ads

Tampilkan postingan dengan label Novel Lucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel Lucu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Desember 2017

Lupus - Kutukan Bintik Merah

Anak-anak lalu masuk. Di dalam ruangan yang gelap-gelap tai ayam, ternyata Hockus Pockus sudah menunggu di meja bundarnya. Tujuh kursi sudah tersedia, lengkap dengan penganan kecil dan kopi di atas meja.

"Nggak usah dijelaskan, Sur, saya sudah tau nama teman-temanmu dan tujuan mereka datang ke sini," cegah Hockus Pockus ketika Gusur akan menjelaskan. "Yang item keriting itu namanya Boim, kan. Dia ke sini mau minta diramal jodoh juga, kan?" tebak Hockus Pockus kemudian. Gusur mengangguk. Anak-anak takjub. Sedang Lupus masih belum terpengaruh.

"Oke, biar cepet, kalian saya ramal sekaligus," putus Hockus Pockus. Lalu Hockus Pockus menyuruh anak-anak bergandengan dan menutup matanya. Anak-anak melakukan apa yang diminta Hockus Pockus. Lupus ikut. Cuma nggak lama kemudian Lupus membuka matanya. Diliatnya Hockus Pockus meliuk-liuk kayak belut sakit perut.

"Kus Kus, interupsi sebentar!" pekik Lupus. Hockus Pockus kaget, dan membuka matanya. Lalu melotot marah ke arah Lupus.

"Kalau saya lagi konsen, jangan banyak ngomong Paham?"

"Sori, Kus. Tapi saya nggak mau diramal. Saya mau numpang ke kamar mandi aja. Udah kebelet, nih!" pinta Lupus.

"Hm, bilang dong dari tadi!" umpat Hockus Pockus.

Lalu Lupus disuruh ke belakang.

"Belok aja ke kiri. Kalau ketemu pintu yang ada stiker Mickey Mousenya, nah di situlah tempatnya. Jangan lupa disiram, ya!" jelas Hockus Pockus kemudian.

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Lupus langsung melesat ke belakang. Sedang Hockus Pockus kembali melanjutkan liukannya sambil membaca mantera.

"Bang bang tut, akar gulang galing. Siapa yang kentut, ditembak raja maling...."

Sementara itu Lupus terus menuju ke belakang. Sampai akhirnya ia tiba di ruangan yang gelap dan bau sengak. Lupus meraba-raba. Tanpa sengaja tangannya meraba saklar lampu. Dalam sekejap ruangan pun jadi terang benderang. Kini Lupus bisa melihat jelas keadaan ruang an yang sebenarnya. Ada meja, kursi, vas bunga, dan guci antik. Bahkan ada juga botol-botol selai yang berisi berbagai macam ramuan. Di pojok ada sapu lidi besar yang ada tangkainya, persis sapu lidi nenek sihir. Lupus terus menyelidiki ke sana kemari. Sampai Lupus melihat ada benda yang diselubungi kain putih. Lupus mem- bukanya. Ternyata benda tersebut adalah gitar.

http://www.mediafire.com/file/z4zs5lfsv07jri9/Lupus%20-%20Kutukan%20Bintilk%20Merah.rar

Selasa, 17 Oktober 2017

Lupus - Topi-Topi Centil

Sekedar informasi, Lulu emang masuk sekolah sore. Biasa, biar bisa gantian jaga rumah sama Lupus. Soalnya tu rumah kalo nggak dijagai, suka kelayapan ke mana-mana. Repot kan nyarinya? Dan meski bisa naik becak, Lulu lebih suka jalan kaki kalo pulang sekolah. Hitung-hitung olahraga. Tapi tujuan mulianya sih sebetulnya cuma pengen ngeceng doang. Liat-liat pemandangan bagus, berupa cowok-cowok kece yang sedang lari sore, yang main sepatu roda atau bersepeda ria.

Atau kalo kebetulan ketemu teman yang lagi dimarahin ibunya di depan rumah, Lulu suka mampir. Turut mnyumbangkan rasa bela sungkawa.

"Santi memang keterlaluan, Nak Lulu," ungkap ibu Santi, teman Lulu yang sore itu kena giliran dimarahin di depan rumah, karena ulangan matematikanya ancur-ancuran. "Seharian suka maiiiin melulu. Pulang sekolah, tak langsung pulang. Entah main ke mana. Pulangnya malam. Besoknya pagi-pagi, bukanya belajar malah bermain-main lagi. Bagaimana bisa pintar?"

Santi hanya tertunduk dekat pagar.

"O, kalo saya pulang sekolah langsung pulang, Tante," ujar Lulu serius.

"Nah, dengar itu, Santi..." sela ibu Santi.

"Dan besok paginya juga jarang bermain-main, kecuali kalo lagi libur. Soalnya mami saya kerja, Lupus sekolah, jadi saya jaga rumah. Sambil baca-baca..." lanjut Lulu.

"Pasang telingamu baik-baik, Santi. Dengar sendiri apa kata temanmu!" sela ibu Santi lagi.

Santi makin menunduk.

"Kalau di kelas juga, saya selalu mendengarkan apa yang diterangkan guru, Tante. Tidak pernah bermain- main."

"Kamu anak yang baik. Lantas, bagaimana hasil ulangan matematikamu, Nak Lulu? Dapat nilai sembilan?"

Lulu diam sejenak. Memandang wajah ibu Santi dengan serius, "Tidak. Saya dapat nilai empat, seperti Santi."

Ibu Santi melongo.

***

Dan pas sampai di rumah, Lulu langsung menghitung uang tabungannya di kamar. Wah, kayaknya sudah cukup nih, pikirnya senang.

Dia memang punya rencana dengan uang-uangnya itu. Andi, teman Lulu yang jago basket itu mau ulang tahun. Kedengarannya biasa saja, tapi tidak buat Lulu. Soalnya, si centil itu diam-diam emang naksir Andi. Andi yang suka pake topi pet yang lucu-lucu, Andi yang punya badan atletis, Andi yang suka mencuri-curi pandang ke arah Lulu kalo Lulu lagi nonton basket, Andi yang anak kelas dua, Andi yang pernah sekali menegurnya di perpustakaan. Wah, pokoknya kalo kamu tanya apa aja soal Andi, Lulu pasti dengan mata berbinar binar menjelaskannya. Soalnya, katanya Andi juga naksir Lulu.

Dan sekarang Andi tersebut mau ulang tahun. Tentunya Lulu jadi mendadak sibuk sendiri. Memikir-mikir, kado apa ya yang paling tepat buat anak kece itu?

Tapi suatu ketika, saat Lulu sedang bermain-main di pusat pertokoan, Lulu melihat ada toko yang menjual topi-topi pet yang lucu-lucu. Yang bentuknya ada yang seperti topi pelaut, ada yang seperti topi jenderal, ada yang model detektif zaman dulu, yang merah, biru, hitam, kuning, wah... pokonya centil-centil deh. apalagi dengan ditempeli lencana yang lucu-lucu.

Lulu langsung ingat Andi. Andi yang juga suka pakai topi centil macam gitu. Wah, tentunya ini bakal jadi hadiah yang amat menarik buat dia.

Lulu langsung ngumpulin duit buat beli topi itu.

https://www.mediafire.com/file/0dypktunn3xb59b/Lupus%20-%20Topi-Topi%20Centil.rar

Jumat, 13 Oktober 2017

Lupus - Tragedi Sinemata

BERITA bahwa Lupus bakal diajak main film, memang cukup menggemparkan teman-teman sekolahnya. Apalagi teman-teman dekatnya macam Fifi Alone, Boim, Aji, Gito, Gusur, Meta, Ita, dam Utari. Soalnya, rencananya, Lupus juga mau mengajak teman-teman dekatnya itu untuk ikutan terlibat. Gimana nggak surprise?

"Kamu serius, Pus?" tanya Fifi antusias.

"Serius kok. Kebetulan sang produser PT. Cuwek Bebek Film kenalan bos saya di Hai. Dan ketika dia butuh pemeran pembantu untuk film dia yang bertemakan remaja, si Bos langsung nawarin saya main. Dan karena butuh orang banyak, saya pun disuruh nyari temen-temen lain yang mau ikutan main."

Suasana sekolah pun jadi ramai. Ini karena ulah Fifi Alone yang nggak bisa ngebendung emosi dan langsung cerita ke semua orang.

"Ike khawatir, jangan-jangan bintang utamanya jadi kesaing gara-gara ike ikutan jadi pemeran pembantu...," celotehnya.

Anak-anak kelas lain pun jadi pada sirik.

"Produsernya kesambet apa sih, kok ya tega-teganya mereka diajak main film. Apa nggak takut rugi?" ejek seseorang.

"Tapi bener lho mereka bakal main film," bela yang lain.

"Ah, mustahil. Main topeng monyet sih mungkin!"

"Saya lihat sendiri, mereka sudah mulai latihan di aula sekolah saban pulang sekolah."

"Atraksi topeng monyet kan juga perlu latihan!"

Tapi berita itu hampir mendekati kebenaran ketika besoknya Lupus dipanggil sang produser untuk diajak ngomong-ngomong. Tadinya Lupus mau berangkat sendiri, biar di sananya nggak kacau. Tapi Gusur maksa ikut. Akhirnya mereka pergi berdua.

"Gimana, Pus? Mau serius kan?" tanya sang produser ketika mereka bertemu. Sementara si Gusur masih menunggu di luar, nunggu dipanggil.

Lupus pun tersenyum malu-malu. Sang sutradara, yang ikutan hadir, ikut tersenyum.

"Temen-temen yang lainnya mana? Kok nggak diajak?"

"Eh, saya kira saya disuruh menghadap sendiri. Sori deh. tapi saya bawa contohnya satu biji. Sekarang lagi nunggu di luar. Mau liat?" sahut Lupus.

"Lho, kok nggak disuruh masuk? Siapa namanya?"

"Gusur. Saya panggil, ya?" Lupus langsung berdiri, dan berteriak-teriak ribut, "Suuur, Gusuuuur, kamu boleh masuk. Udah aman!"

Wajah Gusur yang nggak kece muncul dari balik pintu, "Daku datang, Pus."

Lalu berjalan menghampiri mereka.

"Ini salah satu contoh, Mas. Meski agak lecek, ya lumayan lah buat peran jadi penjaga pintu kereta..." ujar Lupus memperkenalkan.

Sang produser pun sibuk senggol-senggolan dengan sang sutradara. Sambil berbisik, "Nggak salah nih? Kok yang beginian yang dibawa?"

"Eh, gini-gini juga dia pernah mau ikutan lomba coverboy majalah Mode, Mas," sahut Lupus seperti mendengar bisikan produser. "Tapi nggak boleh sama saya. Soal- nya takut, nanti kalau menang dan wajahnya sampai terpampang di cover, oplag majalahnya bisa anjlok. Nggak laku."

Gusur ngamuk-ngamuk.



"Oke deh, besok kamu dan temen-temen kamu ke sini aja lagi. Tapi agak pagian, biar bisa sekalian latihan, dan dicatat nama-namanya. Soalnya sekarang pegawai kantor sudah pada pulang," ujar si produser.

Lupus mengangguk. Gusur ikut-ikutan.

https://www.mediafire.com/file/8ocrz2bzn38fnmb/Lupus%20Tragedi%20Sinemata.rar

Kamis, 03 Agustus 2017

Lupus - Makhluk Manis Dalam Bis

Buku ini menurut Mimin : Bagus... ceritanya simple meski gak mpe klimaks, namanya juga novelet. Lucu, udah pasti.... yang jelas, Mimin Upload sebelum berangkat Jum'atan hehe...

Nukilan Cerita : Tepat jam satu tengah hari bolong mereka selalu tampak asyik menunggu bis jurusan Blok M. Lupus, Aji, Boim, dan Gito. Rada aneh juga, rumah mereka jadi mendadak pada pindah ke Blok M semua.

Selidik punya selidik ternyata mereka itu lagi ngejar cewek. Nggak tau anak sekolah mana. Yang pasti setiap jam satu, wajah manisnya selalu nampak di jendela bis jurusan Blok M. dekat pintu depan. Matanya yang bulat bersinar, rambutnya yang panjang terurai dengan tubuh yang mungil. sempat membuat cowok-cowok kece SMA Merah Putih itu terkagum-kagum.

Mereka melihatnya tiga hari tang lalu. ketika mereka punya rencana mau makan-makan di Blok M, dalam rangka memperingati hari yang paling bersejarah dalam kehidupan Boim, karena dia berhasil memenangkan hadiah porkas setelah sebelas kali ikut. Dan saat itu mereka berempat secara serempak melongo di pintu bis mengagumi makhluk cantik yang duduk dengan manisnya di dekat jendela. kondektur bis yang bawaannya nggak mau sabar, sempat gahar juga. "He, lu pada niat nggak sih naik bis gue? Kok terbengong-bengong begitu?"

Lupus cs yang kaget dibentak begitu, menjawab secara. "Kita lagi berdoa dulu kok biar selamet di jalan."

Dan sejak itu, setiap malam, mereka punya mimpi yang sama. Tentang gadis di dalam bis.

Makanya hari-hari berikutnya, mereka jadi sering kedapatan menunggu bis jurusan Blok M. Setiap ada teman yang nanya, mereka serempak menjawab mau shopping ke Blok M.

"Kok tiap hari shopping-nya?" "Maklumlah namanya juga orang kaya."

Dan sang penanya pun langsung berlalu dengan wajah dongkol.

Bis yang ditunggu datang. dan mereka berempat serempak bangkit dengan semangat. Tak peduli bis tersebut sudah penuh sesak, mereka tetap bela-belain mengejarnya.

"Stop, Bang! Stop!" teriak mereka sambil berlompatan ke dalam bis yang enggan berhenti. Sang kondektur melirik jengkel pada mereka. Bukan apa-apa, makhluk-makhluk ini kalau naik bis pada riburt sekali. Padahal bayarnya cuma gocap. Dia apal betul. Terutama dengan Lupus yang selalu mengulum permen karet. Atau Boim, playboy SMA Merah Putih yang wajahnya gabungan Jaja Miharja dan Benyamin (wah, mentok banget deh!).

Dan seperti ramalan sang kondektur, kala penumpang sudah banyak yang turun, makhlukmakhluk SMA Merah Putih itu mulai menggoda-goda cewek tadi dengan ributnya.

"Hai. Cewek, kenalan dong. Nama saya Boim. Cowok paling kesohor di SMA Merah Putih. Pernah jadi cowok sampul majalah... Bobo. Saya punya motor bebek merah, yang sekarang karena satu dan lain hal- Lagi ngadat nggak bisa dipakai. Mungkin tali kipasnya putus (bego juga si Boim ini, motor mana ada tali kipasnya?). Tapi jangan kuatir. motor saya yang Iainnya banyak kok. Tinggal pilih aja mau pakce yang mana. Setiap hari ganti-ganti. Di samping itu, saya ini bintang film lho. Saya sering nongol di tipi dalam acara..."

"Flora dan Fauna!" celetuk Gito dari belakang.

"Bukan! Aneh tapi Nyata!" Lupus ikutan ngomong, membela Boim.

Boim melotot sewot ke arah Lupus dan Gito yang cekikikan.

"Jangan dengarkan mereka, Cewek manis. Maklum aja, orang top memang banyak yang nyirikin. Tapi saya udah biasa. Nah, mau kan kenalan sama saya?"

Cewek itu tak bereaksi. Cuma senyum dikit.

https://www.mediafire.com/file/fszu3h2huu2g2k0/Lupus%20-%20Makhluk%20Manis%20Dalam%20Bis.rar

Rabu, 02 Agustus 2017

Lupus - Tangkap Daku Kau Kujitak!

Komentar Mimin sama Novel ini : Selalu bintang 8 dari 10, sebab novel ini seangkatan sama Mimin eh... maksudnya asyik buat dibaca, gak bikin jenuh dengan alur yang bertele-tele. dan lebih asyiknya lagi, novel ini LUCU!

Sedikit Cuplikannya : Apa pun alasannva, Poppi sudah tak mau dengar lagi. Pasti lagu lama yang bakal keluar dari mulut Lupus yang brengsek itu. Putusannya sudah bulat, Poppi tak sudi berbicara dengannya lagi. Sakit hatinya diperlakukan begitu. Kalau untuk pertama kali saja Lupus sudah berani mengingkari janji begini, bagaimana untuk seterusnya?

Dan ketika Lupus melewati tempat duduknya, Poppi melengos. Persis lembu. Sedang Lupus dengan sikap yang biasa langsung menuju bangkunya. Menarik-narik rambut Utari yang panjang untuk minta salinan pe-er.

Sampai keluar main kedua, Lupus tetap tidak datang minta maaf pada Poppi. Keterlaluan, pikirnya. Padahal dia sudah dari jam setengah delapan pagi siap pasang muka bertekuk. Siap untuk bersikap sedingin biang es. Tapi Lupus tetap tak datang. Malah asyik ngocol soal Queen sama Meta.

Pulang sekolah tanpa diduga, Lupus menunggu di dekat mobil. Diam memandangi daun-daun yang terbang tertiup angin. Poppi memandang heran ke arahnya. Kadar kemarahannya sudah berkurang sedikit.

"Kamu mau apa?" sahutnya ketus ketika sampai di depan Lupus.

Lupus kaget dan menoleh.

"Saya..."

"Sudah ketemu alasan yang pas untuk membela diri?"

"Belum. Saya justru lagi nyari. Kamu ada ide? Soalnya saya nggak bakat ngebohong..." sahut. Lupus sedih.

Dengan dongkol Poppi mendorong tubuh Lupus yang menghalangi pintu mobilnya, lalu segera membuka pintu tanpa menoleh.

"Tunggu, kamu nggak adil memperlakukan saya dengan kasar begitu. Saya kan nggak pernah berbuat kasar sama kamu .... "

"Apa? Saya nggak adil? Dan bagaimana dengan kamu yang seenaknva mengingkari janji waktu kemarin itu ?" bantah Poppi ketus. "Alasan apa lagi yang mau kamu katakan sekarang?"

"Justru itu yang mau saya bicarakan. Saya nggak punya alasan apa-apa. Makanya saya baru mau ngomong setelah nggak ada teman-teman Iain. Saya malu sekali. Kamu jangan mengira saya nggak sedih batal pergi sama kamu. Kamu harus mengerti saya. Maafkan kecerobohan saya .... "

"Ini lebih dari sekadar ceroboh. Ini soal tanggung jawab!" teriak Poppi. "Kamu egois! Pengecut!"

Meledaklah amarah Poppi. Lupus semakin terpojok. Matanya menatap kosong ke depan. Dan sampai sepuluh menit berikutnya, Poppi terus berkicau dengan kecepatan suara yang sukar diukur dengan stopwatch sekalipun. Sampai akhirnya, dia kecapekan sendiri. Menatap Lupus yang sama sekali tidak bereaksi.

"Nah, sekarang terus terang aja. Kenapa kamu nggak datang kemarin sore? Nggak usah berdalih macam-macam!" suara Poppi melemah. Lupus kelihatan ragu.

"Saya..."

"Ya, kenapa?" desak Poppi tak sabar.

"Saya nggak tau rumah kamu .... " suara Lupus pelan sekali.

"Apa?" Poppi terbelalak.

"Maafkan saya. Saya memang paling norak. Saya malu sekali dengan kebodohan saya ini. Sungguh mati, ini yang pertama buat saya untuk pergi dengan seorang gadis. Saya terlalu gembira dan tak tau apa yang harus saya Iakukan. Saya sama sekali nggak sadar kalau saya tak pernah punya alamatmu. Jadi, mana mungkin saya bisa menjemputmu? Kau mau memaafkan saya? Lain kali, saya Janji..." suara Lupus makin pelan.

Beberapa saat, Poppi tak tau apa yang harus dilakukannya. Hanya matanya yang menatap lebih bersahabat.

https://www.mediafire.com/file/3cxvu3qayvznqh1/Lupus%20-%20Tangkap%20Daku%20Kau%20Kujitak.rar

Sabtu, 22 Juli 2017

Babi Ngesot

Judul Buku : Babi Ngesot: Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang
Genre : Komedi
Pengarang : Raditya Dika
Halaman : 240 Halaman
Tahun Terbit : 2008
Penerbit : Bukuné

A. Isi Novel

Novel ini berisi kumpulan cerita pendek pengalaman pribadi Raditya Dika, penulis Indonesia terbodoh saat ini. Simak tujuh belas cerita aneh tapi nyata Raditya Dika di buku ini, termasuk kalang kabut digencet kakak kelas, dihantuin setan rambut poni, sampai perjuangan menyelamatkan keteknya yang sedang ‘sakit’. Berikut daftarnya:

  •  Asal Jangan Jadi Perkedel
  •  Ingatlah hal ini sebeblum meminta dipijit
  •  Prince of Penis
  •  Panduan Singkat Menghadapi Cewek
  •  Surup-menyurup
  •  Gosip
  •  Pentingnya Membawa Babi Bersayap Sewaktu Kencan Buta
  •  My Heart is Like in Jail
  •  Ketekku, Bertahanlah !
  •  Kawin, Kapan?
  •  Kucing Jawa
  •  Merinding Disko
  •  Radith for President
  •  Itu Kan...
  •  Pertanyaan Untuk Tabib
  •  Babi Ngesot
  •  Celana Cokelat Itu
Menuliskan pengalaman pribadinya menjadi sebuah buku humor dan tentunya membuat para pembaca terhibur dengan tulisannya.

Novel ini sangat bermanfaat bagi para pembaca khususnya para remaja, selain sebagai sarana penambah wawasan, buku ini juga menyajikan lawakan-lawakan khas ala seorang Raditya Dika.

Novel ini ditujukan untuk masyarakat luas, khususnya para remaja. Karena ceritanya yang bergenre komedi dan dihiasi cerita horor koplak ala Raditya Dika.

Dalam novel ini, Raditya Dika menceritakan kesehariannya dari dia mau masuk SMA 70 biar bisa mainin burung sampe ke cerita cintany yang pastinya sangat kocak. Berikut potongan cerita dalam novel ini:

Kesurupan Mbak Minah semakin menjadi-jadi. Tubuhnya semakin susah dikendalikan oleh kita bertiga. Lalu tiba-tiba Ingga, Ingga berkata, ‘Pencet idungnya, Bang.’
‘Apa?’

‘Idungnya,’ Ingga meyakinkan. ‘Aku pernah baca dimana gitu, pencet aja idungnya.’

‘Tapi, Ngga?’

‘ABANG! PENCET IDUNGNYA SEKARANG!’ Edgar memerintahkan gue.

Daripada kehilangan nyawa, gue ikutin saran mereka. HAP! Gue pencet idungnya Mbak Minah. Kita semua terdiam untuk beberapa saat. Semua menunggu efek yang datang dari memencet idung orang kesurupan. Apakah setannya akan keluar? Apa yang akan terjadi setelah ini?

Ternyata, gak ngefek.

‘Kok nggak ngaruh?’ tanya gue.

Ami, yang emang expert soal kesurupan, langsung teriak, ‘YA IYALAH!!!! JEMPOL KAKINYA TAU YANG DIPENCET, BUKAN IDUNG!’

Kelebihan dari novel ini adalah dari cara penyampaian cerita yang menarik. Yaitu dengan menggunakan istilah sehari-hari sehingga mudah dimengerti oleh para pembaca. Dan menyampaikan cerita yang aslinya tragis menjadi “konyol” yang bisa membuat kita tertawa dan tersenyum ketika membaca novel ini. Selain dari cara penyampaiannya kelebihan dari novel ini ialah isi ceritanya yang menarik, lucu, dan menghibur.

Kekurangan dari novel ini mungkin hanya pada kata-kata yang agak vulgar dan tidak disensor, namun tidak menjadi sebuah masalah yang besar karena semua tertutupi dengan cara penyampaian cerita yang menarik.


Jumat, 07 Juli 2017

The Legend Of Jhon Kepix

Judul : The Legend Of Jhon Kepix : Kisah Gokil Pengangguran Koclak.
Penulis : Y. Benny Indratno
Tebal halaman : 156 Halaman
Penerbit : Osmos

Namanya John Kepix

Seorang pria super misterius disingkat SUPETRUS yang sangat susah dicari tandingannya. Tidak ada yang tahu nama aslinya, asalnya dari siapa, ibunya dimana, ayahnya bagaimana, rumahnya mengapa eh dimana ding, kakeknya siapa dan lain sebagainya. Semuanya serba misterius. Menurut cerita, John Kepix ada di dunia ini bukan karena dilahirkan tapi karena di muntahkan. Hoek... hoek soorrr lalu lahirlah Dia..

John Kepix sangat misterius karena keberadanya seperti kentut, kadang ada kadang tidak ada, saat dicari dia tidak nongol saat tidak dicari dia nongol, saat dia nongol dia malah beol. Dia juga seperti jaelang- kung, datang tak diundang pulangnya naik ojek.

Secara Morfologi, Cashing John Kepix sangat khas sehingga siapa saja yang ketemu pasti tahu, oh itu si John Kepix. Dari ujung kepala sampai ujung kaki semuanya khas John Kepix. Tubuhnya pendek nggak tinggi juga nggak, gemuk nggak kurus juga nggak, matanya merem nggak melek juga nggak (lha terus piye?), kulitnya putih nggak hitam iya. Kulit John Kepix hitam legam seperti arang yang kecemplung aspal, perutnya sangat buncit seperti celengan semar sehingga kalau memakai baju nampak seperti lontong yang kebanyakan isi bahasa jawanya pating pecotbot. Rambut nya tipis seperti rambut jagung dan tumbuhnya jarang, sehingga dari jauh kepala John Kepix sepertinya botak, Makanya dia selalu memakai topi cabaret seperti punya pak Tino Sidin(pengasuh acara gemar menggambar di TVRI jaman duluuuu banget). Jidatnya menonjol kalau orang jawa bilang nonong seperti ikan Louhan itu lho, bukan Nonong Srimulat (itu Nunung mas) kedua matanya sipit seperti mata wayang kulit dan kedua telinganya lebar seperti kelelawar. Hidung nya agak mancung, tapi mancungnya ke dalam, mu- lutnya lebar dan giginya seperti biji timun tapi timun yang kelindes truk sehingga giginya nampak sangat tak beraturan. Hanya 2 gigi depan saja yang nampak menonjol disela-sela bibirnya yang seksi seperti dubur ayam yang selalu kembang kempis minta diisi. Kumis nya tumbuh dengan sangat malas sehingga bentuk- nya seperti rumput liar yang nggak pernah kena air.

Dengan morfologi seperti itu, dapat dibayangkan beta pa amburadulnya phisik John Kepix. Tapi meskipun bentuk tubuhnya seperti itu, John Kepix selalu membanggakan diri kalau dia sangat mirip dengan Nicholas Saputra bahkan dia bilang dia dan Nicholas Saput ra itu saudara kembar lain Bapak lain Babu, tentunya orang yang percaya omongan tersebut pasti sedang pingsan atau kalau tidak yang sedang kumat gilanya.

Yang membuat John Kepix sangat terkenal adalah profesinya. Dulu dia bekerja sebagai agen Togel, ke- mudia setelah Togel dilarang, dia beralih menjadi agen minyak tanah, lalu ketika minyak tanah mulai jarang dipasaran dan harganya naik secara ugal-ugalan, dia beralih profesi menjadi agen TKW. Tapi kare- na nasib TKW banyak yang mengenaskan di negri orang, John Kepix tidak mau melanjutkan bisnisnya dibidang eksport pembantu. Bosan sebagai agen pem- bantu terus menerus, akhirnya John Kepix beralih pro fesi menjadi seorang PENGANGGURAN sejati, saking terkenalnya menjadi pengangguran, dia pernah mendapat gelar sebagai The Best of pengangguran, lalu ia pernah mendapat anugrah sebagai pengangguran dengan penampilan terkemproh, pengangguran terseksi, pengangguran paling berbakat dan lain sebagainya. Bahkan sebuah majalah Flora dan Fauna pernah menobatkan dia menjadi pengangguran paling top abad ini. Fotonya ditampilkan di cover depan majalah berdampingan dengan foto Orang Utan Jawa dengan tulisan besar SERUPA TAPI TAK SAMA.

Dan sekarang, entah siapa yang mempopulerkannya tiba-tiba saja John Kepix beralih status dari seorang pengangguran menjadi seorang detektif merangkap sebagai orang pintar alias paranormal atau Dukun.

Istilahnya Dukun Tiban. Seperti halnya James Bond, agen rahasia Inggris yang memakai kode 007, John Kepix pun memakai kode rahasia. Kalau James Bond memakai kode rahasia 007, maka John Kepix memakai kode 024. Mengapa memilih nomer kode tersebut? Sebab John Kepix tinggal di wilayah Semarang maka kode telponnya adalah 024. Sebagai seorang Dukun, dia mempunyai semboyan yang sangat terkenal yaitu MENGATASI SEMUA MASALAH DENGAN MASALAH.

Sejak menjadi Detektif merangkap dukun tiban, : maka banyak orang yang datang ke rumah John Kepix  untuk meminta tolong Banyak sekali orang yang datang dengan berbagai masalahnya misalnya: kehilangan ayam, kehilangan uang, kehilangan kehormatan sampai kehilangan harga diri. Disamping itu banyak juga yang datang untuk berobat, konsultasi soal jodoh, rejeki , bahkan banyak juga orang yang pingin terpilih menjadi anggota Dewan datang ke tempat John Kepix, ada juga yang pingin jadi lurah, Bupati, Gubernur, artis, pelawak, penulis top balikan ada seorang calon ketua RT datang dengan sangat antusias ke tempat John Kepix. Tidak ada yang tahu dari mana John Kepix mempunyai kemampuan sebagai orang pintar padahal SD saja dia tidak lulus. Dia keluar dari sekolah karena takut dengan guru sejarahnya. Mengapa dia takut?

Download

INFORMASI

Musrenbang RKPD 2020: Ini Daftar 9 Prioritas Pembangunan Jawa Barat

BANDUNG, BAPPEDA JABAR –  Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan ...