ads

Tampilkan postingan dengan label Biography. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biography. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Juli 2018

Muhammad Al-Fatih 1453

Berkata Abdullah bin Amru bin Ash: “Bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah untuk menulis, lalu Rasulullah ditanya tentang kota manakah yang akan futuh terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma. Maka Rasulullah menjawab, ‘Kota Heraklius terlebih dahulu, yakni Konstantinopel” (HR. Ahmad)

Oleh karena itu, ekspedisi Sultan Mehmed II bukanlah ekspedisi yang biasa, ekspedisi yang dipimpinnya kali ini adalah ekspedisi kerinduan selama 825 tahun. Ekspedisi ini adalah puncak dari kekerasan niatnya atas Konstantinopel, nama yang telah memenuhi benaknya selama 23 tahun lamanya. Nama yang juga akan menghantarkannya menjadi panglima terbaik yang sempat diisyaratkan oleh Muhammad Rasulullah dari lisannya. 

“Sungguh Konstatinopel akan ditaklukkan oleh kalian. Maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang menaklukkannya.” (HR. Ahmad)
Bagi kaum Muslim, nama Konstantinopel berarti kemuliaan yang telah dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya dalam bisyarah mereka. Ramai dari kaum Muslim akan menyiapkan jiwa dan harta mereka untuk menjadi pasukan yang membebaskannya. Mental kaum Muslim pun telah dari awal dididik untuk menjadi seorang ksatria yang mempunyai tugas untuk mengelola dunia dan seisinya.

Pada awal pembentukan para sahabat, Rasulullah senantiasa mengarahkan visi mereka menjadi visi global, yaitu pembebasan seluruh dunia. Bagi kaum Muslim, Konstantinopel adalah penantian 825 tahun dan para syuhada telah menyirami tanah itu dengan darah suci mereka untuk menumbuhkan kemenangan di tanah itu maka tidak heran apabila janji Allah dan Rasul ini menjadi suatu sumber energi yang tidak terbatas, menyalakan api pengorbanan dan jihad fii sabilillah dalam setiap masa dan 5 setiap kepemimpinan.

Konstantinopel sendiri bukanlah sebuah kota yang lemah. Posisinya sebagai ibukota Byzantium, pewaris satu-satunya imperium Romawi menjadikannya memiliki semua teknologi perang dan kejayaan sistem militer Romawi yang sempat memimpin dunia, wilayah lautnya sangat luas dan armada lautnya menjadi yang terbaik pada masanya. Tembok Konstantinopel mempunyai prestasi selama 1.123 tahun menahan 23 serangan yang dialamatkan kepadanya. Hanya sekali saja tembok bagian lautnya pernah ditembus oleh 4 pasukan salib pada 1204, selain itu semua serangan sukses dinetralkan pasukan pertahanannya. Wajarlah penduduk dan pasukan Konstantinopel merasa berada di atas angin ketika Sultan Mehmed mengepung Konstantinopel. 

Mengapa momen ini terjadi, bagaimana kejadiannya dan apa yang terjadi setelahnya adalah sesuatu yang menjadi topik pembahasan dalam buku ini. Buku ini mengisahkan secara detail tentang pembebasan Konstantinopel dan menggambarkan sejelas-jelasnya kepribadian Mehmed II Al-Fatih dan keyakinannya pada janji Alllah dan Rasul-Nya. Tulisan ini bertujuan untuk mengupas apapun yang terjadi dalam momen pembebasan Konstantinopel dan bagaimana seharusnya mental seorang Muslim yang diberrtuk oleh Islam. Ini adalah sebuah cerita tentang keksatriaan Muslim dan keperkasaan pasukan kaum Muslimin. Ini adalah sebuah penuturan tentang masa lalu dan masa depan.

Kebanyakan kaum nasionalis fanatik memandang pengepungan dan pembebasan Konstantinopel pada 1453 sebagai permasalahan yang terjadi antara Turki yang diwakili oleh Utsmani dan Byzantium yang diwakili oleh Konstantinopel. Ini adalah reduksionisme salah kaprah. Turki sendiri adalah sebuah istilah yang baru dikenal setelah muncul Republik Turki setelah runtuhnya Khilafah Utsmaniyyah tahun 1924, sebelum itu kaum Turki tidak pernah menyebut diri mereka dengan Turki. Mereka menyebut diri mereka hanya Muslim. Maka sesungguhnya Utsmani sendiri adalah perwakilan dari kaum Muslim dan Byzantium adalah perwakilan dari dunia Kristen.

1453 tidak hanya momen yang merekam konflik antara Byzantium dan Utsmani, tetapi sesungguhnya adalah momen yang menjadi wadah pembuktian kaum Muslim akan agama yang benar dan pembuktian janji Allah dan Rasul-Nya. 

1453 sesungguhnya adalah puncak benturan yang terjadi di antara Barat dan Timur, Kristen dan Islam yang telah mengakar semenjak masa Rasulullah Muhammad. 1453 adalah sebuah masa depan yang telah lalu, sebuah kemenangan yang telah terjadi semasa Rasulullah masih berada di tengah-tengah para sahabatnya. 1453 bukanlah kemenangan Turki sehingga bukan hanya Turki yang patut berbangga dengan pembebasan Konstantinopel. 1453 adalah sebuah momen yang harus menjadi inspirasi bagi setiap Muslim akan jati diri mereka. Sebuah janji Allah yang yang menjadi kenyataan.[]

Download

Sabtu, 09 Juni 2018

3 Arsitek Jihad Modern

Buku ini kami persembahkan kepada Syaikh dan para ilmuwan Islam, yang merupakan sebaik-baik manusia pada zaman ini, seorang tokoh umat yang telah syahid namun masih tetap hidup, seorang yang memiliki akhlak mulia dan adab yang agung.

Kepada orang-orang yang telah menerima hati para hambanya yang ikhlas, seorang pemimpin yang mendapatkan kepercayaan para tokoh umat tanpa mencabut baiat walaupun orang-orang neo murjiah tidak menyukainya.

Kepada bapak dan pendidik para syuhada, pencetak para pahlawan dan inspirator bagi para ksatria, imam ahlus sunnah dan seluruh umatnya, baik dalam dakwah dan jihad, pemimpin mujahid Syaikh Abu Abdullah Usamah bin Ladin (semoga Allah menjaga dan melindunginya). Sambutlah ucapan penghormatan yang begitu besar dan agung ini, dan semoga Allah memanjangkan umurnya agar beliau dapat melihat daulah dan khilaf ah Islam berkibar tinggi diatas penjuru muka bumi ini, sebagaimana kabar gembira yang datang dari Rasul kita, Muhammad.

Kepada pemimpin daulah Islam Thaliban Mulia Muh-ammad Umar, tuan para mujahidin dan imam para muttaqin, pembela Islam yang menjadikan agama mulia, dengan menghidupkan syariat serta imam bagi ka-um yang zuhud, penolong sunnah dan pemberantas bid'ah yang telah meninggikan menara islam setinggi- tingginya di bumi jihad Afghanistan yang tercinta hing ga mampu berkuasa dengan agama Allah selama tujuh tahun.

Kepada pemimpin daulah Islam Irak Syaikh Abu Umar Al-Baghdadi (semoga Allah menjaga dan melindunginya), pembela jihad dan pelestari syariat di bumi Irak agar daulah Islam tetap tegak didalamnya, negeri Dua Sungai sebagai menara, petunjuk dan lentera yang bersinar terang, yang melenyapkan kegelapan para penjajah dan orang-orang zhalim.

Kepada orang-orang yang telah mengibarkan bendera Islam dengan setinggi-tingginya dan menjadi bagian dari pasukan Allah serta pahlawan kebenaran para mujahidin. Kalian bagaikan pemegang bara api yang berdiri memerangi pasukan musuh di negeri Islam, yang menjadi benteng dalam menghalangi musuh dan palang pintu yang tangguh dalam menghadapi serang-an para penjajah di Afghanistan, Irak, Somalia, Palestina dan negeri-negeri Islam lainnya.

Sungguh, Allah telah menjaga kesatuan Islam ketika para musuh umat ini berdiri dihadapan para pahlawan dan pembebas serta pelindung negeri yang berjiwa perwira. Mereka itulah yang membantah para juru dak wah yang jahat dan para pemimpin kesesatan (Lembaga Keagamaan yang memuji para thaghut dan berkata dusta dengan kalimat tauhid dan tuntutan-tuntutan nya.

Kepada para pasukan yang tidak kami kenal dari kala-ngan para mujahidin, yang meninggikan bendera Islam dengan pedang yang tajam. Supaya dengan kesungguhan dalam mempersembahkan kehormatan mereka untuk Islam dalam berbagai macam bentuk jihad baik dengan pena, lisan, penjelasan dan berbagai seni Islam lainnya.

Kepada orang-orang yang telah menggoreskan tintanya dengan perkataan yang jujur dan menjadi gambar an yang mengungkapkan betapa hormatnya mereka terhadap agama ini, serta bersungguh-sungguh dalam meninggikan dan meneguhkannya dimuka bumi.

Kepada para aktivis Islam yang tidak kami kenal, yang dengan tekad dan keyakinannya dipenuhi perasaan untuk membela agama Alah. Rabb semesta alam serta Rasulullah.

Kepada para tawanan yang telah membayar mahal kemuliaan Islam dengan jiwar raga serta umur mereka, agar ujian yang mereka alami menjadi sempurna. Di jalan Allah-lah mereka merasakan nikmatnya perjuangan yang di dasari oleh kelapangan hati dan jiwa yang tenang dan ikhlas. Sungguh, sangat besar pengorbanan mereka, mereka telah tinggalkan keluarga dan handai taulan, meneguk air kesedihan dan kesabaran terhadap cobaan dan ujian. 

Kepada istri-istri para syuhada dan mujahidin yang tetap bersabar dan memegang bara api ujian, semoga kebahagiaan baginya di dunia dan akhirat.

Kepada para keluarga mujahidin, orang-orang yang mereka cintai dan jama'ah-jama'ah mereka yang penuh perasaan hormat untuk Islam, dengan hati yang selalu bergejolak, doa yang tak pemah terlupakan dan materi yang diinfakkan untuk tujuan jihad yang tinggi di setiap tempat.

Kepada mereka yang lalai dan bodoh dari generasi um-at ini dengan berbagai cekokan-cekokan para ulama (Lembaga Keagamaan), para cendekiawan dan politikus serta orang-orang yang telah dilenakan dengan sio gan-slogan serta tertipu dengan angan-angan. Yang mengira bahwa mereka telah berbuat kebaikan, telah berdiri bersama musuh-musuh Islam tanpa mereka sadari, dan mengaku dengan ketulusan hati mereka, bahwa mereka telah membela Islam dan mempersembahkan kehormatan yang begitu besar dengan tujuan baik, maka ambillah para musuh Islam sebagai kehancuran dan kehinaan, sungguh, mereka Itu telah menjadi teman kalian dan tempat yang tandus lagi keras tanahnya.

bencana dan kesengsaraan. Sungguh, Allah telah meng uji para pemeluk agama ini dengan hadirnya mereka. Seperti halnya iblis yang menyeret para walinya ke dalam neraka, namun selamatlah musuh mereka (kaum muslimin) dari api neraka karena mereka mencari dan mendapatkan petunjuk Allah.

Kepada orang-orang yang mencari kebenaran dan berjalan menuju kendaraan petunjuk dengan dakwah dan jihad.

Kepada para juru dakwah umat, dengan berbagai ma-cam bimbingan dan keahlian mereka dari para aktivis Islam yang penuh tekad dan keyakinan.

Kepada orang-orang yang mencari hakikat, yang berkhidmat untuk Islam tanpa menyembah patung-patung kepalsuan atau syubhat para ulama penguasa yang memberikan pelajaran agama.

Kepada orang-orang yang ingin beribadah kepada All-ah dengan dakwah dan jihad serta pemahaman yang benar dan penglihatan yang jelas serta tekad yang bulat.

download

Minggu, 04 September 2016

Barack Hussein Obama

UNIK. Hanya itu kata yang rasanya pas untuk me­ngomentari diri Barack Hussein Obama. Saat Ameri­ka Serikat sedang gencar-gencarnya melancarkan "perang terhadap teror", yang (di)identik(kan) de­ngan Islam, Obama justru muncul sebagai kandidat presiden dengan "Muslim connection" yang sangat kuat.

Bagaimana tidak? Ayah kandungnya, Barack Hussein Sr., berasal dari keluarga Muslim Kenya. Meskipun di kemudian hari sang ayah dikatakan menjadi ateis, dan Obama sendiri kini seorang Kris­tiani, sanak kerabat Obama di Kenya hingga kini adalah Muslim yang taat. Contohnya saja nenek tiri Obama, Sarah Hussein Obama, hingga kini masih ra­jin bangun pagi untuk shalat subuh. Namanya sen­diri, "Barack Hussein", makin memperkuat kesan "Muslim connection". "Barack" ternyata berasal dari bahasa Arab, baraka, dan "Hussein" tentu lebih kentara lagi. Lebih "celaka" lagi, tokoh bernama Hu­ssein yang paling lekat dalam benak orang Amerika adalah Saddam Hussein yang sudah dicap sebagai penjahat besar. Tak heran, nama Barack Obama pun akhirnya dengan gampang dipelesetkan menjadi "Barack Osama".

Lebih seru lagi, masa kanak-kanak Obama se­bagian dilewatkan di tengah-tengah masyarakat Muslim tepatnya di Jakarta, Indonesia, negara Mus­lim terbesar di dunia. Setelah bercerai dengan Ba­rack Hussein Sr., ibu Obama menikah dengan Lolo Soetoro, seorang Jawa yang lagi-lagi Muslim. Oba­ma sekeluarga pun diboyong ke Jakarta. Di sana, Obama bergaul akrab dengan anak-anak tetangga yang mayoritas Muslim. Konon dia suka juga ber­main di masjid dan bahkan ikut belajar mengaji. Di sekolahnya, karena ibunya tak beragama, Obama didaftarkan beragama Islam, mengikuti agama ayah tirinya. Tak heran di kemudian hari muncul isu di Amerika bahwa Obama pernah bersekolah di sebuah madrasah di Jakarta.

Dengan "Muslim connection" yang amat kuat ini, bisakah Obama menjadi presiden kulit hitam per­tama Amerika Serikat? Pertanyaan sejenis itu akhir- akhir ini selalu melayang setiap kali media atau orang membicarakan pemilihan Presiden Amerika Se­rikat 2008 nanti. Sejak mulai berkampanye menca­lonkan diri sebagai presiden, nama Obama langsung menyedot perhatian dan perdebatan semua pihak, baik media massa, warga negara Amerika Serikat, masyarakat umum, termasuk sebagian bangsa Indo­nesia. Bahkan media misalnya Newsweek terang- terangan berani berspekulasi mengenalkan dia seba-- gai "orang kulit hitam pertama yang dipandang mungkin sebagai pemenang".

Barack Obama memang sedang menunggang angin. Ia tengah jadi rising star politik Amerika Seri­kat yang sejak dipimpin George W. Bush reputasi­nya sangat tidak populer akibat ketetapan politik yang sangat agresif, militeristik, dan suka campur tangan pada urusan dalam negeri sejumlah negara lain. Orang yang sumpek pada berbagai keputusan Bush Junior, berharap muncul kesegaran dari pemili­han presiden baru, dan ternyata harapan itu muncul lebih awal, salah satunya pada diri Obama. Tentu saja Obama bukan satu-satunya calon presiden yang menarik perhatian maupun paling berpeluang; tapi angin sedang condong padanya dibandingkan pada kandidat lain. 
 
Kubu Partai Demokrat, Republik, dan Independen masing-masing punya sejumlah na­ma calon, namun boleh diperdebatkan bahwa setiap orang mengamini bisa jadi yang paling menarik per­hatian ialah Barack Obama. Di antara semua calon presiden, tak pelak lagi dia yang paling beda. Hanya dia yang berkulit hitam, salah satu calon presiden paling muda saat ini (2007) usia dia 45 tahun. Po- lling calon presiden di negaranya, baik yang dise­lenggarakan lembaga tertentu atau media massa, membuktikan bahwa reputasi Obama terus-terusan naik dan positif, bahkan ada kalanya dia menduduki urutan pertama mengungguli kandidat lain yang ja­uh lebih senior dan berpengalaman. 
 
Menyaksikan itu, tentu Obama punya "sesuatu" di luar prakiraan banyak pihak bahwa kemunculannya amat tiba-tiba, menyeruak di antara sejumlah tokoh politik mapan, didukung latar belakang sejarah keluarga yang pan­jang dan mengagumkan. Dibandingkan faktor itu se­mua, Obama seolah-olah anak bawang yang tiba- tiba jadi pujaan hanya karena memiliki pesona/ke- unggulan pribadi tertentu. Tapi ternyata dia pelan- pelan memantapkan reputasi dan terus membangun keyakinan dan kemungkinan bahwa dia layak dipilih menjadi presiden sebuah negara adidaya.

Momen politik Obama terjadi ketika dia terpilih sebagai salah satu pemberi pidato utama pada Kon­vensi Nasional Demokratik 2004 (Démocratie Natio­nal Convention, DNC); waktu itu dia sedang menjadi.....
 
Download

Kamis, 01 September 2016

Joey : Si Frustasi

Joey Coyle tersungkur di tempat tidur. Ia sakau sepanjang malam, sakit yang dibuat atas ulahnya sendiri, kesemua permasalahannya berawal dari meth cairan kimia terlarang, yang selalu membuatnya uring-uringan dan bingung. Ketika ia kembali memompakan cairan itu ke dalam tubuhnya, tenaga hebat serta merta menjalar memenuhi seluruh aliran darahnya; detak jantung dan putaran pikiran dalam otaknya seraya berlomba untuk berpacu lebih keras lagi. Itulah yang dirasakannya malam itu. Ia baru bisa benar-benar memejamkan matanya, tidur lelap ketika hari menjelang siang.

Hari ini, ia akan mendapat jatah tidur sebentar saja karena ia telah kehabisan persediaannya. Tidak ada persediaan apa pun yang tersisa, itu menunjukkan bahwa dirinya sedang bokek, tidak memiliki uang. Sudah hampir satu bulan lamanya, serikat kerja tempat di mana ia bekerja di pelabuhan, belum menelepon untuk memintanya kembali bekerja. Ia menghasilkan uang banyak dari kerja serabutan, kerja kontrak musiman, pekerja kasar sebagai seorang iongshoreman (pekerja pelabuhan) yang biasanya mengerjakan pekerjaan yang berkenaan dengan mekanik, konstruksi, dan lainnya di seputar pelabuhan. Ayah dan kakak lelakinya pun bekerja di sana. Joey tidak tamat Sekolah Menengah Atas, namun dirinya berbakat dalam bidang mesin. Di pelabuhan, ia juga biasanya ditugaskan untuk memperbaiki lift, Joey memang ahlinya dalam bidang yang satu ini. Ia bangga atas keahliannya itu. Oli mesin kotor melumuri telapak tangannya yang tebal dan keras. Sudah lebih dari satu tahun belakangan ini, laju perekonomian di wilayah Philadelphia sedang lamban dan buruk; dan akibatnya kesempatan kerja semakin terbatas. Panggilan kerja memang sempat diterimanya untuk mengisi kekosongan pekerja tetap di pelabuhan, karena mereka pergi berlibur memperingati hari raya Natal. Sejak itu, Jo- ey belum mendapatkan pekerjaan lain. Menjelang matahari terbit, Joey uring-uringan seperti orang gila. Di manakah kiranya ia akan menemukan pekerjaan perbaikan atau renovasi lain?

Jam-jam kosong tanpa kegiatan apa pun, telah membuat Joey merasa seolah dirinya dihimpit beban yang sangat berat. Dia berusia dua puluh empat tahun dan masih tinggal di rumah ibunya. Ia sangat menyanyangi ibunya dan berbakti kepadanya. Ayahnya telah meninggal dunia karena penyakit serangan jantung pada suatu malam setelah ia dan ayahnya memperdebatkan suatu argumentasi. Lelaki tua itu tidak pernah menyukai penampilan Joey yang berambut gondrong. Kata-kata terakhir yang keluar dari mulutnya, disampaikannya kepada Joey dengan penuh kemarahan hebat; dan Joey merasa bersalah bahwa kematian ayahnya itu telah disebabkan oleh kelakuannya yang urakan. Delapan tahun telah berlalu, namun rasa bersalah yang membebani perasaannya tidak pernah sirna dari hatinya. Membantu ibunya memang telah sedikit menolong, mengurangi beban bersalah yang dipikulnya, oleh karenanya Joey tinggal bersama ibunya. Namun, ibunya jatuh sakit. Ia menderita penyakit liver akut dan membutuhkan perawatan. Joey tidak bisa diandalkan.

Ibu Joey pindah rumah ke sebuah apartemen beberapa blok jauhnya dari rumah itu, tinggal bersama kakak perempuannya, Ellen. Joey menanggapi kenyataan seperti itu sebagai serangan mental lain bagi dirinya. Ia merasa dirinya telah mengecewakan ibunya, dan sebaliknya, ia merasa ibunya telah membuatnya kecewa. Ibunya tidak lagi berada di dekatnya. Joey merasa terpukul dan gagal, tetapi untuk berbagi cerita dengan orang lain mengenai perasaannya, tentu tidak mudah baginya. Joey bukanlah tipe orang yang mau melihat Jauh ke dalam sisi dirinya, bagaimana dan mengapa ia ditimpa permasalahan yang bertubi-tubi. Joey terus menjalani hidup apa adanya sesuai pembawaan alamiah dirinya sementara meth dengan setia, membantunya. Banyak orang menjulukinya dengan istilah speed. Joey menyebutnya "blow". Karena menurut Joey, meth mampu meniup semua setan penyebab keraguan dalam diri, begitu pula dengan depresi. Beberapa bulan lamanya sejak ibu Joey meninggalkannya sendiri mengarungi malam seperti sedang menunggang carousel, komedi putar; tekanan darahnya tinggi, memuncak ke ubun-ubun lalu tiba-tiba ambruk. Kemudian tekanan darahnya kembali naik dan berpacu keras, untuk mendapatkan uang banyak dan lebih banyak lagi keperluannya, terutama benda yang satu itu, yang selalu membuatnya bersemangat.

Rumahnya yang terletak di Front Street, berada di ujung deretan perumahan. Di bagian barat area itu adalah kawasan utama; gereja, sekolah, pasar, restoran, dan bar. Kota ini adalah kawasan tertua di Philadelphia; rumah batako yang beratap rendah, kebanyakan dari rumah- rumah di sana, yang tertinggi hanya memiliki dua lantai. Sikap kekeluargaan antara warga di sana masih kuat. Para anak laki-laki, ayah-ibu, keponakan-kemenakan, dan para cucu; semuanya hidup berdampingan dalam damai. Setiap warga yang bertemudengan warga lainnya, mereka akan saling menyapa hormat. Anak-anak kecil dan cucu- cicit sering terlihat bermain bola di jalanan. Jika salah seorang warga South Philly ditanya, apakah Anda mengenal si A "dari lingkungan sekitarnya", artinya sama saja mereka menanyakan saudara atau kerabat dekat, atau teman akrab. Mayoritas penduduk South Philly memeluk agama Katholik. Mereka bangga akan kepercayaan yang dipeluk mereka; dan bahkan kadang-kadang mereka ber-sikap takhyul, fragmatis; namun hati mereka tulus.

Dunia telah berubah di sekitar wilayah South Philly. Kesempatan kerja yang dulu melimpah, kini sukar didapat. Yang asalnya terbentang lebar seperti permadani indah, kini benang-benangnya pun telah rapuh. Permadani yang semestinya merupakan tempat berpijak menuju masa depan gemilang, kini tiada lagi. Dari pintu belakang rumah Joey, jika menatap ke arah timur, terbentang luas dunia yang semrawut, sebuah kawasan tanah yang terbengkalai. Rumput dan ilalang tumbuh tinggi dan rimbun, tempat yang sekaligus sebagai pembuangan sampah dan barang bekas. Beberapa rumah gudang terlihat telah rusak, yang dulunya dikenal sebagai area industri, kini telah mati. Beberapa rongsokan mobil bekas terlihat berjejer di sana, tidak teratur. Sesekali terlihat mobil baru atau keluaran baru, yang melintas di antara bangkai-bangkai mobil Itu, menelusuri sepanjang tepian Sungai Delaware. Langit di atas kawasan ini selalu terlihat kelabu dan berdebu. Di belakang deretan perumahan di mana Joey tinggal, terdapat sebuah bangunan jalan tol tinggi dan kokoh Interstate 95, yang bayangannya saja lebih panjang dan lebih lebar daripada bayangan satu blok perumahan di sekelilingnya.

Download


Senin, 29 Agustus 2016

Di Balik Sosok Gejolak Ekonomi Dunia

Ia adalah Alan Greenspan, ahli ekonomi New York yang    sederhana namun dikenal luas    dan telah berpengalaman menjadi ketua the Council of Economic Advisers (CEA) di Gedung Putih Ford. Menurut James A. Baker Kepala Staf Gedung Putih, Greenspan adalah tokoh yang sempurna untuk The Fed (Bank Sentral AS). Ia telah mengenal orang ini secara dekat selama belasan tahun. Baker menjadi menteri perdagangan pada tahun 1975 pada pemerintahan Ford dan pernah menghadiri pertemuan yang membahas kebijakan ekonomi Gedung Putih di mana Greenspan selalu dapat memberikan pendapatnya yang bijaksana. Ketika Baker melaksanakan kampanye Presiden Ford tahun 1976, ia mengikutsertakan Greenspan sebagai juru bicara ekonomi dalam kampanye tersebut. Dan pada tahun 1980, Greenspan telah memberikan bantuan penting dalam merancang pidato ekonomi utama untuk kandidat Presiden Reagan.

Salah satu momen terbaik Greenspan adalah menjadi kepala dari bipartisan Komisi Nasional untuk Reformasi Keamanan Sosial yang telah memulihkan sistem Keamanan Sosial sehingga mencapai kondisi finansial temporer yang baik pada tahun 1983. Bagi Baker, Greenspan telah menjadi penentu dalam proses pembangunan konsensus antara partai Demokrat dan Republik. Baker sendiri memimpin sejumlah proses negosiasi bipartisan rahasia di rumahnya.

Ketika Baker meninggalkan Gedung Putih tahun 1985 untuk menjadi menteri keuangan, ia meminta Greenspan untuk membantunya dalam dengar pendapat dengan anggota Senat. Sekali lagi, Baker dapat melihat bahwa Greenspan sangat cerdik dalam memberikan nasihatnya, dan ia lihai juga dalam berpolitik.

Baker merasa bangga pada dirinya sendiri karena da¬pat mengantisipasi beberapa lonjakan dari sebuah kepu- tusan. Ia juga tidak ambil pusing ketika teman lamanya di Texas, yaitu Presiden George Bush, menjadi kandidat presiden untuk pemilihan tahun depan. Bagi Baker, memiliki seorang ketua The Fed dari partai Republik yang dapat diandalkan dalam kepemimpinan Bush pada tahun 1988, akan membawa perubahan besar pada dunia.

Baker sangat yakin bahwa Greenspan adalah orang yang mereka butuhkan di The Fed karena ia seorang pemain tim.

Pada tahun 1987, Reagan mengikutsertakan Ketua Senat Partai Republik (Senate Republican Majority), Howard H. Baker Jr., sebagai kepala staf untuk menyelamatkan kepresidenan selama skandal kontra Iran. Howard Baker, seorang politikus Washington yang bijaksana dan santun telah mewakili Tennessee di Senat selama 18 tahun. Ia menjadi wakil ketua Komite Senat Watergate pada tahun 1973-74 dan mengamati berbagai kebohongan dan kecurangan dalam pemerintahan presiden Nixon.

Ketika ia menerima tawaran Reagan untuk menjadi kepala staf Gedung Putih, ia menuntut untuk dapat menjadi bagian dalam pengambilan keputusan penting dan rahasia.

Baker dari Tennessee duduk dengan tenang ketika Presiden dan Baker dari Texas berbicara beberapa kali tentang kepemimpinan The Fed yang mendatang. Jim Baker ingin menyingkirkan Volcker Ketua The Fed kala itu, dan ia sangat mendukung Greenspan. Howard Baker tahu bahwa Greenspan sangat baik. Keduanya telah bergabung dalam partai Republik di tahun 1970, dan mereka merupakan teman lama dan mitra bermain tenis di klub pribadi Jim Baker di pinggiran kota Virginia.

Suatu hari dalam musim semi, Baker mengundang Greenspan, yang menjadi ketua perusahaan konsultan bisnis pribadi di New York City, dan memintanya datang ke Washington untuk berjumpa dengan mereka di rumah Jim Baker di Northwest Washington.

Mereka punya satu pertanyaan, apakah Greenspan akan bersedia dicalonkan menjadi ketua The Fed?

Jika Paul tidak bersedia, maka Greenspanlah yang akan menjawab "Saya bersedia."

Jim Baker mengatakan bahwa Presiden akan memper-timbangkan pilihannya. Mereka hanya ingin memastikan bahwa jika mereka membutuhkan Greenspan, maka Greenspan sudah siap.

"Apabila Anda memerlukan saya, saya akan siap," kata Greenspan.

Ia ingin ada jaminan bahwa maksud keberadaannya dalam pertemuan tersebut tetap dirahasiakan. Bila hal ini diketahui, maka akan merusak kepercayaan dan mereka akan berpikir akan ada rencana untuk mengganti Volcker. Akibatnya pasar uang akan menjadi sangat tidak stabil. Howard Baker mengatakan bahwa diskusi tentang.....

Download

INFORMASI

Musrenbang RKPD 2020: Ini Daftar 9 Prioritas Pembangunan Jawa Barat

BANDUNG, BAPPEDA JABAR –  Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan ...