ads

Tampilkan postingan dengan label Cerita Detektif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Detektif. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Juli 2017

The Legend Of Jhon Kepix

Judul : The Legend Of Jhon Kepix : Kisah Gokil Pengangguran Koclak.
Penulis : Y. Benny Indratno
Tebal halaman : 156 Halaman
Penerbit : Osmos

Namanya John Kepix

Seorang pria super misterius disingkat SUPETRUS yang sangat susah dicari tandingannya. Tidak ada yang tahu nama aslinya, asalnya dari siapa, ibunya dimana, ayahnya bagaimana, rumahnya mengapa eh dimana ding, kakeknya siapa dan lain sebagainya. Semuanya serba misterius. Menurut cerita, John Kepix ada di dunia ini bukan karena dilahirkan tapi karena di muntahkan. Hoek... hoek soorrr lalu lahirlah Dia..

John Kepix sangat misterius karena keberadanya seperti kentut, kadang ada kadang tidak ada, saat dicari dia tidak nongol saat tidak dicari dia nongol, saat dia nongol dia malah beol. Dia juga seperti jaelang- kung, datang tak diundang pulangnya naik ojek.

Secara Morfologi, Cashing John Kepix sangat khas sehingga siapa saja yang ketemu pasti tahu, oh itu si John Kepix. Dari ujung kepala sampai ujung kaki semuanya khas John Kepix. Tubuhnya pendek nggak tinggi juga nggak, gemuk nggak kurus juga nggak, matanya merem nggak melek juga nggak (lha terus piye?), kulitnya putih nggak hitam iya. Kulit John Kepix hitam legam seperti arang yang kecemplung aspal, perutnya sangat buncit seperti celengan semar sehingga kalau memakai baju nampak seperti lontong yang kebanyakan isi bahasa jawanya pating pecotbot. Rambut nya tipis seperti rambut jagung dan tumbuhnya jarang, sehingga dari jauh kepala John Kepix sepertinya botak, Makanya dia selalu memakai topi cabaret seperti punya pak Tino Sidin(pengasuh acara gemar menggambar di TVRI jaman duluuuu banget). Jidatnya menonjol kalau orang jawa bilang nonong seperti ikan Louhan itu lho, bukan Nonong Srimulat (itu Nunung mas) kedua matanya sipit seperti mata wayang kulit dan kedua telinganya lebar seperti kelelawar. Hidung nya agak mancung, tapi mancungnya ke dalam, mu- lutnya lebar dan giginya seperti biji timun tapi timun yang kelindes truk sehingga giginya nampak sangat tak beraturan. Hanya 2 gigi depan saja yang nampak menonjol disela-sela bibirnya yang seksi seperti dubur ayam yang selalu kembang kempis minta diisi. Kumis nya tumbuh dengan sangat malas sehingga bentuk- nya seperti rumput liar yang nggak pernah kena air.

Dengan morfologi seperti itu, dapat dibayangkan beta pa amburadulnya phisik John Kepix. Tapi meskipun bentuk tubuhnya seperti itu, John Kepix selalu membanggakan diri kalau dia sangat mirip dengan Nicholas Saputra bahkan dia bilang dia dan Nicholas Saput ra itu saudara kembar lain Bapak lain Babu, tentunya orang yang percaya omongan tersebut pasti sedang pingsan atau kalau tidak yang sedang kumat gilanya.

Yang membuat John Kepix sangat terkenal adalah profesinya. Dulu dia bekerja sebagai agen Togel, ke- mudia setelah Togel dilarang, dia beralih menjadi agen minyak tanah, lalu ketika minyak tanah mulai jarang dipasaran dan harganya naik secara ugal-ugalan, dia beralih profesi menjadi agen TKW. Tapi kare- na nasib TKW banyak yang mengenaskan di negri orang, John Kepix tidak mau melanjutkan bisnisnya dibidang eksport pembantu. Bosan sebagai agen pem- bantu terus menerus, akhirnya John Kepix beralih pro fesi menjadi seorang PENGANGGURAN sejati, saking terkenalnya menjadi pengangguran, dia pernah mendapat gelar sebagai The Best of pengangguran, lalu ia pernah mendapat anugrah sebagai pengangguran dengan penampilan terkemproh, pengangguran terseksi, pengangguran paling berbakat dan lain sebagainya. Bahkan sebuah majalah Flora dan Fauna pernah menobatkan dia menjadi pengangguran paling top abad ini. Fotonya ditampilkan di cover depan majalah berdampingan dengan foto Orang Utan Jawa dengan tulisan besar SERUPA TAPI TAK SAMA.

Dan sekarang, entah siapa yang mempopulerkannya tiba-tiba saja John Kepix beralih status dari seorang pengangguran menjadi seorang detektif merangkap sebagai orang pintar alias paranormal atau Dukun.

Istilahnya Dukun Tiban. Seperti halnya James Bond, agen rahasia Inggris yang memakai kode 007, John Kepix pun memakai kode rahasia. Kalau James Bond memakai kode rahasia 007, maka John Kepix memakai kode 024. Mengapa memilih nomer kode tersebut? Sebab John Kepix tinggal di wilayah Semarang maka kode telponnya adalah 024. Sebagai seorang Dukun, dia mempunyai semboyan yang sangat terkenal yaitu MENGATASI SEMUA MASALAH DENGAN MASALAH.

Sejak menjadi Detektif merangkap dukun tiban, : maka banyak orang yang datang ke rumah John Kepix  untuk meminta tolong Banyak sekali orang yang datang dengan berbagai masalahnya misalnya: kehilangan ayam, kehilangan uang, kehilangan kehormatan sampai kehilangan harga diri. Disamping itu banyak juga yang datang untuk berobat, konsultasi soal jodoh, rejeki , bahkan banyak juga orang yang pingin terpilih menjadi anggota Dewan datang ke tempat John Kepix, ada juga yang pingin jadi lurah, Bupati, Gubernur, artis, pelawak, penulis top balikan ada seorang calon ketua RT datang dengan sangat antusias ke tempat John Kepix. Tidak ada yang tahu dari mana John Kepix mempunyai kemampuan sebagai orang pintar padahal SD saja dia tidak lulus. Dia keluar dari sekolah karena takut dengan guru sejarahnya. Mengapa dia takut?

Download

Minggu, 28 Agustus 2016

Harriet The Spy : Pesan Misterius

Pesan itu muncul di mana-mana. Semua orang membicarakannya. Pada suatu hari di bulan Juli, untuk pertama kalinya Harriet dan Beth Ellen melihat seseorang mendapatkan satu pesan. Saat itu, mereka sedang berada di supermarket di Water Mill. Mereka berdiri di lorong dekat kasir, mengantre untuk membayar kue-kue mereka. Kasir wanita galak yang selalu mencurigai anak-anak sedang bersiap untuk menghitung belanjaan mereka. Tiba-tiba, dia menarik tangannya dari belakang mesin hitung seolah-olah baru saja digigit ular.

"Ya ampun, apa ...?" dia menjerit, dan perut Harriet hampir terbelah dua karena dia menjulurkan badannya melewati meja kasir untuk melihat. Wanita itu memegang sebuah potongan kertas besar berisi tulisan yang kaku dan ditulis dengan krayon merah:

TUHAN MEMBENCIMU

"Apa sih, ini? Apa maksudnya? Kenapa ada orang yang ingin melakukan hal ini? Apa yang bisa mereka dapatkan dengan ini? Kenapa mereka ingin mengatakan hal ini padaku? Kepadaku... kepadaku?" Wanita itu berteriak terus dan terus. Seorang pegawai lari mendekat. Manajer toko lari mendekat. Harriet berdiri dengan mata menyipit sambil memerhatikan. Beth Ellen melongo. Semua orang mulai bicara secara bersamaan.

"Jake dari toko makanan ternak pun dapat satu."

"Pesan-pesan itu ada di semua tempat di kota. Setiap orang di Water Mill sudah dapat satu."
"Kenapa nggak ada yang berbuat sesuatu? Apa sih ini?"

"Mereka sudah berbuat sesuatu. Tuan Jackson sudah melapor ke polisi."

"Apa yang terjadi?"

"Yah, mereka sedang menyelidiki. Mereka bisa apa? Mereka nggak bisa menemukan pelakunya."

"Mungkin mereka melindungi seseorang."

"Ya. Ini tidak ada waktu musim dingin. Mungkin salah satu dari turis-turis musim panas itu jadi gila."

Karena satu dan lain hal, semua orang menoleh dan memandang Harriet dan Beth Ellen. Harriet terlalu sibuk menulis semua hal di buku catatan yang selalu dia bawa sehingga dia tidak sadar, tapi Beth Ellen mulai berjalan ke pintu.

"Ini saja semuanya, Anak-Anak?" Kasir wanita itu tiba-tiba menjadi sangat judes dan resmi.

"Ya," kata Harriet, berharap kedengaran tak acuh.

Beth Ellen sudah berada di luar, di jalan. Harriet melihatnya bergegas menuju sebuah mobil hitam yang panjang.

"Yah, kamu perlu tahu," kata kasir wanita itu sambil memasukkan kue-kue ke dalam kantong, "ada orang-orang yang amat-sangat aneh selama musim panas ini."

Harriet berdiri sesaat dengan kantong plastik di tangannya, berharap wanita itu akan mengatakan lebih banyak, tapi dia hanya menatap Harriet seperti mengharapkan sesuatu. Merasa bodoh, Harriet berbalik mendadak dan meninggalkan toko itu.

Di luar, dia berjalan lambat menuju mobil. Udara pagi terasa nyaman, agak lembap, seperti memeluknya dengan hangat. Dia merasakan kebahagiaan yang dia rasakan setiap tahun. Kenangan setiap musim panas dalam hidupnya membuat udara seperti bertambah nyaman dan hangat. Semuanya begitu indah dan akrab: deretan pendek toko-toko sepanjang Jalan Raya Montauk, bendera di depan kantor pos kecil, papan bertuliskan ANDA MEMASUKI WATER MILL, NEW YORK. PERLAMBAT KENDARAAN DAN SELAMAT BERSENANG-SENANG, yang sekarang dicat putih bersih dengan tulisan hitam. Tetapi, pada akhir musim panas biasanya papan itu sudah dicorat-coret dengan tulisan-tulisan sinting.

Bahkan, Beth Ellen yang sedang duduk menunggu di kursi belakang mobil besar yang dikemudikan Harry, supir keluarga Hansen, terasa.....

Download

INFORMASI

Musrenbang RKPD 2020: Ini Daftar 9 Prioritas Pembangunan Jawa Barat

BANDUNG, BAPPEDA JABAR –  Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan ...