ads

Tampilkan postingan dengan label DAMPINGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DAMPINGAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Januari 2018

PROFIL KECAMATAN DAMPINGAN : KECAMATAN CIBUGEL SUMEDANG JAWA BARAT

Kecamatan Cibugel berdiri menjadi wilayah Kecamatan secara resmi pada tanggal 11 Januari 1992, hal ini berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 03 Tahun 1992, yang ditetapkan di Jakarta, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia.
Sebelum menjadi wilayah kecamatan, Cibugel merupakan wilayah Perwakilan Kecamatan/Kapermat, yang pada saat itu hanya terdiri dari 2 Desa yaitu Desa Cibugel dan Desa Cipasang. Dan termasuk wilayah kecamatan Darmaraja. Saat ini Kecamatan Cibugel berkembang menjadi 7 (tujuh) desa yaitu: Desa Cibugel, Desa Cipasang, Desa Tamansari, Desa Sukaraja, Desa Buanamekar, Desa Jayamekar dan Desa Jayamandiri.

Perkembangan sejarah Cibugel sejak kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945, terjadi peristiwa yang menimpa masyakarat Cibugel, antara tahun 1945-1959, yang dikenal dengan peristiwa DI/TII, dan peristiwa tersebut mencapai puncaknya pada tahun 1959. Sebagai momentum terhadap peristiwa tersebut didirikanlah Tugu Suhada yang dibangun di depan Kantor Desa Cibugel, sedangkan bagi para korban peristiwa tersebut dimakamkan di Makam Suhada. Di lokasi makam tersebut sekarang dibangun Masjid Suhada. Perlu diketahui bahwa sebelum dibangun Masjid, makam para korban peristiwa DI/TII tersebut telah dipindahkan terlebih dahulu oleh keluarganya masing-masing. Korban peristiwa DI/TII sampai saat ini dikenang oleh masyarakat Cibugel sebagai Pahlawan Tanpa Pusaran.
Kecamatan Cibugel memiliki visi sebagai Cibugel Parigel (Pandai, Aman, Tertib, Sejahtera, Religius). Penjabarannya adalah terwujudnya masyarakat Kecamatan Cibugel yang berpendidikan (Nyakola), beretika dan berbudaya Sunda (Nyunda) dalam tatanan penyelenggaraan pemerintahan dan lingkungan yang tertib, aman serta nyaman (Tata Tentrem) menuju kesejahteraan masyarakat (Bagja) yang sehat lahir dan batin (Waluya).
Secara geografis Kecamatan Cibugel berlokasi di bagian selatan Kabupaten Sumedang berbatasan langsung dengan Kabupaten Garut (Kecamatan Selaawi). Sebelah baratnya berbatasan dengan wilayah Kecamatan Sumedang Selatan, sementara sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Darmaraja dan sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Wado. Jarak dari Kota Sumedang sekitar 43 km melalui jalur Kecamatan Darmaraja. Wilayah Kecamatan Cibugel merupakan dataran tinggi sehingga cuacanya cukup dingin walau di siang hari. Posisinya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Garut ditambah mudahnya akses ke wilayah Kabupaten Garut, kegiatan perekonomian penduduknya cenderung ke arah Kabupaten Garut. Kendaraan umum yang tersedia juga baru yang menghubungkan Cibugel - Limbangan, Garut.
Penduduk Kecamatan Cibugel sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai petani baik tanah kering (kebun) maupun tanah basar (sawah). Hasil bumi yang dihasilkan kecamatan Cibugel diantaranya adalah padi, jagung, ketela pohon, tembakau dsb.

PROFIL DESA DAMPINGAN : DESA BUANAMEKAR

Desa Buana Mekar merupakan sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Cibugel. Lokasinya berada di wilayah paling selatan kecamatan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Garut. Jarak dengan pusat kecamatan sekitar 3 kilometer.


Desa Buana Mekar berdiri seiring dengan dibentuknya Kecamatan Cibugel pada tahun 1992. Sebelumnya, Kecamatan Cibugel merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Darmaraja dan menjadi Perwakilan Kecamatan Cibugel dengan dua wilayah Desa. Ketika Kecamatan Cibugel dibentuk, dua desa yang ada di wilayah ini yaitu Desa Cibugel dan Desa Cipadang dimekarkan menjadi tujuh desa. Desa Cibugel sendiri dimekarkan menjadi dua desa yaitu Desa Cibugel dan Desa Jaya Mekar. Kemudian karena jarak tempuh dari wilayah Desa Buana Mekar sekarang ke balai desa lumayan jauh yakni sekitar 3 km dengan kondisi jalan yang buruk serta telah terpenuhinya persyaratan untuk membentuk desa tersendiri, maka dibentuklah Desa Buana Mekar.
Berdasarkan data Potensi Desa Se-Kecamatan Cibugel tahun 2013, Desa Buana Mekar memiliki status sebagai pedesaan dengan klasifikasi sebagai desa swadaya. Secara topografi, Desa Buana Mekar memiliki bentuk bentang permukaan wilayah berupa lereng. Ketinggian wilayah dimana kantor desa berada sekitar 807 meter di atas permukaan laut. Secara geografis, wilayah Desa Buana Mekar dibatasi oleh wilayah-wilayah sebagai berikut: Desa Jaya Mekar dan Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan di sebelah utara, Desa Cibugel di sebelah timur, Kabupaten Garut di sebelah selatan dan sebelah baratnya. Secara administratif, Desa Buana Mekar terdiri atas empat dusun yaitu Dusun Cipeureu, Dusun Gunungsangiang, Dusun Cidomas dan Dusun Neglasari. Sementara jumlah Rukun Warga dan Rukun Tetangganya masing-masing sebanyak 4 RW dan 19 RT.
Masih berdasarkan sumber data yang sama, Desa Buana Mekar memiliki luas wilayah sebesar 3,54 km persegi. Luas lahan tersebut terbagi ke dalam beberapa peruntukan yaitu sebagai lahan pertanian dan lahan non-pertanian. Luas lahan pertanian yang berada di wilayah Desa Buana Mekar seluas 3,24 km persegi. Untuk luas lahan pertanian berupa pesawahannya sendiri seluas 1,36 km persegi dan sisanya sebagai lahan pertanian bukan pesawahannya, yaitu seluas 1,88 km persegi. Lahan sisanya seluas 3 km persegi dipergunakan sebagai lahan bukan pertanian seperti sebagai lahan pemukiman dan pekarangan, serta penggunaan lainnya.
Sementara jumlah penduduk yang mendiami wilayah Desa Buana Mekar pada tahun 2013 sebanyak 3.760 orang. Rinciannya adalah sebanyak 1.948 orang berjenis kelamin laki-laki ditambah sebanyak 1.812 orang berjenis kelamin perempuan. Jumlah kepala keluarganya sebanyak 1.106 KK. Kepadatan penduduk Desa Buana Mekar sebanyak 1.062,15 jiwa untuk tiap kilometer peregi luas wilayahnya.
Berkaitan dengan mata pencahariannya, sebagian besar penduduk Desa Buana Mekar pada tahun 2013 bekerja di sektor pertanian baik sebagai petani maupun sebagai buruh tani. Sebagian kecil lainnya bekerja di sektor jasa, transportasi, industri, perdagangan dan konstruksi.
Sektor pertanian di Desa Buana Mekar walaupun lahan pesawahannya tidak menggunakan sistem pengairan teknis, menghasilkan produk utama berupa padi. Selain menghasilkan padi, lahan pertanian di Desa Buana Mekar juga menghasilkan produk berupa tanaman palawija seperti jagung, ubi kayu. Kemudian ada juga produk pertanian berupa melinjo, kacang merah, kacang tanah. Dari jenis buah-buahan menghasilkan juga rambutan, pisang, alpukat, dunia, jeruk siam. Sektor peternakan yang digeluti penduduk Desa Buana Mekar dari jenis sapi potong, kambing, domba, ayam buras, itik, kelinci, dan merpati.
Bidang seni budaya, di Desa Buana Mekar masih terdapat kesenian tradisional. Jenis kesenian tradisional yang masih terpelihara adalah Calung.

PROFIL DESA DAMPINGAN : DESA JAYAMEKAR



Desa Jayamekar merupakan sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang. Lokasinya berada di bagian barat wilayah kecamatan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Sumedang Selatan, Situraja, Cisitu dan Kecamatan Darmaraja. Jarak dengan pusat Kecamatan Cibugel sekitar satu kilometer.
Berdasarkan sejarahnya, Desa Jayamekar merupakan desa pemekaran. Sebelum menjadi sebuah desa mandiri, Desa Jayamekar merupakan bagian dari wilayah Desa Cibugel bersama Desa Buana Mekar. Dikarenakan luasnya wilayah Desa Cibugel, pada tahun 1982 Desa Cibugel dimekarkan menjadi tiga desa yaitu Desa Cibugel sebagai desa induk dan Desa Buanamekar serta Desa Jayamekar. Desa Jayamekar memiliki cakupan wilayah di bagian barat laut bekas wilayah desa induk.
Berdasarkan data Kecamatan Cibugel dalam Angka tahun 2014 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumedang, pada tahun 2013 Desa Jayamekar memiliki status sebagai pedesaan dengan klasifikasi sebagai desa swakarsa. Secara topografis, Desa Jayamekar memiliki bentang permukaan tanah berupa dataran dengan ketinggian wilayah dimana kantor desa berada pada 979 meter di atas permukaan laut. Secara geografis, wilayah Desa Jayamekar dikelilingi oleh wilayah-wilayah sebagai berikut: Desa Bangbayang Kecamatan Situraja, Desa Cimarga Kecamatan Cisitu dan Desa Cipeuteuy Kecamatan Darmaraja di sebelah utara, Desa Tamansari dan Desa Cibugel di sebelah timur, Desa Buana Mekar di sebelah selatan serta Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan di sebelah baratnya. Secara administratif, Desa Jayamekar terbagi ke dalam lima buah dusun yaitu Dusun Sukamaju, Dusun Sirnagalih, Dusun Simpaywargi, Dusun Padahurip dan Dusun Cibubut. Sementara jumlah Rukun Warga dan Rukun Tetangganya masing-masing sebanyak lima RW dan 17 RT.
Untuk luas wilayahnya, sebagaimana disajikan oleh sumber data yang sama, pada tahun 2013 Desa Jayamekar memiliki wilayah dengan luasan sebesar 1.080 hektar. Menilik luas wilayahnya, Desa Jayamekar merupakan sebuah desa yang memiliki wilayah paling luas yang berada di Kecamatan Cibugel bila dibandingkan dengan luas wilayah lainnya yang berada di kecamatan yang sama. Wilayah Desa Jayamekar terbagi ke dalam beberapa tata guna lahan, terutama dipergunakan sebagai lahan pertanian. Lahan pertanian di Desa Jayamekar mencakup wilayah seluas 350 hektar yang terbagi ke dalam dua jenis lahan pertanian yaitu lahan pesawahan dan lahan pertanian bukan pesawahan. Untuk lahan pesawahannya sendiri mencakup luasan sebesar 70 hektar, dan lahan pertanian berupa perkebunan, ladang dan huma sebesar 280 hektar. Sisanya seluas 310 hektar dipergunakan sebagai lahan lainnya seperti lahan pemukiman, lahan kehutanan dan tata guna lahan lainnya.

Jika dilihat menggunakan Google Maps, Desa Jayamekar memiliki wilayah yang berada di ketinggian pegunungan dengan ketinggian paling rendah sekitar 820 meter di atas permukaan laut. Sisi bagian timurnya merupakan wilayah palih rendah sementara bagian baratnya memiliki ketinggian paling tinggi. Sisi utara, barat dan barat daya merupakan puncak perbukitan, sehingga bisa dikatakan wilayahnya landai ke arah timur. Tata guna lahan Desa Jayamekar didominasi oleh lahan menghijau oleh pepohonan, yang dimungkinkan adalah lahan kehutanan terutama di bagian barat wilayahnya. Bagian tengah terdapat permukiman yang dikelilingi lahan pertanian berupa ladang. Bagian timurnya didominasi lahan pertanian berupa perkebunan, ladang dan pesawahan. Di daerah ini juga terdapat lahan pemukiman yang lebih luas berdekatan dengan pusat Kecamatan Cibugel.
Untuk jumlah penduduknya, sebagaimana disebutkan sumber data yang sama, pada tahun 2013 Desa Jayamekar dihuni penduduk sebanyak 3.670 orang. Dengan komposisi sebanyak 1.888 orang berjenis kelamin laki-laki ditambah sebanyak 1.782 orang berjenis kelamin perempuan. Jumlah kepala keluarganya sebanyak 3.670 KK. Kepadatan penduduk Desa Jayamekar, untuk tiap kilometer persegi luas wilayahnya dihuni penduduk rata-rata sebanyak 339,81 orang.
Terkait mata pencaharian penduduknya, sebagian besar penduduk Desa Jayamekar bekerja di sektor pertanian baik sebagai petani maupun buruh tani. Sektor pertanian mendominasi mata pencaharian penduduk Desa Jayamekar jika dibandingkan dengan sektor lainnya seperti sektor jasa, industri, perdagangan, transportasi dan konstruksi. Hal ini tidak mengherankan dikarenakan dukungan wilayah yang merupakan kawasan pertanian yang terletak ketinggian wilayah Kecamatan Cibugel.
Dukungan terhadap sektor pertanian dapat dilihat dari lahan pesawahannya yang memiliki produktivitas cukup tinggi walau masih menggunakan sistem pengairan setengah teknis. Lahan pesawahan di Desa Jayamekar menghasilkan produk utama berupa padi di samping hasil palawija lainnya seperti jagung, dan ubi kayu. Hasil pertanian lainnya yang dihasilkan lahan pertanian di Desa Jayamekar diantaranya adalah melinjo, kentang, kacang merah, dan kacang tanah. Tak ketinggalan juga berbagai jenis buah-buahan seperti rambutan, pisang, alpukat, durian, dan jeruk siam. Dengan lokasinya yang berada di wilayah ketinggian, dihasilkan juga berbagai jenis sayuran seperti bawang daun, kentang, kubis atau kol, dan sawi. Dari sejumlah hasil pertanian tersebut, tanaman jagung merupakan hasil pertanian yang menjadi andalan penduduk Desa Jayamekar.
Sektor peternakannya juga digeluti sebagian masyarakat Desa Jayamekar dalam hal pemeliharaan binatang ternak dari jenis sapi potong, kambing, domba, dan berbagai jenis ternak unggas seperti ayam buras dan ayam ras pedaging. Sektor industri yang ada di Desa Jayamekar termasuk jenis industri skala kecil terutama dalam hal pengolahan kayu, dan batu bata/genting.
Terkait seni budaya, di Desa Jayamekar terdapat seni tradisional Sunda yang masih terpelihara. Keseniannya bukan hanya dilestarikan oleh masyarakat namun juga dilakukan pembinaan periodik oleh Pemerintah Desa Jayamekar. Kesenian tradisional yang masih ada adalah Pencak Silat, Reog dan Calung.

PROFIL DESA DAMPINGAN : DESA CIBUGEL

Sebuah desa yang berada di kecamatan yang bernama sama, Kecamatan Cibugel. Desa ini terletak di pusat Kecamatan Cibugel. Sebelumnya Desa Cibugel mencakup wilayah Desa Cibugel sendiri dan Desa Jayamandiri. Namun semenjak tahun 2008, Desa Cibugel dimekarkan menjadi dua desa yaitu Desa Cibugel sendiri dan Desa Jayamandiri...

Secara status, Desa Cibugel memiliki status sebagai pedesaan dengan klasifikasi sebagai desa swadaya. Secara topografi, wilayah Desa Cibugel memiliki bentuk bentang permukaan tanah berupa dataran yang terletak di dataran tinggi dengan ketinggian wilayah dimana kantor desa berada sekitar 921 meter di atas permukaan laut. Secara geografis, wilayah Desa Cibugel dibatasi oleh wilayah-wilayah sebagai berikut: Desa Tamansari di sebelah utara, Desa Sukaraja dan Desa Jayamandiri di sebelah timur, Desa Buanamekar di sebelah selatan serta Desa Jayamekar di sebelah baratnya. Secara administratif, Desa Cibugel terdiri atas tiga buah dusun yaitu Dusun Dusun Sirnarasa, Dusun Cidomas dan Dusun Cibugel. Sementara jumlah Rukun Warga dan Rukun Tetangganya masing-masing 3 RW dan 18 RT.
Berdasarkan data Potensi Desa Se-Kecamatan Cibugel tahun 2013, wilayah Desa Cibugel memiliki luas wilayah sebesar 4,5 km persegi. Luas wilayah tersebut terbagi ke dalam beberapa peruntukan seperti sebagai lahan pertanian dan sebagai lahan non-pertanian. Luas lahan pertanian yang ada di Desa Cibugel seluas 2,9 km persegi. Luas lahan pertanian tersebut terbagi ke dalam dua jenis yaitu pertanian lahan basah (pesawahan) dan pertanian lahan kering (bukan pesawahan seperti perkebunan, huma dan ladang). Luas pesawahannya sendiri sebesar 06 km persegi dan luas lahan bukan pesawahannya sebesar 2,3 km persegi. Sementara luas lahan bukan pertaniannya sebesar 3,35 km persegi. Lahan yang termasuk non-pertanian diantaranya adalah lahan pemukiman dan pekarangan, perkantoran, kehutanan, lahan sarana umum dan lahan lainnya.


Masih berdasarkan sumber data yang sama, jumlah penduduk yang mendiami wilayah Desa Cibugel pada tahun 2013 sebanyak 3.640 jiwa. Rinciannya sebanyak 1.830 jiwa berjenis kelamin laki-laki ditambah 1.810 jiwa berjenis kelamin perempuan. Jumlah kepala keluarganya sebanyak 1.035 KK. Kepadatan penduduk Desa Cibugel sebesar 808,89 jiwa untuk tiap kilometer persegi luas wilayahnya.
Sementara berkaitan dengan mata pencahariannya, sebagian besar penduduk Desa Cibugel bekerja di bidang pertanian baik sebagai petani maupun buruh tani. Sebagian kecil lainnya bekerja di sektor perdagangan, jasa, industri, transportasi, dan konstruksi. Sektor pertanian di Desa Cibugel terutama lahan pesawahannya yang menggunakan sistem irigasi setengah teknis menghasilkan produk utama berupa padi. Selain menghasilkan padi, lahan pertanian di Desa Cibugel juga menghasilkan produk berupa jagung, ubi kayu, melinjo, kacang tanah. Lahan perkebunannya menghasilkan berbagai jenis buah-buahan yaitu rambutan, pisang, alpukat, durian, dan jeruk siam. Sementara sektor peternakan, dihasilkan juga berbagai jenis binatang ternak seperti sapi potong, kerbau, kambing, domba, ayam buras, ayam ras pedaging, itik, dan kelinci. Sementara sektor industri kecil yang ada di Desa Cibugel adalah dari jenis pengolahan kayu.
Bidang seni budaya, di Desa Cibugel masih terdapat kesenian tradisional yang masih dipelihara. Salah satu diantaranya adalah seni Calung.

PROFIL DESA DAMPINGAN : DESA TAMANSARI

Desa Tamansari merupakan sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang. Lokasinya berada di bagian utara wilayah kecamatan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Darmaraja. Jika dilihat dari pusat Kecamatan Cibugel, wilayah Desa Tamansari berada di sebelah utara dengan jarak tempuh sekitar tiga kilometer.

Berdasarkan perkembangan sejarahnya, Desa Tamansari merupakan desa pemekaran. Sebelum menjadi desa sendiri, wilayah Desa Tamansari merupakan bagian dari wilayah Desa Sukaraja yang pada waktu itu masih berada di wilayah Kecamatan Darmaraja. Dikarenakan jumlah penduduk dan luasnya wilayah Desa Sukaraja serta keinginan sebagian besar warga untuk memisahkan diri dari wilayah Sukaraja, maka pada tahun 1983 Desa Sukaraja dimekarkan menjadi dua wilayah desa. Desa pemekaran yaitu Desa Tamansari mencakup satu wilayah dusun yang dipimpin Alm. Bapak Sumirta. Wilayahnya, Desa Tamansari memiliki cakupan wilayah di bagian utara bekas wilayah Desa Sukaraja sebelum pemekaran.
Paska pemekaran dan pemisahan diri dari Desa Sukaraja, Desa Tamansari dipimpin pertama kali poleh Pejabat Sementara Kepala Desa Tamansari yaitu Alm. Bapak Ente Supratman pada tahun 1983 sampai dengan 1985. Pada tahun 1985 diadakan Pilkades yang pertama yang diikuti oleh dua kandidat calon kepala desa yaitu Alm. Bapak Ente Supratman dan Bapak Engkos Hendayana. Yang terpilih menjadi kepala desa pertama hasil pemilihan adalah Alm. Bapak Ente Supratman dengan masa bakti dari 1985 sampai denga 1993.
Ketika Kecamatan Darmaraja dimekarkan menjadi dua wilayah kecamatan, Desa Tamansari menjadi salah satu wilayah desa yang termasuk wilayah kecamatan pemekaran, Kecamatan Cibugel.
Berdasarkan data Kecamatan Cibugel dalam Angka tahun 2014 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumedang, pada tahun 2013 Desa Tamansari memiliki status sebagai pedesaan dengan klasifikasi sebagai desa swadaya. Secara topografis, wilayah Desa Tamansari berada di kawasan dengan bentang permukaan tanah berupa dataran. Ketinggian wilayah dimana kantor desa berada pada 839 meter di atas permukaan laut. Secara geogarfis, wilayah Desa Tamansari dibatasi oleh wilayah-wilayah sebagai berikut: Desa Cipeuteuy Kecamatan Darmaraja di sebelah utara, Desa Ranggon Kecamatan Darmaraja di sebelah timur, Desa Sukaraja dan Desa Cibugel di sebelah selatan, serta Desa Jayamekar di sebelah baratnya. Secara administratif, wilayah Desa Tamansari terbagi ke dalam tiga wilayah dusun yaitu Dusun Margaluyu, Dusun Antara I dan Dusun Antara II. Dan terbagi lagi ke dalam empat wilayah Rukun Warga (RW) dan 20 wilayah Rukun Tetangga (RT).
Untuk luas wilayahnya, sebagaimana disebutkan sumber data yang sama, pada tahun 2013 Desa Tamansari memiliki wilayah dengan luas total sebesar 930 hektar. Secara garis besar, wilayah Desa Tamansari terbagi ke dalam dua jenis lahan atau tata guna lahan yaitu sebagai lahan pertanian dan lahan bukan pertanian. Luasan wilayah yang digunakan sebagai lahan pertanian sebesar 309 hektar. Lahan pertaniannya terbagi ke dalam dua jenis yaitu lahan pesawahan dan lahan pertanian bukan pesawahan. Luasan lahan pesawahannya sendiri sebesar 120 hektar, dan seluas 189 hektar merupakan lahan pertanian bukan pesawahan atau berupa perkebunan, ladang dan huma. Sisanya seluas 760 hektar merupakan lahan bukan pertanian seperti lahan pemukiman, lahan kehutanan dan lainnya.
Jika dilihat menggunakan Google Maps, wilayah Desa Tamansari berada di bagian utara wilayah Kecamatan Cibugel. Wilayah Desa Tamansari merupakan pintu masuk ke Kecamatan Cibugel dari jalur Darmaraja. Kontur wilayahnya merupakan kawasan punggung perbukitan, dimana bagian utara dan selatannya lebih rendah dari pada bagian tengahnya. Punggung bukitnya memanjang dari arah timur ke arah barat. Wilayah Desa Tamansari didominasi oleh lahan pertanian baik berupa pesawahan maupun lahan perkebunan dan ladang. Bagian barat dan selatan umumnya merupakan kawasan pesawahan, serta di ujung utara sepanjang lembah aliran anak sungai. Kawasan pemukiman berada di jalur perlintasan antara Darmaraja - Cibugel.
Untuk jumlah penduduknya, sebagaimana disajikan sumber data yang sama, pada tahun 2013 Desa Tamansari dihuni penduduk sebanyak 3.789 orang. Dengan rincian sebanyak 1.950 orang berjenis kelamin laki-laki ditambah 1.839 orang berjenis kelamin perempuan. Jumlah kepala keluarganya sebanyak 1.152 KK. Dan kepadatan penduduknya, untuk tiap kilometer persegi luas wilayahnya dihuni penduduk rata-rata sebanyak 407,42 orang.
Terkait mata pencaharian penduduknya, sebagian besar penduduk Desa Tamansari bekerja di sektor pertanian baik sebagai petani maupun buruh tani. Sektor ini sangat mendominasi mata pencaharian penduduk Desa Tamansari jika dibandingkan dengan sektor lainnya. Sebagian kecil bekerja di sektor perdagangan, jasa, transportasi, industri dan konstruksi. Sektor pertanian di Desa Tamansari didukung dengan lahan pertanian yang cukup luas, baik lahan pesawahan, ladang atau perkebunan.

Lahan pesawahan di Desa Tamansari masih menggunakan sistem pengairan setengah teknis. Walau demikian, lahan pesawahannya memiliki produktivitas yang bagus dalam menghasilkan produk utama berupa padi. Di samping padi dihasilkan juga produk berupa palawija seperti jagung, ubi kayu, melinjo, kacang merah dan kacang tanah. Kemudian lahan perkebunannya menghasilkan beberapa jenis buah-buahan seperti rambutan, pisang, alpukat, durian dan jeruk siam. Tak ketinggalan juga sektor peternakannya, terkait pemeliharaan beberapa jenis hewan ternak seperti sapi potong, kambing, domba, ayam buras, ayam ras pedaging dan itik.
Terkait seni budaya, di Desa Tamansari terdapat beberapa jenis kesenian Sunda yang masih terpelihara. Kesenian tradisional Sunda ini diantaranya adalah Calung dan Angklung.

INFORMASI

Musrenbang RKPD 2020: Ini Daftar 9 Prioritas Pembangunan Jawa Barat

BANDUNG, BAPPEDA JABAR –  Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan ...