ads

Tampilkan postingan dengan label Buku Premium. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Premium. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 September 2016

Saur Sepuh : Pesanggrahan Keramat (A Novel)

Satria madangkara bersama rajawalinya terbang dan menyisir daratan, ketika brama kumbara berjalan lalu dihadangi oleh para prajurit, dan prabu brama kumbara pun disekap dan ulah semua itu lasmini, brama kumbara pun dibawa ke penjara dan ditahan oleh prajurit dan sekutu nya lasmini.

Lasmini pun menghampiri prabu brama kumbara dan merayu nya, lasmini menawarkan jabatan yang tinggi terhadap prabu brama kumbara dan lasmini mengharapkan membina bahtera dengannya, prabu brama kumbara pun menolaknya. Lasmini merasa kesal dan langsung meninggalkan nya. Lalu prabu brama kumbara pun berhasil meloloskan diri dan menghantarkan sepucuk surat untuk lasmini bahwa prabu brama kumbara akan kembali dengan istri dan adiknya.

Disatu sisi lain Raden kuntala lagi merundingkan untuk menghancurkan madangkara dan membunuh prabu brama kumbara,mantili,kutawa. Raden kuntala sangat yakin dengan kesaktian yang dimiliki muridnya itu bisa menghancurkan madangkara, akan tetapi tumenggung nya tidak setuju karena tindakan itu merupakan hal yang ceroboh.

Orang kuntala menyerang dan menghancurkan pesanggrahan yang sedang dibangun oleh para madangkara, sang prabu brama kumbara histeri dengan amarah yang besar, yang membuat brama kumbara berubah menjadi sosok yang menakutkan. Brama kumbara merasa dilecehkan dengan kejadian tersebut, mantili pun mengingatkan kepada brama kumbara supaya bersikap tenang. Brama kumbara pun kembali seperti semula.

Pada malam hari prajurit kuntala menyerang madangkara, pertarungan pun terjadi sangat menegangkan dan patih kuntawa berhasil membunuh pmimpin kuntala raden pangar dengan keris nya yang tajam. Prajurit kuntala pun kembali ke pesanggrahannya. Lalu prabu brama kumbara mendatangi dan meminta tanggung jawab atas pesanggrahan yang dibakar oleh orang suruhan kuntala tersebut. Brama kumbara pun mendapatkan informasi orang yang telah menghancurkan pesanggrahannya berada di tepi sungai. Prabu pun langsung mendatangi tempat persembunyian perusak pesanggrahan itu dan membunuh sebagian perusak pesanggrahan itu. Mantili pun menghadapi 2 orang pemimpin suruhan orang kuntala mereka mengadu kesaktian satu sama lain. Pada saat mantili terjatuh prabu brama kumbara datang menolong nya, brama kumbarra sangat marah dan membunuh mereka dengan ajian serat jiwa yang dimiliki olehnya.

Lasmini pun menemui prabu brama kumbara dan merayu brama dengan penuh pesona. Lasmini meyakinkan terus menerus kepada brama bahwa dia sangat mencintainya. Mantili dan patih kuntawa mendatangi penginapan yang dijadikan sebagai tempat perundingan kuntala untuk menghancurkan madangkara, akan tetapi mantili dan patih kuntawa tidak mampu menandingi orang-orang kuntala. Prabu brama langsung menghadapi mereka, kesaktian mereka dipertunjukan, mereka menggunakan ajian tampak sanca dan tarung geni, prabu brama pun mengeluarkan ajian serat jiwa nya dan mereka pun menangkis dengan ajian waring sungsang yang mengakibatkan prabu brama terjatuh pingsan.

Prabu pun ditolong oleh rajawali saktinya dan terus berlatin yang pada akhirnya Prabu brama pun berhasil menguasai Ajian pahlupuh dan kembali ke madangkara. ketika dalam perjalanan brama kumbara bertemu dengan orang kuntala yang membuat brama hampir terbunuh brama pun mengeluarkan ajian pahlupuh yang baru dia kuasai yang membuat orang kuntala jatuh tak berdaya. Brama kumbara dan mantili pada akhirnya kembali ke madangkara dengan rajawali sakti itu.
 
Saur Sepuh (Novel)

Sabtu, 10 September 2016

Yakjuj & Makjuj : Ditemukannya Benteng Zulkarnain

Judul Buku : Yakjuj & Makjuj : Ditemukannya Benteng Zulkarnain
Penulis : Zack Zulkarnain
Penerjemah : Razhka Azzura
Penerbit : MM Cyber Book
Jumlah halaman : -

Hampir 1400 tahun lebih umat Islam telah mempertanyakan tentang Yakjuj dan Makjuj.

"Siapakah sebenarnya Yakjuj dan Makjuj itu?"

- Apakah Gog dan Magog seperti penjelasan beberapa ilmuwan Barat? Yaitu sebuah bangsa yang diturunkan oleh keturunan Nabi Nuh, dan saat ini mendiami daerah Moskow dan Tobolski, Rusia?

- Apakah bangsa Cina seperti yang disebutkan oleh beberapa ulama penafsir?

- Apakah Makhluk luar angkasa, seperti yang di jelaskan oleh beberapa situs lokal maupun luar negeri?

- Ataukah Zionis Israel seperti yang dijelaskan oleh seorang syaikh dari saudi Arabia beberapa waktu lalu?

Sebenarnya, pertanyaan "Siapakah sebenarnya Yakjuj dan Makjuj itu?" adalah pertanyaan yang kurang tepat, sebab seharusnya kita bertanya; "Apakah Yakjuj dan Makjuj itu? Makhluk atau kah sifat? Atau benda mati?"

Dalam buku ini, penulis (Ust. Zack Zulkarnain) akan membuktikan kepada kita semua bahwa Yakjuj dan Makjuj BUKANLAH dua jenis kaum yang suka membuat kerusakan di muka bumi. Buku ini akan menyanggah pandangan tradisional para peneliti Al-Qur'an yang selama ini mentafsirkan bahwa Yajuj dan Makjuj adalah 2 bangsa yang berbuat kerusakan. Dan tentu saja penulis akan menyertakan bukti-bukti dari Ayat Al-Qur'an dan beberapa fakta ilmiah lain yang mungkin saja akan membuat anda terperangah.

Yakjuj dan Makjuj itu jauh lebih menyeramkan daripada yang pernah anda bayangkan selama ini. Dan tidak ada satu kekuatan senjata pun buatan manusia diatas dunia ini yang mampu menewaskannya sebab Yakjuj dan Makjuj memiliki kekuatan yang sangat besar dan menakutkan.

Zulkarnain adalah hamba yang diberi anugrah kekuasaan untuk mencapai segala sesuatu oleh Allah, namun beliau tidak mampu memusnahkan Yakjuj dan Makjuj. Yang mampu dilakukan Zulkarnain hanyalah mengurungnya disebuah tembok yang ia bangun dari campuran besi dan tembaga. Tapi, meskipun Zulkarnain telah berhasil mengurung Yakjuj dan Makjuj, dia tetap memberi peringatan bahwa bangunan yang dibuatnya itu akan hancur pada suatu waktu nanti. Ya, Yakjuj dan Makjuj akan menghancurkan tembok besi itu. Dan saat ini, umat Islam sedang menunggu waktu, kapan ini semua akan terjadi.

“Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu,” (Qs. AL-Kahfi : 84)

Tahukah anda... Kenapa penduduk yang menemui Zulkarnain tidak meminta untuk memerangi Yakjuj dan Makjuj, padahal mereka mengetahui bahwa Zulkarnain adalah raja yang hebat dalam menaklukkan bangsa manapun. Hal ini diceritakan dalam Al-Qur’an :

Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?" (Qs. Al-Kahfi : 94)

Mari pikir, kenapa mereka meminta Zulkarnain membuat tembok pembatas ketimbang memerangi Yakjuj dan Makjuj dengan bala tentaranya yang hebat? Bukankah saat itu Zulkarnain memiliki kekuatan yang tak terhingga dalam menaklukkan musuh-musuhnya?

Dan Coba pikir, Berapa lama Zulkarnain membangun tembok besi setinggi gunung itu.. tapi kenapa Yakjuj dan Makjuj tidak menyerang Zulkarnain dan para pekerja yang sedang berusaha mengurung diri mereka, jika Yakjuj dan makjuj itu adalah makhluk yang lebih hebat dari Zulkarnain?

Lalu dimanakah Zulkarnain mengurung Yakjuj dan Makjuj?

Siapakah sebenarnya Zulkarnain?

Bangsa apakah yang meminta kepada Zulkarnain untuk mengurung Yakjuj dan Makjuj?

Apa arti Yakjuj dan Makjuj secara bahasa? Dan Berasal dari bahasa apakah Yakjuj dan Makjuj itu?

Makhluk atau sifatkah Yakjuj dan Makjuj itu?

Semua pertanyaan ini sudah dijawab dengan ilmiah oleh buku ini. Bahkan Penulis (Zack Zulkarnain) meng-klaim sudah menemukan posisi tembok besi yang dibangun oleh Raja Zulkarnain tersebut melalui GPS, lengkap dengan titik koordinatnya. Dan ternyata, tembok itu masih kokoh saat ini, kemungkinan ia akan hancur disaat para peneliti telah ramai-ramai memberitakannya lewat media sehingga diketahui banyak orang.

Menurut saya, ini buku bagus dan harus diketahui banyak orang, bukan karena ilmiahnya saja.. tapi menurut saya, paparan dalam buku ini begitu logis dengan bukti-bukti ilmiahnya. Meski belum mencapai tahaf pembuktian yang 100%, namun 90% dari penelitian ini sudah cukup membuat kita terperangah. Buku ini sungguh berbeda dengan buku-buku lain meski judulnya sama.

Saya beri bocoran satu, tentang siapa sosok Zulkarnain menurut penulis buku ini. Dia adalah raja dari kekaisaran Persia (Sassaniyah). Sebab dari sekian banyak kekaisaran yang pernah ada di muka bumi ini, hanya Raja Kisra-lah yang memiliki mahkota berbentuk aneh, mirip seperti 2 buah tanduk. Kita bisa lihat dari gambar-gambar berikut:

Lho apa hubungannya Zulkarnain dengan mahkota aneh seperti 2 tanduk tersebut?

Hubungannya adalah, Zulkarnain itu bahasa arab yang artinya, "Sang Pemilik dua tanduk" atau "Dia memiliki dua tanduk". Klik Disini

Meski kata "Dua tanduk" ada yang menafsirkan "Dia memiliki dua kerajaan besar", namun kita juga tidak bisa menafikan jika diartikan "Dia memiliki mahkota seperti 2 tanduk di kepalanya". Allahu 'Alam

Jika kamu penasaran, silakan baca selengkapnya dalam buku digital ini.

Kamis, 08 September 2016

Je T' Aime

April, 5 tahun yang lalu....

Ketika hari masih sangat pagi, mentari pun mulai terasa hangat, Ken mengajak Kanya pergi megunjungi Kuil Kiyomizu di Kyoto, tepat disebelah timur dari daerah Kobe. Kota kelahiran Kanya. Untuk memuja? Sama sekali bukan! Karena Kenzou beragama Islam. Ayahnya yang asli berdarah Jepang menikahi muslimah berasal dari Asia Tenggara. Mereka -orang tuanya Ken- bertemu saat pertukaran pelajar antar bangsa, dan menikah lalu menetap lama di Jepang. Ayahnya memeluk Islam sejak menikah dengan ibunya Ken, Kenzou juga mengikuti jejak ayah ibunya.

Jadi, kepergian mereka ke Kyoto hanya sekedar ingin menikmati musim Haru, karena tempat itulah yang menjadi favorit semua orang di saat musim Haru tiba. Di Jepang, musim semi disebut dengan musim haru, yaitu musim yang paling menyenangkan bagi semua orang. Musim ini berlangsung dari bulan Maret hingga Mei, dimana saat itu langit tampak biru jernih dan bunga-bunga seperti sakura, azalea, anyelir, krisan, sumire, dan yama- buki bermekaran. Kanya memandang takjub.

Bunga sakura yang halus dan berwarna pink itu melayang- layang tertiup angin.

Setelah itu, mereka mengunjungi taman yang dekat deng- an kuil Kiyomizu di daerah itu, taman kota Kyoto. Setiap musim haru tiba, taman-taman kota dipenuhi orang-orang yang berpesta hanami. Wajah Kanya begitu sumringah. Kedua pipinya tampak memerah. Eh,bukan memerah, tapi berwarna pink.

"Hmmh... indahnya."

Kanya asyik menikmati pesta Hanami kali ini. Pandangan mereka tertuju pada bunga sakura. Di bawah pohon yang berwarna pink itu banyak sekali orang-orang yang menikmati indahnya musim ini. Mereka tampak bahagia menikmati pesta hanami kali ini. Orang-orang itu menggelar tikar seperti biasa dan menikmati makanan yang mereka bawa dari rumah. Biasanya makanan yang biasa dinikmati saat hanami tiba adalah sashimi, rebung dan sakura-mochi. Sakura-mochi adalah kue yang terbuat dari tepung terigu yang diberi warna pink dan di dalam- nya diisi anko (sejenis pasta kacang merah) yang dibulat- kan lalu dibungkus daun sakura yang dikeringkan. Dinik- mati dengan minuman khas negara ini yaitu sake, teh atau sakura-yu. Sakura-yu berupa bunga sakura yang dikering- kan. Bila minuman ini diseduh dengan teh hijau dan air panas, maka aroma wangi bunga sakura akan tercium.

"Kamu suka?" Ken berdiri disampingnya.

"Ya... tentu. Membuat hati terasa tenang. Arigatou Ken, kamu udah mengajakku ke tempat seindah ini".

Ken hanya tersenyum, mereka saling terdiam.

Pandangan mereka masih tertuju pada bunga sakura itu.

"Kanya-san".

"Hai, nan-desuke?"

"Je t'aime..." Tia-tiba Ken berkata serius. Tapi Kanya ha- nya bengong, ia tak tahu arti kalimat terakhir yang diucap- kan Ken barusan. Itu bukan bahasa Jepang. Kanya hanya tersenyum, tepatnya tertawa.

"Apa artinya, Ken?"

"Nggak... gak jadi. Kamu gak perlu dengarkan ucapanku tadi, ya".

Ken, terlihat kecewa, dia pergi meninggalkan Kanya yang masih collapse mendengar ucapan Ken.

"Maksud kamu, Ken?!" Kanya berseru, Ia buru-buru mengikuti langkah Ken yang sangat cepat. Rambut kuncirnya bergerak-gerak ditiup angin. Kanya berlari meninggalkan pohon sakura yang masih tetap indah. Kanya juga kecewa. Seharusnya Ken jangan dulu pergi meninggalkan tempat ini. Seharusnya dia mengajaknya untuk berpesta hanami disini. Seharusnya Ken berbicara dengan menggunakan bahasa Negaranya sendiri agar Kanya mengerti maksudnya. Seharusnya... seharusnya...

Kanya sangat kecewa.


Download


INFORMASI

Musrenbang RKPD 2020: Ini Daftar 9 Prioritas Pembangunan Jawa Barat

BANDUNG, BAPPEDA JABAR –  Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan ...