etika kerja bangsa Jepang dalam kehidupan sehari-hari. Motivasi kerja bangsa Jepang perlu diterapkan dalam lingkungan kerja bangsa Malaysia [Indonesia]. Begitu juga dengan semangat dan kerajinan mereka. Semuanya perlu dijiwai dan dipahami. Yang lebih penting lagi adalah harus diterapkan. Jika hanya sekadar teori, tidak akan membawa perubahan.

Bangsa Jepang membuktikan bahwa keadaan suatu bangsa bukanlah penghalang untuk sukses. Keadaan fisik, geografis, dan kedudukan negara juga bukan faktor utama sebuah negara untuk menjadi lebih maju. Bagi Jepang, yang penting adalah sikap dan pandangan pada pekerjaan, cara bekerja, dan tujuan seseorang saat bekerja. Usaha lebih penting daripada pembicaraan yang tidak berguna.

Manifestasi sikap ini terdapat pada bangsa Malaysia [Indonesia] seperti kata pepatah lama “di mana ada kemauan, di situ ada jalan” dan “hendak seribu daya, tidak hendak seribu alasan”. Jika pepatah ini dipahami dan diterapkan, niscaya Malaysia [Indonesia] akan sehebat Jepang. Bangsa Jepang tidak pernah berdalih dan menciptakan alasan. Mereka percaya dan yakin, apa pun halangannya pasti ada jalan keluarnya.

Faktor Jepang memilih Malaysia/Indonesia

- Kestabilan politik
- Lokasi yang strategis
- Hubungan perdagangannya baik
- Dukungan dari pemerintah Malaysia/Indonesia.

Dari perubahanlah akan timbul kemajuan dan dari kemajuan lahir perubahan.
Dari situlah terlihat jelas eratnya hubungan antara perubahan, kemajuan dan keberhasilan

Malaysia dan Indonesia tetap menjadi tempat penanaman modal dan masuknya berbagai modal asing, khususnya Jepang

Bangsa Malaysia [dan Bangsa Indonesia] yang dijadikan sasaran penanaman modal Jepang
harus mau mempelajari resep-resep kesuksesan mereka.

Download


Jumat, 02 September 2016

Manual Kebijakan Perusahaan (Dua Buku)

1.1. Visi : Visi Multiplus adalah untuk menjadi pemimpin pasar dalam bidang Business Services Center yang dikenal bukan saja karena memiliki jaringan yang terluas di Indonesia, tetapi juga karena selalu menyediakan produk-produk berkualitas dengan layanan yang prima.

1.2. Misi : Multiplus hadir dengan misi untuk dapat memberikan pelayanan bisnis terpadu dengan kualitas prima dan harga yang terjangkau, sehingga dapat memfasilitasi para pelaku bisnis dalam menjalankan bisnisnya dengan lebih efektif dan efisien.

1. Struktur Organisasi Pusat/Manajemen

Istilah Manajemen dalam manual ini digunakan untuk mewakili orang-orang di Kantor Pusat yang melakukan tugas dan fungsi operasional sehari-hari, baik fungsi manajerial, kontrol, evaluasi, dan pembuatan kebijakan.

2. Struktur Organisasi Cabang

Penjelasan mengenai struktur organisasi Multiplus untuk tingkat cabang dipandang perlu sehingga semua Karyawan memiliki pedoman sebagai dasar menjalankan tugas operasional dan perintah harian yang diberikan oleh Franchisee/Manajer Gerai/Supervisor.

Franchisée : Franchisée memiliki kedudukan di atas Manajer Gerai/Supervisor dan memegang kendali, wewenang, dan tanggung jawab tertinggi pada suatu cabang franchise. Dengan berpedoman pada Perjanjian Waralaba (Franchise Agreement) yang telah disepakati antara Manajemen Multiplus dan Franchisée, Franchisée berhak mengeluarkan peraturan atau perintah baru bila tidak bertentangan dengan peraturan yang ada di Manual Kebijakan Perusahaan maupun prosedur kerja yang ada di di Prosedur Operasional Standar. Peraturan dan prosedur yang tidak boleh diubah oleh Franchisée misalnya namun tidak terbatas pada: mengubah jam operasi, mengubah sistem remunerasi, mengubah kondisi pemberian sanksi, dll. Franchisée wajib mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Franchisor untuk setiap usulan perubahan sebelum diimplementasikan.

Manajer Gerai (Store Manager)

Manajer Gerai memegang kendali, wewenang, dan tanggung jawab tertinggi dalam suatu cabang dan berhak mengeluarkan perintah-perintah operasional harian. Dalam melaksanakan tugasnya seorang Manajer Gerai wajib menggunakan Manual Kebijakan Multiplus dan Prosedur Operasional Standar
(terpisah dari manual ini) sebagai dasar perintahnya. Perintah/tugas dari Manajer Gerai yang berlawanan/tidak sesuai dengan apa yang tercantum di dalam Manual Kebijakan Perusahaan tidak boleh dilaksanakan oleh semua Karyawan.

Supervisor : Supervisor membantu Manajer Gerai untuk melakukan tugas dan fungsi pengorganisasian, kontrol, dan supervisi Karyawan dan gerai secara keseluruhan. Selain itu seorang supervisor juga bertugas untuk membantu operator dalam melakukan troubleshooting dan pembukuan. Bila Manajer Gerai berhalangan hadir, maka Supervisor memiliki wewenang dan tugas yang sama dengan Manajer Gerai.

Operator (Store Attendant)

Pelaksana operasional harian yang bertugas dan bertanggung jawab sesuai dengan divisi dan tugasnya masing-masing.
 
1. Kebijakan Multiplus dan Adendum Resmi
2. Prosedur Operasional Standar dan Adendum Resmi
3. Manajemen Multiplus
4. Franchisée
5. Manajer Gerai
6. Supervisor

Bila dalam pelaksanaan tugas operasional sehari-hari ditemui adanya dualisme peraturan, maka yang dijadikan pedoman/acuan adalah yang memiliki tingkatan lebih tinggi dalam Hierarki Perintah.

1.4. Cara Pandang Perusahaan Mengenai Karyawan

Penjelasan mengenai cara pandang Multiplus mengenai Karyawan dipandang perlu sehingga semua Karyawan mengetahui bahwa Multiplus memandang Karyawan sebagai salah satu pilar utama yang menentukan sukses atau tidaknya Multiplus.

1. Karyawan sebagai Mitra

Multiplus memandang semua Karyawan sebagai Mitra Kerja, sehingga setiap keputusan operasional yang dibuat diusahakan semaksimum mungkin untuk melibatkan Karyawan atau wakil Karyawan, baik mulai proses perencanaannya sampai dengan sosialisasi dan pelaksanaan.

2. Karyawan sebagai Pelanggan
Multiplus memandang semua Karyawan sebagai Pelanggan, sehingga masukan dan keluhan dari Karyawan akan mendapat perhatian serius dan penanganan sesegera mungkin dari Manajemen.

3. Karyawan sebagai Aset
Multiplus memandang semua Karyawan sebagai salah satu Aset Utama Multiplus sehingga setiap kebijakan yang dibuat akan selalu diusahakan dapat mengakomodasi keperluan untuk
memelihara dan meningkatkan kualitas dan kesejahteraan setiap Karyawan.

1.5. Peluang Kerja yang Sama

Multiplus memberikan Peluang Kerja yang Sama (Equal Employment Opportunity) untuk semua pelamar kerja dan Karyawan. Multiplus tidak melakukan diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, suku.....

Download
Download 2

The Wall Street Diet

Ya, The Wall Street Diet adalah buku tentang cara meningkatkan kesehatan sebuah bisnis. Wall Street Diet bukanlah semata diet. Lebih dari itu, buku ini berkonsentrasi pada cara meningkatkan kesehatan dan kebugaran bisnis Anda lewat diagnosis dan program komprehensif dalam rangka mempersiapkan per-usahaan    menghadapi masa
depan.

Wall Street Diet berlandaskan pada prinsip- prinsip yang sama dengan prinsip seorang pelaku diet makanan yang ingin berhasil. Pelaku diet yang berhasil akan sekuat tenaga menerapkan gaya hidup baru dengan tujuan bukan hanya untuk menurunkan berat badan, melainkan juga untuk meningkatkan kesehatannya. Banyak penelitian menunjukkan para pelaku diet yang    dapat menurunkan berat badan mereka, akan mengalami kenaikan berat badan kembali. Sementara para pelaku diet yang berhasil selalu berusaha meningkatkan kesehatan mereka dan mampu mempertahankannya.

Mengapa Wall Street Diet? Hasil-hasil diet ini mendatangkan keberhasilan keuangan dan pasar bagi Anda dan dalam jangka panjang akan memberikan keuntungan bagi komunitas investasi, para pemegang saham dan pegawai-pegawai Anda.

Apa yang akan Anda dapatkan dari Wall Street Diet? Pertama, seperti halnya pelaku diet makanan yang berhasil, Anda harus memulainya dengan "pemeriksaan fisik" secara komprehensif, atau dalam bahasa dietnya, sebuah diagnostik. Dengan begitu, Anda dapat dengan tepat memahami keadaan perusahaan Anda sekarang ini dan langkah-langkah apa saja yang harus segera diambil. Kami akan menunjukkan kepada Anda cara mendapatkan keuntungan-keuntungan yang sekarang ini tersembunyi. Kedua, kami akan menggambarkan bagaimana menetapkan langkah-langkah yang harus diambil dan aktivitas-aktivitas yang harus dilakukan per-usahaan Anda; inilah program "diet" Anda. Ketiga, kami akan menunjukkan kepada Anda diet yang sesungguhnya-berapa banyak jumlah kalori; obat yang diperlukan, program olah-raga yang dibutuhkan; tips-tips mengenai presentase jumlah lemak, kolesterol dan sebagainya. Keuntungan- keuntungan tersembunyi itulah yang kini menjadi tujuan akhirnya. Dalam diet ini, yang harus Anda lakukan adalah mengoptimalkan rantai suplai Anda, membuat diri Anda menjadi ramping, melakukan kolaborasi dan fokus ke-pada pelanggan.

Seorang pelaku diet yang berhasil akan selalu bergantung pada nasihat dokter, mengubah gaya hidupnya, cara makan dan berolahraganya (gambar FM. 1). Bagi bisnis, pendekatannya pun sama (gambar FM. 2).

Lakukan diagnosis atas segala sesuatu yang ada pada perusahaan secara keseluruhan. Pilih sebuah gaya hidup yang baru atau strategi bisnis yang menyeluruh. Terapkan. Lalu ulangi lagi proses tersebut untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Perusahaan Anda mungkin telah memiliki sebuah program tentang kualitas, proses manufaktur yang ramping, atau jenis-jenis metodologi perbaikan lainnya. Sayangnya, jika dijalankan secara sendiri-sendiri, usaha ini tidak akan cukup memberi Anda sebuah keunggulan kompetitif. Apakah menjadi ramping itu buruk? Apakah kualitas itu buruk? Tidak, hanya saja banyak bukti menunjukkan bahwa kedua hal tersebut tidaklah cukup, dan semakin lama hanya akan semakin kehilangan giginya, serta tidak dapat menjadi bagian dari gaya hidup sebuah korporasi.

Keduanya menjadi program dengan tingkat pengembalian yang semakin kecil. Sasaran kami adalah memberi Anda alat dan teknik berdiet yang dapat melahirkan perubahan yang tidak pernah berakhir.
Cikal bakal munculnya diet ini berawal ketika salah seorang penulis buku ini berhasil menurunkan berat badannya lebih dari 20 kilogram. Ini terjadi setelah dia menerapkan sebuah program perubahan gaya hidup yang terdiri dari konsumsi makanan rendah-lemak, olahraga teratur, dan memerhatikan kesehatan: tingkat kolesterol, tekanan darah, detak jantung, berat badan, dan sebagainya. Usahanya berhasil dan dapat bertahan, berkat perubahan dalam gaya hidupnya dan bukannya karena
dorongan untuk berdiet yang muncul sesaat.

Kami membandingkan situasi dunia bisnis saat ini dengan situasi pada diet perampingan tubuhtak terhitung banyaknya jumlah program atau jenis diet yang baru, dengan hasil-hasil minim dan kemudian diulang dari awal lagi, sering kali dari titik yang lebih buruk dibandingkan dengan sebelumnya.

Kami menangkap dengan jelas adanya perbedaan antara orang-orang yang menghadapi masalah kesehatan yang meng-ancam jiwanya dan orang-orang yang memiliki kemauan kuat untuk menjalankan gaya hidup sehat. Mereka lebih cepat menda-pat-kan perubahan-perubahan signifikan. Pendekatan ini secara men-dasar sangat berbeda dengan mereka yang menerapkan diet secara sesaat. Para pelaku diet yang berhasil akan memfokuskan diri mereka pada cara mengatasi masalah-masalah kesehatan yang kronis atau cara mempertahankan kesehatan. Bukannya pada keinginan kuat untuk lebih merampingkan tubuh mereka. Mereka itu adalah perkecualian.

Ketika kita melihat pada cakupan bisnis, kita akan melihat sebuah pola serupa. Bisnis menerapkan mode pengelolaan demi mode pengelolaan, yang akan dengan cepat membawa mereka kembali pada pola lama tanpa benar-benar berubah. Perusahaan menjalankan program darurat untuk mengatasi proses-proses bisnis yang dianggap tidak berhasil. Yang paling sering terjadi kemudian adalah bisnis dijalankan dengan cara yang sudah biasa dijalankan. Dengan semua artikel, buku....

download

Perbankan Syari'ah

TIGA PULUH TAHUN silam, bank Islam (bank syariah) sama sekali belum dikenal. Kini, sistem perbankan dan keuangan Islam telah beroperasi di lebih dari 55 negara yang pasarnya sedang bangkit dan berkembang. 1 Bahkan, beberapa lembaga keuangan Islam beroperasi di 13 lokasi lain, yaitu di Australia, Bahama, Kanada, Kepulauan Cayman, Denmark, Guernsey, Jersey, Irlandia, Luxemburg, Swiss, Inggris, Amerika Serikat, dan Kepulauan Virginia. Di Pakistan, Iran, dan Sudan, semua bank harus beroperasi sesuai dengan prinsip keuangan Islam. Sementara di beberapa negara lain, yang menerapkan sistem keuangan campuran, bank Islam beroperasi berdampingan dengan bank konvensional meski dengan skala yang sangat terbatas. Kendati telah tersebar luas, perbankan Islam masih kurang dipahami di beberapa belahan dunia Islam, bahkan masih menjadi teka-teki di sejumlah negara Barat. Buku ini disusun untuk menyajikan analisis ringkas mengenai ciri perbankan dan keuangan Islam yang dapat menjangkau pembaca lebih luas.

Gagasan dasar sistem keuangan Islam sebenarnya dapat dikemukakan secara sederhana. Sistem ini terutama didasarkan atas skema PLS (profit and loss sharing bagi hasil). Bank Islam tidak menawarkan bunga, tetapi mengajak deposan ikut serta dalam suatu usaha. Deposan akan mendapatkan bagian dari keuntungan bank sesuai dengan rasio yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan begitu, terjalin hubungan kemitraan antara bank dan deposan di satu pihak, dan di pihak lain antara bank dan nasabah investasi yang mengelola simpanan deposan dalam berbagai usaha produktif. Perbankan Islam berbeda dari bank konvensional yang pada intinya meminjam dana dengan membayar bunga di satu sisi neraca dan memberikan pinjaman dana dengan menarik bunga di sisi neraca lainnya. Kompleksitas sistem perbankan Islam tampak jelas dari keragaman (dan penamaan) berbagai instrumen pembiayaan yang dipergunakan, serta dari pemahaman terhadap dalil-dalil hukum Islamnya.

Buku ini mencoba membahas tema tersebut dengan perspektif yang berbeda mengenai beberapa aspek. Pertama, aspek kajian yang bersifat analitis. Bagian ini menjelaskan masalah pelarangan bunga (riba) menurut prinsip ekonomi Islam serta berbagai dampaknya terhadap sifat intermediasi keuangan dan struktur pengelolaan sistem keuangan Islam. Analisis ini dilatari oleh teori modern tentang intermediasi keuangan yang meliputi biaya transaksi, masalah informasi, dan rancangan kontrak dengan insentif yang sesuai. Jadi, bagian ini akan memadukan literatur Barat dengan literatur Islam.

Kedua, aspek empiris, yang akan membahas cara kerja bank Islam, baik dalam sistem keuangan yang sepenuhnya islami maupun campuran. Secara khusus, bagian ini akan mengkaji struktur hukum dan kelembagaan yang diperlukan untuk menerapkan sistem perbankan Islam serta berbagai masalah seputar penerapan teori perbankan Islam, yang sering kali diabaikan para sarjana Islam.

Ketiga, buku ini menyajikan analisis historis, karena Islam bukan satu-satunya agama (atau agama pertama) yang melarang bunga. Agama Kristen, misalnya, selama lebih dari 1400 tahun kukuh melarang keras pemungutan bunga. Apa dasar pelarangan itu dan bagaimana penera-pannya? Mengapa Islam berhasil sedangkan Kristen gagal? Jawaban kami akan menyuguhkan keterangan penting baru tentang pencapaian metode perbankan Islam, sekaligus mengungkapkan sejumlah persamaan dengan teknik-teknik keuangan Islam saat ini.

Perbankan Islam memberikan layanan bebas-bunga kepada para nasabahnya. Islam melarang kaum muslim menarik atau membayar bunga dalam semua bentuk transaksi. Inilah yang membedakan sistem perbankan Islam dari sistem perbankan konvensional. Secara teknis, riba adalah nilai tambah dari pokok pinjaman yang disesuaikan dengan jangka waktu dan jumlah pinjaman. Sebelumnya, para ulama berbeda pendapat tentang apakah riba identik dengan bunga atau tidak. Kini, tampaknya para ulama bersepakat bahwa istilah riba meliputi segala bentuk bunga.

Bab-bab selanjutnya mengkaji secara lebih detail asal mula istilah interest (bunga) dan usury (tambahan yang berlebihan), dan betapa dalam penggunaannya di Barat makna istilah itu berubah seiring waktu sehingga istilah usury identik dengan interest (Divine, 1967). Usury (dari bahasa Latin usura artinya kesenangan, kelebihan yang dibayarkan atas penggunaan uang) merupakan istilah yang awalnya berarti bunga (interest) secara umum, namun di zaman modern istilah usury berarti bunga yang sangat tinggi, terutama yang melebihi tingkat yang dite-tapkan oleh hukum (Munn, García, dan Woelfel, 1991). Beberapa modernis Islam berpendapat bahwa riba adalah bunga yang ditarik oleh lintah darat, bukan bunga yang dibebankan bank-bank modern. Mereka juga berpandangan bahwa bunga yang dibebankan atas pinjaman produktif tidak mengandung unsur riba. Tetapi, kebanyakan penulis muslim tidak menerima argumen ini.

Bagaimanapun, pembedaan bunga dari riba bukan melulu urusan kaum muslim ortodoks. Istilah riba, menurut syariah, berarti tambahan, sekecil apa pun, pada pokok pinjaman. Federal Syariah Court of Pakistan (Dewan Syariah Federal Pakistan) menyatakan bahwa makna riba (dari bahasa Arab) meliputi bunga dan bunga berganda (usury). Segala jenis bunga, tidak hanya bunga berganda, adalah riba. Istilah itu mencakup semua bentuk bunga, besar atau kecil, berganda atau tunggal, berganda atau ganda-berganda. Ketetapan Islam tidak hanya berlaku untuk bunga yang terlalu tinggi atau sangat tinggi, tetapi juga untuk suku bunga minimal (Hamid, 1992; M.S. Khan, dan Mirakhor, 1992). Dengan demikian, sistem keuangan yang didasarkan atas ajaran Islam ditujukan untuk menghapus bunga dalam segala bentuknya. Larangan inilah yang membedakan bank dan lembaga keuangan Islam lainnya dari pesaingnya lembaga keuangan konvensional ala Barat.

Beberapa ulama mengajukan beberapa alasan ekonomi untuk menjelaskan pelarangan bunga dalam Islam. Misalnya, dikemukakan bahwa bunga, sebagai biaya produksi yang telah ditetapkan sebelumnya, cenderung menghalangi pelaksanaan kerja secara penuh (M.A. Khan, 1986; Ahmad, 1952; Mannan, [1970] 1986).

1952; Su'ud, 1980). Sebagian ulama lainnya mengemukakan pandangan yang agak berbeda, yakni bahwa teori ekonomi modern tak dapat memberikan pembenaran terhadap keberadaan bunga atau kebutuhan terhadapnya (Khan dan Mirakhor, 1992).

Namun, argumen-argumen ini kalah pamor oleh ketegasan dalil agama. Sumber utama Islam adalah Alquran dan sunah istilah yang di zaman Arab Kuno berarti "contoh leluhur" atau "adat suku", namun kini diartikan sebagai ajaran atau kebiasaan Nabi Muhammad saw. seperti yang diriwayatkan oleh para perawi hadis. Kedua sumber ini menegaskan bahwa penarikan bunga adalah tindak pemerasan dan sepenuhnya tidak adil sehingga tidak sesuai dengan prinsip Islam tentang keadilan dan hak milik. Meskipun diakui ada banyak hal lain yang melatari kemunculan perbankan Islam, seperti untuk membantu perkembangan ekonomi, distribusi pendapatan dan kekayaan yang lebih wajar, dan partisipasi ekonomi yang lebih adil (Capra, 1982), perbankan Islam mengambil raison d'etre-nya dari fakta bahwa Islam sepenuhnya melarang bunga.

Penolakan ini memunculkan pertanyaan: lalu apa yang dapat menggantikan bunga? Dan bagaimana bank Islam beroperasi tanpa bunga? Di sinilah PLS (bagi-hasil) muncul sebagai metode alokasi sumber daya menggantikan sistem bunga. Di antara sekian banyak bentuk kontrak, ada beberapa jenis transaksi penting dalam sistem keuangan Islam, yaitu mudharabah (kontrak permodalan), musyarakah (kontrak kemitraan), dan murabahah (mark- up, atau penaikan harga-jual). Mudharabah merupakan kontrak bagi-hasil, yang melibatkan dua pihak, yaitu pemodal dan pengelola. Pemodal memercayakan sejumlah dananya kepada pengelola dengan imbalan bagian....
Download


The Intelegent Investor

Suku ini bertujuan memandu siapa pun, terutama orang awam, dalam mengadopsi dan mengeksekusi suatu kebijakan investasi. Relatif tak banyak yang akan dibicarakan di sini tentang teknik analisis sekuritas; perhatian akan ditujukan terutama pada prinsip-prinsip investasi dan perilaku investor. Namun, kami akan memberikan sejumlah perbandingan singkat antara sekuritas tertentu—terutama pasangan sekuritas yang tercantum secara berdampingan pada daftar New York Stock Exchange (NYSE)—untuk menunjukkan secara konkret kepada Anda berbagai elemen penting yang terlibat dalam sejumlah saham biasa spesifik.

Namun, sebagian besar buku ini berisi pola-pola historis pasar keuangan, dalam sejumlah kasus akan mundur beberapa dekade. Untuk berinvestasi pintar, kita harus mempersiapkan diri dengan pengetahuan yang cukup tentang bagaimana sebenarnya perilaku berbagai jenis    saham dan obligasi dalam    kondisi    yang berbeda- beda— yang sebagian di antaranya, setidaknya, mungkin akan Anda temui lagi dalam pengalaman Anda sendiri. Tak ada satu pun pernyataan yang lebih benar dan lebih cocok untuk diterapkan di Wall Street ketimbang peringatan Santayana yang terkenal: "Mereka yang tidak ingat masa lalu akan dikutuk untuk mengalaminya kembali."

Teks kami ini ditujukan bagi para investor yang pengertiannya dibedakan dengan spekulator. Tugas pertama kami adalah menjelaskan dan menekankan pembedaan yang sekarang telah sama sekali dilupakan ini. Kami bisa mengatakan sejak awal bahwa ini bukanlah buku tentang "bagaimana menjadi seorang jutawan." Tak ada jalur yang pasti dan mudah untuk mendapatkan kekayaan di Wall Street atau di mana pun juga. Ada baiknya kami menekankan apa yang baru saja kami katakan melalui sebuah kepingan sejarah—khususnya karena terdapat lebih dari satu nilai moral yang bisa ditarik dari peristiwa tersebut.

Pada 1929 yang merupakan tahun klimaks, John J. Raskob, figur yang paling terkenal secara nasional dan juga di Wall Street, memuji-muji kebaikan kapitalisme dalam sebuah artikel di Ladies' Home Journal, yang bertajuk "Everybody Ought to Be Rich" (Setiap Orang Seharusnya Menjadi Kaya).» Teorinya mengatakan bahwa hanya dengan alokasi $15 per bulan yang diinvestasikan ke dalam saham biasa yang baik— dan dividennya kemudian diinvestasikan kembali— akan menghasilkan kekayaan senilai $80.000 setelah dua puluh tahun dengan kontribusi total hanya $3.600. Jika industrialis General Motors tersebut benar, ini benar- benar cara yang mudah untuk menjadi kaya. 

Seberapa  benarkah ia? Perhitungan kasar kami—berdasarkan asumsi investasi dalam 30 saham yang tercatat dalam Dow Jones Industrial Average (DJIA —mengindikasikan bahwa jika anjuran Raskob diikuti sepanjang tahun 1929-1948, kepemilikan investor pada awal 1949 akan bernilai sekitar $8.500. Ini masih sangat jauh dari janji sang industrialis besar tersebut, yaitu $80.000, dan ini menunjukkan betapa rendahnya kepastian yang bisa kita peroleh dari ramalan dan jaminan yang sangat optimistis seperti itu. Namun, sebagai komentar sampingan, kami perlu mengatakan bahwa return yang sesungguhnya direalisasikan melalui operasi selama 20 tahun tersebut sebenarnya bisa lebih tinggi dari 8% per tahun—dan ini terlepas dari fakta bahwa investor mulai melakukan pembeliannya ketika indeks DJIA berada pada level 300 dan mengakhirinya pada 1948 ketika indeks berada pada level penutupan 177. Catatan ini bisa dipandang sebagai sebuah argumen persuasif mengenai prinsip pembelian secara reguler per bulan atas saham-saham biasa berkinerja kuat dengan melalui segala macam gejolak—sebuah program yang disebut dengan "dollar-cost averaging."

Karena tidak ditujukan bagi spekulator, buku ini tidak dimaksudkan bagi orang-orang yang melakukan trading di pasar. Sebagian besar dari mereka dipandu grafik atau berbagai peralatan mekanis lain untuk menentukan momen yang tepat untuk membeli atau menjual. Satu prinsip yang cocok untuk diterapkan pada hampir seluruh "pendekatan teknis" ini adalah bahwa seorang investor harus membeli karena harga suatu saham atau pasar meningkat dan seorang investor harus menjual karena harga saham menurun. Ini persis merupakan kebalikan dari logika bisnis di mana pun juga, dan kecil sekali kemungkinannya bahwa ini akan bisa menjamin sukses yang berkelanjutan di Wall Street. Dalam pengalaman dan pengamatan kami di pasar modal, selama lebih dari 50 tahun, kami belum pernah menemukan satu orang pun yang bisa secara konsisten atau terus-menerus menghasilkan uang dengan prinsip "ikuti pergerakan pasar" seperti ini. Kami tak ragu untuk menyatakan bahwa pendekatan ini tidak benar walaupun populer. Kami akan menggambarkan apa yang baru saja kami katakan ini—walaupun, tentunya ini tak semestinya dianggap sebagai bukti—melalui sebuah diskusi singkat di belakang nanti tentang teori Dow yang terkenal untuk melakukan perdagangan di pasar modal.

Sejak penerbitan pertamanya pada 1949, semua revisi buku The Intelligent Investor muncul dengan interval kurang-lebih lima tahun. Dalam usaha memperbaharui edisi revisi ini, kami harus berhadapan dengan cukup banyak perkembangan baru sejak edisi tahun 1965 ditulis. Sejumlah perkembangan tersebut di antaranya:

1. Kemajuan yang luar biasa pada tingkat suku bunga obligasi kelas-atas.

2. Kejatuhan tingkat harga saham-saham unggulan sekitar 35%, yang berakhir Mei 1970. Ini merupakan persentase penurunan tertinggi dalam sekitar 30 tahun. (Tak terhitung jumlah sekuritas berkualitas rendah yang mengalami penurunan jauh lebih tajam.)

3. Inflasi harga-harga Wholesale dan konsumen yang persisten, yang terus meningkat bahkan ketika terjadi penurunan bisnis secara umum pada 1970.

4. Perkembangan pesat perusahaan "konglomerat," bisnis waralaba, dan hal-hal yang relatif baru lainnya dalam dunia bisnis dan keuangan. (Ini termasuk sejumlah instrumen yang riskan, seperti "letter stock," proliferasi waran opsi-saham, namanama yang menyesatkan, penggunaan bank luar negeri, dan lainnya.)

5. Kebangkrutan perusahaan kereta api terbesar kita, besarnya utang jangka pendek dan panjang pada berbagai perusahaan yang sebelumnya sangat mapan, dan bahkan sebuah masalah solvabilitas yang sangat meresahkan di kalangan perusahaan kepialangan Wall Street.+

6. Munculnya tren "kinerja" dalam manajemen berbagai funds investasi, termasuk sejumlah dana amanat (itrust funds) yang dikelola bank, dengan hasil yang mengkhawatirkan.

Berbagai fenomena ini akan kami pertimbangkan dengan hati-hati. Beberapa di antaranya akan memerlukan perubahan kesimpulan dan penekanan dari edisi kami...

Download

Hermawan Kartajaya On Marketing Mix

Sewaktu tampil di Manila belum lama ini, seorang peserta seminar bernama Jose mendatangi saya dan mengeluh.

Dia bilang, "Saya sudah pakai konsep marketing, seperti yang selama ini dijelaskan oleh guru- guru marketing, tetapi usaha saya kok gitu-gitu aja, ya? Kok nggak berkembang sesuai harapan saya? Pertama-tama bisnis lancar dan jalannya oke, tapi selanjutnya terus jalan menurun."

Setelah berbincang-bincang dengannya selama 10 menit mengenai bisnis gerai makanan yang digelutinya selama 7 tahun belakangan, saya lalu mengerti bahwa yang selama ini ditangkap Jose dari strategi pemasaran ternyata hanyalah tentang product strategy, pricing strategy, place strategy, dan promotion strategy.

Terus terang, saya sering mendapat keluhan semacam ini, termasuk kekeliruan pemahaman terhadap konsep marketing. Saya juga paham mengapa itu bisa terjadi. Banyak orang yang mulai sadar bahwa marketing ternyata sering tersem- pitkan pengertiannya, terbatas hanya pada marketing mix Jerome McCarthy, yaitu product, price, place, dan promotion yang lebih dikenal dengan nama 4P. Begitu terkenalnya 4P, sehingga begitu berbicara mar-keting, yang mereka ingat ya hanya 4P itu.

Jangankan orang biasa. Saya pernah diminta salah seorang klien untuk mewawancarai seorang doktor, yang katanya mendapat gelar tersebut setelah belajar ilmu marketing dari sebuah universitas di Hong Kong yang mau bergabung dengan perusahaan tersebut. Setelah berbasa-basi sebentar, orang yang meminta saya menyebut namanya, lengkap dengan gelar doktornya, langsung saya ajukan pertanyaan apa itu marketing? Dia pun menjawab 4P.

Memang tidak sepenuhnya salah. Namun, marketing bukan cuma marketing mix\ Mengapa? Karena dengan menerapkan strategi 4P, Anda memang sudah melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan, tetapi, seperti yang sering saya katakan, memang kesuksesan sebuah perusahaan bergantung pada kemampuan memenuhi need, want, dan expectation pelanggannya. Namun, selain berkonsentrasi pada pelanggan, Anda juga harus memperhatikan pesaing, sebab bisa jadi strategi yang diterapkan pesaing, termasuk 4P, akan lang-sung maupun tidak langsung mempengaruhi posisi perusahaan di pasar.

Oleh karena itu, Anda perlu melakukan diferensiasi supaya strategi 4P yang Anda terapkan bisa membuat produk Anda dipersepsi secara berbeda di benak calon pelanggan. Artinya, punya 4P yang sudah terintegrasi masihlah belum cukup.

Diferensiasi yang bisa dilakukan tidak terbatas pada marketing mix, tetapi juga bisa menerapkan beberapa hal tertentu untuk bisa menunjang diferensiasi seperti yang diinginkan.

Nah, bisnis gerai makanan yang dijalankan Jose, bagaimanapun, adalah me-too product. Dia baru memulai bisnis gerai makanan setelah melihat ada sejumlah restoran semacam itu yang menangguk sukses. Jadi, Anda seharusnya tidak melakukan peni-ruan begitu saja. Apalagi kalau target pasar yang dipilih sama.

Diferensiasi di gerai makanan bisa dilakukan dalam marketing mix atau cara menjual. Misalnya, dengan membuat porsi yang lebih kecil dan dengan harga yang sedikit lebih rendah. Sementara, cara menjual bisa dalam bentuk upaya-upaya untuk membuat restoran tersebut lebih diakrabi pelanggan, apakah dalam bentuk suatu "seremoni" yang unik atau mungkin keunikan dalam cara penyajian makanan. Pendek kata, bikinlah upaya yang mampu memberikan kesan kepada pelanggan.

Namun, melakukan diferensiasi saja belum cukup. Sudah saya katakan sebelumnya bahwa konsumen akan tertarik pada suatu produk jika produk tersebut dipersepsi secara berbeda oleh konsumen. Karena itu, Anda harus berupaya membangun positioning yang kuat, membuat persepsi yang bisa membedakan produk Anda dari produk pesaing di benak target pasar. Dan positioning bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk melalui gethok tular (bhs. Jw = informasi dari mulut ke mu- lut--peny.).

Nah, kalau sudah melakukan positioning, Anda harus ingat bahwa positioning adalah janji. Karena itu, positioning yang baik harus didukung oleh diferensiasi. Sebaliknya, suatu diferensiasi, meskipun hebat, jika tidak dikomunikasikan dengan efektif, tidak akan memberi hasil sesuai harapan.

Menanggapi ulasan mengenai munculnya pemain-pemain baru di pasar minuman isotonik, saya rasa tantangan bagi para pemain baru adalah bagaimana mereka dapat membedakan keunggulan
dari tiap-tiap produk.

Satu hal yang pasti, tanpa adanya diferensiasi yang jelas, atau jika hanya memikirkan 4P, produk Anda akan dianggap sama dengan produk pesaing. Kalau hal itu terjadi, satu-satunya senjata yang bisa dipakai bersaing adalah harga. Namun, itu sama artinya dengan pertempuran berdarah alias bersitikam di keramaian pasar.

Sekali lagi, menyiasati persaingan tidak cukup hanya dengan menggunakan 4P, memakai konsep pemasaran tidak sekadar mengurusi marketing mix saja. It goes beyond that![]

Download


The Air Asia Story

Manusia pada dasarnya punya rasa ingin tahu, sehingga kita berusaha keras untuk memahami dan menggapai apa yang secara alamiah merupakan di luar jangkauan kita. Ambillah contoh kemampuan untuk terbang: kita tidak dapat. Tetapi itu tidak menghentikan upaya Orville dan Wilbur Wright dalam mengejar impian mereka untuk terbang. Akhirnya, mereka berhasil mengirim orang-orang ke angkasa.

Lebih dari seabad kemudian, terbang melintas jarak yang jauh adalah hal yang wajar, bahkan rutin bagi banyak orang. Tetapi bagi banyak orang yang lain, keinginan untuk melihat ke bawah ke tanah pemukiman jauh dari atas awan tetap merupakan impian. Harga tiket pesawat yang mahal cukup beralasan bagi mereka untuk tetap menginjakkan kakinya di tanah karena tak mampu terbang. Duduk di depan televisi melihat orang-orang terbang dan berbagi pengalaman terbang, hanya itu yang dapat mereka lakukan.

Untungnya Tony Fernandes punya pikiran berbeda. Tony menyukai pesawat. Tony suka terbang. Jauh sebelum Kuala Lumpur International Airport (KLIA) dibangun, dan bahkan jauh lebih lama lagi sebelum ia menjadi pemilik maskapai yang paling dinamis, per-tumbuhannya paling cepat dan maskapai hemat biaya yang terbesar, Tony biasa berdiri di Sultan Aziz Airport di Subang. Ia hanya sekadar ingin melihat pesawat-pesawat terbang dan menyentuhkan rodanya di landasan.

Tetapi belakangan ini, Tony, yang dianugerahi gelar Dato's Ship di tahun 2005 namun tetap bersahaja dan tidak mau dipangggil dengan julukan itu, tidak punya banyak waktu untuk memandang burung raksasa itu. Waktunya tersita untuk mengejar bisnis besar, yang didominasi oleh AirAsia Bhd., armada biaya rendah pertama Malaysia.

Model bisnis armada biaya rendah pertama, yang dipelopori oleh Maskapai AS berbasis di Southwest Rollin King dan Herb Kelleher, menginspirasi Tony untuk melakukan hal yang sama di Malaysia. Sayangnya, kesempatan yang diperoleh Tony menimbulkan sebuah tragedi—kecelakaaan helikopter.

AirAsia yang awalnya adalah armada nasional, didirikan oleh DRB-Hicom Bhd pada akhir 1996. Armada itu lahir sejalan dengan rencana ekspansi yang ambisius, tetapi rencana itu tertunda ketika Tan Sri Yahya Ahmad, pemilik awal DRB-Hicom, meninggal pada kecelakaan helikopter pada Maret 1997.

Konglomerat itu terjerembab dalam krisis manajemen. Segalanya menjadi jauh lebih kelam ketika pada saat yang sama krisis keuangan Asia menimpa wilayah itu. AirAsia merugi dan banyak berhutang.

DRB-Hicom secara serius mulai mencari seorang pahlawan yang gagah berani untuk mampu mengeluarkannya dari kemelut itu. Selanjutnya datanglah Tony Fernandes, darah segar dari industri musik dan dengan RM1 juta, atau senilai Rp 2,5 milyar, di tangannya mengambil alih perusahaan angkutan udara itu dan menyelamatkannya.

Air Asia yang kita kenal seperti hari ini telah lahir.

Itulah titik balik bagi perusahaan itu, bagi Tony, dan sesungguhnya bagi industri penerbangan Malaysia maupun regional.

Apa yang menyebabkan Tony Fernandes beralih dari industri musik ke industri yang berbeda delapan puluh derajat seperti penerbangan?

Ya, tentu saja kecintaannya terhadap dunia penerbangan dan terhadap pesawat terbang. Ditambah dengan ketidak-sukaannya terhadap pembajakan musik cukup membuatnya secara serius mempertimbangkan peluang yang ditawarkan AirAsia dan tantangan untuk mengubahnya.

Mata visinya melihat dengan jelas masa depan yang cerah yang memungkinkan bagi maskapai udara berbiaya rendah. Jika diperkenalkan dan didukung dengan strategi yang tepat, model maskapai ini dapat menjadi usaha baru yang menarik di Malaysia, yang memberi pemasukan bagi pendapatan negara maupun menyebarkan nama baik negara.

Contoh yang tepat untuk maskapai biaya rendah adalah Southwest Airlines di AS. Sebagai maskapai yang dikenal sebagai maskapai    biaya rendah    pertama, ia didirikan di Dallas 18 Juni 1971. Southwest saat ini adalah salah satu maskapai AS    terbesar    dalam    volume    penumpang domestik.

Armada itu meraih keuntungan setiap tahun sejak 1973, hanya dua tahun    setelah    pendiriannya,    yang membuktikannya sebagai    model    bisnis    yang    menguntungkan. Rumusan Southwest untuk keberhasilan dengan cepat diadopsi oleh armada Eropa setelah liberalisasi industri penerbangan.

Ryanair berbasis di Irlandia dan dibentuk pada 1991, dan pesaingnya easyJet berbasis di London didirikan pada 1995. Keduanya beroperasi mengikuti model bisnis Southwest Airline. Sampai saat ini, keduanya telah menunjukkan bahwa model tersebut benar-benar berhasil. Ryanair dan easyJet adalah armada biaya rendah terbesar di Eropa.

Ketika Tony Fernandes membuat keputusan untuk beralih jalur, ia menjabat Wakil Presiden Times Warner Music Southeast Asia. Saat itu untuk pertama kalinya ia berpikir untuk menjalankan bisnis maskapai hemat biaya ketika singgah dalam penerbangannya di London dan melihat pendiri easyJet, Stelios Haji-Ionnou, di televisi.

Mendengar bagaimana easyJet membangun bisnisnya dalam periode waktu yang singkat, Tony jatuh hati terhadap konsep tarif rendah tanpa embel-embel dari layanan angkutan udara itu, dan memutuskan untuk melakukan perjalanan sehari ke basis easyJet di Luton Airport.

Ia berbicara di depan staf easyJet dan penumpangnya, dan menjadi makin kuat dalam mengambil keputusan meskipun orang-orang sekitarnya mengatakan dirinya gila.

Akan melakukan sesuatu selalu lebih mudah untuk diucapkan. Namun melakukan sesuatu itulah yang sesungguhnya akan membuat Anda berhasil atau sebaliknya akan hancur.

Sebagai orang musik, Tony tidak tahu apa pun tentang dunia penerbangan atau bagaimana menjalankan perusahaan maskapai penerbangan. Namun justru itulah, ia tidak merasa kehilangan waktu sedikit pun mencari bantuan dari seorang eksekutif di GE Capital Aviation Services untuk menjelaskan kepadanya bagaimana sistem kerja industri penerbangan.

Hubungan itu membawa pada suatu pertemuan dengan Conor McCarthy, Chief Operating Officer pertama di Ryanair di tahun 2001.

Kita tahu, AirAsia saat ini menjalankan penerbangan jarak pendek (tidak lebih dari tiga jam) dan biayanya rendah, tanpa makan-minum atau embel-embel lainnya dalam perjalanannya di wilayah Asia. Kita mungkin takjub dengan rencana awal Tony untuk jarak jauh, biaya rendah dan tanpa embel-embel, dan sama dengan armada biaya rendah Eropa (yang sama dengan rencana AirAsia X). Untungnya, McCarthy membatalkan proposal itu; jika tidak, tidak akan ada AirAsia yang kita bicarakan saat ini.

Tony dan investornya, McCarthy dan wirausahawan Malaysia Datuk Pahamin Rajab, Datuk Kamarudin Meranun dan Aziz Bakar, merancang rencana baru berdasarkan maskapai hemat biaya seluruh dunia dan menggunakan model itu untuk menyesuaikan operasinya di Malaysia. 
 
Download


INFORMASI

Musrenbang RKPD 2020: Ini Daftar 9 Prioritas Pembangunan Jawa Barat

BANDUNG, BAPPEDA JABAR –  Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan ...