ads

Tampilkan postingan dengan label Buku Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 September 2018

Wanita Dirindu Surga

Diceritakan dari Ali, bahwa ketika Rasulullah menikahkannya dengan Fatimah, beliau mengirimkan pakaian dan bantal dari sabut serta dua piring makan dan dua kendi minum kepadanya. Pada suatu hari, Ali berkata kepada Fatimah, "Demi Allah, aku telah menimba air dari sumur sampai dadaku merasa sakit, sedangkan bapakmu memiliki banyak tawanan perang. Pergilah kepada bapakmu untuk minta seorang pembantu!"

Fatimah berkata, "Demi Allah, aku telah memasak makanan sampai kedua tanganku kasar dan membengkak."

Ia kemudian datang kepada Rasulullah.

Melihat putrinya datang, Rasulullah kemudian bertanya, "Ada apa engkau kemari, wahai Putriku?"

Fatimah menjawab, "Aku datang untuk mengucapkan salam kepadamu."

Fatimah merasa malu untuk mengutarakan maksudnya. Oleh karena itu, ia kemudian kembali ke rumahnya.

Melihat istrinya telah kembali, Ali langsung bertanya, "Apa yang telah engkau katakan pada ayahmu?

Fatimah hanya menjawab, “Aku merasa malu untuk meminta sesuatu kepada beliau."

Maka keduanya kemudian datang ke tempat Rasulullah secara bersama-sama. Ali kemudian berkata kepada Rasulullah, "Demi Allah, wahai Rasul! Aku telah begitu banyak menimba air dari sumur sampai dadaku terasa sakit."

Lalu Fatimah juga berkata, "Demi Allah, aku juga capai memasak sampai tanganku kasar dan membengkak, sementara Allah telah memberikan banyak tawanan dan kelapangan. Maka berikanlah seorang pembantu untuk kami."

Rasul kemudian berkata, "Demi Allah, aku tidak bisa memenuhi permintaan kalian berdua, sementara aku membiarkan ahlus suffah (sekelompok sahabat yang miskin dan tinggal dipemondokkan dekat masjid nabi serta sibuk dalam ketekunan beribadah)perutnya kelapatan, dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk menafkahi mereka. Lebih baik aku menjual para tawanan dan hasilnya aku gunakan untuk menafkahi mereka.”

Akhirnya, mereka berdua kembali dengan tangan kosong.

Rasulullah kemudian mendatangi mereka berdua. Saat itu, mereka berdua sedang berada dalam selimut kecil (jika keduanya menutup kepalanya maka kedua kaki mereka akan terbuka dan jika keduanya menutupi kedua kaki mereka, kepala mereka terbuka). Keduanya kemudian bangkit dengan malu-malu.

Rasulullah kemudian berkata, "Tetaplah dalam posisi kalian berdua. Maukah kalian aku beri kabar tentang sesuatu yang lebih baik dari apa yang kalian minta?"

Keduanya kemudian menjawab "Iya. Kami mau."

Rasul bersabda, Beberapa kalimat yang telah diajarkan Jibril kepadaku, kalian bisa membaca tasbih setiap selesai shalat sebanyak 10 kali, membaca tahmid 10 kali, dan membaca takbir 10 kali. Jika kalian hendak beranjak tidur, hendaknya kalian membaca tasbih sebanyak 33 kali, membaca hamdalah sebanyak 33 kali, serta membaca takbir sebanyak 34 kali."

Ali berkata, "Demi Allah aku tidak pernah meninggalkan amalan ini sejak Rasu mengajarkannya kepadaku." (HR Bukhari dan Muslim)

Sabtu, 01 Juli 2017

Smart Love : Rahasia Sukses Dalam Cinta

Bekal Cari Gebetan

Secara umum, supaya acara cari gebetan berlangsung Msukses, kamu perlu membekali diri dengan hal-hal berikut.

Perbaiki Penampilan

Meskipun kamu nggak ganteng atau cantik, tapi penampilan yang rapi akan membuat kamu enak dilihat. Apakah rambut perlu dipotong supaya kamu terlihat lebih keren? Apakah kuku tangan dan kaki kamu nggak dekil? Lihat penampilan kamu di kaca. Usahakan agar kamu sendiri senang melihat orang yang muncul di cermin itu. Kalau kamu sendiri nggak suka dengan penampilan kamu, gimana orang lain? Tapi perlu diingat, nobodys perfectl Jadi, kalau kulit kamu memang hitam  atau muka kamu penuh jerawat, mau diapain lagi? Yang penting kamu tampil rapi dan bersih.

Cari Tahu

Penting untuk mengetahui beberapa hal mendasar tentang si dia. Misalnya, sudah pernah punya pacar atau belum? Apakah dia jomblo seumur-umur? Apa kebiasaan dan hobinya? Kamu nggak perlu nanya langsung, bisa nanya ke temannya atau orang yang cukup kenal dengan dia.

Pendekatan yang dilakukan pasti berbeda kalau kamu sudah tau sedikit tentang si dia. Dan ini akan membuat kamu lebih lancar ngomong. Tapi, kalau totally blank alias nggak tau apa-apa karena baru pertama kali ketemu si dia, lakukan pembicaraan yang bersifat penjajakan. Misalnya kamu suka musik apa, suka jalan kemana, dan pertanyaan standar lainnya. Kalau omongan sudah nyambung baru nanya hal yang lebih privat. 

Siapkan Hal Penting

Mau jalan bareng? jangan lupa membawa beberapa barang penting seperti handphone, dompet, atau credit card. Apalagi buat para cowok. Handphone penting buat nyimpen nomer HP si dia atau nomer telepon rumahnya. Dompet berisi duit cash penting kalau tiba tiba pedekate kalian berlanjut ke acara makan bareng atau jalan bareng ke suatu tempat. Sementara credit card akan menjadi sangat penting kalau uang cash kamu kurang!

Tenangkan Diri

Sebagai umat beragama, nggak ada salahnya kamu berdoa dulu. Bisa juga kamu katakan kepada diri sendiri, "Tenang aja, aku pasti bisa tampil percaya diri di hadapannya dan bisa ngobrol dengan santai". Dengan melakukan sugesti, paling nggak kamu bisa lebih tenang dan pede. Atau hirup napas dalam-dalam dan hembuskan perlahan supaya jantung nggak terlalu berdebar kencang atau nervous kala ketemu dia.


Rabu, 07 September 2016

Try Before Your Die

Manusia adalah makhluk tuhan yang paling sempurna. Kalimat tersebut sering menjadi suatu pertanyaan bagi mereka yang belum menyadari bahwa manusia diberikan sebuah fasilitas yang sangat mewah oleh tuhan, dan manusia diberikan fasilitas tersebut untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari - hari dan salah satu fasilitas yang banyak memberikan kontribusi dalam berpikir adalah Otak. Otak merupakan organ yang terbentuk pertama kali. Sejak janin berusia 10 minggu sampai 12 minggu sejak pembuahan, sebelum retina mata bayi atau sebelum gambar samar-samar paling awal terbayang konteksnya, sel-sel saraf otak yang berkembang sibuk dengan kegiatan terencana.

Prof Carla Shatz dari Universitas of California Berkeley, mengatakan bahwa sel-sel pada suatu daerah otak menghubungi bagian tubuh yang lain secara kontinyu dan otomatis. Sebagian besar yang memadati otak adalah Neuron. Neuron adalah sel saraf yang panjang seperti kawat yang menghantarkan listrik lewat sistem saraf dan otak. Neuron ini mengirimkan sinyal dengan menyebar secara terencana, semburan listrik terhentak-hentak yang membentuk bunyi yang jelas (kertak-kertuk) yang timbul dari gelombang kegiatan neuron yang terkoordinasi, dimana gelombang itu sebenarnya sedang mengubah bentuk otak dan membentuk sirkuit otak menjadi pola-pola yang lama kelamaan akan menyebabkan bayi yang lahir nanti mampu menangkap suara, sentuhan, dan gerakan. Otak bayi yang baru lahir mengandung 100 milyar neuron dan 1 triliun sel galia. Sel galia membentuk semacam sarang yang melindungi dan memberikan makanan kepada neuron. Sesudah kelahiran kegiatan neuronlah yang memberikan peran untuk mengambil bagian kasar ini dan berangsur-angsur menghaluskannya, dan sesudah kelahiran kegiatan neuron sudah tidak spontan lagi, tetapi digerakan oleh pengalaman indra yang diterima.

Saat dilahirkan, otak bayi menghasilkan banyak faktor biologis berupa triliunan sambungan antara neuron yang banyak dan melebihi kebutuhan selanjutnya, melalui suatu proses alamiah (teori Darwin) otak memusnahkan sambungan yang jarang digunakan selama usia 10 tahun, sehingga yang tertinggal adalah otak yang pola emosi dan pola pikirnya unik/tetap. Kegiatan neuron memicu aliran biokimia yang melimpah mencapai inti sel dan gulungan DNA yang menetukan kode gen - gen tertentu. DNA yang digunakan embrio untuk membangun otaknya adalah kerumitan kegiatan yang kelak juga akan memungkinkan organisme dewasa.

Otak manisia terdiri dari dua belahan yaitu belahan kiri dan kanan. Belahan kiri bertanggung jawab atas bagian tubuh sebelah kanan dan belahan kanan untuk tubuh bagian kiri.

Dari hasil penelitian Prof Robert Ornstein dari niversity of California, bahwa otak belahan kiri mengendalikan aktivitas analisis kuantitaif yang terukur seperti seperti matematika, logika, bahasa dan lain-lain, sedangkan otak sebelah kanan berfungsi untuk aktivitas imajinasi seperti warna, musik, irama, insting, berkhayal dan lain-lain. Dan apabila belahan otak yang lebih lemah diminta untuk bekerja secara bersamaan dengan belahan lainnya akan tercipta kemampuan dan efektivitas otak yang 5 hingga 10 kali lebih tinggi.

Otak juga terdiri dari tiga bagian dasar yaitu otak besar, otak kecil dan batang otak. Otak besar (Celebrum) berfungsi untuk memproses sensasi, fungsi intelektual, tempat penyimpanan memori dan pengendalian gerakan. Otak kecil (Cerebellum) berfungsi untuk menkoordinasikan gerakan otot. Otak besar bagian luar (Cortex) secara rinci dapat dibagi menjadi empat bagian: Occipital lobe (penglihatan), Pariental lobe (cita rasa), Temporal lobe (pendengaran, memori dan emosi) dan Frotal lobe (pergerakan otot, moral, emosi dan ekspresi). Otak besar bagian dalam (brain stem) terdiri dari Talamus, Pons, Medulla obligata. 

mirip benang kusut dan pembuluh darah, dan terdiri dari jutaan neuron. Masing-masing mempunyai inti sel (neucleus) dan sejumlah tangan syaraf (tentacle) yang menyebar kesegala arah. Dimana masing-masing tentacle memiliki ribuan tonjolan (Prouberans), Anokhin mengatakan bahwa tingkat intelegensia tidak ditentukan oleh banyaknya sel, melainkan banyak tonjolan-tonjolan pada tangan tentacle sel otak. Setiap tonjolan paling tidak berhubungan dengan satu tonjolan lain secara elektro kimia menyebabkan kedua tonjolan ini membentuk suatu pola hubungan dengan gugusan tonjolan lain. Dalam kata lain otak adalah suatu pola jaringan yang dibentuk oleh ribuan tonjolan pada tangan jutaan sel otak.

Prof. D. Samuel dari institusi Weizman di Israel menemukan bahwa dalam selang waktu sesaat saja ada 100.00-1.000.000 reaksi kimia yang sedang berlangsung diotak. Dari informasi diatas menunjukkan bahwa otak manusia merupakan superkomputar biologis.

Hasil penelitian DR. Wilder penfield menunjukkan sebagian bahwa sebagian dari memori yang dirangsang dengan kejutan listrik pada bagian belakang otak mampu mennyingkapkan kembali pengalaman masa lalu dengan sempurna dalam ingatan responden. Hal ini tidak bisa dilakukan dalam kondisi biasa (tanpa kejutan listrik).

Dari hasil penelitian Charles Bonnet membuktikan bahwa semakin sering saraf (otak) digunakan, maka semakin mudah saraf bervibrasi, sehingga memori menjadi semakin bagus. Hal ini diperkuat hasil penelitian Prof Mark Rosenzwig yang membuktikan bahwa jika otak.

Otak manisia terdiri dari dua belahan yaitu belahan kiri dan kanan. Belahan kiri bertanggung jawab atas bagian tubuh sebelah kanan dan belahan kanan untuk tubuh bagian kiri.

Dari hasil penelitian Prof Robert Ornstein dari niversity of California, bahwa otak belahan kiri mengendalikan aktivitas analisis kuantitaif yang terukur seperti seperti matematika, logika, bahasa dan lain-lain, sedangkan otak sebelah kanan berfungsi untuk aktivitas imajinasi seperti warna, musik, irama, insting, berkhayal dan lain-lain. Dan apabila belahan otak yang lebih lemah diminta untuk bekerja secara bersamaan dengan belahan lainnya akan tercipta kemampuan dan efektivitas otak yang 5 hingga 10 kali lebih tinggi.

Otak juga terdiri dari tiga bagian dasar yaitu otak besar, otak kecil dan batang otak. Otak besar (Celebrum) berfungsi untuk memproses sensasi, fungsi intelektual, tempat penyimpanan memori dan pengendalian gerakan. Otak kecil (Cerebellum) berfungsi untuk menkoordinasikan gerakan otot. Otak besar bagian luar (Cortex) secara rinci dapat dibagi menjadi empat bagian: Occipital lobe (penglihatan), Pariental lobe (cita rasa), Temporal lobe (pendengaran, memori dan emosi) dan Frotal lobe (pergerakan otot, moral, emosi dan ekspresi). Otak besar bagian dalam (brain stem) terdiri dari Talamus, Pons, Medulla obligata. 

mirip benang kusut dan pembuluh darah, dan terdiri dari jutaan neuron. Masing-masing mempunyai inti sel (neucleus) dan sejumlah tangan syaraf (tentacle) yang menyebar kesegala arah. Dimana masing-masing tentacle memiliki ribuan tonjolan (Prouberans), Anokhin mengatakan bahwa tingkat intelegensia tidak ditentukan oleh banyaknya sel, melainkan banyak tonjolan-tonjolan pada tangan tentacle sel otak. Setiap tonjolan paling tidak berhubungan dengan satu tonjolan lain secara elektro kimia menyebabkan kedua tonjolan ini membentuk suatu pola hubungan dengan gugusan tonjolan lain. Dalam kata lain otak adalah suatu pola jaringan yang dibentuk oleh ribuan tonjolan pada tangan jutaan sel otak.

Prof. D. Samuel dari institusi Weizman di Israel menemukan bahwa dalam selang waktu sesaat saja ada 100.00-1.000.000 reaksi kimia yang sedang berlangsung diotak. Dari informasi diatas menunjukkan bahwa otak manusia merupakan superkomputar biologis.

Hasil penelitian DR. Wilder penfield menunjukkan sebagian bahwa sebagian dari memori yang dirangsang dengan kejutan listrik pada bagian belakang otak mampu mennyingkapkan kembali pengalaman masa lalu dengan sempurna dalam ingatan responden. Hal ini tidak bisa dilakukan dalam kondisi biasa (tanpa kejutan listrik).

Dari hasil penelitian Charles Bonnet membuktikan bahwa semakin sering saraf (otak) digunakan, maka semakin mudah saraf bervibrasi, sehingga memori menjadi semakin bagus. Hal ini diperkuat hasil penelitian Prof Mark Rosenzwig yang membuktikan bahwa jika otak.....

Download

Selasa, 06 September 2016

Rahasia Bisnis Orang Jepang

Bangsa Jepang merasa bangga dengan budayanya, berbeda dengan banyak masyarakat yang malu dengan asal-usulnya.

Bangsa Jepang berhasil membuktikan bahwa mereka mampu berjaya dengan tetap memelihara segala warisan dan adat budaya mereka. Mereka bangga dengan budaya mereka di kala sebagian masyarakat malu dengan asal usulnya. Budaya tidak menjadi halangan bagi Jepang untuk ikut dalam pentas dunia. Dalam berbagai aspek, bangsa Jepang berhasil mengalahkan orang Barat.

Banyak peneliti Barat yang berusaha mencari tahu dan meneliti rahasia sukses bangsa Jepang. Mereka heran bagaimana bangsa Jepang dapat mencapai kemajuan dan kesuksesan dalam bidang ekonomi tanpa menguasai bahasa Inggris. Apa keistimewaan bangsa Jepang, sehingga mereka mampu menempatkan diri sejajar dengan AS, Inggris, Jerman, dan negara-negara Eropa lainnya. Banyak pertanyaan yang tidak terjawab, terutama tentang bagaimana bangsa Jepang dapat memelihara semangat kerja mereka tanpa rasa bosan dan lelah menyediakan ruang yang besar pula bagi Jepang untuk memasarkan produknya.

Bangsa Jepang sangat cerdik karena berlindung di balik nama perpindahan teknologi. Mereka menyelidiki dan mencari pasar di negara lain untuk mendapat berbagai masukan yang bagus. Teknologi yang dipindahkan adalah teknologi yang sudah tidak ingin digunakan lagi. Jepang tidak boleh disalahkan dalam hal ini karena mereka harus menjaga kepentingan industri dan perkembangan ekonominya. Hanya dalam situasi sama-sama menang, bagian kemenangan dan keuntungan Jepang lebih besar dari pada rekan bisnisnya.


Jepang sadar mereka tidak boleh mengasingkan diri. Oleh karena itu, Jepang menjalin hubungan baik dalam bidang diplomasi dan perdagangan dengan Negara-negara di Asia. Jepang berusaha memulihkan kembali citra negaranya di kalangan negara Asia yang pernah merasakan kekejaman mereka saat perang. Gambaran bangsa Jepang sebagai bangsa yang kejam, kasar, dan ganas semakin menghilang dan sanubari rakyat Asia. Jepang berhasil memberi citra baru untuk bangsanya. Jepang tidak lagi dikenal sebagai negara militer, meskipun hal itu tidak hilang seluruhnya. Jepang ingin dikenal sebagai penguasa ekonomi yang memberi sumbangan penting untuk menjamin kemakmuran negara-negara sebenuanya. Banyak negara Asia yang menjadikan Jepang sebagai contoh untuk membangun sektor ekonomi dan industrinya. Malaysia juga membuka pintu seluas-luasnya.

Bangsa Jepang memelihara tradisi dan budaya hidup lokal. Namun, itu tidak berarti mereka menolak nilai-nilai yang datang dari luar. Salah satu kesuksesan bangsa Jepang adalah mereka mampu menyerap dan menyesuaikan diri dengan nilai luar dan segala perubahan yang terjadi.

Perubahan tidak bisa dihindari dan bangsa Jepang pun menyadarinya. Bangsa yang tidak sadar dengan masalah ini akan terus ketinggalan. Perubahan harus dilakukan bila suatu bangsa ingin maju dan sukses dalam semua aspek. Karena, dari perubahanlah akan timbul kemajuan dan dari kemajuan lahir perubahan. Dari situlah terlihat jelas eratnya hubungan antara perubahan kemajuan dan keberhasilan

Bangsa Jepang tidak begitu saja mengambil dan meniru segala sesuatu dari barat. Mereka melakukan penyesuaian pada setiap hal yang datang dan barat agar sesuai dengan pengguna di Asia. Hal itulah yang membuat produk Jepang lebih disukai di Asia karena sesuai dengan cita rasa mereka. Pasar besar Asia Vietnam, dan sembilan persen memilih Indonesia. Penelitian itu membuktikan bahwa sektor perindustrian di Malaysia menyediakan barang produksi Jepang untuk pasar di seluruh dunia. Faktor kestabilan politik, lokasi yang strategis, dan hubungan dagang yang baik menjadi faktor Jepang lebih memilih Malaysia. Dorongan dari pemerintah Malaysia juga membuat Jepang bersemangat menanamkan modalnya di sana.

Sehubungan dengan hal itu, bangsa Malaysia [dan bangsa Indonesia] yang dijadikan sasaran penanaman modal Jepang harus mau mempelajari resep-resep kesuksesan mereka. Bangsa Malaysia tidak perlu menjadi orang Jepang supaya bisa sesukses mereka. Bangsa Malaysia [Indonesia] harus menjadi diri mereka sendiri dengan budaya mereka sendiri. Bangsa Malaysia [Indonesia] hanya mengambil hal-hal positif dari bangsa Jepang. Yang harus bangsa Malaysia [Indonesia] lakukan adalah memupuk dan melakukan etika kerja bangsa Jepang dalam kehidupan sehari-hari. Motivasi kerja bangsa Jepang perlu diterapkan dalam lingkungan kerja bangsa Malaysia [Indonesia]. Begitu juga dengan semangat dan kerajinan mereka. Semuanya perlu dijiwai dan dipahami. Yang lebih penting lagi adalah harus diterapkan. Jika hanya sekadar teori, tidak akan membawa perubahan.

Bangsa Jepang membuktikan bahwa keadaan suatu bangsa bukanlah penghalang untuk sukses. Keadaan fisik, geografis, dan kedudukan negara juga bukan faktor utama sebuah negara untuk menjadi lebih maju. Bagi Jepang, yang penting adalah sikap dan pandangan pada pekerjaan, cara bekerja, dan tujuan seseorang saat bekerja. Usaha lebih penting daripada pembicaraan yang tidak berguna.

Manifestasi sikap ini terdapat pada bangsa Malaysia [Indonesia] seperti kata pepatah lama “di mana ada kemauan, di situ ada jalan” dan “hendak seribu daya, tidak hendak seribu alasan”. Jika pepatah ini dipahami dan diterapkan, niscaya Malaysia [Indonesia] akan sehebat Jepang. Bangsa Jepang tidak pernah berdalih dan menciptakan alasan. Mereka percaya dan yakin, apa pun halangannya pasti ada jalan keluarnya.

Faktor Jepang memilih Malaysia/Indonesia

- Kestabilan politik
- Lokasi yang strategis
- Hubungan perdagangannya baik
- Dukungan dari pemerintah Malaysia/Indonesia.

Dari perubahanlah akan timbul kemajuan dan dari kemajuan lahir perubahan.
Dari situlah terlihat jelas eratnya hubungan antara perubahan, kemajuan dan keberhasilan

Malaysia dan Indonesia tetap menjadi tempat penanaman modal dan masuknya berbagai modal asing, khususnya Jepang

Bangsa Malaysia [dan Bangsa Indonesia] yang dijadikan sasaran penanaman modal Jepang
harus mau mempelajari resep-resep kesuksesan mereka.

Download


Minggu, 04 September 2016

Gue Anak SMA

"KAMU sekarang udah SMA. Udah gede!"Itulah kata-kata yang sering dilontarkan ortu ketika kita mulai menginjak bangku SMA. Ungkapan tersebut wajar saja, karena saat memasuki SMA, terjadi pula perubahan pada fisik kita yang makin kuat, serta mental yang makin tertata. Alhasil, tun­tutan orangtua terhadap kita pun makin bertambah. Mulai dari tanggung jawab, sampai kemandirian kita.

Pada kenyataannya, tuntutan ortu itu tidak mungkin kita penuhi sekaligus. Ada tahapan proses yang harus kita lalui. Dalam skala kecil, kita bisa menemukan tahapan proses menjadi insan yang bertanggung jawab dan mandiri itu ketika harus menghadapi Masa Orientasi Siswa (MOS)

Lho, kok, nyambung ke MOS?

Karena saat MOS inilah, mental dan fisik kita diuji. Seperti diuraikan Luna TR, Spica, dan Hafsya dalam buku ini. Betapa mental mereka ditempa be­gitu rupa, sampai ada istilah putus urat malu. Tidak sekadar mental, fisik pun diuji lewat MOS. Selain le­wat sanksi fisik seperti push-up, sit-up, dan lari, mereka tetap harus bekerja keras sampai malam hari untuk mencari barang-barang yang harus di­bawa besok.

Tidak sedikit orang yang ketakutan saat menghadapi MOS. Padahal, sesungguhnya MOS bertujuan positif, yakni mengenalkan kegiatan yang ada di sekolah ataupun kelebihan-kelebihan sekolah kepada siswa baru. MOS merupakan media sosiali­sasi company profile sekolah. Memang, cara me­nyampaikan informasi kepada siswa baru itu ber­macam-macam. Ada yang kreatif, ada juga yang semi militer. Apa pun cara menyampaikannya, kalau kita bisa mengelola rasa takut, kita akan bisa me­nikmati MOS. Caranya? Ikuti saja aturan senior. Anggap saja kita sedang berusaha menyenangkan para senior dengan mematuhi "kejahilan" mereka.

MOS hanyalah ujian mental dan fisik yang kecil saat memasuki bangku SMA. Ujian sesungguhnya akan dimulai saat kegiatan belajar mengajar dimulai, dan proses adaptasi pertemanan dimulai. Tak jarang kita menemukan kerikil-kerikil yang mengejutkan di SMA. Seperti dipaparkan Muharram R., mungkin kita akan menemukan apa yang disebut "gencetan se­nior", maupun guru-guru dengan karakter mengejut­kan sebagaimana yang ditulis Ary Yulistiana.

Kendala tersebut belum seberapa, ketika kita harus mengalami adaptasi yang lebih kompleks. Bu­kan sekadar dengan senior ataupun guru, tapi selu­ruh lingkungan, lantaran kita harus pindah ke kota lain saat masuk gerbang SMA. Pengalaman yang ditulis Doel Wahab yang berkendala dengan dialek bahasa-nya ketika pindah dari kota kecil ke kota besar, serta Teera yang tiba-tiba merasa jadi siswi terbodoh di SMAN 3 Bandung, bisa menimpa siapa pun.

Apa yang harus kita lakukan agar cepat ber­adaptasi di lingkungan SMA?

Pertama, masuki lingkungan baru kita melalui hobi. Tunjukkan minat dan kemampuan kita melalui hobi, entah itu olahraga ataupun seni. Bergabung­lah dengan wadah yang ada di sekolah, agar kita dikenal. Hal ini akan mempertebal rasa percaya diri kita dan menyingkirkan penyakit minder.

Kedua, perkenalkan diri kita kepada teman se­angkatan dan senior. Jangan sungkan menyapa dan mengenalkan diri, bila bertemu kakak kelas. Jika kita punya inisiatif bergerak lebih dulu, kemungkinan be­sar akan lebih dihargai orang lain. Daripada kita ha­nya menunggu disapa. Akhirnya, malah tidak ada yang mau kenal sama kita.

Ketiga, jangan over confident. Sifat takabur malah cenderung mengundang musuh. Kita malah akan dijauhi dan makin tersisih dari lingkungan baru kita. Atau malah nanti jadi sasaran gencetan senior. Keempat, tunjukkan sifat aktif dengan membuka ja­ringan dan komunitas. Misalnya, dengan memasuki ekskul. Kita juga bisa membuka jaringan dengan ca­ra menunjukkan sikap positif kita, seperti menolong sesama, rajin ataupun murah senyum.

Kelima, cobalah menjalin komunikasi dengan guru. Ingat ... bukan menjilat! Kebanyakan saat di bangku SMA, orang tidak begitu lagi memedulikan gurunya. Remaja hanya mengenal guru sebatas se­bagai pengajar. Cuma sedikit yang mengenal guru­nya sebagai motivator, pengarah, dan teladan. Bisa dibilang, saat ini kebanyakan remaja sekolah lebih mementingkan bertemu teman ketimbang guru.

Jika kelima hal di atas tidak kita lakukan, ber­siaplah kita menjadi siswa yang sulit beradaptasi dengan lingkungan SMA. Efeknya, kita akan menjadi siswa figuran yang mungkin hanya dikenal teman sebangku, atau yang lebih parah ... kita jadi de­presi! Nilai akademis merosot, merasa tidak betah duduk di kelas, atau malas berangkat ke sekolah. Kalau sudah sampai tahap ini, yang perlu dilakukan adalah:

1. Membangun keberanian untuk segera menyadari dan mengetahui adanya kondisi negatif di diri kita. Carilah secara mendetail kondisi negatif ki­ta, kemudian dipetakan satu per satu dan ditu­liskan. Cara ini merupakan diagnosa diri (self di­agnosis) yang dengan mudah bisa kita lakukan.

2. Berani mengonsultasikan masalah kita tersebut kepada teman yang bisa memotivasi. Kalau kita seorang teman dari orang yang bermasalah itu, maka kita harus memberi dukungan moral untuk membangkitkan semangatnya. Jika memang di­rasa perlu, konsultasikan pula ke guru BP.

3. Ubahlah cara pandang kita kepada hal-hal posi­tif. Bisa saja selama kita selalu memandang se­gala hal dari sisi negatifnya. Hingga yang me­nimpa kita pun selalu negatif.

Nah, jika kita mampu melewati masa-masa beradaptasi di lingkungan SMA dengan sukses, se­lanjutnya kita akan berhadapan dengan situasi yang sering disebut penulis lagu kita; masa-masa yang paling indah ....

Eits, tapi jangan lupa! Mentang-mentang kita banyak teman dan seabreg kegiatan ekskul, akhir­nya malah lupa belajar. Bukan apa-apa, setelah SMA akan ada lagi beban mental dan fisik yang ha­rus kita pikul. Jadi, persiapkanlah segalanya dengan baik selama di bangku SMA.
 
Download

Jumat, 02 September 2016

Metode-Metode Riset Kualitatif

Sebelum menjabarkan keistimewaan riset kualitatif, kami akan memperkenalkan perbedaan paradigma yang melatar belakangi berbagai riset yang Anda baca mengenai Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Pemasaran. Dengan memahami berbagai perbedaan pandangan dari para peneliti dalam mengonsep dunia yang mereka pelajari, Anda diharapkan akan menghargai alasan peneliti-peneliti tersebut ketika memilih metode tertentu bagi riset mereka. Hal ini, pada gilirannya, akan membantu menempatkan perspektif Anda, sekaligus menambah pengetahuan Anda mengenai berbagai metode dalam wilayah riset kualitatif.

Selanjutnya, dalam bab ini, kami akan mengemukakan beberapa topik aktual dalam kajian komunikasi, yang mengulas perlunya keterlibatan peneliti dalam dialog kolaboratif dengan semua pihak terkait (stakeholders). Menurut kami, awal yang penting untuk melakukan hal ini adalah dengan memaparkan metode riset kualitatif, yang bertujuan memahami orang-orang yang menduduki—atau sedang berusaha menduduki—posisi tertentu dalam sebuah organisasi atau kelompok. Karena metode kualitatif cenderung dihubungkan dengan sifat subjektif dari sebuah realitas sosial, seperti yang akan dijelaskan dalam bab ini, maka metode ini memiliki kemampuan yang baik untuk menghasilkan pemahaman dari perspektif para stakeholder, sehingga memungkinkan peneliti untuk melihat berbagai hal sebagaimana dilihat oleh para pelakunya (stakeholders).

Metode riset yang digunakan para peneliti guna membantu mereka memahami praktik Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Pemasaran bukanlah teknik yang netral, melainkan berhubungan dengan dua paradigma yang berbeda (Bryman, 2001). Pada tingkatan yang sederhana, metode kualitatif cenderung menempatkan kata-kata sebagai unit analisis, sedangkan metode kuantitatif cenderung dihubungkan dengan angka-angka. 
Peneliti bisa memilih metode kualitatif atau kuantitatif. Yang jelas, kedua pilihan acap dihubungkan dengan paradigma tertentu sesuai dengan ilmu asalnya. Dua sudut pandang atau paradigma yang memengaruhi sebagian besar riset Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Pemasaran adalah interpretif (interpretive) dan realis (realist-positivist). Masing-masing paradigma mempunyai asumsi yang berbeda-beda menyangkut sifat dasar perencanaan atau program komunikasi, serta bagaimana hal itu dapat diakses.

Orientasi Anda, baik terhadap paradigma interpretif maupun realis akan menentukan jenis pertanyaan riset yang Anda pilih untuk riset Anda, sekaligus memengaruhi jenis metode investigasi yang Anda pakai.
 
Metode kualitatif cenderung dihubungkan dengan paradigma interpretif. Metode ini memusatkan pada penyelidikan terhadap cara manusia memaknai kehidupan sosial mereka, serta bagaimana manusia mengekspresikan pemahaman mereka melalui bahasa, suara, perumpamaan, gaya pribadi, maupun ritual sosial. (Deacon et a!., 1999: 6). Para peneliti yang menganut paradigma ini kurang tertarik untuk meneliti kekuatan eksternal yang mungkin menentukan perilaku masyarakat; seperti peraturan yang mengontrol standar periklanan, atau pengaruh perubahan selera konsumen terhadap jenis-jenis event yang cocok untuk sponsorship. Mereka lebih bersemangat untuk menjajaki selera, motivasi, dan pengalaman subjektif. Mereka berpendapat bahwa orang-orang melakukan sesuatu berdasarkan makna atas hal tersebut, yang lantas mereka hubungkan dengan tindakannya sendiri serta tindakan orang lain.

Jika Anda mengerjakan riset dengan paradigma interpretif, maka Anda harus memahami realitas sosial dari berbagai sudut pandang orang-orang yang hidup di dalamnya. Sebagai contoh, untuk mempelajari sponsorship, Anda mungkin harus melakukan investigasi terhadap perusahaan yang
akhir-akhir ini mensponsori berbagai event kesenian.

Anda mungkin harus melakukan wawancara terhadap orang-orang dalam perusahaan tersebut, serta mereka yang terlibat langsung dalam event itu, termasuk khalayaknya, guna menyimak pengalaman dan pendapat mereka mengenai kampanye sponsorship tersebut. Mungkin, Anda juga akan menghadiri event tersebut guna mengamati secara langsung bagaimana sponsorship dipromosikan. Dengan cara seperti ini, Anda akan mampu melihat, mendengar, dan mengalaminya sebagai bagian dari anggota masyarakat.

Peneliti yang menggunakan paradigma interpretif menantang gagasan bahwa realitas sosial adalah sesuatu yang kita terima begitu saja, sesuatu "dari luar sana" yang membentuk tindakan masyarakat. Peneliti interpretif meyakini teori konstruktivisme so-sial (social constructivism) yang mengemukakan gagasan bahwa "realitas" yang kita tinggali ini terbentuk dari waktu ke waktu melalui proses komunikasi, interaksi kita dengan orang-orang di sekitar kita, dan sejarah kita bersama. Realitas, oleh karena itu, merupakan "hal-hal yang dimiliki bersama dan diterima sebagaimana cara dunia dipersepsi dan dipahami" (Locke, 2001: 9). 
Realitas bagi mereka yang terlibat dalam kampanye sponsorship, contohnya, akan berbeda antara satu organisasi dengan organisasi lain. Hal ini sepenuhnya bergantung pada berapa lama orang-orang telah bekerja bersama-sama, seperti apa jenis orang-orang dalam kelompok tersebut, bagaimana pengalaman mereka, juga kenyamanan mereka dalam berkomunikasi satu sama lain, dan seterusnya. Oleh karena itu, makna tidaklah sama antara satu tempat dengan tempat lain, atau antara satu individu dengan yang lain. Makna berhubungan dengan siapa diri kita sebagai individu, berikut interaksi komunikasi yang kita lakukan. Makna bersama (shared meanings) adalah sesuatu yang kita raih bersama—inilah yang kemudian membentuk realitas sosial kita.

Para peneliti yang menggunakan paradigma interpretif menyadari bahwa dalam rangka memahami praktik Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Pemasaran, maka mereka harus, pertama-tama, aktif terlibat di dalamnya sebelum menafsirkan atau menginterpretasikan praktik itu. Keterlibatan di "lapangan" memungkinkan peneliti mampu mengonsepkan kenyataan dari sudut pandang orang-orang yang terlibat di dalamnya. Dengan mengeksplorasi bukti sebelum melakukan penafsiran terhadap "realitas", peneliti meyakini gagasan bahwa teori dan konsep muncul dari data, yang mereka hubungkan secara langsung dengan situasi tertentu yang tengah berlangsung secara alami. Dengan kata yang lain, apa yang Anda temukan di lapangan tidak ditentukan oleh teori atau model yang Anda temukan di literatur sebelum penelitian dimulai.

Sebagai contoh, setelah menyelenggarakan riset sponsorship, Anda akan menghasilkan uraian tentang proses keterlibatan dalam kampanye tersebut. Lalu, Anda mungkin menemukan riset lain dalam literatur yang mempunyai kesimpulan serupa. Dengan membandingkan gagasan Anda dengan riset lain tersebut, kemungkinan Anda akan menghasilkan beberapa hipotesis kerja mengenai sponsorship event kesenian. Atau, bisa juga Anda menyatakan bahwa temuan-temuan riset Anda bisa dikaitkan dengan organisasi-organisasi serupa.

Dengan orientasi seperti itu, yakni mengarah pada sifat dasar dunia sosial dan sifat dasar pengetahuan berkenaan dengan perencanaan atau program-program komunikasi, tidak mengherankan jika peneliti interpretif menggunakan metode riset kualitatif, yang memungkinkan peneliti untuk berdekatan dengan orang-orang yang diteliti, sekaligus terlibat dengan mereka. Metode kualitatif, kemudian, sering dipandang sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dengan paradigma interpretif, konstruktivis.
Download


Quantum Success

Buku ini berkembang seperti proses yang digam-barkannya.

Dengan fokus yang jelas, saya memulai sebuah rencana, sebuah diskusi, dan kemudian sebuah rencana baru, dan di atas itu, saya melanjutkan. Saya adalah orang yang percaya kepada tim dan proses ... dan saya memercayai perpaduannya.

Betapa sangat hebat dan berbakatnya tim yang mendukung proyek ini. Komunikasi yang langsung dan jujur, melontarkan gagasan, memulai lagi ... saya merasa sangat terhormat mendapatkan dukungan ini.

Gagasan-gagasan dan kisah-kisah untuk buku ini dikumpulkan selama lebih dari tiga puluh tahun dengan begitu banyak orang yang sangat hebat dan penuh perhatian yang memengaruhi hidup dan perkembangan saya.

Sahabat baik saya, orangtua SuperCamp, dan seorang pendukung, DeeDee DeMan Williams, memperkenalkan saya kepada seseorang yang dia tahu memiliki pengalaman, bakat, dan visi untuk memajukan apa yang telah kami miliki. Sue Baechler "mendapatkan" visi kami-melihatnya, mengetahuinya, memercayainya-dan melompat masuk tanpa berpikir panjang lantas mendukung arah kami untuk menyampaikan apa yang dia percayai sebagai pesan penting kepada dunia.

Sue, setelah itu, memperkenalkan kami kepada yang lain. Saya merasa terhormat mendapatkan du-kungan dari Ken Atchity, yang lebih tepat saya gambarkan sebagai pemimpin. Beliau mengajarkan melalui ketepatannya, melihat apa yang perlu terjadi, dan membagi keahliannya. Dan Ken menghadirkan orang-orang lain ....

Saya sangat berterima kasih atas bimbingan penulisan yang sangat banyak dari Julie Mooney yang berpengalaman, dan kesabaran serta penye- liaan proyek oleh Andrea McKeown dari The Writer's Lifeline.

Clint Greenleaf dihadirkan untuk mengemas buku dan membantu kami menyampaikannya ke tangan anda. Saya dan Clint terkejut sekaligus senang karena ternyata dia adalah peserta Super- Camp dari era '80-an-satu lagi lulusan SuperCamp yang sukses. Saya sangat menghargai karya teliti Clint dan timnya di Greenleaf Book Group, khususnya pemimpin proyek kami Lari Bishop.

Saya sangat menghargai semua orang hebat, berbakat, dan mendukung yang bekerja bersama saya di QLN. Manajer Program SuperCamp kami Steve Arrowood bersedia membaca seluruh teks dan mengomentari gagasan-gagasan agar sesuai dengan kenyata-annya. Para fasilitator dan staf kami membagi banyak kisah yang mendukung buku ini. Kami berjalan di atas bahu semua orang sepanjang jalan setapak SuperCamp ... oh Tuhanku, begitu banyak ... yang telah memercayai dan mengorbankan diri dan bakat mereka untuk memajukan visi kami.

Seseorang yang banyak memengaruhi arah dan visi kehidup-an saya adalah Marshall Thurber, mantan mitra saya di Burklyn Business School. Visi, gagasan, dan ajarannya terus mengilhami ba-nyak orang. Sekolah bisnis itu terus berlangsung berkat kepe-mimpinan sahabat sepanjang hidup saya DC Cordova.

Saya berterima kasih kepada teman-teman saya: DC, Vishara Veda, Jerry Weinerth, Steve Curtis, dan Bill Galt yang mendukung saya ketika saya sangat memerlukannya. Kalian semua tahu kisahnya.
Saya berterima kasih dan memberikan peng-hargaan kepada rekan saya sesama pendiri SuperCamp, Eric Jensen dan Greg Simmons. Kita telah menempuh perjalanan keyakinan yang menggembirakan dan meletihkan saat kita memulai. Terima kasih atas kemitraan yang membentuk dan meluncurkan program kita.

Keluarga saya betul-betul mendukung seba-gaimana saya menceritakan kisah yang mereka jalani. Anak-anak saya, Grant dan Dana, menantu saya Joanna dan Michael, dan cucu-cucu saya memberi makna dan kesenangan bagi pasang-surut kehidupan saya. Saya menghargai saudara-saudara perempuan saya dan pertemuan-pertemuan kami untuk bercerita tentang masa muda. Dalam kenangan akan ibu, ayah, dan suami pertama saya, Don: saya me-rasa sangat diberkahi.

Luar biasa rasanya berbagi visi, tujuan, dan kehidupan dengan mitra dan suami saya, Joe Chapon. Kau membawa hidupku ke dalam fokus yang dinamis dan membuatku tetap membumi dengan dukunganmu yang penuh cinta.

Dan terima kasih saya untuk kelompok pembaca murah hati yang membaca naskah awal Quantum Success dan memberikan umpan-balik. Jejak- jejak kolektif mereka ada di dalam buku ini, dan saya berterima kasih kepada mereka semua dengan menerbitkan nama-nama mereka dalam edisi pertama ini: Randy Becraft, Nicole Bulone, Anne Bus- hong, Mary Dunn, Laura Forkner, Barbara Gee, Dan Jarmel, Jodi Johnson, Paul Kim, Annie Kim, John Klocke, Beth Moe, Patty McCullough, Alicia Mc-Manus, Colleen King Ney, Shushma Patel, Marianne Radtke.

Sekarang, buku ini di tangan anda-para pembaca yang belum pernah saya temui, tetapi yang benar-benar saya ingin dengar suaranya bahwa buku ini memiliki dampak pada hidup anda seperti juga pada yang lain. Selamat menikmati![]
 
Download


Jadi Penulis TOP B.G.T

Nulis novel? Nggak salah, nih?! Jangankan menulis novel, untuk menghasilkan satu halaman cerita saja susahnya minta ampun, apalagi mau puluhan, bahkan ratusan lembar!

Ya, mungkin masih ada sederet pertanyaan lainnya yang tiba-tiba saja hadir ketika ada yang menyampaikan pertanyaan, "Mau jadi penulis novel?".Bisa jadi, kamu sendiri nggak pernah mem-bayangkan menjadi seorang penulis novel sebagai profesi. Apalagi, bila melihat betapa tebalnya buku- buku novel yang berjejer di toko buku, semakin jauhlah keinginan untuk menggeluti dunia penulisan novel. Betul, kan?

Namun, pernahkah kamu membayangkan bila menulis novel itu bisa dikerjakan siapa ajal Dan, tahukah kamu bila pekerjaan menulis novel itu bisa menyenangkan? Dan, tahukah kamu bahwa sebuah novel bisa dihasilkan hanya dalam waktu 60 hari? Dua bulan? Ah, masa, sih?

Masih nggak percaya? Yuk, kita mulai program 60 hari menulis novel! 

Oke, kita mulai saja untuk menulis novel. Lalu, apa yang seharusnya pertama kali kamu lakukan? Hm ... duduk dan mulai menyalakan komputer? Eit, nanti dulu! Jangan terlalu terburu-buru menyalakan komputer. Ada satu hal yang lebih penting dari sekadar menyalakan komputer, yaitu komitmen. Kamu ulang kembali kata itu pelan-pelan, K-O - M-I-T-M - E - N!

Komitmen? Ya, komitmen! Itu penting buat kamu-kamu yang mutusin untuk memulai menulis novel. Komitmen pada diri sendiri bahwa, "Aku akan menulis novel!" Sebab, tanpa komitmen atau keinginan yang kuat, apa pun yang akan kamu lakukan untuk menulis novel itu mustahil bakal terwujud!

Berarti, komitmen itu penting banget, dong?

Kalo dibilang komitmen itu "penting banget", bisa dikatakan memang "iya". Pasalnya, komitmen itu juga bisa mengatasi hambatan psikologis mu sebagai penulis novel pemula. Bukan apa-apa, banyak orang dan termasuk calon penulis novel yang belum apa-apa udah nyerah di tengah jalan, hanya gara-gara melihat bahwa sebuah novel jumlah halamannya bisa berpuluh-puluh, bahkan beratus-ratus
halaman! Dan juga kamu meyakini kalo hanya orang-orang tertentu sajalah yang bisa menulis novel. Malah, kamu sampai pada kesimpulan kalo kamu nggak memiliki kemam-puan buat menulis novel.

Komitmen juga bisa menepis khayalan kamu. Mungkin, kamu pernah membayangkan bila suatu saat nanti kamu berhasil menulis novel, diterbitkan, dibaca banyak orang, dan menjadi novel best seiler. Membayangkan bila nanti kamu akan menjadi seorang penulis novel hebat, seperti Gola Gong, Fahri Asiza, Asma Nadia, Pipiet Senja, atau Helvy Tiana Rosa. Namun, karena nggak ada komitmen, kamu hanya terperangkap dalam kurungan angan-angan belaka.Akhirnya, tak ada satu lembar pun yang berhasil kamu tulis!

Duh, bete kan, kalo cuma mimpi-mimpi doang? Makanya, hal pertama yang harus kamu lakukan se-belum mulai menulis novel adalah membuat komitmen pada diri sendiri; komitmen buat menulis novel, komitmen untuk melalui semua hambatan dalam menulis novel, komit.Duh, bete kan, kalo cuma mimpi- mimpi doang? Makanya, hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum mulai menulis novel adalah membuat komitmen pada diri sendiri; komitmen buat menulis novel, komitmen untuk melalui semua hambatan dalam menulis novel, komit, membuat terus belajar menulis novel, dan komitmen menyelesaikan satu novel perdana kamu.

Mulai hari pertama ini,tanamkan dalam hati mu bahwa, "saya akan menulis novel", "saya akan menulis novel", "saya akan menulis novel"....
 
Download

Unleash Your Other 90%

Tak masalah berapa lama kita bekerja, tak soal betapa sedikit kita tidur, bukan soal betapa keras kita mencoba, sangat sedikit dari kita yang mencapai hidup seperti yang kita bayangkan atau harapkan. Ada jalan lain.

Setiap hari, saya sangat bersyukur atas tantangan kakek saya yang diberikan sejak dini kehidupan saya yang mendasari tantangan dan janji yang saya teruskan kepada Anda.

Ayah saya bekerja berjam-jam sehari dan sering pergi ke luar kota saat saya kecil. Ayah adalah seorang pria yang mencintai keluarganya, tetapi pekerjaannya, termasuk mengabdi kemanusiaan pada beberapa organisasi kesehatan dunia dan di kapal rumah sakit USS HOPE, menyedot energinya untuk waktu yang lama. Pada sejumlah kesempatan, kedua kakek saya menjalankan perannya dengan menghabiskan waktu ekstra dengan saya. Mereka berbagi pandangan dan pelajaran hidup mereka yang kemudian sangat berpengaruh pada pandangan hidup saya sendiri.

Hugh Cooper, Sr. adalah seorang surveyor, pejabat, guru, dan inspektur sekolah. Di antara berbagai benda memorabilia di mejanya, ada sebuah pigura perak yang diberikan kepadanya saat Kakek masih anak-anak pada akhir 1880-an. Terbingkai secarik kertas kuning bertulisan tinta pulpen: "Berikan yang terbaik kepada dunia dan yang terbaik pula akan kembali kepadamu."

Di ruang kerja sambil menanti Kakek pulang dari rumah sakit setelah serangan jantungnya yang keempat, saya mengamati piagam itu. Saat itu, saya baru empat belas tahun.

Sesudah setiap serangan jantung sebelumnya saat itu, belum ada operasi bypass jantung dokternya dengan sungguh-sungguh selalu bilang bahwa tak ada yang bisa dia lakukan; Kakek hanya mendapat perpanjangan waktu. Dan, setiap kali kembali dari ujung kematian, Kakek akan memanggil dan meminta saya datang ke rumahnya untuk berbincang tentang hidup dan apa yang paling utama. Saat-saat itu, Kakek tidak yakin akan masa depannya dan meminta saya segera menemuinya begitu Kakek kembali ke rumah. Kakek mencintai saya dan Kakek punya sesuatu yang penting yang diberitahukan kepada saya.

Saya mendengar pintu depan terbuka dan segera Nenek, terlihat khawatir, membantu sang suami berjalan, disangga dua tongkat, menuju sofa kesayangan Kakek. Duduk dengan susah payah. Kakek meminta saya mengambilkan pigura perak kecil dari mejanya dan duduk di samping Kakek.

"Mereka bilang, aku tak akan hidup," ujar Kakek ketika saya mendekatinya. "Aku dengar dokter- dokter itu bicara saat mereka mencoba membuat jantungku tetap berdetak. Mereka bilang, tak seorang pun bisa tetap hidup." Kakek mengedip kepa-da saya; matanya merah tetapi memancarkan semangat hidup. "Mereka salah kan, Robert?"

Meskipun saat itu adalah bulan Maret yang dingin, sinar matahari yang hangat memenuhi ruangan melalui jendela saat kami duduk bersama.

"Setelah kupikir-pikir," kata Kakek, sambil menunjuk ke bingkai perak dan memandang kalimat yang tertulis, "selama ini kurasa aku tahu apa makna kata-kata ini. Sederhana saja. Kau memberikan yang terbaik atau tidak. Pertama, kau pergi sekolah dan berusaha keras untuk mendapatkan nilai yang baik ...." Kakek menarik napas.

Kakek adalah anak pertama dari tujuh bersaudara yang menamatkan SMU-nya. Kemudian, Kakek meneruskan ke perguruan tinggi dan pada pergantian milenium masa itu, meraih gelar masternya. "Lalu," Kakek melanjutkan, "begitu kau menda-pat kerja, kau datang tepat waktu setiap hari dan bekerja keras. Ini berarti kau memberikan yang terbaik. Dengan demikian, hasil terbaik akan datang kembali kepadamu, dalam bentuk gaji dan kebanggaan."

Kakek memandangku dengan sungguh-sungguh seperti biasanya. "Selama hidup, aku telah melakukan hal yang salah.” katanya.

"Apa maksud Kakek?"

"Di rumah sakit, aku memikirkan orang-orang sangat luar biasa yang kukenal. Mereka adalah orang-orang yang terus maju saat orang lain menyerah; orang-orang yang menemukan cara saat yang lainnya menganggap hal itu tidak bisa dikerjakan. Mereka tidak hanya menetap di satu pekerjaan atau bekerja keras. Mereka meraih sesuatu yang lebih dalam dan menemukan sesuatu yang lebih. Mereka membuat sebuah perbedaan yang lebih baik. Aku tak percaya mereka memahami kata-kata ini" Kakek memegang bingkai itu sehingga kami berdua bisa melihat piagam tersebut "seperti aku memahaminya selama ini."

"Aku ingat orangtuaku dan orang dewasa lain di kampung halamanku berkata, 'Belajar dan bekerja keraslah, tapi jangan biarkan mimpimu semakin tinggi. Jika kau membiarkannya, kamu hanya akan kecewa.' 'Belajarlah menyesuaikan diri dan mengikuti arus,” kata mereka, 'itulah yang dilakukan para orang yang sukses.' Aku jadi sangat ahli dalam menyesuaikan diri dan mengikuti arus." Suara Kakek melemah.

"Robert, kau akan mendengar hal yang sama dari orang-orang di sekitarmu. Maksud mereka baik, tapi itu salah. Bagaimana seandainya aku tidak menerima hal itu? Bagaimana jika setiap hari kuperta- nyakan definisi terbaik yang sebelumnya kuyakini? Apa yang akan terjadi jika lebih kudengar nuraniku alih-alih kata orang-orang itu? Tentunya aku akan terus mencari semakin dalam dan memberikan pada dunia lebih dari yang terbaik selama ini tersembunyi dalam diriku."

"Dan jika aku melakukan hal itu," ujar Kakek, " hal yang lebih baik dari yang terbaik akan kembali kepadaku, dan kepada keluarga ini, dan kepadamu, Robert. Namun, itu tak terjadi," tambahnya, "karena aku tidak melakukannya."

"Nah, inilah tantanganku kepadamu, hidupkanlah kata-kata ini." Kakek menyerahkan bingkai itu kepada saya. Pigura itu tak dilapisi kaca; jari saya menelusuri kata-kata itu dan merasakan kertasnya yang rapuh. "Tapi, Kek," saya menyahut, bukannya ingin mengecewakan Kakek, melainkan tidak yakin bagaimana memenuhi permintaannya, "mungkin saat aku lebih dewasa.

"Usia tidak berhubungan dengan hal ini. Setiap hari kau bisa lebih mempelajari sesuatu tentang dirimu dan semua potensi yang tersembunyi dalam dirimu. Setiap hari kau bisa memilih menjadi dirimu yang lebih baik daripada sebelumnya. Kuminta kau mulai melakukannya sekarang juga."

"Tapi, bagaimana?"

"Dengan melihat ke dalam dirimu sendiri. Dengan menguji kemungkinan-kemungkinan baru. Dengan mencari apa yang terpenting bagimu, Robert. Sedikit orang yang melakukan hal itu untuk kita semua. Malahan, kita menahan napas. Kita memaling-kan muka. Kita hanya mengikuti atau terseret arus. Kita mempertahankan yang sudah ada. Kita berkata, 'Ini sudah cukup.' Kuharap, saat kau bangun...
Download


Senin, 29 Agustus 2016

Google Is My Salesman

Adakah salesman yang tidak digaji?, Berapa gaji salesman atau top producer di perusahaan Anda? Berapa komisi mereka sebulan, setahun?, Tetapi coba bayangkan Anda memiliki salesman top, wiraniaga penjualan yg berproduktif tanpa Anda harus gaji!, Ah masa, Hare gene, ada salesman yang tidak digaji!!!

Google dan/atau Yahoo serta top situs pencari lainnya dapat menjadi salesman Anda dan TANPA harus digaji, namun itu semua jika Anda tahu bagaimana “memperalat” mereka untuk mencari pelanggan Anda entah di pasar Indonesia, pasar regional maupun pasar internasional.
Lihat bagaimana calon buyers Anda mudah mencari produk yang Anda jual?
Simak juga bagaimana Google dan/atau Yahoo dapat menjadi MESIN IKLAN yang terus mendatangkan konsumen dan UANG ke saku Anda!
Sayang sekali, walaupun semua produk dagangan Anda hebat dan sudah terpampang di situs web namun “terendam” jauh di dalam, dan tidak “nongol” di urutan 10 besar atau paling tidak di halaman ke-2 hasil pencarian.

CARANYA?

Buku yang berjudul “GOOGLE IS MY SALESMAN” akan menjawabnya untuk Anda, dan akan membuat Anda CEPAT PENSIUN, ya CEPAT BERHENTI bekerja untuk suatu perusahaan NAMUN CEPAT MENJADI pemilik bisnis yang :
bebas macet di jalan
bebas kerja di mana saja dan kapan saja
bebas finansial

Pastikan Anda memiliki buku ini sebelum kehabisan stok!

Komentar Pujian lain utk buku ini :

“…menggunakan Google dan Yahoo! untuk aktivitas sales dan pemasaran tidak saja menjanjikan efektivitas, tetapi sekaligus juga efisiensi.” — NINOK LEKSONO, Direktur & Pemimpin Redaksi Kompas Cyber Media

“Buku GOOGLE IS MY SALESMAN bukan saja memberikan trik dan solusi bagi para pebisnis dalam memanfaatkan mesin cari (search engine), melainkan karena Bob juga telah membuktikan sendiri manfaat dan keunggulannya dalam bisnis yang dilakukannya. Karenanya, layaklah buku ini menjadi perhatian bagi siapa saja yang akan mengambil manfaatkan dari mesin cari, baik bagi kepentingan pribadi maupun bisnis mereka.” —Tharsikin Insa, Chief Editor Majalah Ebizz Asia

Sebagai seorang pebisnis, selayaknya Anda sudah mulai melirik Google untuk fungsi yang bermanfaat bagi kegiatan bisnis Anda. Pasalnya, kini Google tidak hanya berfungsi sebagai mesin pencari. Lebih dari itu, Google mampu menciptakan keterkenalan atas produk dan jasa Anda dan membuat pasar yang Anda tuju -dalam lingkup global sekalipun- well informed. Oleh karena itu, pemanfaatan Google memungkinkan terjadinya pembesaran order atau pembelian. Lebih hebat lagi, fungsi ini bisa diperoleh tanpa biaya yang besar, bahkan tanpa biaya sama sekali dibandingkan dengan kalau Anda memasang iklan di media konvensional (cetak maupun elektronik) dan bahkan kalau memasang banner di Google itu sendiri. Oleh karena itu, menggunakan Google atau mesin pencari lainnya untuk aktivitas sales dan pemasaran tidak saja menjanjikan efektivitas, tetapi sekaligus juga efisiensi.

Google is My Salesman bukan saja memberikan trik dan solusi bagi para pebisnis dalam mengubah mesin pencari (search engine) menjadi mesin penjual penghasil uang (cash engine), melainkan juga membedah success story Bob Julius Onggo memanfaatkan keunggulam Google dalam bisnis yang dilakukannya. “Ini adalah pengalaman saya bertahun-tahun… Salesman terbaik saya, Google dan Yahoo!, mampu memberikan steady income secara terus menerus lewat incoming buyers… Berkat Google, Yahoo!, dan mesin pencari lainnya, saya dan semua karyawan saya bisa memiliki kehidupan yang lebih dari layak.”

Download

INFORMASI

Musrenbang RKPD 2020: Ini Daftar 9 Prioritas Pembangunan Jawa Barat

BANDUNG, BAPPEDA JABAR –  Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan ...