ads

Tampilkan postingan dengan label Politik Dan Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik Dan Sejarah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Juli 2018

Muhammad Al-Fatih 1453

Berkata Abdullah bin Amru bin Ash: “Bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah untuk menulis, lalu Rasulullah ditanya tentang kota manakah yang akan futuh terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma. Maka Rasulullah menjawab, ‘Kota Heraklius terlebih dahulu, yakni Konstantinopel” (HR. Ahmad)

Oleh karena itu, ekspedisi Sultan Mehmed II bukanlah ekspedisi yang biasa, ekspedisi yang dipimpinnya kali ini adalah ekspedisi kerinduan selama 825 tahun. Ekspedisi ini adalah puncak dari kekerasan niatnya atas Konstantinopel, nama yang telah memenuhi benaknya selama 23 tahun lamanya. Nama yang juga akan menghantarkannya menjadi panglima terbaik yang sempat diisyaratkan oleh Muhammad Rasulullah dari lisannya. 

“Sungguh Konstatinopel akan ditaklukkan oleh kalian. Maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang menaklukkannya.” (HR. Ahmad)
Bagi kaum Muslim, nama Konstantinopel berarti kemuliaan yang telah dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya dalam bisyarah mereka. Ramai dari kaum Muslim akan menyiapkan jiwa dan harta mereka untuk menjadi pasukan yang membebaskannya. Mental kaum Muslim pun telah dari awal dididik untuk menjadi seorang ksatria yang mempunyai tugas untuk mengelola dunia dan seisinya.

Pada awal pembentukan para sahabat, Rasulullah senantiasa mengarahkan visi mereka menjadi visi global, yaitu pembebasan seluruh dunia. Bagi kaum Muslim, Konstantinopel adalah penantian 825 tahun dan para syuhada telah menyirami tanah itu dengan darah suci mereka untuk menumbuhkan kemenangan di tanah itu maka tidak heran apabila janji Allah dan Rasul ini menjadi suatu sumber energi yang tidak terbatas, menyalakan api pengorbanan dan jihad fii sabilillah dalam setiap masa dan 5 setiap kepemimpinan.

Konstantinopel sendiri bukanlah sebuah kota yang lemah. Posisinya sebagai ibukota Byzantium, pewaris satu-satunya imperium Romawi menjadikannya memiliki semua teknologi perang dan kejayaan sistem militer Romawi yang sempat memimpin dunia, wilayah lautnya sangat luas dan armada lautnya menjadi yang terbaik pada masanya. Tembok Konstantinopel mempunyai prestasi selama 1.123 tahun menahan 23 serangan yang dialamatkan kepadanya. Hanya sekali saja tembok bagian lautnya pernah ditembus oleh 4 pasukan salib pada 1204, selain itu semua serangan sukses dinetralkan pasukan pertahanannya. Wajarlah penduduk dan pasukan Konstantinopel merasa berada di atas angin ketika Sultan Mehmed mengepung Konstantinopel. 

Mengapa momen ini terjadi, bagaimana kejadiannya dan apa yang terjadi setelahnya adalah sesuatu yang menjadi topik pembahasan dalam buku ini. Buku ini mengisahkan secara detail tentang pembebasan Konstantinopel dan menggambarkan sejelas-jelasnya kepribadian Mehmed II Al-Fatih dan keyakinannya pada janji Alllah dan Rasul-Nya. Tulisan ini bertujuan untuk mengupas apapun yang terjadi dalam momen pembebasan Konstantinopel dan bagaimana seharusnya mental seorang Muslim yang diberrtuk oleh Islam. Ini adalah sebuah cerita tentang keksatriaan Muslim dan keperkasaan pasukan kaum Muslimin. Ini adalah sebuah penuturan tentang masa lalu dan masa depan.

Kebanyakan kaum nasionalis fanatik memandang pengepungan dan pembebasan Konstantinopel pada 1453 sebagai permasalahan yang terjadi antara Turki yang diwakili oleh Utsmani dan Byzantium yang diwakili oleh Konstantinopel. Ini adalah reduksionisme salah kaprah. Turki sendiri adalah sebuah istilah yang baru dikenal setelah muncul Republik Turki setelah runtuhnya Khilafah Utsmaniyyah tahun 1924, sebelum itu kaum Turki tidak pernah menyebut diri mereka dengan Turki. Mereka menyebut diri mereka hanya Muslim. Maka sesungguhnya Utsmani sendiri adalah perwakilan dari kaum Muslim dan Byzantium adalah perwakilan dari dunia Kristen.

1453 tidak hanya momen yang merekam konflik antara Byzantium dan Utsmani, tetapi sesungguhnya adalah momen yang menjadi wadah pembuktian kaum Muslim akan agama yang benar dan pembuktian janji Allah dan Rasul-Nya. 

1453 sesungguhnya adalah puncak benturan yang terjadi di antara Barat dan Timur, Kristen dan Islam yang telah mengakar semenjak masa Rasulullah Muhammad. 1453 adalah sebuah masa depan yang telah lalu, sebuah kemenangan yang telah terjadi semasa Rasulullah masih berada di tengah-tengah para sahabatnya. 1453 bukanlah kemenangan Turki sehingga bukan hanya Turki yang patut berbangga dengan pembebasan Konstantinopel. 1453 adalah sebuah momen yang harus menjadi inspirasi bagi setiap Muslim akan jati diri mereka. Sebuah janji Allah yang yang menjadi kenyataan.[]

Download

Sabtu, 09 Juni 2018

3 Arsitek Jihad Modern

Buku ini kami persembahkan kepada Syaikh dan para ilmuwan Islam, yang merupakan sebaik-baik manusia pada zaman ini, seorang tokoh umat yang telah syahid namun masih tetap hidup, seorang yang memiliki akhlak mulia dan adab yang agung.

Kepada orang-orang yang telah menerima hati para hambanya yang ikhlas, seorang pemimpin yang mendapatkan kepercayaan para tokoh umat tanpa mencabut baiat walaupun orang-orang neo murjiah tidak menyukainya.

Kepada bapak dan pendidik para syuhada, pencetak para pahlawan dan inspirator bagi para ksatria, imam ahlus sunnah dan seluruh umatnya, baik dalam dakwah dan jihad, pemimpin mujahid Syaikh Abu Abdullah Usamah bin Ladin (semoga Allah menjaga dan melindunginya). Sambutlah ucapan penghormatan yang begitu besar dan agung ini, dan semoga Allah memanjangkan umurnya agar beliau dapat melihat daulah dan khilaf ah Islam berkibar tinggi diatas penjuru muka bumi ini, sebagaimana kabar gembira yang datang dari Rasul kita, Muhammad.

Kepada pemimpin daulah Islam Thaliban Mulia Muh-ammad Umar, tuan para mujahidin dan imam para muttaqin, pembela Islam yang menjadikan agama mulia, dengan menghidupkan syariat serta imam bagi ka-um yang zuhud, penolong sunnah dan pemberantas bid'ah yang telah meninggikan menara islam setinggi- tingginya di bumi jihad Afghanistan yang tercinta hing ga mampu berkuasa dengan agama Allah selama tujuh tahun.

Kepada pemimpin daulah Islam Irak Syaikh Abu Umar Al-Baghdadi (semoga Allah menjaga dan melindunginya), pembela jihad dan pelestari syariat di bumi Irak agar daulah Islam tetap tegak didalamnya, negeri Dua Sungai sebagai menara, petunjuk dan lentera yang bersinar terang, yang melenyapkan kegelapan para penjajah dan orang-orang zhalim.

Kepada orang-orang yang telah mengibarkan bendera Islam dengan setinggi-tingginya dan menjadi bagian dari pasukan Allah serta pahlawan kebenaran para mujahidin. Kalian bagaikan pemegang bara api yang berdiri memerangi pasukan musuh di negeri Islam, yang menjadi benteng dalam menghalangi musuh dan palang pintu yang tangguh dalam menghadapi serang-an para penjajah di Afghanistan, Irak, Somalia, Palestina dan negeri-negeri Islam lainnya.

Sungguh, Allah telah menjaga kesatuan Islam ketika para musuh umat ini berdiri dihadapan para pahlawan dan pembebas serta pelindung negeri yang berjiwa perwira. Mereka itulah yang membantah para juru dak wah yang jahat dan para pemimpin kesesatan (Lembaga Keagamaan yang memuji para thaghut dan berkata dusta dengan kalimat tauhid dan tuntutan-tuntutan nya.

Kepada para pasukan yang tidak kami kenal dari kala-ngan para mujahidin, yang meninggikan bendera Islam dengan pedang yang tajam. Supaya dengan kesungguhan dalam mempersembahkan kehormatan mereka untuk Islam dalam berbagai macam bentuk jihad baik dengan pena, lisan, penjelasan dan berbagai seni Islam lainnya.

Kepada orang-orang yang telah menggoreskan tintanya dengan perkataan yang jujur dan menjadi gambar an yang mengungkapkan betapa hormatnya mereka terhadap agama ini, serta bersungguh-sungguh dalam meninggikan dan meneguhkannya dimuka bumi.

Kepada para aktivis Islam yang tidak kami kenal, yang dengan tekad dan keyakinannya dipenuhi perasaan untuk membela agama Alah. Rabb semesta alam serta Rasulullah.

Kepada para tawanan yang telah membayar mahal kemuliaan Islam dengan jiwar raga serta umur mereka, agar ujian yang mereka alami menjadi sempurna. Di jalan Allah-lah mereka merasakan nikmatnya perjuangan yang di dasari oleh kelapangan hati dan jiwa yang tenang dan ikhlas. Sungguh, sangat besar pengorbanan mereka, mereka telah tinggalkan keluarga dan handai taulan, meneguk air kesedihan dan kesabaran terhadap cobaan dan ujian. 

Kepada istri-istri para syuhada dan mujahidin yang tetap bersabar dan memegang bara api ujian, semoga kebahagiaan baginya di dunia dan akhirat.

Kepada para keluarga mujahidin, orang-orang yang mereka cintai dan jama'ah-jama'ah mereka yang penuh perasaan hormat untuk Islam, dengan hati yang selalu bergejolak, doa yang tak pemah terlupakan dan materi yang diinfakkan untuk tujuan jihad yang tinggi di setiap tempat.

Kepada mereka yang lalai dan bodoh dari generasi um-at ini dengan berbagai cekokan-cekokan para ulama (Lembaga Keagamaan), para cendekiawan dan politikus serta orang-orang yang telah dilenakan dengan sio gan-slogan serta tertipu dengan angan-angan. Yang mengira bahwa mereka telah berbuat kebaikan, telah berdiri bersama musuh-musuh Islam tanpa mereka sadari, dan mengaku dengan ketulusan hati mereka, bahwa mereka telah membela Islam dan mempersembahkan kehormatan yang begitu besar dengan tujuan baik, maka ambillah para musuh Islam sebagai kehancuran dan kehinaan, sungguh, mereka Itu telah menjadi teman kalian dan tempat yang tandus lagi keras tanahnya.

bencana dan kesengsaraan. Sungguh, Allah telah meng uji para pemeluk agama ini dengan hadirnya mereka. Seperti halnya iblis yang menyeret para walinya ke dalam neraka, namun selamatlah musuh mereka (kaum muslimin) dari api neraka karena mereka mencari dan mendapatkan petunjuk Allah.

Kepada orang-orang yang mencari kebenaran dan berjalan menuju kendaraan petunjuk dengan dakwah dan jihad.

Kepada para juru dakwah umat, dengan berbagai ma-cam bimbingan dan keahlian mereka dari para aktivis Islam yang penuh tekad dan keyakinan.

Kepada orang-orang yang mencari hakikat, yang berkhidmat untuk Islam tanpa menyembah patung-patung kepalsuan atau syubhat para ulama penguasa yang memberikan pelajaran agama.

Kepada orang-orang yang ingin beribadah kepada All-ah dengan dakwah dan jihad serta pemahaman yang benar dan penglihatan yang jelas serta tekad yang bulat.

download

Senin, 24 Juli 2017

Proses Pembentukan Negara Dalam Islam

Judul : Proses Pembentukan Negara Dalam Islam
Penulis : Syaikh Abul A'la Al-Maududi
Penerbit : Pustaka LSI
Tahun : 1990

Bersama ini kami sajikan kepada para pembaca sebuah buku berharga karya Syuikh Abui A’la Al-Maududi. Buku ini beliau tulis setahun sebelum diproklamasikannya negara Pakistan, sebuah negara yang dimaksudkan sebagai Laboratorium Umat Islam pada abad modern. Negara ini merupakan perwujudan ide Muhammad Iqbal yang disambut dengan antusias oleh Ali Jinnah, seorang pemimpin besar muslim di anak benua India pada dekade 30-an sampai 50-an.

Terhadap gagasan mulia di atas Abul A’la Al-Maududi menyampaikan berbagai kritik, karena ia meragukan masa depan negara Islam yang dibentuk tidak sesuai dengan proses yang dijalankan oleh Rasulullah dengan para sahabatnya. Di dalam memberikan kritiknya ini Abui A’la Al-Maududi menjelaskan seeara filosofis, historis, dan operasional lahirnya sebuah negara, baik negara itu Islam, kapitalis, sosialis, dan lain sebagainya.

Maka untuk dapat memahami dengan baik tulisan Abui A'la Al-Maududi ini, kami persilakan para pembaca mengkaji dengan cermat uraian-uraiannya. Buku ini merupakan terjemahan bebas dari karya beliau yang berjudul Manhaj Inqilabil Islam. Dan dalam judul bahasa Indonesianya Proses Pembentukan Negara Dalam Islam -Sebuah Analisa Sejarah Nabi.

Harapan kami buku ini anda baca dengan tenang dan bersikap kritis. Karena buku ini adalah merupakan sualu analisa dan dapat dianggap sebagai suatu ijtihad penulisnya mengenai proses pembentukan masyarakat Islam di dalam hidup bernegara. Karena itu boleh jadi ijtihad penulisnya benar dan boleh jadi keliru. Dan janganlah sekali-kali buku ini dinilai sebagai indoktrinasi, apalagi dianggap sebagai usaha menebarkan benih pemberontakan atau kegiatan subversif sebab Islam mempunyai sejarah panjang dan sumber ajaran yang otentik sebagaimana disampaikan dan dipraktekan oleh Rasulullah dan diteruskan oleh para khulafaur rasyidin. Karena itu Islam memiliki karakteristik yang jelas terbuka untuk dikaji setiap saat. Termasuk di dalam objek kajian ini adalah berdirinya negara Islam yang pernah didirikan oleh Rasulullah di Madinah dan kemudian meluas wiyahnya dibawah pimpinan para Khulafaur Rasyidin. Fakta yang semacam ini tentu tidak dapat kita hapuskan dari sejarah dunia walaupun banyak orang tidak menyukainya.

Urgensi kami mengetengahkan pembahasan yang disajikan di dalam buku ini adalah untuk meluruskan pikiran-pikiran yang salah terhadap Islam oleh umat Islam sendiri. Karena melakukan introspeksi adalah suatu pekerjaan yang berat dan membutuhkan kejujuran, di samping keluasan ilmu. Sebab kita menyaksikan bahwa Islam saat ini terlihat kumuh akibat kebodohan umatnya sendiri. Untuk menghilangkan salah faham umat Islam terhadap ajaran Islam ini, khususnya mengenai negara, maka buku ini kami terbitkan.

Rasanya perlu umat Islam belajar berlapang dada untuk menerima kritik dari dalam. Karena kritik semacam ini lebih bernilai nasehat dan menggugat ketidakjujuran diri kita sendiri di dalam mempraktekkan ajaran Islam. Sehingga kita perlu melakukan perenungan sejenak untuk menilai, apakah pengakuan kita sebagai muslim sudah benar atau justru kita ini merupakan musuh Islam dalam selimut? Untuk menguak semua ini, tulisan Syaikh Abul A’la Al-Maududi ini ada gunanya untuk kita renungkan.


 

Sabtu, 17 Juni 2017

Bangkit Dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah

GARIS keturunan Bani Utsmani bersambung pada kabilah Turkmaniyah yang mendiami Kurdistan, pada awal abad ke-7 H (abad ke-13 M). Mereka berprofesi sebagai penggembala. Akibat serangan orang-orang Mongolia di bawah pimpinan Jengis Khan ke Irak dan wilayah-wilayah Asia Kecil; Sulaiman, kakek dari Utsman melakukan hijrah tahun 617 H/1220 M untuk menyelamatkan diri. Bersama kabilahnya, dia meninggalkan Kurdistan menuju Anatolia dan menetap di Kota Akhlath. Sulaiman sendiri meninggal tahun 628 H/1230 M. Dia digantikan salah seorang puteranya bernama Urthughril yang terus bergerak sampai mencapai Barat Laut Anatolia. Bersamanya terdapat sekitar 100 kepala keluarga yang dikawal lebih dari 400 penunggang kuda. 

Tatkala Urthughril, ayah Utsman, melarikan diri bersama keluarganya yang berjumlah sekitar 100 keluarga menghindari serangan orang-orang Mongolia, tiba-tiba dia melihat dengan jelas sebuah keributan. Tatkala mendekati lokasi keributan itu, disana dia mendapati satu pertempuran sengit antara kaum muslimin dan orang-orang Nasrani. Ketika itu, pendulum kemenangan berada di pihak orang-orang Byzantium. Melihat kenyataan tersebut, hati Urtughril terdorong untuk menolong saudara-saudaranya kaum muslimin. Bantuan ini ternyata menyebabkan kemenangan di pihak kaum muslimin atas orang-orang Nasrani. 

Seusai pertempuran, komandan pasukan Saljuk memberi penghargaan atas sikap dan bantuan Urtughril bersama rombongan. Dia memberikan sebidang tanah di perbatasan Barat Anatolia, di dekat perbatasan Romawi. Selain itu, dia diberikan wewenang menaklukkan wilayah-wilayah yang berada di bawah kekuasaan Romawi. Dengan demikian, pemerintahan Saljuk telah berhasil membentuk sekutu baru dalam berjihad melawan orang-orang Romawi. Persekutuan antara Saljuk dan negeri baru itu terjalin kuat, adanya satu musuh bersama (common enemy).

Aliansi itu terus terjalin kuat selama masa hidup Urtughril. Urtughril sendiri meninggal tahun 699 H/1299 M. Setelah meninggal dia digantikan oleh anaknya yang bernama Utsman. Dalam menjalankan roda pemerintahan, dia mengikuti kebijakan ayahnya dalam memperluas wilayah di negeri-negeri Romawi.

Pada tahun 656 H/1267 M, Utsman anak Urtughril lahir. Utsman inilah yang kemudian menjadi nisbat (ikon) kekuasaan Khilafiah Utsmaniyah. Tahun kelahirannya bersamaan dengan serbuan pasukan Mongolia di bawah pimpinan Hulaku yang menyerbu ibukota Khilafah Abbasiyah, Baghdad. Penyerbuan ini merupakan tragedi paling mengenaskan dalam sejarah kaum Muslimin.

Tentang kejamnya serbuan Hulaku itu, Ibnu Katsir menjelaskan, "Mereka datang menyerbu Baghdad, membunuh siapa saja yang bisa mereka bunuh baik laki-laki, perempuan, anak-anak, orang tua, orang jumpo, maupun remaja. Saking ketakutan, banyak orang yang bersembunyi beberapa hari di dalam sumur, di tempat-tempat binatang buas, tempat-tempat kotor, atau sama sekali tidak berani keluar rumah. Ada sebagian orang yang berusaha bersembunyi di dalam toko-toko, lalu mereka menutupkan pintu. Namun pasukan Mongol membuka pintu dengan paksa, baik dengan cara mendobrak atau membakar. Kemudian mereka memasuki toko-toko itu dan menyeret orang-orang di dalamnya ke atas atap-atap rumah, lalu dibunuh disana sehingga darah mengalir demikian derasnya. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Demikian pula orang-orang yang sembunyi di dalam mesjid, tempat-tempat pertemuan, semuanya dibunuh. Tak ada yang selamat kecuali mereka yang berasal dari kalangan Ahli Dzimmah, yaitu Yahudi orang-orang Nasrani dan orang-orang yang meminta perlindungan pada mereka.”




Minggu, 04 September 2016

Barack Hussein Obama

UNIK. Hanya itu kata yang rasanya pas untuk me­ngomentari diri Barack Hussein Obama. Saat Ameri­ka Serikat sedang gencar-gencarnya melancarkan "perang terhadap teror", yang (di)identik(kan) de­ngan Islam, Obama justru muncul sebagai kandidat presiden dengan "Muslim connection" yang sangat kuat.

Bagaimana tidak? Ayah kandungnya, Barack Hussein Sr., berasal dari keluarga Muslim Kenya. Meskipun di kemudian hari sang ayah dikatakan menjadi ateis, dan Obama sendiri kini seorang Kris­tiani, sanak kerabat Obama di Kenya hingga kini adalah Muslim yang taat. Contohnya saja nenek tiri Obama, Sarah Hussein Obama, hingga kini masih ra­jin bangun pagi untuk shalat subuh. Namanya sen­diri, "Barack Hussein", makin memperkuat kesan "Muslim connection". "Barack" ternyata berasal dari bahasa Arab, baraka, dan "Hussein" tentu lebih kentara lagi. Lebih "celaka" lagi, tokoh bernama Hu­ssein yang paling lekat dalam benak orang Amerika adalah Saddam Hussein yang sudah dicap sebagai penjahat besar. Tak heran, nama Barack Obama pun akhirnya dengan gampang dipelesetkan menjadi "Barack Osama".

Lebih seru lagi, masa kanak-kanak Obama se­bagian dilewatkan di tengah-tengah masyarakat Muslim tepatnya di Jakarta, Indonesia, negara Mus­lim terbesar di dunia. Setelah bercerai dengan Ba­rack Hussein Sr., ibu Obama menikah dengan Lolo Soetoro, seorang Jawa yang lagi-lagi Muslim. Oba­ma sekeluarga pun diboyong ke Jakarta. Di sana, Obama bergaul akrab dengan anak-anak tetangga yang mayoritas Muslim. Konon dia suka juga ber­main di masjid dan bahkan ikut belajar mengaji. Di sekolahnya, karena ibunya tak beragama, Obama didaftarkan beragama Islam, mengikuti agama ayah tirinya. Tak heran di kemudian hari muncul isu di Amerika bahwa Obama pernah bersekolah di sebuah madrasah di Jakarta.

Dengan "Muslim connection" yang amat kuat ini, bisakah Obama menjadi presiden kulit hitam per­tama Amerika Serikat? Pertanyaan sejenis itu akhir- akhir ini selalu melayang setiap kali media atau orang membicarakan pemilihan Presiden Amerika Se­rikat 2008 nanti. Sejak mulai berkampanye menca­lonkan diri sebagai presiden, nama Obama langsung menyedot perhatian dan perdebatan semua pihak, baik media massa, warga negara Amerika Serikat, masyarakat umum, termasuk sebagian bangsa Indo­nesia. Bahkan media misalnya Newsweek terang- terangan berani berspekulasi mengenalkan dia seba-- gai "orang kulit hitam pertama yang dipandang mungkin sebagai pemenang".

Barack Obama memang sedang menunggang angin. Ia tengah jadi rising star politik Amerika Seri­kat yang sejak dipimpin George W. Bush reputasi­nya sangat tidak populer akibat ketetapan politik yang sangat agresif, militeristik, dan suka campur tangan pada urusan dalam negeri sejumlah negara lain. Orang yang sumpek pada berbagai keputusan Bush Junior, berharap muncul kesegaran dari pemili­han presiden baru, dan ternyata harapan itu muncul lebih awal, salah satunya pada diri Obama. Tentu saja Obama bukan satu-satunya calon presiden yang menarik perhatian maupun paling berpeluang; tapi angin sedang condong padanya dibandingkan pada kandidat lain. 
 
Kubu Partai Demokrat, Republik, dan Independen masing-masing punya sejumlah na­ma calon, namun boleh diperdebatkan bahwa setiap orang mengamini bisa jadi yang paling menarik per­hatian ialah Barack Obama. Di antara semua calon presiden, tak pelak lagi dia yang paling beda. Hanya dia yang berkulit hitam, salah satu calon presiden paling muda saat ini (2007) usia dia 45 tahun. Po- lling calon presiden di negaranya, baik yang dise­lenggarakan lembaga tertentu atau media massa, membuktikan bahwa reputasi Obama terus-terusan naik dan positif, bahkan ada kalanya dia menduduki urutan pertama mengungguli kandidat lain yang ja­uh lebih senior dan berpengalaman. 
 
Menyaksikan itu, tentu Obama punya "sesuatu" di luar prakiraan banyak pihak bahwa kemunculannya amat tiba-tiba, menyeruak di antara sejumlah tokoh politik mapan, didukung latar belakang sejarah keluarga yang pan­jang dan mengagumkan. Dibandingkan faktor itu se­mua, Obama seolah-olah anak bawang yang tiba- tiba jadi pujaan hanya karena memiliki pesona/ke- unggulan pribadi tertentu. Tapi ternyata dia pelan- pelan memantapkan reputasi dan terus membangun keyakinan dan kemungkinan bahwa dia layak dipilih menjadi presiden sebuah negara adidaya.

Momen politik Obama terjadi ketika dia terpilih sebagai salah satu pemberi pidato utama pada Kon­vensi Nasional Demokratik 2004 (Démocratie Natio­nal Convention, DNC); waktu itu dia sedang menjadi.....
 
Download

Jumat, 02 September 2016

Rahasia Dibalik Penggalian Al-Aqsa

Ada persoalan penting yang layak dipahami bersama, yaitu sejak kapankah seluruh situs di Yerusalem ini menjadi penting bagi muslimin, Yahudi, dan Kristen? Apakah dahulunya ia hanya sebuah kota di perbukitan yang gersang, lalu dibangun oleh Bani Umayyah, Abbasiyah, Fatimiyah, dan Mamaluk? Atau, mungkinkah pada saat Khalifah Umar bin Khattab mengunjungi kota itu, maka di sana sudah terdapat kuil peribadatan pada puncak bukitnya entah itu sebagian atau seluruhnya lalu dialih fungsikan oleh para penguasa Muslim? Mengapaumat Yahudi menganggap tempat ini suci? Bagaimana puladengan posisi Kristen? Apa-bila kajian ini tidak ditinjau secarasistematis dan kronologis, maka tentu sulit memahami seluruh persoalan yang terjadi, terutama mengenai nasib kota ini dan Bait al-Maqdis di masa mendatang.

Paling tidak, kajian historis ini dapat dibagi menjadi empat periode waktu, yang disusun menjadi empat subbab utama. Pertama, pandangan sejarah tentang kebermulaan kota Yerusalem. Kedua, periode penguasaan bangsa Israel atas Yerusalem dan sekitarnya. Ketiga, periode penguasaan umat Kristen atas Yerusalem. Adapun yang keempat adalah periode penguasaan muslimin dan perubahan yang pernah terjadi,hingga kondisi Yerusalem saat sekarang.

Selain metode ini ini bisa dibilang cukup adil, ia juga mampu memberikan suatu wawasan yang sesuai tentang asal muasal kota yang telah diperebutkan oleh berbagai bangsa selama hampir 5 milenium. Dan sekarang, tanah diperbukitan Moria yang luasnya tak lebih dari empat la-pangan sepak bolaitu, tengah dipersengketakan kembali oleh sekitar 3 milyar orang sejak tahun 1947 Masehi. Jumlah itu adalah sekitar setengah penduduk dunia!

Jadi, alangkah baiknya bila muslimin segera menyadari pentingnya persoalan Yerusalem ini. Sehingga jangan pernah berpikir bahwa ada masalah muslimin lainnya yang serumit Yerusalem. Sebab, apabila kota Mekah adalah mercu suar Islam yang pertama, maka kota Yastrib (Madinah al-Munawarah) adalah kota kedua yang meneguhkan Islam di seluruh pelosok Arabia. Sedangkan kota Yerusalem, ia merupakan kota yang menjadikan Islam bersinar dari Maroko sampai Indonesia. Bahkan hingga kota Big Apple alias New York di Amerika Serikat.
Sudah maklum dalam sejarah agama-agama Ibrahimik (Yahudi, Kristen dan Islam) bahwa syariat Tauratnya bangsa Israel baruefektif setelah datangnya Nabi Musa (as) dan Harun (as). Namun era kedua nabi itu tidak menandai bermulanya sejarah bangsa Israel, karena sejarah mereka sudah dimulai sejak seorang cucu Ibrahim (as) yang bernama Yakub (as) diberi gelar Ish-ra-el (baca:Israel) oleh Tuhan, Sejak itulah seluruh keturunannya pun disebut Bani Israel atau Bani Yakub.

Akan tetapi, pembahasan ini tidak khusus menitik beratkan mengenai sejarah bangsa Israel. Yang ingin difokuskan justru mengenai sejarah kota Yerusalem, yakni sejak kapankah bangsa Israel mulai menghuni Yerusalem? Apakah bangsa ini adalah orang-orang pertama yang menjajakkan kakinya di sana? Atau apakah wilayah itu pernah dihuni oleh bangsa-bangsa lain sebelumnya?

Perlu diketahui bahwa sejarah kehidupan umat manusia diwilayah ini telah bermula sejak 3000 SM. Hal ini terbukti dari naskah-naskah kuno bangsa Mesir yang berasal dari periode 1900-1800 SM. Surat-surat Amarna milik penguasa Mesir (± 1400 SM) juga jelas membuktikan bahwa seluruh daratan ini, saat itu, berada di bawah kendali Kerajaan Mesir. Pada salah satu surat tersebut, ditemukan seorang gubernur kota ini yang bernama Abdu Heba dan dia pernah meminta pasukan dari Kerajaan Mesir untuk memerangi kaum Habiru. Mungkin sekali bahwa kaum Ha- biru inilah penghuni asli daerah khebrone (baca:Hebron). Atau mungkin juga ia merujuk kepada sekelompok keturunan dari cicitnya Sam putra Nabi Nuh (as), yaitu Eber (Hebrew) atau Ibrani

Sedangkan menurut Perjanjian Lama, nama kota ini pada zaman Nabi Ibrahim (as) adalah Salem. Saat itu, penguasa kotaini bernama Melkisedek yang juga menduduki posisi sebagai Imam Tuhan.3 Menurut tradisi Yahudi, kota ini awalnya memang didirikan oleh keturunan moyang Ibrahim (as) yang bernama Sam putra Nuh (as). Tapi Alkitab juga meriwayatkan bahwa sewaktu Ibrahim mampir ke Sikhem, maka seluruh daerah itu telah dihuni oleh bangsa Kanaan.4 Kanaan adalah salah seorang cucu Nabi Nuh (as) dari putra keduanya yang bernama Ham. Darinya muncullah bangsa Misraim (Mesir), Filistin (Palestina), dan lain sebagainya.

Dapat disimpulkan, para penghuni asli daerah itu adalah bangsa Palestina yang menurut Alkitab berasal dari keturunan Ham.6 Sedangkan Ibrahim (as) dan keturunannya adalah pendatang di Palestina, "Dan masih lama Ab- raham tinggal sebagai orang asing di negeri orang Filistin."? Fakta ini sekaligus membuktikan juga bahwa saat itu tidak pernah ada Rumah Tuhan milik umat Yahudi di kota Salem atau Yerusalem sepertiyang mereka dakwa- kan. Bahkan selain itu, Alkitab meriwayatkan lagi bahwa setelah Nabi Yusuf (as) diberi kekuasaan oleh Allah di Mesir, maka seluruh Bani Yakub atau keturunan Israel telah meninggalkan tanah Kanaan dan menetap di Mesir.
Dalam hal ini, umat Yahudi sering mengatakan bahwa sebab utama yang menjadikan mereka berhak atas tanah Kanaan khususnya kota Yerusalem adalah adanya Rumah Tuhan yang pernah didirikan oleh Raja Salomo (Sulaiman) yang berasal dariketurunan Israel. Namun perlu ditegaskan bahwa sejarah Bait (rumah) Allah di dalam agama samawi tidak bermula di kotaSalem atau Yerusalem. Tapi permulaannya adalah di wilayah Hijaz (atau peninsula Arabia) pada zaman Nabi Ibrahim (as).Tepatnya di kota Mekah.
Fakta ini bisa dirujuk dalam Alkitab yang meriwayatkan bahwa Utusan Tuhan yang pernah merebut kota Yerusalem adalah Nabi Daud (as).9 Dan Saat itu, di Yerusalem belum ada Bait Allah milik bangsa Israel. Alasannya,Musa (as) dan Harun (as) hingga ke periode Nabi Daud (as), bangsa Israel belum memiliki Bait Allah yang sifatnya permanen. Hal itu terjadi karena sejak zaman Nabi Musa(as) dan Harun (as), Bait Allah milik bangsa Israel masih portabel. Ia disebut sebagai Tabut.10 Menurut Alkitab, didalamnya berisi loh-loh yang pernah diterima oleh Nabi Musa (as) di gunung Horeb-Sinai.n Dan selama hijrah dari Mesir menuju Kanaan, bangsa Israel selalu menggotong Tabut yang disimbolkan sebagai Bait Allah-nya bangsa Israel, termasuk dimasa peperangan. 12 Alkitab meriwayatkan bahwa di era Nabi Musa (as) dan Harun (as), Tabut itu selalu ditempatkan di dalam Kemah Suci.
Download

Senin, 29 Agustus 2016

Zaman Edan : Indonesia Diambang Kekacauan

MENJELANG AKHIR kunjungan pertama saya ke Indonesia, saya tinggal di sebuah rumah di ping gir hutan dan saya mendapatkan mimpi terburuk yang pernah saya alami seumur hidup. Rumah itu adalah sebuah bungalo kayu beratap jerami. Di satu sisinya ada jalan dan di sisi lainnya ranjang kayu tempat saya tidur di udara terbuka. Pohon kelapa dan pepohonan berbunga tumbuh lebat di lereng yang menuju sungai di dasar lembah yang curam. Pada malam hari, bunyi mobil dan motor reda, sementara suara-suara dari hutan meramaikan seputar tempat tidur saya: bunyi elektris serangga-serangga, kepakan sayap burung-burung, gemericik air mengalir.

Saya melewatkan malam demi malam sendirian di kafe dan bar turis di sepanjang jalan itu. Belakangan, setelah saya tertidur diiringi riuh-rendah bunyi-bunyian rimba belantara di telinga, saya bermimpi tentang pisau-pisau dan wajah-wajah, serta makhluk alien raksasa setengah lobster setengah tawon. Saya bermimpi tentang ponsel yang tak mau berhenti berdering dan percakapan tanpa henti dengan seseorang bernama Kolonel Mahmud.

Pulau Bali, tempat saya menginap, adalah tempat yang damai. Kekerasan di Jakarta tidak menimbulkan riak apa-apa di sini. Atau, begitulah kesan yang tampaknya dengan susah payah ingin diberikan oleh masyarakat setempat: perempuan yang menyerahkan kunci bungalo kepada saya sambil tersenyum, anak lelaki bersarung yang datang pagi untuk menyapu lantai dan mengganti seprai. Setiap hari dia membawakan sesajian kelopak bunga dan nasi yang diletakkannya di tempat yang tinggi untuk berterima kasih kepada roh-roh penjaga, dan di tanah untuk menjinakkan roh-roh jahat. Dia menunjukkan kepada saya bagaimana cara memanggilnya dengan menggunakan gong kayu yang tergantung dari bawah talang atap bungalo itu. Bagian badan gong yang rumpang diukir menjadi bentuk hantu menyeringai; tongkat penabuhnya adalah penis besar menegang yang dijulurkan sang hantu di antara cakar-cakarnya. Tapi, entah sesajinya kurang banyak atau hantu itu kurang menyeramkan, malam berikutnya mimpi buruk itu datang lagi.

Mimpi itu berawal dengan suara Kolonel Mahmud di telepon. "Kau tak cukup kuat!" dia memekik. "Atau tak cukup pintar. Ya! Dan selama ini kau orang yang terlalu baik, pula!" Dalam mimpi itu saya mencoba mengenyahkan telepon itu, membakarnya, bahkan membenamkannya di bak mandi, tetapi tetap saja ia mengapung berdering ke permukaan, sementara sang kolonel dan orang-orangnya semakin dekat.

Persoalan di Jakarta sudah membuat saya letih, barangkali lebih letih dibandingkan yang saya sadari.

Berawal dari sebulan lalu dengan kejadian yang tak terduga: demonstrasi massa oleh anggota partai demokrat oposisi. Siang malam ratusan orang memenuhi markas partai, menyanyi, bercerita, dan menyampaikan pidato-pidato mendukung demokrasi. Semuanya berhati-hati jangan sampai menyebut nama sang presiden, tetapi setiap orang tahu bahwa demonstrasi itu merupakan tantangan langsung ke arahnya, kritikan paling kuat dan tajam yang pernah dihadapinya dalam tiga puluh tahun. Ini tindakan yang sungguh-sungguh berani; sepertinya di luar dugaan bahwa demonstrasi itu bisa diperbolehkan. Tetapi, hari-hari berlalu dan para demonstran dibiarkan tanpa gangguan.

Suatu malam saya mengunjungi mereka di markas be sar. Tempat itu sarat hiasan bendera-bendera dan potret pemimpin oposisi seukuran poster. Pagi berikutnya, persis setelah fajar, markas itu disergap oleh komando berpakaian sipil. Barisan polisi membentengi para penonton saat penyerang melemparkan batu ke arah bangunan itu; setibanya di dalam mereka mengeluarkan pisau. Ratusan demonstran ditahan dan orang-orang bilang banyak di antara mereka ditusuk sampai mati dan tubuh mereka diam-diam dibuang. Sore itu terjadi kerusuhan di berbagai tempat di Jakarta, dan bangunan perkantoran bertingkat tinggi terbakar dengan asap hitam. Untuk pertama kalinya seumur hidup, saya melihat jalanan dipenuhi pecahan kaca, tank baja maju perlahan ke arah kerumunan manusia, dan perempuan-perempuan menjerit karena marah serta terkejut.

Adalah penting untuk tidak kehilangan ketakjuban pada hal-hal semacam itu.

Tapi, kini saya di Bali, pulau pelesir kecil di sebelah timur Jawa, dan saya berada di sini untuk bersantai. Saya memilih untuk menjauhkan diri dari pantai dan sebagai gantinya menelusuri sisi pedalaman pulau itu. Rimba ini menenangkan saya, tapi mencemari tidur saya dengan mimpi-mimpi buruk.

Saya bermimpi menaiki kapal besar karatan. Kapal itu sesak dengan penumpang bisu berkulit gelap. Kapal bergerak lamban memabukkan di atas air ketika saya naik. Saya bermimpi sedang mengejar kupu-kupu besar di dalam hutan. Binatang buas besar mengawasi saya dengan mata hijaunya. Kemudian ponsel itu berdering, dan saya tahu kalau saya menerimanya tentu saya akan mendengar suara menyalak Kolonel Mahmud.

Pada siang hari saya duduk membaca di depan bu ngalo, atau berjalan melewati restoran-restoran itu dan turun ke desa. Saya mengunjungi sebuah taman tempat monyet-monyet menatap cemberut dari pepohonan dan kemudian, di sebuah toko cendera mata, saya membeli satu set gong lengkap dengan tongkat penabuhnya yang serupa penis. Saya bertemu sepasang orang Jerman yang mengaku mereka juga dapat mimpi buruk di Bali, yang laki-laki tentang babi hitam raksasa, yang perempuan tentang "hantu dan tamu-tamu". Dan, pada hari terakhir saya sendiri berjumpa dengan cerita hantu.

Saya pergi bersepeda ke sebuah tempat di pinggir desa tempat ribuan bangau putih berkumpul pada senja hari. Burung-burung itu datang dari berbagai penjuru pulau, semuanya bertungkai hitam dan berleher kurus, melipat badan saat akan hinggap di puncak-puncak pohon. Seorang lelaki Bali mengatakan kepada saya bahwa burung-burung itu adalah roh orang-orang yang mati dalam pembantaian besar tiga puluh tahun silam. Kebanyakan tidak pernah dikuburkan; tak ada doa yang dibacakan buat mereka. Mereka gentayangan di hutan-hutan dan sawah-sawah, serta ribuan di antara mereka berdiam di sini dalam bentuk burung-burung putih itu.

Malam itu saya membuka buku sejarah yang saya beli di Jakarta dan mulai membaca tentang pembantaian anti-komunis pada 1965 dan 1966, yang dengan standar apa pun merupakan salah satu pembantaian massal terburuk sepanjang abad kedua puluh.

Pembantaian itu dimulai setelah sebuah upaya mis terius menggulingkan presiden yang lama, dipimpin oleh perwira tentara sayap kiri. Dalam beberapa pekan, sekelompok milisi dan serdadu mengepung para pendukung komunis, entah nyata entah khayalan. Ada daftar orang-orang tertuduh dan daftar orang-orang yang harus dibunuh. Seluruh keluarga, seisi desa, ditangkap. Orang-orang yang dicurigai digiring ke parit-parit atau tempat terbuka di tengah hutan dan dieksekusi dengan arit, golok, serta batang besi.

Di seantero negeri barangkali setengah juta orang tewas, seperlimanya di Bali yang kecil. "Banyak anggota partai yang ditikam dengan pisau atau sangkur," kata buku itu. "Tubuh-tubuh buntung dengan kepala terpenggal dibuang di sungai-sungai ... Di pulau Bali, satu-satu provinsi di Indonesia dengan penganut Hindu terbanyak, pembunuhan meluas tak kalah garang. Para pendeta mengimbau pengorbanan baru untuk memuaskan roh-roh yang dendam."

Di tengah teror dan kekacauan pada 1966 inilah kekuasaan Presiden Soekarno beralih ke "Orde Baru", pemerintahan Jenderal Soeharto. Dalam tiga dekade sejak saat itu Soeharto telah membangun kembali negeri.....
Download


Di Balik Sosok Gejolak Ekonomi Dunia

Ia adalah Alan Greenspan, ahli ekonomi New York yang    sederhana namun dikenal luas    dan telah berpengalaman menjadi ketua the Council of Economic Advisers (CEA) di Gedung Putih Ford. Menurut James A. Baker Kepala Staf Gedung Putih, Greenspan adalah tokoh yang sempurna untuk The Fed (Bank Sentral AS). Ia telah mengenal orang ini secara dekat selama belasan tahun. Baker menjadi menteri perdagangan pada tahun 1975 pada pemerintahan Ford dan pernah menghadiri pertemuan yang membahas kebijakan ekonomi Gedung Putih di mana Greenspan selalu dapat memberikan pendapatnya yang bijaksana. Ketika Baker melaksanakan kampanye Presiden Ford tahun 1976, ia mengikutsertakan Greenspan sebagai juru bicara ekonomi dalam kampanye tersebut. Dan pada tahun 1980, Greenspan telah memberikan bantuan penting dalam merancang pidato ekonomi utama untuk kandidat Presiden Reagan.

Salah satu momen terbaik Greenspan adalah menjadi kepala dari bipartisan Komisi Nasional untuk Reformasi Keamanan Sosial yang telah memulihkan sistem Keamanan Sosial sehingga mencapai kondisi finansial temporer yang baik pada tahun 1983. Bagi Baker, Greenspan telah menjadi penentu dalam proses pembangunan konsensus antara partai Demokrat dan Republik. Baker sendiri memimpin sejumlah proses negosiasi bipartisan rahasia di rumahnya.

Ketika Baker meninggalkan Gedung Putih tahun 1985 untuk menjadi menteri keuangan, ia meminta Greenspan untuk membantunya dalam dengar pendapat dengan anggota Senat. Sekali lagi, Baker dapat melihat bahwa Greenspan sangat cerdik dalam memberikan nasihatnya, dan ia lihai juga dalam berpolitik.

Baker merasa bangga pada dirinya sendiri karena da¬pat mengantisipasi beberapa lonjakan dari sebuah kepu- tusan. Ia juga tidak ambil pusing ketika teman lamanya di Texas, yaitu Presiden George Bush, menjadi kandidat presiden untuk pemilihan tahun depan. Bagi Baker, memiliki seorang ketua The Fed dari partai Republik yang dapat diandalkan dalam kepemimpinan Bush pada tahun 1988, akan membawa perubahan besar pada dunia.

Baker sangat yakin bahwa Greenspan adalah orang yang mereka butuhkan di The Fed karena ia seorang pemain tim.

Pada tahun 1987, Reagan mengikutsertakan Ketua Senat Partai Republik (Senate Republican Majority), Howard H. Baker Jr., sebagai kepala staf untuk menyelamatkan kepresidenan selama skandal kontra Iran. Howard Baker, seorang politikus Washington yang bijaksana dan santun telah mewakili Tennessee di Senat selama 18 tahun. Ia menjadi wakil ketua Komite Senat Watergate pada tahun 1973-74 dan mengamati berbagai kebohongan dan kecurangan dalam pemerintahan presiden Nixon.

Ketika ia menerima tawaran Reagan untuk menjadi kepala staf Gedung Putih, ia menuntut untuk dapat menjadi bagian dalam pengambilan keputusan penting dan rahasia.

Baker dari Tennessee duduk dengan tenang ketika Presiden dan Baker dari Texas berbicara beberapa kali tentang kepemimpinan The Fed yang mendatang. Jim Baker ingin menyingkirkan Volcker Ketua The Fed kala itu, dan ia sangat mendukung Greenspan. Howard Baker tahu bahwa Greenspan sangat baik. Keduanya telah bergabung dalam partai Republik di tahun 1970, dan mereka merupakan teman lama dan mitra bermain tenis di klub pribadi Jim Baker di pinggiran kota Virginia.

Suatu hari dalam musim semi, Baker mengundang Greenspan, yang menjadi ketua perusahaan konsultan bisnis pribadi di New York City, dan memintanya datang ke Washington untuk berjumpa dengan mereka di rumah Jim Baker di Northwest Washington.

Mereka punya satu pertanyaan, apakah Greenspan akan bersedia dicalonkan menjadi ketua The Fed?

Jika Paul tidak bersedia, maka Greenspanlah yang akan menjawab "Saya bersedia."

Jim Baker mengatakan bahwa Presiden akan memper-timbangkan pilihannya. Mereka hanya ingin memastikan bahwa jika mereka membutuhkan Greenspan, maka Greenspan sudah siap.

"Apabila Anda memerlukan saya, saya akan siap," kata Greenspan.

Ia ingin ada jaminan bahwa maksud keberadaannya dalam pertemuan tersebut tetap dirahasiakan. Bila hal ini diketahui, maka akan merusak kepercayaan dan mereka akan berpikir akan ada rencana untuk mengganti Volcker. Akibatnya pasar uang akan menjadi sangat tidak stabil. Howard Baker mengatakan bahwa diskusi tentang.....

Download

Cuci Otak Metoda Baru Merusak Islam

Langkah-langkah mereka sangat strategis, sejarah pun belum pernah  melihat makar dan tipu daya yang lebih jahat dan lebih buruk daripadanya. Dan pada masa sekarang banyak umat Islam yang hangus terbakar olehnya. Untuk menghancurkan bangunan umat yang megah dan mulia dalam hal pikirannya, jiwanya, akhlaknya, maupun sejarahnya, mereka menempuh tiga langkah yang membahayakan, yaitu:

Pertama: Mengosongkan pikiran, hati, dan jiwa generasi muda Islam dari pikiran- pikiran Islami, dan dari akhlak Islami, serta mencabut semua pengaruhnya. Inilah yang terkenal dengan istilah cuci otak.

Kedua: Mengisi pikiran, hati dan jiwa mereka yang telah kosong dengan ide-ide dan pemikiran yang penuh kebohongan dan kepalsuan, agar dapat melayani kehendak dan kemauan musuh dan untuk menghancurkan eksistensi umat Islam.

Ketiga: Mengerahkan pasukan yang mereka ciptakan untuk merobohkan sendi-sendi bangunan umat, memerangi pikiran dan aqidahnya, atau akhlak dan jalan hidupnya, serta memutarbalikkan sejarah serta keagungan Islam dan umatnya.

Untuk mencuci otak generasi muda Islam dari ajaran dan akhlak Islam, serta agar tidak mengenal dan mengetahui lagi wajah ajaran Islam yang sebenarnya, musuh-musuh Islam itu menggunakan cara-cara sebagai berikut:

Pertama - Memisahkan ilmu agama dari ilmu-ilmu umum dan membuat jurang pemisah yang amat dalam antara keduanya, dan mempertentangkan kedua jenis ilmu tersebut. jalan untuk memperoleh kekayaan dan kedudukan duniawi dimudahkan bagi para peminat ilmu umum dan jalan bagi para penuntut ilmu agama ditutup  rapat. Tidak hanya sampai di situ, mereka pun berusaha menjauhkan peminat ilmu umum dari ilmu-

ilmu agama, dan sebaliknya menjauhkan para peminat ilmu agama dari  ilmu-ilmu umum agar tidak tampak kaitan dan ikatan antara kedua ilmu tersebut. Pemisahan ini dimaksudkan agar kaum muslimin tidak dapat mencapai kemuliaan duniawi dan ukhrawi sekaligus.

Dengan pemisahan dan pemilahan ini, maka timbullah fanatisme pada masing-masing kelompok terhadap ilmu yang ditekuninya, dan bersimpang pula jalan yang mereka tempuh, sehingga menumbuhkan benih-benih perpecahan dan pertentangan. Masing- masing kelompok berkeyakinan bahwa ilmu agama dan ilmu umum memang bertentangan. Padahal semua bidang ilmu adalah untuk mencari hakikat kebenaran, sedangkan antara hakikat-hakikat itu tidak ada pertentangan sama sekali, bahkan saling berkaitan dan bersesuaian. Pertentangan hanya akan terjadi antra kebenaran dan kebatilan, antara dusta dan kejujuran.

Dengan adanya pernisahan ini, maka para peminat ilmu agama di negara-negara Islam menjauhkan diri dari semua lapangan kehidupan kecuali hal-hal yang berkaitan langsung dengan masjid, ibadah-ibadah ritual (mahdhah), dan kegiatan-kegiatan agama secara khusus dengan menyempitkan jalan pencarian rizkinya. Adapun di luar itu, mereka sama sekali menutup diri, sehingga terisolasi dari kegiatan-kegiatan sosial. Bila mereka mengemukakan pemikiran dan gagasan, masyarakat pun tidak menerimanya. Dengan demikian, mereka tidak dapat lagi mengikuti aktifitas orang-orang upahan musuh-musuh Islam dan antek-anteknya yang sengaja membuat kerusakan dalam segala aspek kehidupan.

Download


Minggu, 28 Agustus 2016

Pengakuan Bandit Ekonomi

John Perkins adalah penulis asal Amerika Serikat (AS) yang mengungkapkan kejahatan korporatokrasi yaitu jaringan yang bertujuan memetik laba melalui cara-cara korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dari negara-negara Dunia Ketiga, termasuk Indonesia. Dalam bukunya yang pertama, Confessions of An Economic Hit Man (2004) Perkins menyebut dirinya Bandit Ekonomi atau EH Ml yang bekerja di perusahaan konsultan MAIN di Boston, AS.

Cara kerja mereka mirip mafia karena menggunakan semua cara, termasuk pembunuhan, untuk mencapai tujuan. Ia mengungkapkan bandit-bandit ekonomilah yang melenyapkan Presiden Panama Omar Torrijos dan Presiden Ekuador Jaime Roldos. "Kita melakukan pekerjaan kotor. Tak ada yang tahu apa yang kamu lakukan, termasuk istri kamu. Kamu ikut atau tidak? Kalau mau, kamu dilarang keluar dari MAIN sampai meninggal dunia," kata bos Perkins yang suatu hari raib ibarat hantu.

Tugas pertama Perkins membuat laporan-laporan fiktif untuk IMF dan World Bank agar mengucurkan utang luar negeri kepada negara-negara Dunia Ketiga. Tugas kedua Perkins membangkrutkan negeri penerima utang. Setelah tersandera utang yang menggunung, negara pengutang agar, misalnya, mendukung Pemerintah AS dalam voting di Dewan Keamanan PBB. Bisa juga negara pengutang dipaksa menyewakan lokasi untuk pangkalan militer AS. Sering terjadi korporatokrasi memaksa negeri pengutang menjual ladang-ladang minyak mereka kepada MNC (multinational corporation) milik negara-negara Barat.

Selama tiga bulan pada tahun 1971, Perkins berkeliling ke berbagai tempat menyiapkan dongeng tentang pertumbuhan ekonomi, pendapatan perkapita (GNP), dan berbagai indicator lain yang dipalsukan dan dilaporkan kepada IMF dan World Bank. Para eksekutif kedua lembaga tersebut pura-pura terpesona kepada berbagai indikator yang angkanya dicatut para bandit ekonomi itu dan segera menyalurkan utang.

Bos Perkins, Charlie Illingworth mengingatkan bahwa Presiden AS Richard Nixon menginginkan kekayaan alam Indonesia diperas sampai kering. Di mata Nixon, Indonesia ibarat real estate terbesar di dunia yang tak boleh jatuh ke tangan Uni Soviet atau China. "Berbicara tentang minyak bumi, kita tergantung dari Indonesia. Negara ini bisa jadi sekutu kuat kita," kata Illingworth kepada Perkins di Bandung.

Eksistensi korporatokrasi disambut hangat para peja¬bat tinggi Orde Baru. Korporatokrasi membuka peluang emas untuk KKN. Konspirasi antara korporatokrasi dengan kleptokrasi Orde Baru dijalin melalui prinsip "tahu sama tahu" dalam rangka "pembangkrutan" (bukan pembangunan) Indonesia. Konspirasi inilah yang mengawali berputarnya lingkaran setan utang yang dieluelukan ideologi pembangunan Orde Baru.

Pembangunan berbagai proyek infrastruktur itu bertujuan merebut laba maksimal bagi perusahaan peru¬sahaan AS. Tujuan lainnya memperkaya elite Orde Baru dan keluarganya agar mereka gunung akan semakin menguntungkan persekongkolan itu. Dan Perkins pun dinyatakan lulus sebagai bandit ekonomi andal berkat kariernya yang sukses di Indonesia.

Setelah itu Perkins berkali-kali dipercaya bertugas di banyak negara. Namun, hati nuraninya terusik. Diam-diam ia menyiapkan Confessions sejak 20 tahun sebelum buku itu diterbitkan. Karya Perkins itu semakin relevan sejak terjadinya Tragedi 11/9 di New York City. Buku itu membuktikan tragedi itu pada akhirnya datang juga karena merupakan konsekuensi logis dari sepak terjang korporatokrasi yang bermain api menjadikan Osama bin Laden sebagai sekutu untuk mendongkel rezim boneka Uni Soviet di Afganistan.

Sebagai ekonom utama di MAIN, Perkins memberikan rekomendasi jumlah utang yang disalurkan IMF dan World Bank. Salah satu syaratnya, pemerintah harus menyalurkan 90 persen dari utang itu ke kontraktor kontraktor AS untuk membangun berbagai proyek infrastruktur seperti jalan raya atau pelabuhan yang dikerjakan para pejabat tinggi Orde Baru dan keluarganya. Jika Presiden Soekarno menentang kehadiran korpo¬ratokrasi, Presiden Soeharto justru sebaliknya.

Download

Agama Dalam Politik Amerika

Agama dan politik di Amerika akan dikupas dalam berbagai pandangan di buku ini, karenanya buku ini merupakan hasil patungan ide dari banyak pakar di bidang politik, social, agama seperti John C Green, James L. Guth, Ted G. Jelen, Lyman A. Kellstedt, David C. Leege, Corwin E. Smidt, Kenneth D. Wald, Michael R. Welch, Clyde Wilcox. Menariknya para penulis buku ini mempunyai pandangan yang berbeda-beda antara satu dan yang lainnya, terutama pada konsistensi antara teori dan praktek.

Perselingkuhan agama dan politik bukanlah hal negatif sebagaimana secara umum kita pahami. Akan tetapi hal ini akan menjadi negatif jika politik dijadikan alat untuk kepentingan agama tertentu saja, padahal semua agama mempunyai kepentingan yang sama, yaitu membawa umat manusia pada kedamaian selama hidup didunia dan hari akhir .

Bagian I dari buku ini diawali dengan sebuah bab yang berupaya menempatkan studi mengenai agama dan politik dalam konteks historis, teoritis, substantif, dan normatif. Bab ini menjelaskan mengapa ilmuwan politik harus memasukan agama kedalam analisis mereka tentang perilaku politik rakyat Amerika. Terdapat banyak alas an mengapa para ilmuwan social harus meneliti agama dalam melakukan studi-studi tentang pemilih di Amerika.

David C. Leege mengungkapkan, sebagian besar orang Amerika dewasa-sekitar tigaperlima atau tiga perempatnya-menjadi bagian dari gereja-gereja, sinagog-sinagog, atau perkumpulan keagamaan lainnya. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan orang Amerika yang tertarik untuk beraktifitas dalam organisasi sukarela lainnya, apakah itu perserikatan, asosiasi professional, kelompok masyarakat, ikatan alumni, klup, ataupun perkumpulan. Leege juga mengatakan 82 dan 93 persen dari semua warga Amerika dewasa bersedia menggunakan identitas agama mereka-Protestan, Katolik, Yahudi, atau yang lainnya. Secara tidak langsung Leege mengungkapkan, ¾ pemilih di Amerika bisa didekati melalui jalur agama.

Pemahaman menyeluruh tentang gagasan David C. Leege, Keeneth D. Wald dan Corwin E. Smidt di Bab I ini akan mempermudah pembaca untuk memahami bab II-VI, Leege mengatakan setidaknya ada tiga faktor mengapa agama memenuhi fungsi dasar sebuah budaya dari perspektif kelompok-kelompok dan individu-individu.

Pertama , Identitas, agama mengatakan pada kita, siapa kita dan siapa saya ?. Kedua, norma-norma agama mengatakan bagaimana seharusnya kita bertingkah laku. Ketiga, pemeliharaan tapal batas, agama mengatakan kepada kita, kita siapa dan perilaku apa saja yang bukan bagian dari kita? (kriteria budaya dari Wildavsky 1987). Sebab itulah agama mempunyai arti penting yang lebih besar bagai para pemeluk agama daripada norma, atau batas-batas sosial lainnya. Karena ia mengklaim jawabannya sebagai sakral, abadi, penuh dengan makna puncak hidup.

Analisis David C. Leege diatas juga sesuai dengan data Kenneth D. Wald dalam atikelnya yang berjudul Keterlibatan di Gereja dan perilaku politik. Dalam hal ini ia mengutip seorang teoritikus yaitu Alexis de Tocquville. Menurut Tocquville, gereja merupakan inkubator karakter politik Amerika yang khas. Di Gerejalah rakyat Amerika mempelajari pelbagai keyakinan dan praktik yang menopang ciri demokratis kehidupan publik. Pernyataan Tocquville ini juga diperkuat dengan pendapat para sejarahwan yang menunukan bukti kuat adanya hubungan antara agama dan pilihan politik dalam sejarah pembangunan Amerika (Noll 1990).

Hal penting yang dikemukakan oleh Kenneth D Wald adalah ia membedakan bentuk komitmen keagamaan dan keyakinan keagamaan. Kenneth juga memberikan garis pemisah antara tindakan kesalehan pribadi dan tindakan kelompok keagamaan, Kenneth justru memberikan penekanan tentang arti penting identitas keagamaan di Amerika.

Secara keseluruhan buku ini lebih banyak menjelaskan tentang teori-teori yang lahir dari hasil pegamatan, tanpa mengungkapnya secara spesifik, disinilah pembaca dituntut untuk mengambil kesimpulan secara utuh, bukan bab per bab, sehingga walaupun tulisan dalam buku ini merupakan gagasan dari banyak pakar, buku ini tetap dalam kumpulan kesatuan yang tidak terpisah.

Pada akhirnya, jika kita refleksikan dengan Negara kita Indonesia, kita akan kembali pada paragraph awal dari tulisan ini, dengan membalik pertanyaannya Sejauh mana peran Agama dalam kancah politik di Indonesia?. Maka secara jujur harus kita akui, agama tidak berperan dalam kancah politik di Indonesia. Setiap putaran kampanye dinegeri ini selalu ada nyawa simpatisan yang melayang, ditambah lagi berbagai kecurangan selalu menjadi bumbu. Sejauh ini agama hanya dijadikan pemanis jualan didalam politik. Padahal Politik adalah hal yang luhur sedangkan agama selalu mengajarkan tentang nilai-nilai keluhuran, tinggal bagaimana manusia memperlakukan keduanya. Selamat membaca !.

http://downloads.ziddu.com/downloadffile/12976374/AgamadlmpolitikAmerika.rar.html


China Undercover



Kami telah mendiskusikan gagasan untuk menulis buku ini selama lebih dari sepuluh tahun, baru ketika Wu melahirkan anak laki-laki kami di Hefei, kami sadar kami tidak boleh menundanya lebih lama lagi: kami menyaksikan seorang perempuan rakyat jelata meninggal saat melahirkan anaknya. Dia meninggal karena keluarganya terlalu miskin untuk mendapatkan perawatan medis yang layak saat masa persalinan.

Kami lalu bepergian ke lebih dari lima puluh desa dan kota kecil di sepanjang Provinsi Anhui, melakukan beberapa kali perjalanan ke Beijing untuk berbicara dengan pihak otoritas, dan mewawancarai ribuan rakyat jelata, termasuk petani. Seluruh tabungan kami terkuras untuk penulisan dan penerbitan buku ini. China Undercover merupakan sebuah pengungkapan terhadap ketidaksamaan dan ketidakadilan yang mendera rakyat jelata, para petani, jumlahnya sekitar 900 juta jiwa. Buku kami menggambarkan lingkaran setan yang menjerat rakyat jelata, terutama para petani di Cina, di mana penerapan pajak yang tidak adil dan tindakan sewenangwenang atau ketiadaan tindakan kadang-kadang menimbulkan kekejaman yang ekstrim terhadap mereka.

Setelah melewati lebih dari tiga tahun yang panjang dan menantang, buku ini akhirnya selesai. Versi ringkasnya sekitar 200.000 karakter dan bukan 320.000 muncul di majalah sastra Our Times (Dangdai). Dalam seminggu, majalah tersebut terjual habis. Dengan sangat cepat versi ini muncul dalam sejumlah situs di dalam dan luar negeri. Hingga hari ini, banyak pembaca yang masih keliru menyangka versi ini adalah buku lengkapnya.

Kemudian, versi lengkapnya diterbitkan dan didistri-busikan oleh People's Literature Publishing House. Dengan judulnya berupa enam karakter huruf balok yang secara sederhana disusun di atas latar bewarna kuning, sejujurnya penampilan buku tersebut tidak mengesankan. Tetapi meskipun demikian, buku tersebut menggemparkan Beijing Book Fair, dan pesanan sejumlah 60.000 eksemplar langsung habis hanya dalam tiga hari. Cetakan pertama yang jumlahnya 100.000 eksemplar terjual dalam waktu satu bulan. Untuk sebuah karya nonfiksi reportase mengenai sebuah subjek yang nyaris tidak bisa dianggap modern kesuksesan buku tersebut fenomenal, bahkan dengan menggunakan standar penerbit yang sudah mapan semacam People's Literature Publishing House.

Profesor Wang Damin dari Departemen Sastra Cina di Universitas Anhui menggambarkan bagaimana "para pembaca melahapnya dengan antusias dan mendiskusikannya dengan sungguh-sungguh; publisitas media menyebar bagaikan gelombang laut; lingkaran sastra disemangati oleh retorikanya yang berapi-api." Profesor Damin juga menyatakan bahwa "koridor kekuasaan diam saja dan tidak gelisah," yang rupanya menunjukkan tidak adanya tanggapan terhadap laporan tersebut.

Kami belakangan menyadari bahwa hasil pengamatan yang terakhir itu terlalu cepat. Hanya dalam waktu satu bulan buku tersebut laris terjual lebih dari 150.000 eksemplar sebelum sekonyong-konyong diambil dari rak-rak toko buku oleh aparat. Setelah itu, hanya edisi bajakannya yang dapat ditemukan di jalanjalan, 7 juta di antaranya terjual di seluruh Cina.

Sementara itu, tanggapan media benar-benar luar biasa. Produser seluruh acara bincang-bincang yang penting, seperti Face to Face, Tell It As It Is, edisi khusus Festival Musim Semi yang populer, dan program- program lain di Cina Central Television, yang ditonton jutaan pemirsa, mengundang kami untuk tampil bersama mereka. Perusahaan Penyiaran Pusat membuat laporan mengenai buku tersebut secara panjang-lebar pada programnya yang ditayangkan saat prime-time. Dalam waktu dua bulan, kami diwawancarai oleh lebih dari seratus reporter dari berbagai surat kabar, majalah, TV, dan stasiun radio begitu pula sejumlah situs di seluruh negara. Berbagai artikel yang kritis muncul di media dan kami menerima banyak sekali surat dari para pembaca.

Download



Rahasia Sukses Ekonomi China

Kebangkitan Cina Menggeser Amerika Serikat Sebagai Superpower Ekonomi Dunia

* Cina menaikkan anggaran militernya, diperkirakan setidaknya enam kali lipat dari anggaran 1991-2004.

* Cina telah menggeser AS sebagai eksportir terbesar kedua di dunia, dan diprediksikan pada 2010 akan merebut tempat pertama dari Jerman.

* Pada 2006, Cina memiliki surplus simpanan bank terbesar di dunia hampir $180 miliar.

* 57 persen perusahaan di kawasan Asia Pasifik percaya bahwa 10 tahun lagi, Cina akan menjadi pasar konsumer terbesar di dunia, menggeser AS.

+ Cadangan devisa Cina adalah yang terbesar di dunia mencapai $1 triliun lebih.
* Pada 2006, Cina merupakan ekonomi terbesar kedua setelah AS, dan diperkirakan pada 2050 akan menjadi nomor satu di dunia.

Dalam tahun-tahun belakangan, kebangkitan perekonomian Cina mengguncang seluruh dunia. Hanya dalam waktu singkat, ribuan perusahaan di Eropa, Asia, dan Amerika menjadi korban serbuan perdagangan Cina. Apa rahasia di balik kesuksesan ekonomi Cina ini? Apa dampak-dampaknya bagi seluruh dunia? James Kynge, jurnalis berpengalaman puluhan tahun meliput kawasan Asia, membongkar fakta-fakta yang tak kalah mengagetkan dari kebangkitan Cina itu. Keahlian jurnalisme membuat tulisannya lebih tajam daripada analisis para pakar yang sekadar mencermati data-data di meja dan terpesona oleh angka-angka yang menakjubkan dari perekonomian Cina.

Kynge, terjun langsung di lapangan, menguak fakta-fakta di berbagai tempat yang tak terduga. Hasilnya, dia bisa menunjukkan banyak hal yang sering luput dari perhatian dunia. Bukan hanya mengungkap sisi-sisi gemilang kebangkitan Cina, buku ini juga menguak sisi-sisi gelap yang tersembunyi.

Inilah buku yang wajib dibaca para pebisnis, pengamat ekonomi, jurnalis, dan siapa pun yang ingin memahami secara lengkap fenomena kebangkitan ekonomi Cina dan dampak-dampak internasionalnya di berbagai bidang.

"Haruskah AS mengkhawatirkan Cina? Pasti, dan Kynge mengungkapkan alasan-alasan yang tak terduga." -Kirkus Reviews

"Salah satu laporan terbaik tentang kebangkitan Cina." -South China Morning Post

"Otoritatif dan mencerahkan." -Publishers Weekly

"Sangat direkomendasikan." -Library Journal

"Kynge membuktikan diri sebagai jurnalis andal dengan menemukan bukti-bukti kebangkitan Cina di tempat-tempat tak terduga." - Foreign Affairs


James Kynge meraih M.A. dalam Bahasa Cina dan Jepang pada 1985 di Edinburgh University, Skotlandia. Dia juga meraih diploma Bahasa Cina dari Shandong University, Jinan. Latar belakangnya ini membuatnya fasih berbahasa Cina dan Jepang.

Pada 1989, Kynge meliput secara langsung Pembantaian Tiananmen. Pada 1991, dia mengembara ke Mongolia, yang kemudian membuahkan buku Nomads Among Stones. Dia bergabung dengan Reuters pada 1993 dan pindah ke Tashkent, Uzbekistan. Di sana ia mendirikan kantor Reuters pertama wilayah itu. Pada 1994, dia pindah ke Taiwan untuk menjabat sebagai kepala Kantor Berita Reuters Taiwan. Kemudian, dia bergabung dengan Financial Times sebagai koresponden untuk Asia Tenggara, bertempat di Malaysia dan Singapura sejak 1996. Tidak lama kemudian, dia mengikuti secara amat dekat krisis finansial Asia yang meledak pada 1997. Pada 1998, dia pindah ke Beijing untuk menjabat sebagai Kepala Kantor Cabang Cina dan menyaksikan dari dekat transformasi ekonomi paling menakjubkan dalam sejarah manusia. Selama tugasnya itu, dia telah mengunjungi semua provinsi di Cina. Pada 2004, James terpilih sebagai Business Journalist of the Year.

Kynge adalah kontributor tetap untuk program televisi dan radio di BBC, CNN, Deutsche Welle, National Public Radio of the US, France Radio International, dan lain-lain. Dia sering menjadi pembicara dalam berbagai konferensi dan forum di Cina maupun di negara-negara lain, termasuk World Economic Forum di Beijing, konferensi tahunan China British Business Council di Inggris, CLSA Investor Conference di Shanghai, konferensi tahunan World Maganese Institute di Shanghai, Tsinghua University School of Journalism, Peking University School of Journalism, dan masih banyak lagi.

Kynge kini menjabat sebagai Chief Representative Pearson Group, menangani kepentingan bisnis grup itu di seluruh Cina. Dia tinggal di Beijing bersama istri dan anak-anaknya.

Keunggulan buku ini:

1. Memberikan informasi lengkap tentang rahasia keberhasilan Cina menjadi raksasa ekonomi dunia.

2. Menunjukkan dampak dari kebangkitan ekonomi Cina di seluruh dunia, termasuk dalam bidang bisnis dan politik.

Download

INFORMASI

Musrenbang RKPD 2020: Ini Daftar 9 Prioritas Pembangunan Jawa Barat

BANDUNG, BAPPEDA JABAR –  Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan ...