ads

Tampilkan postingan dengan label Non Fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Non Fiksi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Juli 2018

Muhammad Al-Fatih 1453

Berkata Abdullah bin Amru bin Ash: “Bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah untuk menulis, lalu Rasulullah ditanya tentang kota manakah yang akan futuh terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma. Maka Rasulullah menjawab, ‘Kota Heraklius terlebih dahulu, yakni Konstantinopel” (HR. Ahmad)

Oleh karena itu, ekspedisi Sultan Mehmed II bukanlah ekspedisi yang biasa, ekspedisi yang dipimpinnya kali ini adalah ekspedisi kerinduan selama 825 tahun. Ekspedisi ini adalah puncak dari kekerasan niatnya atas Konstantinopel, nama yang telah memenuhi benaknya selama 23 tahun lamanya. Nama yang juga akan menghantarkannya menjadi panglima terbaik yang sempat diisyaratkan oleh Muhammad Rasulullah dari lisannya. 

“Sungguh Konstatinopel akan ditaklukkan oleh kalian. Maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang menaklukkannya.” (HR. Ahmad)
Bagi kaum Muslim, nama Konstantinopel berarti kemuliaan yang telah dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya dalam bisyarah mereka. Ramai dari kaum Muslim akan menyiapkan jiwa dan harta mereka untuk menjadi pasukan yang membebaskannya. Mental kaum Muslim pun telah dari awal dididik untuk menjadi seorang ksatria yang mempunyai tugas untuk mengelola dunia dan seisinya.

Pada awal pembentukan para sahabat, Rasulullah senantiasa mengarahkan visi mereka menjadi visi global, yaitu pembebasan seluruh dunia. Bagi kaum Muslim, Konstantinopel adalah penantian 825 tahun dan para syuhada telah menyirami tanah itu dengan darah suci mereka untuk menumbuhkan kemenangan di tanah itu maka tidak heran apabila janji Allah dan Rasul ini menjadi suatu sumber energi yang tidak terbatas, menyalakan api pengorbanan dan jihad fii sabilillah dalam setiap masa dan 5 setiap kepemimpinan.

Konstantinopel sendiri bukanlah sebuah kota yang lemah. Posisinya sebagai ibukota Byzantium, pewaris satu-satunya imperium Romawi menjadikannya memiliki semua teknologi perang dan kejayaan sistem militer Romawi yang sempat memimpin dunia, wilayah lautnya sangat luas dan armada lautnya menjadi yang terbaik pada masanya. Tembok Konstantinopel mempunyai prestasi selama 1.123 tahun menahan 23 serangan yang dialamatkan kepadanya. Hanya sekali saja tembok bagian lautnya pernah ditembus oleh 4 pasukan salib pada 1204, selain itu semua serangan sukses dinetralkan pasukan pertahanannya. Wajarlah penduduk dan pasukan Konstantinopel merasa berada di atas angin ketika Sultan Mehmed mengepung Konstantinopel. 

Mengapa momen ini terjadi, bagaimana kejadiannya dan apa yang terjadi setelahnya adalah sesuatu yang menjadi topik pembahasan dalam buku ini. Buku ini mengisahkan secara detail tentang pembebasan Konstantinopel dan menggambarkan sejelas-jelasnya kepribadian Mehmed II Al-Fatih dan keyakinannya pada janji Alllah dan Rasul-Nya. Tulisan ini bertujuan untuk mengupas apapun yang terjadi dalam momen pembebasan Konstantinopel dan bagaimana seharusnya mental seorang Muslim yang diberrtuk oleh Islam. Ini adalah sebuah cerita tentang keksatriaan Muslim dan keperkasaan pasukan kaum Muslimin. Ini adalah sebuah penuturan tentang masa lalu dan masa depan.

Kebanyakan kaum nasionalis fanatik memandang pengepungan dan pembebasan Konstantinopel pada 1453 sebagai permasalahan yang terjadi antara Turki yang diwakili oleh Utsmani dan Byzantium yang diwakili oleh Konstantinopel. Ini adalah reduksionisme salah kaprah. Turki sendiri adalah sebuah istilah yang baru dikenal setelah muncul Republik Turki setelah runtuhnya Khilafah Utsmaniyyah tahun 1924, sebelum itu kaum Turki tidak pernah menyebut diri mereka dengan Turki. Mereka menyebut diri mereka hanya Muslim. Maka sesungguhnya Utsmani sendiri adalah perwakilan dari kaum Muslim dan Byzantium adalah perwakilan dari dunia Kristen.

1453 tidak hanya momen yang merekam konflik antara Byzantium dan Utsmani, tetapi sesungguhnya adalah momen yang menjadi wadah pembuktian kaum Muslim akan agama yang benar dan pembuktian janji Allah dan Rasul-Nya. 

1453 sesungguhnya adalah puncak benturan yang terjadi di antara Barat dan Timur, Kristen dan Islam yang telah mengakar semenjak masa Rasulullah Muhammad. 1453 adalah sebuah masa depan yang telah lalu, sebuah kemenangan yang telah terjadi semasa Rasulullah masih berada di tengah-tengah para sahabatnya. 1453 bukanlah kemenangan Turki sehingga bukan hanya Turki yang patut berbangga dengan pembebasan Konstantinopel. 1453 adalah sebuah momen yang harus menjadi inspirasi bagi setiap Muslim akan jati diri mereka. Sebuah janji Allah yang yang menjadi kenyataan.[]

Download

Sabtu, 01 Juli 2017

Smart Love : Rahasia Sukses Dalam Cinta

Bekal Cari Gebetan

Secara umum, supaya acara cari gebetan berlangsung Msukses, kamu perlu membekali diri dengan hal-hal berikut.

Perbaiki Penampilan

Meskipun kamu nggak ganteng atau cantik, tapi penampilan yang rapi akan membuat kamu enak dilihat. Apakah rambut perlu dipotong supaya kamu terlihat lebih keren? Apakah kuku tangan dan kaki kamu nggak dekil? Lihat penampilan kamu di kaca. Usahakan agar kamu sendiri senang melihat orang yang muncul di cermin itu. Kalau kamu sendiri nggak suka dengan penampilan kamu, gimana orang lain? Tapi perlu diingat, nobodys perfectl Jadi, kalau kulit kamu memang hitam  atau muka kamu penuh jerawat, mau diapain lagi? Yang penting kamu tampil rapi dan bersih.

Cari Tahu

Penting untuk mengetahui beberapa hal mendasar tentang si dia. Misalnya, sudah pernah punya pacar atau belum? Apakah dia jomblo seumur-umur? Apa kebiasaan dan hobinya? Kamu nggak perlu nanya langsung, bisa nanya ke temannya atau orang yang cukup kenal dengan dia.

Pendekatan yang dilakukan pasti berbeda kalau kamu sudah tau sedikit tentang si dia. Dan ini akan membuat kamu lebih lancar ngomong. Tapi, kalau totally blank alias nggak tau apa-apa karena baru pertama kali ketemu si dia, lakukan pembicaraan yang bersifat penjajakan. Misalnya kamu suka musik apa, suka jalan kemana, dan pertanyaan standar lainnya. Kalau omongan sudah nyambung baru nanya hal yang lebih privat. 

Siapkan Hal Penting

Mau jalan bareng? jangan lupa membawa beberapa barang penting seperti handphone, dompet, atau credit card. Apalagi buat para cowok. Handphone penting buat nyimpen nomer HP si dia atau nomer telepon rumahnya. Dompet berisi duit cash penting kalau tiba tiba pedekate kalian berlanjut ke acara makan bareng atau jalan bareng ke suatu tempat. Sementara credit card akan menjadi sangat penting kalau uang cash kamu kurang!

Tenangkan Diri

Sebagai umat beragama, nggak ada salahnya kamu berdoa dulu. Bisa juga kamu katakan kepada diri sendiri, "Tenang aja, aku pasti bisa tampil percaya diri di hadapannya dan bisa ngobrol dengan santai". Dengan melakukan sugesti, paling nggak kamu bisa lebih tenang dan pede. Atau hirup napas dalam-dalam dan hembuskan perlahan supaya jantung nggak terlalu berdebar kencang atau nervous kala ketemu dia.


Selasa, 06 September 2016

Rahasia Bisnis Orang Jepang

Bangsa Jepang merasa bangga dengan budayanya, berbeda dengan banyak masyarakat yang malu dengan asal-usulnya.

Bangsa Jepang berhasil membuktikan bahwa mereka mampu berjaya dengan tetap memelihara segala warisan dan adat budaya mereka. Mereka bangga dengan budaya mereka di kala sebagian masyarakat malu dengan asal usulnya. Budaya tidak menjadi halangan bagi Jepang untuk ikut dalam pentas dunia. Dalam berbagai aspek, bangsa Jepang berhasil mengalahkan orang Barat.

Banyak peneliti Barat yang berusaha mencari tahu dan meneliti rahasia sukses bangsa Jepang. Mereka heran bagaimana bangsa Jepang dapat mencapai kemajuan dan kesuksesan dalam bidang ekonomi tanpa menguasai bahasa Inggris. Apa keistimewaan bangsa Jepang, sehingga mereka mampu menempatkan diri sejajar dengan AS, Inggris, Jerman, dan negara-negara Eropa lainnya. Banyak pertanyaan yang tidak terjawab, terutama tentang bagaimana bangsa Jepang dapat memelihara semangat kerja mereka tanpa rasa bosan dan lelah menyediakan ruang yang besar pula bagi Jepang untuk memasarkan produknya.

Bangsa Jepang sangat cerdik karena berlindung di balik nama perpindahan teknologi. Mereka menyelidiki dan mencari pasar di negara lain untuk mendapat berbagai masukan yang bagus. Teknologi yang dipindahkan adalah teknologi yang sudah tidak ingin digunakan lagi. Jepang tidak boleh disalahkan dalam hal ini karena mereka harus menjaga kepentingan industri dan perkembangan ekonominya. Hanya dalam situasi sama-sama menang, bagian kemenangan dan keuntungan Jepang lebih besar dari pada rekan bisnisnya.


Jepang sadar mereka tidak boleh mengasingkan diri. Oleh karena itu, Jepang menjalin hubungan baik dalam bidang diplomasi dan perdagangan dengan Negara-negara di Asia. Jepang berusaha memulihkan kembali citra negaranya di kalangan negara Asia yang pernah merasakan kekejaman mereka saat perang. Gambaran bangsa Jepang sebagai bangsa yang kejam, kasar, dan ganas semakin menghilang dan sanubari rakyat Asia. Jepang berhasil memberi citra baru untuk bangsanya. Jepang tidak lagi dikenal sebagai negara militer, meskipun hal itu tidak hilang seluruhnya. Jepang ingin dikenal sebagai penguasa ekonomi yang memberi sumbangan penting untuk menjamin kemakmuran negara-negara sebenuanya. Banyak negara Asia yang menjadikan Jepang sebagai contoh untuk membangun sektor ekonomi dan industrinya. Malaysia juga membuka pintu seluas-luasnya.

Bangsa Jepang memelihara tradisi dan budaya hidup lokal. Namun, itu tidak berarti mereka menolak nilai-nilai yang datang dari luar. Salah satu kesuksesan bangsa Jepang adalah mereka mampu menyerap dan menyesuaikan diri dengan nilai luar dan segala perubahan yang terjadi.

Perubahan tidak bisa dihindari dan bangsa Jepang pun menyadarinya. Bangsa yang tidak sadar dengan masalah ini akan terus ketinggalan. Perubahan harus dilakukan bila suatu bangsa ingin maju dan sukses dalam semua aspek. Karena, dari perubahanlah akan timbul kemajuan dan dari kemajuan lahir perubahan. Dari situlah terlihat jelas eratnya hubungan antara perubahan kemajuan dan keberhasilan

Bangsa Jepang tidak begitu saja mengambil dan meniru segala sesuatu dari barat. Mereka melakukan penyesuaian pada setiap hal yang datang dan barat agar sesuai dengan pengguna di Asia. Hal itulah yang membuat produk Jepang lebih disukai di Asia karena sesuai dengan cita rasa mereka. Pasar besar Asia Vietnam, dan sembilan persen memilih Indonesia. Penelitian itu membuktikan bahwa sektor perindustrian di Malaysia menyediakan barang produksi Jepang untuk pasar di seluruh dunia. Faktor kestabilan politik, lokasi yang strategis, dan hubungan dagang yang baik menjadi faktor Jepang lebih memilih Malaysia. Dorongan dari pemerintah Malaysia juga membuat Jepang bersemangat menanamkan modalnya di sana.

Sehubungan dengan hal itu, bangsa Malaysia [dan bangsa Indonesia] yang dijadikan sasaran penanaman modal Jepang harus mau mempelajari resep-resep kesuksesan mereka. Bangsa Malaysia tidak perlu menjadi orang Jepang supaya bisa sesukses mereka. Bangsa Malaysia [Indonesia] harus menjadi diri mereka sendiri dengan budaya mereka sendiri. Bangsa Malaysia [Indonesia] hanya mengambil hal-hal positif dari bangsa Jepang. Yang harus bangsa Malaysia [Indonesia] lakukan adalah memupuk dan melakukan etika kerja bangsa Jepang dalam kehidupan sehari-hari. Motivasi kerja bangsa Jepang perlu diterapkan dalam lingkungan kerja bangsa Malaysia [Indonesia]. Begitu juga dengan semangat dan kerajinan mereka. Semuanya perlu dijiwai dan dipahami. Yang lebih penting lagi adalah harus diterapkan. Jika hanya sekadar teori, tidak akan membawa perubahan.

Bangsa Jepang membuktikan bahwa keadaan suatu bangsa bukanlah penghalang untuk sukses. Keadaan fisik, geografis, dan kedudukan negara juga bukan faktor utama sebuah negara untuk menjadi lebih maju. Bagi Jepang, yang penting adalah sikap dan pandangan pada pekerjaan, cara bekerja, dan tujuan seseorang saat bekerja. Usaha lebih penting daripada pembicaraan yang tidak berguna.

Manifestasi sikap ini terdapat pada bangsa Malaysia [Indonesia] seperti kata pepatah lama “di mana ada kemauan, di situ ada jalan” dan “hendak seribu daya, tidak hendak seribu alasan”. Jika pepatah ini dipahami dan diterapkan, niscaya Malaysia [Indonesia] akan sehebat Jepang. Bangsa Jepang tidak pernah berdalih dan menciptakan alasan. Mereka percaya dan yakin, apa pun halangannya pasti ada jalan keluarnya.

Faktor Jepang memilih Malaysia/Indonesia

- Kestabilan politik
- Lokasi yang strategis
- Hubungan perdagangannya baik
- Dukungan dari pemerintah Malaysia/Indonesia.

Dari perubahanlah akan timbul kemajuan dan dari kemajuan lahir perubahan.
Dari situlah terlihat jelas eratnya hubungan antara perubahan, kemajuan dan keberhasilan

Malaysia dan Indonesia tetap menjadi tempat penanaman modal dan masuknya berbagai modal asing, khususnya Jepang

Bangsa Malaysia [dan Bangsa Indonesia] yang dijadikan sasaran penanaman modal Jepang
harus mau mempelajari resep-resep kesuksesan mereka.

Download


Minggu, 04 September 2016

Aku Menggugat Maka Aku Kian Beriman

Yang paling banyak dikeluhkan oleh para muslim Amerika menyangkut komunitasnya sendiri adalah perlakuan Islam terhadap perempuan, dan di sini keluhan pokoknya diarahkan pada praktik pemisahan antara lelaki dan perempuan. Inilah salah satu rintangan terbesar mengapa Islam sulit diterima di Barat dan juga salah satu sebab utama ketidakpuasan kaum muslim non-imigran terhadap agama dan komunitas mereka. Mereka jamaknya memprotes mengapa perempuan dicegah untuk mengikuti salat berjemaah, dan dipisahkan dari kaum lelaki dalam acara-acara pertemuan komunitas.

Di Amerika Serikat, tempat perempuan telah sejak lama berjuang keras menentang diskriminasi jender, konsep bahwa mereka harus dipisahkan dari lawan jenis karena mereka dianggap menjijikkan. Lagi pula, pemisahan jenis kelamin dalam segala bentuknya mengingatkan bangsa Amerika akan sejarah gelap mereka yang dijejali dengan sikap fanatik, dan pemisahan ini disamakan dengan prasangka dan penindasan. Seorang mualaf musli-mah Amerika Afrika bertutur, "Kaumku baru saja mendapatkan hak untuk makan di restoran-restoran dengan siapa saja dan untuk menyalip bus-bus di jalanan, tetapi sekarang mereka malah menyuruhku duduk di ruang belakang masjid [bukan di ruang utamanya]!"

Dalih umum untuk memisahkan perempuan dari lelaki adalah bahwa praktik ini mencegah perzinaan semenjak dini zina telah menjadi sebuah budaya Amerika yang oleh banyak muslim dianggap tak bisa dikendalikan. Mereka khawatir bahwa jika lelaki dan perempuan diperbolehkan saling berinteraksi di masjid-masjid dan acara-acara komunitas, perilaku amoral dengan segenap konsekuensi destruktif ikutannya bagi keluarga dan masyarakat akan merebak dalam komunitas muslim. Aturan hukum kuno bahwa "semua yang menyebabkan haram adalah haram" sering kali dipakai untuk menunjukkan pentingnya pemisahan perempuan. Aturan ini, yang mungkin dulunya tampak masuk akal, sekarang dapat lantaran dipraktikkan secara luas menjadi sangat mengekang.

Andai pembauran lelaki dan perempuan dalam acara-acara publik diharamkan karena dapat mengarah pada perzinaan, bukankah perempuan seharusnya sekalian dilarang pergi keluar rumah kecuali untuk urusan yang benar-benar penting, sebab meninggalkan rumah bisa mendo-rong pembauran yang kebablasan? Para ulama konservatif mendukung gagasan ini. Aturan yang sama juga dipakai untuk berargumen bahwa seorang perempuan tak boleh memiliki SIM (surat izin mengemudi), lantaran seandainya mobilnya mogok di jalan padahal ia sendirian, seorang lelaki yang mengetahuinya akan menampik untuk membantunya kecuali perempuan itu mau melayani hasrat seksual lelaki tadi.

Kekuatan argumen-argumen semacam itu bergantung pada seberapa jauh kaum muslim bersedia membatasi kebebasan pribadi untuk mempertipis kemungkinan terjadinya pelanggaran hukum dan seberapa jauh mereka mau menepikan kemungkinan efek-efek negatif. Andai Amerika Serikat, misalnya, tiba-tiba melarang kaum perempuan mengemudikan kendaraan, negara ini mau tak mau harus mengimpor sopir-sopir kurang lebih satu sopir untuk satu keluarga untuk mengantar perempuan dan anak-anak ketika muhrim lelaki mereka tak bisa menemani mereka.3 Sopir-sopir ini juga terpaksa harus dibayar murah lebih rendah daripada upah minimum yang sekarang berlaku agar keluarga-keluarga kebanyakan mampu mem-pekerjakan mereka. Akibatnya, tentu saja sekitar lima puluh juta buruh lelaki berupah rendah akan menimbulkan masalah-masalah dan risiko-risiko besar tersendiri.

Oleh karena Alquran selalu mengecam bidah dan pembakuan tradisi, isu tentang penerapan adat-istiadat kaum muslim dalam kehidupan Islam Amerika menyangkut tidak sekadar dampak-dampak sosialnya, tetapi juga menyangkut persoalan apakah adat-istiadat tersebut selaras dengan Islam atau tidak. Ini merupakan sebuah tema penting dalam Alquran, sebab pembakuan pendapat, kecenderungan, atau adat-istiadat dapat sungguh-sungguh mengganggu pencarian kebenaran.

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu menjadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya lagi) halal." Katakanlah: "Apakah Allah telah memberi izin kepadamu (tentang hal ini) atau kamu me-ngadaadakan saja terhadap Allah?" (Q.S. 10: 59)

Dan janganlah kamu mengatakan tentang apa yang di-sebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "ini halal dan ini haram" untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. (Q.S. 16: 116)

Adalah penting bagi kaum muslim di Amerika untuk terus-menerus menimbang kembali tradisi-tradisi mereka guna memilah mana yang sesuai dan mana yang bertentangan dengan Islam. Tradisi-tradisi yang dianggap tak sesuai atau menghambat kemajuan Islam di Amerika harus dibuang, atau setidaknya orang-orang yang memilih tak mengikuti tradisi-tradisi tersebut harus diakomodasi. Dan, yang paling pokok adalah bahwa tradisi-tradisi itu tak boleh dianggap sebagai kewajiban agama karena bisa menimbulkan keragu-raguan yang tak semestinya bagi kaum muslim kelahiran Amerika, dan bisa merintangi orang-orang nonmuslim untuk mendalami dan kemudian memeluk Islam.

Akan tetapi, menyaring kepercayaan-kepercayaan dan kebiasaan-kebiasaan yang menyimpang dari Islam tidak selalu menjadi proses yang mudah. Kebanyakan kebiasaan kaum muslim adalah "religius" dalam arti dilatari oleh niat yang baik dan dapat diberi penjelasan keagamaan dengan mengaitkan kebiasaan-kebiasaan itu asumsi, implikasi, dan kesimpulan mereka pada Alquran atau hadis Nabi. Larangan bagi perempuan untuk menyetir kendaraan sendiri merupakan contoh penting: zina dilarang oleh Al-quran dan hadis Nabi; seorang sopir perempuan berisiko betapapun kecilnya mengalami pelecehan seksual; sehingga, perempuan dilarang menyopir. Namun, justifikasi keagamaan mengenai sebuah praktik kehidupan tak cukup untuk membuktikan bahwa praktik tersebut selaras dengan ajaran agama itu; bukti-bukti, premis-premis, dan inferensi-inferensi yang mendasari sebuah praktik harus dikaji secara kritis; dan bukti-bukti, argumen-argumen, dan pertimbangan-pertimbangan baliknya juga harus diperhatikan dan dipelajari. Perdebatan tentang pemisahan perempuan dari lelaki ini mungkin akan lebih jelas jika kita mengurainya lebih lanjut.

Aku tak menemukan sumber tekstual Islam yang secara langsung mendukung pemisahan perempuan (misalnya ayat Alquran atau hadis sahih yang secara eksplisit melarang muslim dan muslimah berinteraksi), dan bukti-bukti tak langsungnya pun tak banyak. Surah al-Ahzab ayat 53 lumrahnya dipakai sebagai bukti bahwa pemisahan perempuan merupakan kewajiban bagi umat Islam. Ayat ini selengkapnya berbunyi sebagai berikut:

Hai orang-orang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang, masuklah dan bila kamu telah selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya, yang demikian itu akan mengganggu Nabi, lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruhmu pergi), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian ini lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. (Q.S. 33: 53)

Ayat ini melarang para sahabat, lelaki dan perempuan, memasuki rumah-rumah para istri Nabi tanpa izin, yang sebelumnya telah menjadi kebiasaan sebagian dari mereka. Para mufasir terdahulu mengatakan bahwa turunnya ayat tersebut dilatari oleh beberapa peristiwa yang membuat Nabi malu. Ayat itu memerintahkan kepada para sahabat agar ketika memiliki keperluan untuk berbicara dengan seorang istri Nabi, mereka harus tetap berada di luar rumahnya dan berbicara dengannya di luar tabir pintunya. Orang-orang yang mendukung pemisahan perempuan juga mengutip hadis-hadis yang menceritakan bagaimana istri-istri Nabi berbincang-bincang dengan para sahabat seperti yang digambarkan dalam ayat tadi.

Argumen bahwa surah al-Ahzab ayat 53 memerintahkan pemisahan perempuan dari lelaki bukannya tidak bisa dibantah. Pertama, ayat ini tak secara jelas menggariskan bentuk pemisahan perempuan yang ketat sebagaimana yang dipraktikkan di banyak masjid Amerika sekarang ini, apalagi ayat tersebut menyangkut penghormatan kepada istri-istri Nabi. Ayat ini mungkin hanya bermaksud melindungi keluarga Nabi dan beliau sendiri dari situasi-situasi yang buruk dengan memberi mereka semacam privasi. Pada masa itu di halaman luar rumah-rumah keluarga Nabi selalu berseliweran orang-orang, yang banyak di antaranya adalah para mualaf baru dari kalangan Badui yang tak tahu sopan santun.

Kedua, nada perkataan ayat ini tidak memberikan sebuah ketentuan umum yang berlaku bagi semua orang. Ayat ayat lain dalam surah yang sama memuat beberapa ketentuan yang hanya berlaku secara khusus pada Nabi dan istri-istrinya, yang oleh Alquran dilukiskan "tidaklah seperti perempuan-perempuan lain" Ketiga, terdapat banyak sekali bukti dalam kitab-kitab kumpulan hadis bahwa pemisahan perempuan tidak dipraktikkan secara luas dalam sejarah Islam terdahulu. Ada perkataan-perkataan Nabi dan para sahabat tentang jatuhnya kutu-kutu dari rambut para perempuan bukan muhrim selama pelaksanaan ibadah wada', tentang perempuan perempuan bukan keluarga Nabi yang makan bersama beliau dengan hidangan yang sama, tentang istri seorang sahabat yang melayani tamu-tamu lelakinya, tentang Nabi yang duduk bersama sepasang suami-istri dan bercakap-cakap dengan si istri mengenai mimpi yang baru dialami Nabi...
 
Download


Jumat, 02 September 2016

Aku Beriman Maka Aku Bertanya

Pada suatu malam di musim panas beberapa tahun silam, aku berjalan-jalan dengan putriku, Jameelah. Tiba-tiba, ia bertanya, "Ayah, bagaimana tanggapanmu seandainya suatu saat aku masuk Kristen?" Ia mengajukan pertanyaan ini dengan nada serius, bukan sekadar berandai-andai meskipun usianya baru sembilan tahun.

Seolah-olah, detak jantungku berhenti seketika itu juga, dan aku hanya bisa berdiri termangu. Dada dan perutku terasa hampa. Benarkah putriku bertanya demikian?-putriku yang tahu bahwa ayahnya kerap memberikan ceramah tentang Islam di universitas- universitas Amerika, yang menemaniku salat saban malam, yang sering sekali berbincang-bincang tentang agama denganku? Aku tak pernah membayangkan bahwa ia mempunyai pikiran semacam itu.

"Seberapa jauh yang kauketahui tentang agama Kristen?" tanyaku kepadanya dengan nada selembut mungkin.

"Aku sekadar ingin tahu apakah Ayah akan marah padaku. Apakah nenek dan kakek memarahi Ayah ketika engkau keluar dari agama Kristen dan kemudian memeluk Islam?"

Ia dengan cerdas coba membandingkan pengalaman¬nya sendiri dengan pengalamanku, dan ini membuatku sedikit tenang

"Nenekmu sangat terpukul, dan kakekmu mengancam akan mengusir Ayah dari rumah," jawabku seraya membayangkan rasa kaget campur khawatir yang memancar di wajah ibuku dan ledakan amarah ayahku yang tak terkendali waktu itu. (Sebagaimana adatnya, ayahku akan mendamprat: "Kaupikir dirimu paling pintar, Jeffrey; baiklah, akan kutunjukkan! Kita lihat seberapa lama kau betah hidup di jalanan! Takkan ada sekolah yang mau menerimamu, Jeffrey! Hiduplah di comberan dengan seluruh khayalanmu itu!")

"Akankah Ayah memarahiku?" tanya Jameelah lagi.

"Marah bukanlah kata yang tepat." Aku coba memilah- milah perasaanku secepatnya. "Tak bisa dimungkiri, Ayah akan luar biasa kecewa, sebab Ayah menemukan teramat banyak kedamaian dan ketenteraman dalam Islam. Ayah pun selalu ingin membaginya dengan kalian anak-anakku. Ada dua hal yang sungguh penting bagiku, yaitu keluarga dan agamaku." Kami terdiam beberapa saat, dan kemudian Jameelah berkata, "Aku tak benar-benar ingin masuk Kristen, Ayah, tetapi kadang kadang aku merasa jauh lebih mudah untuk tidak menjadi seorang muslim."

Alangkah tololnya diriku yang telah menyembunyikan kecemasan ini. Aku tak ingin anak-anakku takut untuk mengemukakan pendapat-pendapat mereka perihal agama. Adalah sulit untuk tumbuh menjadi seorang muslim di Amerika, dan aku merasa perlu untuk mendorong mereka agar mau secara terbuka menuturkan semua masalah mereka kepadaku dengan harapan aku dapat membantu mengurai masalah masalah tersebut. Hanya saja, aku tak pernah menduga kalau putriku akan melontarkan pertanyaan di atas, yang kurasa harus kukaji ulang.

"Jameelah, terlebih dahulu engkau harus mengerti bahwa Ayah senantiasa menyayangimu, apa pun yang terjadi. Ayah menyayangimu sejak kaulahir, sejak perawat menyerahkanmu padaku dan Ayah menimangmu sambil berjalan-jalan di bawah atap rumah sakit yang terus menatapmu itu. Saat itu, seakan akan Ayah berada di sebuah dunia lain-terbang ke langit! Manakala perawat tadi memintaku untuk menyerahkanmu kembali, Ayah tak membolehkannya dan hatiku takkan pernah mengizin¬kannya kau milikku selamanya. Dan setelah dewasa kelak, engkau juga harus melakukan apa yang kau yakini benar. Ayah akan selalu mendampingi, membantu, dan mena- sihatimu, tetapi pada akhirnya engkau sendirilah yang harus memutuskan apa yang kauanggap paling baik, bahkan ketika ayah dan ibumu tak setuju dengan keputusanmu. Aku hanya berharap bahwa engkau mesti menentukan pilihan pilihan dengan penuh pertimbangan yang cerdas dan matang. Tapi omong omong, mengapa kau merasa sangat sulit untuk menjadi seorang muslim?"

Selanjutnya, kami mengayunkan langkah-langkah kaki kami sembari membicarakan hari-hari besar Islam, beberapa syarat ibadah, larangan makan daging babi, dan menurut pendapatku larangan berkencan (berpacaran), meskipun aku tahu bahwa topik-topik ini sebenarnya sama sekali tak mengganggunya. Kurasa ia sekadar ingin mengungkapkan sebuah kegelisahan samar-samar yang umumnya dialami oleh seorang muslim. Selaras dengan kemampuan otaknya pada usia sembilan tahun, kukira ia belum mengerti mengapa dirinya merasa amat terbelenggu oleh agama yang diwarisi dari orangtuanya. Tetapi, pertanyaan Jameelah itu hanyalah bentuk awal dari apa yang kusebut sebagai fase kritik dan protes dalam perkembangan keagamaan anak-anakku. Pada fase ini, mereka akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan mengungkapkan keberatan keberatan mereka menyangkut praktik dan kepercayaan Islam.

Apabila mengingat masa-laluku sendiri, aku tentu takkan begitu diresahkan oleh pertanyaan Jameelah tersebut. Aku percaya banyak sekali anak-anak Amerika yang berasal dari keluarga muslim pernah mempunyai perasaan-perasaan serupa. Pertama-tama, mereka lahir dalam sebuah komunitas agama yang dipandang rendah dan ditakuti oleh banyak orang Amerika. Anak-anak tentunya ingin menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitar, sementara masyarakat Amerika sendiri bisa jadi sangat terganggu ketika hidup berdampingan dengan sebuah komunitas yang dianggap asing dan hina.

Secara umum, sikap masyarakat Amerika terhadap Islam dan kaum muslim selalu buruk, dan persepsi mereka tentang Islam menjadi sangat miring sejak terjadinya aksi teror pada 11 September 2001. Aku teringat dengan sebuah artikel hasil riset-diterbitkan sebelum 2001-yang menyebutkan bahwa lebih dari sembilan puluh persen gambaran tentang kaum muslim dalam novel-novel dan film-film berbahasa Inggris yang dipublikasikan selama abad ke-20 ternyata bersifat negatif. Berdasarkan apa yang kualami semasa kanak-kanak, aku menduga temuan yang sama juga berlaku untuk media-media hiburan lain semisal televisi dan kartun, mungkin termasuk komik serta, sekarang, video game.

Waktu seorang anak banyak dihabiskan di sekolah, dan di sana siswa-siswa muslim dapat menjumpai sikap fanatik teman-teman mereka yang beragama lain. Anak-anak dapat bersikap amat jahat pada suatu waktu, tetapi yang jauh lebih disayangkan adalah bahwa sebagian guru pun bersikap sama picik dengan sebagian siswanya, dan sebagian guru tersebut memanfaatkan ruang kelas mereka untuk mengajarkan cara pikir mereka yang picik itu. Semenjak aku mulai berbicara tentang Islam di depan publik sekitar delapan belas tahun silam, para orangtua muslim di berbagai tempat di negara ini selalu saja, kepadaku, mengeluhkan guru-guru yang menjelek- jelekkan Islam ketika mengajar anak-anak mereka.

Anak anakku pun menemui pengalaman serupa di sekolah-sekolah mereka. Pada 2004, guru Pendidikan Kewarganegaraan putriku Fattin mengajarkan kepada siswa-siswa kelas tujuh bahwa Islam menganjurkan kekerasan sedangkan Kristen mengajak pada perdamaian. Guru kelas sembilan putriku, Sarah, mengatakan bahwa orang Islam tak tahu terima kasih, sebab menurutnya, "Kita terus memberi mereka bantuan kemanusiaan, sementara mereka malah membalasnya dengan teror." Keluhan lain yang kerap terdengar adalah bahwa pihak sekolah sama sekali tidak menghormati hari-hari besar Islam sekalipun para orangtua muslim telah memberitahu guru dan pengelola sekolah sementara pada saat yang sama siswa-siswa muslim diwajibkan ikut merayakan hari hari besar Tudeo Kristen di sekolah.

Selain dicerca oleh prasangka buruk,anak-anak muslim pun jauh terpinggirkan di masyarakat Amerika karena banyak ajaran agama mereka berbenturan dengan norma-norma sosial yang ada. Seks pranikah telah menjadi ciri budaya kaum muda Amerika yang diterima dan dipuja secara luas, padahal Alquran mengharamkannya dan menggariskan zina sebagai salah satu dosa besar. Banyak orang Amerika telah mulai berkencan sejak masih....

Download

Kamis, 01 September 2016

Joey : Si Frustasi

Joey Coyle tersungkur di tempat tidur. Ia sakau sepanjang malam, sakit yang dibuat atas ulahnya sendiri, kesemua permasalahannya berawal dari meth cairan kimia terlarang, yang selalu membuatnya uring-uringan dan bingung. Ketika ia kembali memompakan cairan itu ke dalam tubuhnya, tenaga hebat serta merta menjalar memenuhi seluruh aliran darahnya; detak jantung dan putaran pikiran dalam otaknya seraya berlomba untuk berpacu lebih keras lagi. Itulah yang dirasakannya malam itu. Ia baru bisa benar-benar memejamkan matanya, tidur lelap ketika hari menjelang siang.

Hari ini, ia akan mendapat jatah tidur sebentar saja karena ia telah kehabisan persediaannya. Tidak ada persediaan apa pun yang tersisa, itu menunjukkan bahwa dirinya sedang bokek, tidak memiliki uang. Sudah hampir satu bulan lamanya, serikat kerja tempat di mana ia bekerja di pelabuhan, belum menelepon untuk memintanya kembali bekerja. Ia menghasilkan uang banyak dari kerja serabutan, kerja kontrak musiman, pekerja kasar sebagai seorang iongshoreman (pekerja pelabuhan) yang biasanya mengerjakan pekerjaan yang berkenaan dengan mekanik, konstruksi, dan lainnya di seputar pelabuhan. Ayah dan kakak lelakinya pun bekerja di sana. Joey tidak tamat Sekolah Menengah Atas, namun dirinya berbakat dalam bidang mesin. Di pelabuhan, ia juga biasanya ditugaskan untuk memperbaiki lift, Joey memang ahlinya dalam bidang yang satu ini. Ia bangga atas keahliannya itu. Oli mesin kotor melumuri telapak tangannya yang tebal dan keras. Sudah lebih dari satu tahun belakangan ini, laju perekonomian di wilayah Philadelphia sedang lamban dan buruk; dan akibatnya kesempatan kerja semakin terbatas. Panggilan kerja memang sempat diterimanya untuk mengisi kekosongan pekerja tetap di pelabuhan, karena mereka pergi berlibur memperingati hari raya Natal. Sejak itu, Jo- ey belum mendapatkan pekerjaan lain. Menjelang matahari terbit, Joey uring-uringan seperti orang gila. Di manakah kiranya ia akan menemukan pekerjaan perbaikan atau renovasi lain?

Jam-jam kosong tanpa kegiatan apa pun, telah membuat Joey merasa seolah dirinya dihimpit beban yang sangat berat. Dia berusia dua puluh empat tahun dan masih tinggal di rumah ibunya. Ia sangat menyanyangi ibunya dan berbakti kepadanya. Ayahnya telah meninggal dunia karena penyakit serangan jantung pada suatu malam setelah ia dan ayahnya memperdebatkan suatu argumentasi. Lelaki tua itu tidak pernah menyukai penampilan Joey yang berambut gondrong. Kata-kata terakhir yang keluar dari mulutnya, disampaikannya kepada Joey dengan penuh kemarahan hebat; dan Joey merasa bersalah bahwa kematian ayahnya itu telah disebabkan oleh kelakuannya yang urakan. Delapan tahun telah berlalu, namun rasa bersalah yang membebani perasaannya tidak pernah sirna dari hatinya. Membantu ibunya memang telah sedikit menolong, mengurangi beban bersalah yang dipikulnya, oleh karenanya Joey tinggal bersama ibunya. Namun, ibunya jatuh sakit. Ia menderita penyakit liver akut dan membutuhkan perawatan. Joey tidak bisa diandalkan.

Ibu Joey pindah rumah ke sebuah apartemen beberapa blok jauhnya dari rumah itu, tinggal bersama kakak perempuannya, Ellen. Joey menanggapi kenyataan seperti itu sebagai serangan mental lain bagi dirinya. Ia merasa dirinya telah mengecewakan ibunya, dan sebaliknya, ia merasa ibunya telah membuatnya kecewa. Ibunya tidak lagi berada di dekatnya. Joey merasa terpukul dan gagal, tetapi untuk berbagi cerita dengan orang lain mengenai perasaannya, tentu tidak mudah baginya. Joey bukanlah tipe orang yang mau melihat Jauh ke dalam sisi dirinya, bagaimana dan mengapa ia ditimpa permasalahan yang bertubi-tubi. Joey terus menjalani hidup apa adanya sesuai pembawaan alamiah dirinya sementara meth dengan setia, membantunya. Banyak orang menjulukinya dengan istilah speed. Joey menyebutnya "blow". Karena menurut Joey, meth mampu meniup semua setan penyebab keraguan dalam diri, begitu pula dengan depresi. Beberapa bulan lamanya sejak ibu Joey meninggalkannya sendiri mengarungi malam seperti sedang menunggang carousel, komedi putar; tekanan darahnya tinggi, memuncak ke ubun-ubun lalu tiba-tiba ambruk. Kemudian tekanan darahnya kembali naik dan berpacu keras, untuk mendapatkan uang banyak dan lebih banyak lagi keperluannya, terutama benda yang satu itu, yang selalu membuatnya bersemangat.

Rumahnya yang terletak di Front Street, berada di ujung deretan perumahan. Di bagian barat area itu adalah kawasan utama; gereja, sekolah, pasar, restoran, dan bar. Kota ini adalah kawasan tertua di Philadelphia; rumah batako yang beratap rendah, kebanyakan dari rumah- rumah di sana, yang tertinggi hanya memiliki dua lantai. Sikap kekeluargaan antara warga di sana masih kuat. Para anak laki-laki, ayah-ibu, keponakan-kemenakan, dan para cucu; semuanya hidup berdampingan dalam damai. Setiap warga yang bertemudengan warga lainnya, mereka akan saling menyapa hormat. Anak-anak kecil dan cucu- cicit sering terlihat bermain bola di jalanan. Jika salah seorang warga South Philly ditanya, apakah Anda mengenal si A "dari lingkungan sekitarnya", artinya sama saja mereka menanyakan saudara atau kerabat dekat, atau teman akrab. Mayoritas penduduk South Philly memeluk agama Katholik. Mereka bangga akan kepercayaan yang dipeluk mereka; dan bahkan kadang-kadang mereka ber-sikap takhyul, fragmatis; namun hati mereka tulus.

Dunia telah berubah di sekitar wilayah South Philly. Kesempatan kerja yang dulu melimpah, kini sukar didapat. Yang asalnya terbentang lebar seperti permadani indah, kini benang-benangnya pun telah rapuh. Permadani yang semestinya merupakan tempat berpijak menuju masa depan gemilang, kini tiada lagi. Dari pintu belakang rumah Joey, jika menatap ke arah timur, terbentang luas dunia yang semrawut, sebuah kawasan tanah yang terbengkalai. Rumput dan ilalang tumbuh tinggi dan rimbun, tempat yang sekaligus sebagai pembuangan sampah dan barang bekas. Beberapa rumah gudang terlihat telah rusak, yang dulunya dikenal sebagai area industri, kini telah mati. Beberapa rongsokan mobil bekas terlihat berjejer di sana, tidak teratur. Sesekali terlihat mobil baru atau keluaran baru, yang melintas di antara bangkai-bangkai mobil Itu, menelusuri sepanjang tepian Sungai Delaware. Langit di atas kawasan ini selalu terlihat kelabu dan berdebu. Di belakang deretan perumahan di mana Joey tinggal, terdapat sebuah bangunan jalan tol tinggi dan kokoh Interstate 95, yang bayangannya saja lebih panjang dan lebih lebar daripada bayangan satu blok perumahan di sekelilingnya.

Download


40 Days In Europe

Sesuai dengan judul diatas,kali ini saya akan berbagi tentang E Book yang sangat menginspirasi layaknya Laskar Pelangi yang berjudul 40 Days In Europa.Sebuzh buku yang berjudul 40 Days In Europe ini merupakan hasil karya seorang siswa lulusan SMAN 3 Bandung dan Teknik Industri ITB bernama Maulana M. Syuhada. Kini, ia melanjutkan pendidikannya di Technische Universitaet Hamburg. Buku ini merupakan buku non-fiksi, yaitu salah satu pengalaman dalam kehidupan sang pengarang. Sekilas, jika dilihat dari judul, kita mungkin mengiranya sebagai buku berjenis fiksi dan bercerita tentang petualangan dan fantasi. Namun, dugaan tersebut tidak sepenuhnya benar. Buku ini memang bercerita tentang petualangan, tetapi bukan petualangan di dunia fantasi, melainkan petualangan dalam hidup yang benar benar terjadi.

40 Days in Europe, bertema petualangan sebuah kelompok angklung mengharumkan nama Indonesia di tanah Eropa. Buku ini menceritakan mengenai 35 orang asal Indonesia yang tidak pernah menyerah dalam membawa misi Expand Sound of Angklung. Walaupun didera banyak cobaan hingga dihadapkan ke pilihan yang sulit yaitu menggelandang di Eropa ataukah berenang melewati Selat Inggris, mereka tidak pernah menyerah. Alur buku yang tidak monoton membuat kita menikmati buku ini. Dalam buku ini, tidak hanya diceritakan saat mereka sudah berada di Eropa saja. Tetapi, buku ini menceritakan sejak melayangkan surat mengenai ESA 2004 ke salah satu alumni KPA (Keluarga Paduan Angklung) yang tinggal di Hamburg meminta bantuan, lalu mulai dari mengubungi kota-kota di Eropa untuk mengadakan konser atau acara, mencari festival yang akan diikuti, mencari dana, bahkan hingga alat transportasi antar negara. Setelah itu semua, baru diceritakan sejak mereka tiba di Eropa, mulai dari hari pertama hingga hari ke empat puluh. Latar dalam buku ini antara lain hari-hari ketika masih di Bandung dan hari-hari ketika sudah berada di Eropa. Latar tempatnya yaitu berbagai negara dan kota di Eropa.

Buku ini, tidak hanya sekedar sebuah buku yang berisi tulisan-tulisan. Tetapi, buku ini juga mengajarkan hal-hal tentang hidup ini. Begitu banyak pelajaran dan hikmah yang bisa diambil dari buku ini, seperti mengajarkan kita bagaimana harus sabar dalam melewati liku-liku hidup, mempersiapkan segalanya dengan matang, kekompakan dan kebersamaan yang erat dalam sebuah kelompok, mengambil keputusan di saat yang genting, dan banyak lagi pelajaran lainnya yang dapat kita ambil dari buku ini.

Setiap buku tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk beberapa kelebihan buku ini sudah disebutkan di atas seperti alur yang tidak monoton dan pelajaran yang begitu banyak dapat diambil. Kelebihan lainnya antara lain disertakannya beberapa foto dokumentasi ketika berada di Eropa sehingga semakin menarik saja. Gaya bahasa yang digunakan di buku ini juga sesuai dengan gaya bahasa kita sehingga mudah dimengerti. Salah satu hal yang saya senangi dari buku ini adalah, buku ini ketika sudah memasuki bagian di Eropa, dituliskan menurut hari dan negaranya. Misalnya, hari pertama di Frankfurt, nah begitu hari kedua, langsung ganti lagi, sehingga tidak monoton.

Namun, setiap buku pasti memiliki kelemahan. Salah satu kelemahan buku ini adalah, bagian awal, ada bagian yang agak membosankan seperti email yang tidak terlalu penting yang dicantumkan ataupun percakapan di yahoo messenger yang agak membosankan. Namun, secara keseluruhan buku ini sudah sangat baik. Apalagi ditambah dengan penggantian buku dengan hadiah apabila buku ini ada cacat.

Kepengarangan buku ini, gaya bahasa yang digunakan tidak rumit dan mudah dimengerti sehingga sesuai untuk umur remaja ataupun yang lebih tua. Kesimpulan, buku ini sangat menarik untuk dibaca dan begitu banyak pelajaran mengenai hidup yang dapat diambil dari buku ini. Tidak lupa, dengan membaca buku ini, kita akan semakin bangga dengan Indonesia kita ini karena angklung yang hanya dari sebuah bambu dapat menaklukan hati para warga Eropa.

Download

Luka Cinta Andrea

Ini buku novel nonfiksi investigasi tentang kasus seorang wanita Amerika yang membunuh ke-5 anaknya dalam satu hari yang sama. Penulis merangkum dengan kemasan yang menarik sehingga membuat pembaca seolah-olah berada di situasi yang digambarkan. Banyak yang tidak percaya wanita ini melakukan kejahatan yang besar, tapi inilah kenyataan yang harus diterima.

Menurut penuturan psikiater, wanita ini mengalami depresi paska persalinan, yaitu dimulai saat dia melahirkan anak yang kedua. Perilaku wanita ini, dia sering melakukan tindakan bunuh diri. Dia sempat dievakuasi ke tempat yang aman dan terpisah dari suaminya. Dia diperlakukan layaknya orang-orang psikosis, yaitu dengan memakan bermacam-macam obat. Obat yang cukup berhasil menanggulangi perilaku psikosisnya, yaitu Haldol sering dikonsumsinya.

Perkenalannya dengan seorang mantan pemuka agama membuat dirinya bertambah kalut sehingga muncul pikiran,” Dia harus menyelamatkan anak-anaknya dari kejahatan yang ada di dunia sebelum bertambah parah.” Dia merasa gagal menjadi seorang ibu dan ingin mengantarkan anak-anaknya ke surga. Inilah yang selalu menghantui hari-harinya. Delusi rasa bersalah tentang hidup, ditambah lagi kondisi tempat tinggal (mereka membeli bus yang dibuat sebagai rumah) yang sering berpindah-pindah, ketidakdekatan dengan tetangga menjadikan dia tidak mempunyai tempat berbagi, dan semua dia tugas rumah dikerjakannya sendiri. Suaminya hanya tahu bekerja dan tidak memperhatikan kondisi istri.

Di saat terakhir dia hendak membunuh anak-anaknya, dia telah berdelusi. Sebelumnya dia berusaha mengatasi delusi-delusi itu, dia mencoba menghubungi pihak yang berwajib tapi tidak ada tanggapan, begitu pun dia hubungi suaminya. Delusi itu sebelumnya sering datang karena penghentian mengkonsumsi haldol sudah lama dilakukannya. Beberapa anak ditenggelamkan di bathtube dan 2 anak yang sudah besar dibunuh dengan cara yang berbeda. Setelah dia menenggelamkan satu anak, dia letakan anaknya di atas kasur lalu ditutupi selimut, berikut sama halnya dengan anak-anak yang lain. Kasur itu sudah penuh dengan mayat anak-anak ketika suaminya pulang ke rumah !

Novel ini sedikit menyeramkan, namun selalu ada pelajaran yang bisa kita petik dari kisah di dalamnya :

1. Berbagi itu penting meski sekedar mengurangi beban jiwa dan juga tidak begitu banyak yang kita dapatkan dari sekedar menggungkapkan perasaan. Berbagilah dengan orang,  waktu, dan kondisi yang tepat.

2. Ada pendapat orang yang bisa kita terima dan kita kerjakan, tapi ada juga yang tidak. Memilah pendapat untuk dilaksanakan adalah yang terbaik. Gunakan logika dan jika memungkinkan, tanyakan pendapat orang lain tentang hal tersebut.

3. Pelajarilah ilmu agama dengan benar, jangan salah kaprah dan salah penafsiran. Terkadang, yang membuat orang terbebani adalah penafsiran yang salah tentang sesuatu padahal sebenarnya sesuatu itu sederhana sekali.

4. Anak adalah anugrah, jagalah dan rawatlah dengan baik. Mereka ada buka untuk dilukai. Mereka adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban-Nya kelak.

5. Penerimaan diri ‘Aku sudah jadi ibu sekarang’ akan lebih baik daripadah penyangkalan karena banyak kasus, termasuk kasus ini.

6. Adanya timbal balik dan tidak secara penuh menyerahkan tugas mengurus rumah tangga dan anak pada satu pihak (istri/ suami saja). Keduanya harus saling mengisi dan mencoba untuk saling memahami keadaan masing-masing sehingga keikhlasanlah yang ada. Berkeluarga adalah berjuang bersama.

7. Setiap permasalahan selalu ada solusinya dan alternatif lain yang bisa kita lakukan. Jangan menggampangkan hingga tanpa pikiran mengorbankan sesuatu yang sangat berharga.

Menurut saya, buku ini layak ditelaah oleh para psikolog, psikiater, pekerja sosial, dan setiap pasangan yang sudah berumah tangga. Silahkan dibaca.

Download

Senin, 29 Agustus 2016

Secret Of The Secret

Semoga Allah memberimu keberhasilan dalam melakukan segala tindakan yang diridai-Nya.

Pikirkanlah, tanamkan dalam pikiran, dan pahamilah segala yang kukatakan.

Makhluk pertama yang diciptakan Allah Swt. dari Cahaya Ilahi Yang Mahaindah adalah cahaya Muhammad saw. Dalam sebuah hadis qudsi Dia menyatakan: "Telah Aku ciptakan ruh Muhammad dari cahaya zat- Ku (wajh)."

Pemimpin kita, Rasulullah saw. pun menyatakan dalam sabdanya:

"Pertama-tama Allah menciptakan ruhku, yang di- ciptakan-Nya sebagai cahaya Ilahi."

"Pertama-tama Allah menciptakan Pena."

"Allah pertama-tama menciptakan akal."

Ciptaan pertama yang dimaksudkan dalam hadis-hadis itu adalah hakikat Muhammad, yang dirahasiakan. Seperti Tuhannya, Muhammad juga memiliki nama-nama yang indah. Ia diberi nama Nur, Cahaya Ilahi, karena ia disucikan dari kegelapan yang tersembunyi di balik sifat kuasa dan keagungan Allah. Allah Swt. berfirman dalam Alguran: Telah diturunkan kepadamu dari Allah cahaya dan Kitab yang terang (al-Ma'idah [3]: 15).

Ia juga disebut Akal Universal ('aql al-kulli) karena ia melihat dan memahami segala sesuatu. Ia disebut Pena (al-qalam), karena ia menyebarkan hikmah dan ilmu, serta menorehkan ilmu ke hamparan alam huruf.

Ruh Muhammad adalah hakikat semua wujud. Ia adalah awal dan hakikat alam semesta. Nabi saw. menyatakan hal ini dalam sabdanya, "Aku berasal dari Allah dan orang beriman berasal dari diriku." Allah Swt. menciptakan semua ruh dari ruhnya di alam penciptaan pertama dengan sebaik-baik bentuk. Muhammad adalah nama semua manusia di alam arwah fa/arr? al-arwah). Ia adalah sumber dan tempat kembali masing-masing dan segala sesuatu. Empat puluh tahun setelah penciptaan Nur Muhammad, Allah menciptakan Arasy dari cahaya mata Muhammad. Dia menciptakan seluruh makhluk dari Arasy.

Kemudian Dia mengutus ruh untuk turun kepada ting¬katan penciptaan terendah, ke alam dunia ini, ke alam materi, atau alam jasadi.

Kemudian Kami kembalikan dia kepada (tingkatan) yang terendah. (al-Thin: 5).

Dia mengirim cahaya dari tempat penciptaannya. Alam Ketuhanan ('alam al-lahut), yakni alam menifestasi zat, ke-esaan, wujud mutlak Allah, ke alam manifestasi nama-nama Allah, manifestasi sifat-sifat, alam akal kausal, alam Ruh Universal. Di sana, jiwa itu diberi pakaian jubah cahaya. Di sana pula jiwa itu diberi nama "jiwa sultan". Berpakaian cahaya, mereka turun ke alam malaikat. Di sana mereka dipakaikan jubah terang para malaikat, lalu diberi nama "jiwa ruhani". Kemudian Dia memerintahkan mereka untuk turun ke alam materi, alam air, api, tanah, dan eter, lalu mereka menjadi jiwa manusia. Dari alam inilah Dia menciptakan raga:

Darinya Kami ciptakan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan, lalu darinya Kami bangkitkan kamu sekalian untuk kedua kalinya. (Thaha [20]: 55).

Setelah semua tahapan ini, Allah memerintahkan ruh untuk masuk ke dalam raga, dan atas kehendak-Nya, ia memasukinya:

Maka apabila telah Kusempurnakan kejadian dan Kutiupkan ke dalamnya ruh-Ku ... (Shad [38]: 72)

Seiring bergulirnya waktu, ruh-ruh itu mulai terikat kepada daging serta melupakan asal dan sumpah yang mere-ka ucapkan di alam arwah. Di sana, Allah bertanya kepa-da mereka, "Apakah Aku Tuhanmu?" dan mereka menjawab, "Ya!" Mereka melupakan janji dan sumber mereka; lupa jalan pulang mereka. Namun, Allah Maha Penyayang, sumber segala pertolongan dan keselamatan bagi mahkluk-Nya. Dia mengasihi mereka sehingga diturunkan-Nya kitab-kitab suci dan para rasul untuk mengingatkan mereka akan sumber azali mereka.

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami (dan Kami perintahkan kepadanya): "Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang, dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah ... (Ib-rahim [14]: 5).

Maksudnya, "Ingatkanlah ruh-ruh itu akan masa-masa ketika mereka masih menyatu dengan Allah."

Banyak rasul yang telah diutus ke dunia ini, me¬laksanakan tugas mereka dan kemudian wafat. Tujuannya adalah membawa pesan kepada umat manusia dan menyadarkan mereka dari kelalaian. Tetapi dari masa ke masa,    orang    yang    mengingat-Nya,    yang kembali kepada-Nya, yang ingin menyatu kepada sumber Ilahi mereka, dan yang tiba pada sumber azali mereka, jumlahnya semakin sedikit.

Para nabi datang dan pergi, dan pesan Ilahi terus disampaikan hingga datangnya risalah Muhammad saw., rasul    terakhir yang menyelamatkan    manusia dari kesesatan. Allah Swt. mengutusnya untuk membebaskan matahati dari kelalaian. Tujuan-Nya adalah membangkitkan mereka dari kealpaan dan menyatukan mereka dengan Keindahan Abadi, dengan zat Allah sebagaimana firman-Nya: Katakanlah, "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajakmu kepada Allah dengan hujjah yang nyata..." {Yusuf [12]: 108).

Jalan yang dimaksudkan dalam ayat itu adalah jalan Nabi Muhammad saw.

Rasulullah, dengan maksud menunjukkan tujuan kita, bersabda, "Sahabat-sahabatku laksana bintang di langit. Siapa saja di antara mereka yang kamu ikuti, niscaya kamu akan mendapati jalan yang benar."

Pandangan ini muncul dari mata jiwa, mata yang yang dapat membuka sanubari orang yang dekat kepada Allah, yakni para kekasih Allah. Pandangan semacam ini takkan dilahirkan oleh semua pengetahuan lahiriah. Hanya pengetahuan ruhani, yang berasal dan mengalir dari kesadaran Ilahi saja yang dapat melahirkannya: yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. (al-Kahfi [18]: 65)

Untuk meraihnya, manusia harus mencari orang yang memiliki pandangan batin,    yang dibimbing    oleh matahatinya. Guru yang menanamkan ilmu seperti itu haruslah orang yang dekat kepada Allah dan mampu mencapai Alam Tertinggi.

Wahai manusia, bangunlah dan bertobatlah agar mendapatkan ilmu dari Tuhanmu. Berjuanglah! Allah memerintahkanmu:

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang yang bertakwa. (Yaitu) Orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan yang menahan amarahnya, dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang yang berbuat kebaikan. (Al 'Im-ran [3]: 133-134).

Pilihlah jalan itu dan bergabunglah dengan kafilah ru¬hani yang menempuh jalan kembali kepada Allah. Sebentar lagi jalan itu akan ditutup, dan takkan kaudapati seorang pun teman seperjalanan. Kita tidak diturunkan ke dunia yang buas dan rusak ini untuk bersantai; kita tidak diutus ke sini hanya untuk makan, minum, dan buang hajat. Nabi kita, Muhammad saw., selalu mengamatimu. Ia prihatin melihat keadaanmu. Ia tahu apa yang akan terjadi saat ia bersabda, "Rasa sakitku disebabkan oleh umatku di akhir zaman."

Download

Satu Tiket Ke Syurga

~Seorang wanita laksana bunga yang indah dan harum di dalam bejana. Maka hidulah dia dengan lembut, jangan mengasahnya. ~Peribahasa Arab

Saat itu hari Minggu pagi dan ayahku baru saja menerima telepon dari adik perempuanku. Adikku akan melahirkan. Jadi, sudah tentu, kami semua bergegas ke rumah sakit untuk menemuinya di sana.

Beberapa jam kemudian adikku melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik, Masyaallah. Rasanya baru kemarin adikku itu, dia sendiri, sih seorang bayi-adik bayiku.

Aku ingat hari pertama dia masuk sekolah. Dengan tas kotak kecil dan wajah lugu, seragam yang lucu, dan rambut diekor kuda, dia melangkahkan kaki ke sekolah untuk pertama kalinya. Rasanya seperti baru dua kedipan mata dan, tiba-tiba saja, dia sudah dewasa! Masyaallah! Aku masih ingat hari-hari dan malam-malam yang kami lewatkan bersama. Dua gadis kecil yang baik dan patuh sekaligus nakal dan bandel, yang kadang membuat ibu kami kesal.

Karena waktu itu kelakuan kami seperti gadis remaja umumnya (perhatikan frasa 'waktu itu'!), kami bisa meng-habiskan waktu berjam-jam untuk memper-bincangkan, merintang waktu dengan cerita-cerita yang sebenarnya tidak banyak bermanfaat bagi kami. Seperti kelompok paduan suara, kami biasa mengenakan baju yang persis sama, saling menggoda dan menghibur dan yang paling asyik adalah bahwa waktu itu adikku selalu meniru apa pun yang kulakukan. Yah, pada masa itu kakaknya adalah idolanya. Lagi pula, apa ada orang yang tidak memuja dan meniru apa saja yang dilakukan saudara-saudaranya yang lebih tua?

Tetapi, seperti kata Cinderella, itu "Dahulu kala." Sekarang, adik bayiku itu sudah jadi ibu dengan bayinya sendiri.

Ini bukan lagi permainan pura-pura yang biasa kami mainkan. Ini sungguhan.

Sebelum adikku melahirkan, aku suka sekali mende-ngarkan cerita-ceritanya tentang bayinya yang akan segera lahir itu. Dia menuturkan perasaannya yang bahagia sebab ada makhluk lain yang sedang tumbuh di dalam dirinya, yang menendang-nendang dan bergerak-gerak. Kadang dia bahkan bisa melihat jari mungil, atau mungkin siku, menyodok dari dalam perutnya.

Sejak awal kehamilan, cinta adikku pada bayinya yang masih dalam kandungan itu begitu jelas dan nyata. Dia memperhatikan makanan dan minumannya, menjaga gerak-geriknya, dan mencemaskan banyak hal lain yang sebelumnya tidak pernah dia pedulikan.

Pantas saja Sophia Loren pernah berkata, "Seorang ibu selalu harus berpikir dua kali, sekali untuk dirinya sendiri dan sekali untuk anaknya."

Itu benar-benar berlaku pada adikku, dan aku yakin juga berlaku pada banyak perempuan lain yang membawa " keajaiban hidup" dalam rahim mereka.

Memang, bayi adalah keajaiban yang demikian menak-jubkan dalam hidup, Masyaallah. Allah telah mengingatkan kita bagaimana kita diciptakan oleh-Nya dalam rahim ibu Ia ciptakan kamu dari satu orang saja, kemudian Ia jadikan darinya istrinya; dan Ia turunkan delapan pasang hewan ternak untukmu. Ia ciptakan kamu dalam perut ibumu, kejadian demi kejadian, dalam tiga selubung kegelapan. Itulah Allah, Tuhanmu, Kepunya- an-Nyalah kerajaan. Tiada Tuhan selain Ia. Maka bagaimana kamu dapat dipalingkan? (Az-Zumar 39: 6)

Hari itu para dokter membutuhkan waktu sekitar empat puluh menit untuk mengeluarkan makhluk mungil pembawa kebahagiaan ini ke dunia. Perawat lalu membawa bayi adikku ke ruang tunggu agar ipar laki- lakiku bisa membisikkan azan dan ikamah ke telinga bayinya yang baru lahir.

Begitulah, aku mendapat kehormatan menjadi salah seorang yang pertama melihat anggota baru keluarga kami. Aku memotretnya untuk kenang-kenangan. Dia tampak begitu murni dan suci. Matanya terpejam, tetapi tangan dan kaki mungilnya bergerak perlahan di bawah selimut yang membungkusnya.

Kukecup dia dengan lembut dan kupejamkan mata sewaktu menghirup keharuman dari Surga itu. Kalian tahulah, bau bayi. Parfum paling harum di seantero dunia! Belum ada perusahaan kosmetik yang sanggup men- ciptakan keharuman yang begitu memesona, mendekati saja tidak. Dan, ketika bibirku menyentuh pipinya yang halus dan lembut, aku sudah jatuh cinta padanya... Itulah mukjizat lain dari Allah-perasaan cinta, Masyaallah.

Beberapa menit kemudian para perawat mendorong adikku keluar dari ruang operasi. Dia masih terbaring di tempat tidur dorong. Dia kelihatan lelah, tetapi wajahnya berseri. Adikku menanyakan bayinya. "Dia cantik dan manis," kataku dan kuberi adikku itu ciuman di pipi. "Selamat, ya." Adikku tersenyum lemah.

Betapa beruntungnya adikku karena sekarang dia sudah diangkat oleh Allah ke kedudukan yang sangat tinggi dalam hidup. Ya, itu betul. Dia sekarang seorang ibu. Ibu adalah status istimewa yang Allah limpahkan kepada perempuan-perempuan pilihan sejak penciptaan manusia pertama kalinya sampai hari ini. Menjadi ibu adalah sesuatu yang diimpikan sebagian besar wanita, namun tidak semua dari kita mendapat kehormatan itu.

Kedudukan yang terhormat ini ditegaskan oleh Nabi Muhammad (saw) ketika beliau menasihati seorang sahabat agar memperlakukan sang ibu dengan baik.

Mu'wiyah Ibn Jahimah (ra) menuturkan bahwa dia pernah menemui Nabi (saw) dan berkata, "Wahai, Rasulullah! Aku berniat pergi berjihad. Aku datang menemuimu untuk meminta nasihatmu." Nabi bertanya kepadanya, "Apakah ibumu masih hidup?" "Ya," jawab Jahimah. Kemudian Nabi berkata, Teguhlah berbakti kepadanya karena Surga terletak di bawah telapak kakinya." (An-Nasa'i)

Surga! Masyaallah. Coba bayangkan status yang diberikan Allah kepada perempuan-perempuan istimewa yang disebut ibu ini.

Apakah kita sudah benar-benar memahami pentingnya hadis ini? Mampukah kita untuk sekedar mulai memahami dan menghargai kemuliaan dan tingginya status ibu kita? Sanggupkah kita mengerti bagaimana status seorang wanita dinaikkan begitu dia melahirkan seorang anak? Para wanita yang sudah jadi ibu itu pastilah makhluk- makhluk yang sangat istimewa hingga diberi kedudukan yang demikian hebat oleh Allah, bukan begitu?

Suatu kali, Nabi Muhammad (saw) membahas bagaimana kita semua harus menghormati dan mendampingi ibu kita.

Abu Hurairah (ra) berkata: "Seorang laki-laki menemui Rasulullah (saw) dan berkata, Ya Rasulullah, siapakah....
Download

Tuhan, Alam, Manusia


Dipandang secara keseluruhan, sains modern merupakan penemuan yang unik. Meskipun merupakan produk peradaban Barat, dewasa ini sains modern dan turunannya, teknologi, dieksplorasi dengan penuh gairah oleh semua budaya dan masyarakat di seluruh dunia. Dalam langkah majunya yang penuh kemenangan, sains modern mampu menghapuskan semua cara yang lain dalam mengeksplorasi alam, setidak-tidaknya dalam pengertian praktis. Kita tak perlu melakukan penelitian bertahun-tahun untuk membuktikan aspek ke- semestaan sains modern ini: dari Islamabad hingga Jeddah dan dari Beijing hingga Niamey, penelitian ilmiah kontemporer didasarkan pada landasan dan metode yang sama seperti yang ditemukan di universitas atau laboratorium penelitian Barat yang mana pun. Jelas bahwa semata-mata kehadiran sebuah spektometer NMR di Makkah tidaklah menjadikannya islami, sebagaimana keberadaan ribuan ilmuwan Muslim di laboratorium- laboratorium Eropa dan Amerika Utara tidaklah menjadikan penelitian mereka islami.

Kesemestaan luar biasa sains modern ini men-jadikannya sebuah fenomena yang unik dan tanpa preseden sebelumnya. Keluasan jangkauannya dan kemampuannya dalam mewarnai budaya-budaya yang demikian beragam seperti budaya Islam dan Hindu, Cina dan budaya-budaya penduduk asli Amerika Utara, tidak ada taranya dalam sejarah umat manusia. Cara sains dalam melenyapkan semua cara lain dalam mengkaji alam dan daya tariknya yang memesonakan benar-benar unik dalam era modern ini, yang mula-mula muncul di suatu bagian kecil dari Benua Eropa abad ke-17 dan yang sejak saat itu mampu mewarnai seluruh penjuru dunia.

Akan tetapi, yang lebih menakjubkan lagi barangkali adalah kenyataan bahwa di suatu bagian kecil dari planet Bumi yang kecil ini, yang beredar mengelilingi Matahari—sebuah bintang yang berada di pinggiran Galaksi Bimasakti yang terdiri dari semiliar bintang, yang merupakan satu dari jutaan galaksi yang ada-muncul suatu sains yang mampu mewarnai beragam budaya dalam jangka waktu yang singkat, yakni tiga abad, dan mengubah cara manusia dalam menjalani hidup dan mati, berkomunikasi, kawin dan melahirkan anak, memproduksi makanan, pakaian, dan perumahan, serta menjalankan pelbagai kegiatan rutin sehari-hari dalam kehidupan. Fakta bahwa elektron, atom, dan molekul—demikian juga roda gigi, tuas, dan listrik—telah menjadi kata- kata yang diterima secara uni-versal, dan digunakan oleh kaum awam dari berbagai negeri dalam berkomunikasi dan menjalankan urusan sehari-hari mereka, menunjukkan luasnya jangkauan penemuan saintifik ini. Aspek kesemestaan sains modern ini adalah suatu yang tak terelakkan, baik kita suka atau tidak.

Jika sejarah bisa kita jadikan pedoman, tam-paknya orang tidak mungkin kembali kepada konsep materi-pada gilirannya juga kon-sep tentang seluruh alam semesta—yang dibangun berdasarkan gagasan-gagasan yang ada sebelum abad ke-17 tentang materi, ruang, dan waktu. Apa pun penilaian yang hendak kita berikan kepada sains modern, kita tidak bisa melepaskan diri darinya. Bahkan di ranah pengobatan bukan-Barat, di mana hasil-hasil dari filosofi alternatif tentang tubuh manusia dan penyakit- penyakit serta pengobatannya telah didemonstrasikan secara efektif selama berabad-abad, praktik pengobatan Barat dengan cepat menggantikan (baca juga: memusnahkan) praktik tradisional, suatu kepunahan yang tak tergantikan bagi umat manusia.

Barat dan Sains Modern

Dalam langkah majunya, struktur pengetahuan saintifik telah melalui banyak revolusi dalam berbagai cabang dan juga filsafat dasarnya. Sebagai contoh, dalam rentang satu abad, Revolusi Copernicus mampu meneguhkan sistem heliosentris (Matahari sebagai pusat, sedangkan Bumi hanyalah sebagai salah satu planetnya), dan ini sudah cukup untuk mengguncang fondasi pandangan-dunia geosentris sebelumnya. Namun, ini baru gebrakan awal. Bersama Galileo, sains modern tidak saja menemukan alat kecil yang menakjubkan, yaitu teleskop, tetapi juga memasuki revolusi struktural dalam epistemologinya. Sejak itu, kajian tentang alam harus didasarkan pada eksperimen dengan cara yang sangat berbeda dengan metode filsafat kealaman sebelumnya. 
Di sini kita tidak akan mengurai bagaimana penemuan itu dilakukan. Pada akhirnya, tidaklah menjadi soal apakah Galileo benar-benar menaiki Menara Pisa untuk melakukan percobaannya pada 1580-an. Yang jelas, apa yang ditemukan oleh Galileo adalah sebuah prinsip yang benar dan kukuh. Dan Galileo memang punya alat, yakni teleskop kecilnya, yang memampukan dia melihat apa yang belum pernah dilihat sebelumnya oleh manusia: satelit-satelit Yupiter. Galileo juga menemukan bahwa percepatan (akselerasi) menciptakan gaya (force) dan bahwa massa suatu benda, yang diukur dengan berat benda tersebut di Bumi, harus sama dengan massa yang diperoleh dari peristiwa tumbukan benda itu dengan benda-benda lain di mana pun di alam semesta, atau manakala ia mengalami percepatan oleh suatu gaya. Prinsip ini dikenal sebagai prinsip ekuivalensi, yang pada gilirannya menjadi salah satu landasan teori relativitas adalah salah satu rumusan mendasar sains modern yang telah mengubah cara manusia memandang "benda- benda".

Sama halnya, percobaan-percobaan William Harvey (1578-1657) dan penjelasan René Descartes (1596-1650) yang bersifat filosofis tentang alam merupakan dasar pemahaman tentang alam yang berkembang pada abad ke-17 dan yang kemudian memengaruhi abad-abad selanjutnya. Begitu pula, fisika Newtonian yang meletakkan agenda bagi sains modern untuk dua abad selanjutnya, bukanlah sekadar perkembangan yang terpencil dan bersifat internal dalam ilmu fisika; ia ketika itu hingga sekarang pun masih merupakan perenungan mendalam tentang hakikat alam, Tuhan, kehidupan, dan keterkaitan di antara ketiganya.

Kemampuan sains modern untuk melakukan perubahan mencapai kekuatan penuhnya pada abad ke-18 ketika sains berfokus pada masalah kelistrikan dan kemagnetan di satu pihak, dan penemuan alat-alat di pihak lain. Abad ini adalah abad ketika inovasi-inovasi teknologi mulai mengubah cara hidup manusia dalam skala yang belum pernah disaksikan sebelumnya: mesin uap, teleskop yang baru dan kuat, mesin pembangkit muatan listrik secara mekanis, kondensor untuk mengumpulkan dan menyimpan muatan listrik, elektroskop dan elektrometer untuk mendeteksi listrik dan mengukurnya. Pada abad ke-18 juga sains menangani masalah kuantifikasi,! standardisas! alat-alat (misalnya perbaikan kualitas barometer dan termometer) dan penemuan-penemuan alat-alat seperti higrometer dan pengukur kecepatan angin.
Download


Google Is My Salesman

Adakah salesman yang tidak digaji?, Berapa gaji salesman atau top producer di perusahaan Anda? Berapa komisi mereka sebulan, setahun?, Tetapi coba bayangkan Anda memiliki salesman top, wiraniaga penjualan yg berproduktif tanpa Anda harus gaji!, Ah masa, Hare gene, ada salesman yang tidak digaji!!!

Google dan/atau Yahoo serta top situs pencari lainnya dapat menjadi salesman Anda dan TANPA harus digaji, namun itu semua jika Anda tahu bagaimana “memperalat” mereka untuk mencari pelanggan Anda entah di pasar Indonesia, pasar regional maupun pasar internasional.
Lihat bagaimana calon buyers Anda mudah mencari produk yang Anda jual?
Simak juga bagaimana Google dan/atau Yahoo dapat menjadi MESIN IKLAN yang terus mendatangkan konsumen dan UANG ke saku Anda!
Sayang sekali, walaupun semua produk dagangan Anda hebat dan sudah terpampang di situs web namun “terendam” jauh di dalam, dan tidak “nongol” di urutan 10 besar atau paling tidak di halaman ke-2 hasil pencarian.

CARANYA?

Buku yang berjudul “GOOGLE IS MY SALESMAN” akan menjawabnya untuk Anda, dan akan membuat Anda CEPAT PENSIUN, ya CEPAT BERHENTI bekerja untuk suatu perusahaan NAMUN CEPAT MENJADI pemilik bisnis yang :
bebas macet di jalan
bebas kerja di mana saja dan kapan saja
bebas finansial

Pastikan Anda memiliki buku ini sebelum kehabisan stok!

Komentar Pujian lain utk buku ini :

“…menggunakan Google dan Yahoo! untuk aktivitas sales dan pemasaran tidak saja menjanjikan efektivitas, tetapi sekaligus juga efisiensi.” — NINOK LEKSONO, Direktur & Pemimpin Redaksi Kompas Cyber Media

“Buku GOOGLE IS MY SALESMAN bukan saja memberikan trik dan solusi bagi para pebisnis dalam memanfaatkan mesin cari (search engine), melainkan karena Bob juga telah membuktikan sendiri manfaat dan keunggulannya dalam bisnis yang dilakukannya. Karenanya, layaklah buku ini menjadi perhatian bagi siapa saja yang akan mengambil manfaatkan dari mesin cari, baik bagi kepentingan pribadi maupun bisnis mereka.” —Tharsikin Insa, Chief Editor Majalah Ebizz Asia

Sebagai seorang pebisnis, selayaknya Anda sudah mulai melirik Google untuk fungsi yang bermanfaat bagi kegiatan bisnis Anda. Pasalnya, kini Google tidak hanya berfungsi sebagai mesin pencari. Lebih dari itu, Google mampu menciptakan keterkenalan atas produk dan jasa Anda dan membuat pasar yang Anda tuju -dalam lingkup global sekalipun- well informed. Oleh karena itu, pemanfaatan Google memungkinkan terjadinya pembesaran order atau pembelian. Lebih hebat lagi, fungsi ini bisa diperoleh tanpa biaya yang besar, bahkan tanpa biaya sama sekali dibandingkan dengan kalau Anda memasang iklan di media konvensional (cetak maupun elektronik) dan bahkan kalau memasang banner di Google itu sendiri. Oleh karena itu, menggunakan Google atau mesin pencari lainnya untuk aktivitas sales dan pemasaran tidak saja menjanjikan efektivitas, tetapi sekaligus juga efisiensi.

Google is My Salesman bukan saja memberikan trik dan solusi bagi para pebisnis dalam mengubah mesin pencari (search engine) menjadi mesin penjual penghasil uang (cash engine), melainkan juga membedah success story Bob Julius Onggo memanfaatkan keunggulam Google dalam bisnis yang dilakukannya. “Ini adalah pengalaman saya bertahun-tahun… Salesman terbaik saya, Google dan Yahoo!, mampu memberikan steady income secara terus menerus lewat incoming buyers… Berkat Google, Yahoo!, dan mesin pencari lainnya, saya dan semua karyawan saya bisa memiliki kehidupan yang lebih dari layak.”

Download

INFORMASI

Musrenbang RKPD 2020: Ini Daftar 9 Prioritas Pembangunan Jawa Barat

BANDUNG, BAPPEDA JABAR –  Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan ...