ads

Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Umum. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 September 2016

Rahasia Dibalik Penggalian Al-Aqsa

Ada persoalan penting yang layak dipahami bersama, yaitu sejak kapankah seluruh situs di Yerusalem ini menjadi penting bagi muslimin, Yahudi, dan Kristen? Apakah dahulunya ia hanya sebuah kota di perbukitan yang gersang, lalu dibangun oleh Bani Umayyah, Abbasiyah, Fatimiyah, dan Mamaluk? Atau, mungkinkah pada saat Khalifah Umar bin Khattab mengunjungi kota itu, maka di sana sudah terdapat kuil peribadatan pada puncak bukitnya entah itu sebagian atau seluruhnya lalu dialih fungsikan oleh para penguasa Muslim? Mengapaumat Yahudi menganggap tempat ini suci? Bagaimana puladengan posisi Kristen? Apa-bila kajian ini tidak ditinjau secarasistematis dan kronologis, maka tentu sulit memahami seluruh persoalan yang terjadi, terutama mengenai nasib kota ini dan Bait al-Maqdis di masa mendatang.

Paling tidak, kajian historis ini dapat dibagi menjadi empat periode waktu, yang disusun menjadi empat subbab utama. Pertama, pandangan sejarah tentang kebermulaan kota Yerusalem. Kedua, periode penguasaan bangsa Israel atas Yerusalem dan sekitarnya. Ketiga, periode penguasaan umat Kristen atas Yerusalem. Adapun yang keempat adalah periode penguasaan muslimin dan perubahan yang pernah terjadi,hingga kondisi Yerusalem saat sekarang.

Selain metode ini ini bisa dibilang cukup adil, ia juga mampu memberikan suatu wawasan yang sesuai tentang asal muasal kota yang telah diperebutkan oleh berbagai bangsa selama hampir 5 milenium. Dan sekarang, tanah diperbukitan Moria yang luasnya tak lebih dari empat la-pangan sepak bolaitu, tengah dipersengketakan kembali oleh sekitar 3 milyar orang sejak tahun 1947 Masehi. Jumlah itu adalah sekitar setengah penduduk dunia!

Jadi, alangkah baiknya bila muslimin segera menyadari pentingnya persoalan Yerusalem ini. Sehingga jangan pernah berpikir bahwa ada masalah muslimin lainnya yang serumit Yerusalem. Sebab, apabila kota Mekah adalah mercu suar Islam yang pertama, maka kota Yastrib (Madinah al-Munawarah) adalah kota kedua yang meneguhkan Islam di seluruh pelosok Arabia. Sedangkan kota Yerusalem, ia merupakan kota yang menjadikan Islam bersinar dari Maroko sampai Indonesia. Bahkan hingga kota Big Apple alias New York di Amerika Serikat.
Sudah maklum dalam sejarah agama-agama Ibrahimik (Yahudi, Kristen dan Islam) bahwa syariat Tauratnya bangsa Israel baruefektif setelah datangnya Nabi Musa (as) dan Harun (as). Namun era kedua nabi itu tidak menandai bermulanya sejarah bangsa Israel, karena sejarah mereka sudah dimulai sejak seorang cucu Ibrahim (as) yang bernama Yakub (as) diberi gelar Ish-ra-el (baca:Israel) oleh Tuhan, Sejak itulah seluruh keturunannya pun disebut Bani Israel atau Bani Yakub.

Akan tetapi, pembahasan ini tidak khusus menitik beratkan mengenai sejarah bangsa Israel. Yang ingin difokuskan justru mengenai sejarah kota Yerusalem, yakni sejak kapankah bangsa Israel mulai menghuni Yerusalem? Apakah bangsa ini adalah orang-orang pertama yang menjajakkan kakinya di sana? Atau apakah wilayah itu pernah dihuni oleh bangsa-bangsa lain sebelumnya?

Perlu diketahui bahwa sejarah kehidupan umat manusia diwilayah ini telah bermula sejak 3000 SM. Hal ini terbukti dari naskah-naskah kuno bangsa Mesir yang berasal dari periode 1900-1800 SM. Surat-surat Amarna milik penguasa Mesir (± 1400 SM) juga jelas membuktikan bahwa seluruh daratan ini, saat itu, berada di bawah kendali Kerajaan Mesir. Pada salah satu surat tersebut, ditemukan seorang gubernur kota ini yang bernama Abdu Heba dan dia pernah meminta pasukan dari Kerajaan Mesir untuk memerangi kaum Habiru. Mungkin sekali bahwa kaum Ha- biru inilah penghuni asli daerah khebrone (baca:Hebron). Atau mungkin juga ia merujuk kepada sekelompok keturunan dari cicitnya Sam putra Nabi Nuh (as), yaitu Eber (Hebrew) atau Ibrani

Sedangkan menurut Perjanjian Lama, nama kota ini pada zaman Nabi Ibrahim (as) adalah Salem. Saat itu, penguasa kotaini bernama Melkisedek yang juga menduduki posisi sebagai Imam Tuhan.3 Menurut tradisi Yahudi, kota ini awalnya memang didirikan oleh keturunan moyang Ibrahim (as) yang bernama Sam putra Nuh (as). Tapi Alkitab juga meriwayatkan bahwa sewaktu Ibrahim mampir ke Sikhem, maka seluruh daerah itu telah dihuni oleh bangsa Kanaan.4 Kanaan adalah salah seorang cucu Nabi Nuh (as) dari putra keduanya yang bernama Ham. Darinya muncullah bangsa Misraim (Mesir), Filistin (Palestina), dan lain sebagainya.

Dapat disimpulkan, para penghuni asli daerah itu adalah bangsa Palestina yang menurut Alkitab berasal dari keturunan Ham.6 Sedangkan Ibrahim (as) dan keturunannya adalah pendatang di Palestina, "Dan masih lama Ab- raham tinggal sebagai orang asing di negeri orang Filistin."? Fakta ini sekaligus membuktikan juga bahwa saat itu tidak pernah ada Rumah Tuhan milik umat Yahudi di kota Salem atau Yerusalem sepertiyang mereka dakwa- kan. Bahkan selain itu, Alkitab meriwayatkan lagi bahwa setelah Nabi Yusuf (as) diberi kekuasaan oleh Allah di Mesir, maka seluruh Bani Yakub atau keturunan Israel telah meninggalkan tanah Kanaan dan menetap di Mesir.
Dalam hal ini, umat Yahudi sering mengatakan bahwa sebab utama yang menjadikan mereka berhak atas tanah Kanaan khususnya kota Yerusalem adalah adanya Rumah Tuhan yang pernah didirikan oleh Raja Salomo (Sulaiman) yang berasal dariketurunan Israel. Namun perlu ditegaskan bahwa sejarah Bait (rumah) Allah di dalam agama samawi tidak bermula di kotaSalem atau Yerusalem. Tapi permulaannya adalah di wilayah Hijaz (atau peninsula Arabia) pada zaman Nabi Ibrahim (as).Tepatnya di kota Mekah.
Fakta ini bisa dirujuk dalam Alkitab yang meriwayatkan bahwa Utusan Tuhan yang pernah merebut kota Yerusalem adalah Nabi Daud (as).9 Dan Saat itu, di Yerusalem belum ada Bait Allah milik bangsa Israel. Alasannya,Musa (as) dan Harun (as) hingga ke periode Nabi Daud (as), bangsa Israel belum memiliki Bait Allah yang sifatnya permanen. Hal itu terjadi karena sejak zaman Nabi Musa(as) dan Harun (as), Bait Allah milik bangsa Israel masih portabel. Ia disebut sebagai Tabut.10 Menurut Alkitab, didalamnya berisi loh-loh yang pernah diterima oleh Nabi Musa (as) di gunung Horeb-Sinai.n Dan selama hijrah dari Mesir menuju Kanaan, bangsa Israel selalu menggotong Tabut yang disimbolkan sebagai Bait Allah-nya bangsa Israel, termasuk dimasa peperangan. 12 Alkitab meriwayatkan bahwa di era Nabi Musa (as) dan Harun (as), Tabut itu selalu ditempatkan di dalam Kemah Suci.
Download

Senin, 29 Agustus 2016

Tuhan, Alam, Manusia


Dipandang secara keseluruhan, sains modern merupakan penemuan yang unik. Meskipun merupakan produk peradaban Barat, dewasa ini sains modern dan turunannya, teknologi, dieksplorasi dengan penuh gairah oleh semua budaya dan masyarakat di seluruh dunia. Dalam langkah majunya yang penuh kemenangan, sains modern mampu menghapuskan semua cara yang lain dalam mengeksplorasi alam, setidak-tidaknya dalam pengertian praktis. Kita tak perlu melakukan penelitian bertahun-tahun untuk membuktikan aspek ke- semestaan sains modern ini: dari Islamabad hingga Jeddah dan dari Beijing hingga Niamey, penelitian ilmiah kontemporer didasarkan pada landasan dan metode yang sama seperti yang ditemukan di universitas atau laboratorium penelitian Barat yang mana pun. Jelas bahwa semata-mata kehadiran sebuah spektometer NMR di Makkah tidaklah menjadikannya islami, sebagaimana keberadaan ribuan ilmuwan Muslim di laboratorium- laboratorium Eropa dan Amerika Utara tidaklah menjadikan penelitian mereka islami.

Kesemestaan luar biasa sains modern ini men-jadikannya sebuah fenomena yang unik dan tanpa preseden sebelumnya. Keluasan jangkauannya dan kemampuannya dalam mewarnai budaya-budaya yang demikian beragam seperti budaya Islam dan Hindu, Cina dan budaya-budaya penduduk asli Amerika Utara, tidak ada taranya dalam sejarah umat manusia. Cara sains dalam melenyapkan semua cara lain dalam mengkaji alam dan daya tariknya yang memesonakan benar-benar unik dalam era modern ini, yang mula-mula muncul di suatu bagian kecil dari Benua Eropa abad ke-17 dan yang sejak saat itu mampu mewarnai seluruh penjuru dunia.

Akan tetapi, yang lebih menakjubkan lagi barangkali adalah kenyataan bahwa di suatu bagian kecil dari planet Bumi yang kecil ini, yang beredar mengelilingi Matahari—sebuah bintang yang berada di pinggiran Galaksi Bimasakti yang terdiri dari semiliar bintang, yang merupakan satu dari jutaan galaksi yang ada-muncul suatu sains yang mampu mewarnai beragam budaya dalam jangka waktu yang singkat, yakni tiga abad, dan mengubah cara manusia dalam menjalani hidup dan mati, berkomunikasi, kawin dan melahirkan anak, memproduksi makanan, pakaian, dan perumahan, serta menjalankan pelbagai kegiatan rutin sehari-hari dalam kehidupan. Fakta bahwa elektron, atom, dan molekul—demikian juga roda gigi, tuas, dan listrik—telah menjadi kata- kata yang diterima secara uni-versal, dan digunakan oleh kaum awam dari berbagai negeri dalam berkomunikasi dan menjalankan urusan sehari-hari mereka, menunjukkan luasnya jangkauan penemuan saintifik ini. Aspek kesemestaan sains modern ini adalah suatu yang tak terelakkan, baik kita suka atau tidak.

Jika sejarah bisa kita jadikan pedoman, tam-paknya orang tidak mungkin kembali kepada konsep materi-pada gilirannya juga kon-sep tentang seluruh alam semesta—yang dibangun berdasarkan gagasan-gagasan yang ada sebelum abad ke-17 tentang materi, ruang, dan waktu. Apa pun penilaian yang hendak kita berikan kepada sains modern, kita tidak bisa melepaskan diri darinya. Bahkan di ranah pengobatan bukan-Barat, di mana hasil-hasil dari filosofi alternatif tentang tubuh manusia dan penyakit- penyakit serta pengobatannya telah didemonstrasikan secara efektif selama berabad-abad, praktik pengobatan Barat dengan cepat menggantikan (baca juga: memusnahkan) praktik tradisional, suatu kepunahan yang tak tergantikan bagi umat manusia.

Barat dan Sains Modern

Dalam langkah majunya, struktur pengetahuan saintifik telah melalui banyak revolusi dalam berbagai cabang dan juga filsafat dasarnya. Sebagai contoh, dalam rentang satu abad, Revolusi Copernicus mampu meneguhkan sistem heliosentris (Matahari sebagai pusat, sedangkan Bumi hanyalah sebagai salah satu planetnya), dan ini sudah cukup untuk mengguncang fondasi pandangan-dunia geosentris sebelumnya. Namun, ini baru gebrakan awal. Bersama Galileo, sains modern tidak saja menemukan alat kecil yang menakjubkan, yaitu teleskop, tetapi juga memasuki revolusi struktural dalam epistemologinya. Sejak itu, kajian tentang alam harus didasarkan pada eksperimen dengan cara yang sangat berbeda dengan metode filsafat kealaman sebelumnya. 
Di sini kita tidak akan mengurai bagaimana penemuan itu dilakukan. Pada akhirnya, tidaklah menjadi soal apakah Galileo benar-benar menaiki Menara Pisa untuk melakukan percobaannya pada 1580-an. Yang jelas, apa yang ditemukan oleh Galileo adalah sebuah prinsip yang benar dan kukuh. Dan Galileo memang punya alat, yakni teleskop kecilnya, yang memampukan dia melihat apa yang belum pernah dilihat sebelumnya oleh manusia: satelit-satelit Yupiter. Galileo juga menemukan bahwa percepatan (akselerasi) menciptakan gaya (force) dan bahwa massa suatu benda, yang diukur dengan berat benda tersebut di Bumi, harus sama dengan massa yang diperoleh dari peristiwa tumbukan benda itu dengan benda-benda lain di mana pun di alam semesta, atau manakala ia mengalami percepatan oleh suatu gaya. Prinsip ini dikenal sebagai prinsip ekuivalensi, yang pada gilirannya menjadi salah satu landasan teori relativitas adalah salah satu rumusan mendasar sains modern yang telah mengubah cara manusia memandang "benda- benda".

Sama halnya, percobaan-percobaan William Harvey (1578-1657) dan penjelasan René Descartes (1596-1650) yang bersifat filosofis tentang alam merupakan dasar pemahaman tentang alam yang berkembang pada abad ke-17 dan yang kemudian memengaruhi abad-abad selanjutnya. Begitu pula, fisika Newtonian yang meletakkan agenda bagi sains modern untuk dua abad selanjutnya, bukanlah sekadar perkembangan yang terpencil dan bersifat internal dalam ilmu fisika; ia ketika itu hingga sekarang pun masih merupakan perenungan mendalam tentang hakikat alam, Tuhan, kehidupan, dan keterkaitan di antara ketiganya.

Kemampuan sains modern untuk melakukan perubahan mencapai kekuatan penuhnya pada abad ke-18 ketika sains berfokus pada masalah kelistrikan dan kemagnetan di satu pihak, dan penemuan alat-alat di pihak lain. Abad ini adalah abad ketika inovasi-inovasi teknologi mulai mengubah cara hidup manusia dalam skala yang belum pernah disaksikan sebelumnya: mesin uap, teleskop yang baru dan kuat, mesin pembangkit muatan listrik secara mekanis, kondensor untuk mengumpulkan dan menyimpan muatan listrik, elektroskop dan elektrometer untuk mendeteksi listrik dan mengukurnya. Pada abad ke-18 juga sains menangani masalah kuantifikasi,! standardisas! alat-alat (misalnya perbaikan kualitas barometer dan termometer) dan penemuan-penemuan alat-alat seperti higrometer dan pengukur kecepatan angin.
Download


Google Is My Salesman

Adakah salesman yang tidak digaji?, Berapa gaji salesman atau top producer di perusahaan Anda? Berapa komisi mereka sebulan, setahun?, Tetapi coba bayangkan Anda memiliki salesman top, wiraniaga penjualan yg berproduktif tanpa Anda harus gaji!, Ah masa, Hare gene, ada salesman yang tidak digaji!!!

Google dan/atau Yahoo serta top situs pencari lainnya dapat menjadi salesman Anda dan TANPA harus digaji, namun itu semua jika Anda tahu bagaimana “memperalat” mereka untuk mencari pelanggan Anda entah di pasar Indonesia, pasar regional maupun pasar internasional.
Lihat bagaimana calon buyers Anda mudah mencari produk yang Anda jual?
Simak juga bagaimana Google dan/atau Yahoo dapat menjadi MESIN IKLAN yang terus mendatangkan konsumen dan UANG ke saku Anda!
Sayang sekali, walaupun semua produk dagangan Anda hebat dan sudah terpampang di situs web namun “terendam” jauh di dalam, dan tidak “nongol” di urutan 10 besar atau paling tidak di halaman ke-2 hasil pencarian.

CARANYA?

Buku yang berjudul “GOOGLE IS MY SALESMAN” akan menjawabnya untuk Anda, dan akan membuat Anda CEPAT PENSIUN, ya CEPAT BERHENTI bekerja untuk suatu perusahaan NAMUN CEPAT MENJADI pemilik bisnis yang :
bebas macet di jalan
bebas kerja di mana saja dan kapan saja
bebas finansial

Pastikan Anda memiliki buku ini sebelum kehabisan stok!

Komentar Pujian lain utk buku ini :

“…menggunakan Google dan Yahoo! untuk aktivitas sales dan pemasaran tidak saja menjanjikan efektivitas, tetapi sekaligus juga efisiensi.” — NINOK LEKSONO, Direktur & Pemimpin Redaksi Kompas Cyber Media

“Buku GOOGLE IS MY SALESMAN bukan saja memberikan trik dan solusi bagi para pebisnis dalam memanfaatkan mesin cari (search engine), melainkan karena Bob juga telah membuktikan sendiri manfaat dan keunggulannya dalam bisnis yang dilakukannya. Karenanya, layaklah buku ini menjadi perhatian bagi siapa saja yang akan mengambil manfaatkan dari mesin cari, baik bagi kepentingan pribadi maupun bisnis mereka.” —Tharsikin Insa, Chief Editor Majalah Ebizz Asia

Sebagai seorang pebisnis, selayaknya Anda sudah mulai melirik Google untuk fungsi yang bermanfaat bagi kegiatan bisnis Anda. Pasalnya, kini Google tidak hanya berfungsi sebagai mesin pencari. Lebih dari itu, Google mampu menciptakan keterkenalan atas produk dan jasa Anda dan membuat pasar yang Anda tuju -dalam lingkup global sekalipun- well informed. Oleh karena itu, pemanfaatan Google memungkinkan terjadinya pembesaran order atau pembelian. Lebih hebat lagi, fungsi ini bisa diperoleh tanpa biaya yang besar, bahkan tanpa biaya sama sekali dibandingkan dengan kalau Anda memasang iklan di media konvensional (cetak maupun elektronik) dan bahkan kalau memasang banner di Google itu sendiri. Oleh karena itu, menggunakan Google atau mesin pencari lainnya untuk aktivitas sales dan pemasaran tidak saja menjanjikan efektivitas, tetapi sekaligus juga efisiensi.

Google is My Salesman bukan saja memberikan trik dan solusi bagi para pebisnis dalam mengubah mesin pencari (search engine) menjadi mesin penjual penghasil uang (cash engine), melainkan juga membedah success story Bob Julius Onggo memanfaatkan keunggulam Google dalam bisnis yang dilakukannya. “Ini adalah pengalaman saya bertahun-tahun… Salesman terbaik saya, Google dan Yahoo!, mampu memberikan steady income secara terus menerus lewat incoming buyers… Berkat Google, Yahoo!, dan mesin pencari lainnya, saya dan semua karyawan saya bisa memiliki kehidupan yang lebih dari layak.”

Download

Zaman Edan : Indonesia Diambang Kekacauan

MENJELANG AKHIR kunjungan pertama saya ke Indonesia, saya tinggal di sebuah rumah di ping gir hutan dan saya mendapatkan mimpi terburuk yang pernah saya alami seumur hidup. Rumah itu adalah sebuah bungalo kayu beratap jerami. Di satu sisinya ada jalan dan di sisi lainnya ranjang kayu tempat saya tidur di udara terbuka. Pohon kelapa dan pepohonan berbunga tumbuh lebat di lereng yang menuju sungai di dasar lembah yang curam. Pada malam hari, bunyi mobil dan motor reda, sementara suara-suara dari hutan meramaikan seputar tempat tidur saya: bunyi elektris serangga-serangga, kepakan sayap burung-burung, gemericik air mengalir.

Saya melewatkan malam demi malam sendirian di kafe dan bar turis di sepanjang jalan itu. Belakangan, setelah saya tertidur diiringi riuh-rendah bunyi-bunyian rimba belantara di telinga, saya bermimpi tentang pisau-pisau dan wajah-wajah, serta makhluk alien raksasa setengah lobster setengah tawon. Saya bermimpi tentang ponsel yang tak mau berhenti berdering dan percakapan tanpa henti dengan seseorang bernama Kolonel Mahmud.

Pulau Bali, tempat saya menginap, adalah tempat yang damai. Kekerasan di Jakarta tidak menimbulkan riak apa-apa di sini. Atau, begitulah kesan yang tampaknya dengan susah payah ingin diberikan oleh masyarakat setempat: perempuan yang menyerahkan kunci bungalo kepada saya sambil tersenyum, anak lelaki bersarung yang datang pagi untuk menyapu lantai dan mengganti seprai. Setiap hari dia membawakan sesajian kelopak bunga dan nasi yang diletakkannya di tempat yang tinggi untuk berterima kasih kepada roh-roh penjaga, dan di tanah untuk menjinakkan roh-roh jahat. Dia menunjukkan kepada saya bagaimana cara memanggilnya dengan menggunakan gong kayu yang tergantung dari bawah talang atap bungalo itu. Bagian badan gong yang rumpang diukir menjadi bentuk hantu menyeringai; tongkat penabuhnya adalah penis besar menegang yang dijulurkan sang hantu di antara cakar-cakarnya. Tapi, entah sesajinya kurang banyak atau hantu itu kurang menyeramkan, malam berikutnya mimpi buruk itu datang lagi.

Mimpi itu berawal dengan suara Kolonel Mahmud di telepon. "Kau tak cukup kuat!" dia memekik. "Atau tak cukup pintar. Ya! Dan selama ini kau orang yang terlalu baik, pula!" Dalam mimpi itu saya mencoba mengenyahkan telepon itu, membakarnya, bahkan membenamkannya di bak mandi, tetapi tetap saja ia mengapung berdering ke permukaan, sementara sang kolonel dan orang-orangnya semakin dekat.

Persoalan di Jakarta sudah membuat saya letih, barangkali lebih letih dibandingkan yang saya sadari.

Berawal dari sebulan lalu dengan kejadian yang tak terduga: demonstrasi massa oleh anggota partai demokrat oposisi. Siang malam ratusan orang memenuhi markas partai, menyanyi, bercerita, dan menyampaikan pidato-pidato mendukung demokrasi. Semuanya berhati-hati jangan sampai menyebut nama sang presiden, tetapi setiap orang tahu bahwa demonstrasi itu merupakan tantangan langsung ke arahnya, kritikan paling kuat dan tajam yang pernah dihadapinya dalam tiga puluh tahun. Ini tindakan yang sungguh-sungguh berani; sepertinya di luar dugaan bahwa demonstrasi itu bisa diperbolehkan. Tetapi, hari-hari berlalu dan para demonstran dibiarkan tanpa gangguan.

Suatu malam saya mengunjungi mereka di markas be sar. Tempat itu sarat hiasan bendera-bendera dan potret pemimpin oposisi seukuran poster. Pagi berikutnya, persis setelah fajar, markas itu disergap oleh komando berpakaian sipil. Barisan polisi membentengi para penonton saat penyerang melemparkan batu ke arah bangunan itu; setibanya di dalam mereka mengeluarkan pisau. Ratusan demonstran ditahan dan orang-orang bilang banyak di antara mereka ditusuk sampai mati dan tubuh mereka diam-diam dibuang. Sore itu terjadi kerusuhan di berbagai tempat di Jakarta, dan bangunan perkantoran bertingkat tinggi terbakar dengan asap hitam. Untuk pertama kalinya seumur hidup, saya melihat jalanan dipenuhi pecahan kaca, tank baja maju perlahan ke arah kerumunan manusia, dan perempuan-perempuan menjerit karena marah serta terkejut.

Adalah penting untuk tidak kehilangan ketakjuban pada hal-hal semacam itu.

Tapi, kini saya di Bali, pulau pelesir kecil di sebelah timur Jawa, dan saya berada di sini untuk bersantai. Saya memilih untuk menjauhkan diri dari pantai dan sebagai gantinya menelusuri sisi pedalaman pulau itu. Rimba ini menenangkan saya, tapi mencemari tidur saya dengan mimpi-mimpi buruk.

Saya bermimpi menaiki kapal besar karatan. Kapal itu sesak dengan penumpang bisu berkulit gelap. Kapal bergerak lamban memabukkan di atas air ketika saya naik. Saya bermimpi sedang mengejar kupu-kupu besar di dalam hutan. Binatang buas besar mengawasi saya dengan mata hijaunya. Kemudian ponsel itu berdering, dan saya tahu kalau saya menerimanya tentu saya akan mendengar suara menyalak Kolonel Mahmud.

Pada siang hari saya duduk membaca di depan bu ngalo, atau berjalan melewati restoran-restoran itu dan turun ke desa. Saya mengunjungi sebuah taman tempat monyet-monyet menatap cemberut dari pepohonan dan kemudian, di sebuah toko cendera mata, saya membeli satu set gong lengkap dengan tongkat penabuhnya yang serupa penis. Saya bertemu sepasang orang Jerman yang mengaku mereka juga dapat mimpi buruk di Bali, yang laki-laki tentang babi hitam raksasa, yang perempuan tentang "hantu dan tamu-tamu". Dan, pada hari terakhir saya sendiri berjumpa dengan cerita hantu.

Saya pergi bersepeda ke sebuah tempat di pinggir desa tempat ribuan bangau putih berkumpul pada senja hari. Burung-burung itu datang dari berbagai penjuru pulau, semuanya bertungkai hitam dan berleher kurus, melipat badan saat akan hinggap di puncak-puncak pohon. Seorang lelaki Bali mengatakan kepada saya bahwa burung-burung itu adalah roh orang-orang yang mati dalam pembantaian besar tiga puluh tahun silam. Kebanyakan tidak pernah dikuburkan; tak ada doa yang dibacakan buat mereka. Mereka gentayangan di hutan-hutan dan sawah-sawah, serta ribuan di antara mereka berdiam di sini dalam bentuk burung-burung putih itu.

Malam itu saya membuka buku sejarah yang saya beli di Jakarta dan mulai membaca tentang pembantaian anti-komunis pada 1965 dan 1966, yang dengan standar apa pun merupakan salah satu pembantaian massal terburuk sepanjang abad kedua puluh.

Pembantaian itu dimulai setelah sebuah upaya mis terius menggulingkan presiden yang lama, dipimpin oleh perwira tentara sayap kiri. Dalam beberapa pekan, sekelompok milisi dan serdadu mengepung para pendukung komunis, entah nyata entah khayalan. Ada daftar orang-orang tertuduh dan daftar orang-orang yang harus dibunuh. Seluruh keluarga, seisi desa, ditangkap. Orang-orang yang dicurigai digiring ke parit-parit atau tempat terbuka di tengah hutan dan dieksekusi dengan arit, golok, serta batang besi.

Di seantero negeri barangkali setengah juta orang tewas, seperlimanya di Bali yang kecil. "Banyak anggota partai yang ditikam dengan pisau atau sangkur," kata buku itu. "Tubuh-tubuh buntung dengan kepala terpenggal dibuang di sungai-sungai ... Di pulau Bali, satu-satu provinsi di Indonesia dengan penganut Hindu terbanyak, pembunuhan meluas tak kalah garang. Para pendeta mengimbau pengorbanan baru untuk memuaskan roh-roh yang dendam."

Di tengah teror dan kekacauan pada 1966 inilah kekuasaan Presiden Soekarno beralih ke "Orde Baru", pemerintahan Jenderal Soeharto. Dalam tiga dekade sejak saat itu Soeharto telah membangun kembali negeri.....
Download


The Secret Of Judas (Revisi)

Judul: The Secret of Judas- Menafsir Ulang Peran Yudas
Penulis: James M.Robinson
Tebal: 258 halaman
Penerbit: Ufuk Press
Tahun: 2008
ISBN: 979-333-01-7-1

Sebuah dokumen/surat yang disebut The Gospel of Judas menjadi salah objek penelitian James M. Robinson dengan Injil di Perjanjian Baru dan naskah-naskah kuno lainnya. Ia termasuk orang yangmempelopori pekerjaan penggalian naskah Sumber Q dan dan kitab Mesir kuno Nag Hammadi.

Penelitian sejak tahun 1970-an itu ditulis dalam buku ini dengan membandingkan bahasa asli yang digunakan oleh keempat Injil,Sumber Q dan buku Nag Hammadi. Hal itu ingin menjawab pertanyaan mendasar bagaimana peran Yudas dalam peristiwa yang disebut  'pengkhianatan' oleh penulis Injil seperti Lukas dan Markus. Apa yang ditulis oleh penulis tersebut seolah menyudutkan Yudas selaku murid yang durhaka, dirasuki setan, dan hatinya terpaut pada uang sehingga Yudas menyerahkan Yesus pada orang-orang Farisi.

Sebuah dokumen dari papirus ditemukan sekitar tahun 1970 di dekat Mesir yang berasal dari abad kedua masehi. Pada sebuah halamannya ada kata-kata "Judas" dan setelah diterjemahkan diberi nama The Gospel of Judas atau sekarang disebut Codex Thacos. yang berisikan kematian Yesus dari sudut pandang Yudas. naskah ini dibuat oleh aliran  Kristen mula-mula  yang menamakan dirinya Gnostik. Naskah ini dibuat dalam bahasa coptic dan dilakukan penerjemahan oleh seorang doktor dari Southern Methodist University, Stephen Emmel. Sebuah Film dokumenter yang diunggah di youtube memberikan gambaran singkat bagaimana merekonstruksi lembaran papirus sehingga dapat diteliti oleh ahli bahasa koptik seperti Dr Rodolphe Kasser, Dr Marvin Meyer. 

Intinya naskah ini diperoleh dari daerah koptik, Mesir, dan sedang ditawarkan dengan pihak akademisi untuk dijual. Universitas Michigan dikenal dengan reputasinya dalam mempelajari dan mengedit naskah-naskah papirus. Universitas tersebut merekrut Ludwig Koenen dari German University of Cologne untuk bergabung dalam Fakultas Ilmu Budaya klasiknya. Koenen lah dipercaya untuk bertemu dengan orang kopti dari Mesir dan yunani yang memiliki naskah papirus itu untuk bernegosiasi tentang harga jual. 

Download Judas

The Road To CEO

Tren sesaat dalam manajemen selalu datang dan pergi. Namun, pentingnya kepemimpinan korporasi sebagai faktor penentu kesuksesan tidak pernah diragukan. Apa, tepatnya, yang membuat seorang ek-sekutif menjadi seorang pemimpin? Dalam era persaingan bisnis dunia yang semakin ketat, beberapa pertanyaan memancing banyak kontroversi dan perdebatan.

Cara pandang konsultan manajemen dan pencarian eksekutif yang saling bertentangan telah memungkinkan saya untuk menyaksikan sendiri kualitas-kualitas tipikal yang membuat para pemimpin mencapai hasil saldo-akhir untuk jangka- panjang. Sebagai konsultan pada Bain & Co., saya memperoleh kesempatan istimewa untuk bekerja sama dengan para pemimpin global yang berkomitmen untuk meraih nilai yang tahan lama dengan merangkul segala macam bakat, mengembangkan produk baru, memperbaiki penilaian pasar, mencari berbagai cara baru untuk menciptakan dan me-nyampaikan produk dan jasa, serta unggul dalam persaingan. Sebelum bergabung dengan Bain & Co., saya adalah mitra pada perusahaan perekrutan eksekutif global. Di sana saya menilai calon-calon untuk posisi manajemen puncak pada organisasi- organisasi internasional terkemuka.

Bagaimanapun, kepemimpinan adalah kemampuan untuk secara konsisten memberikan hasil yang luar biasa dengan mengambil keputusan tentang nilai-nilai dan sumber daya. Kepemimpinan juga merupakan kapasitas untuk menyusun strategi mengalokasikan sumber daya yang langka dengan cara yang berbeda-beda sehingga mengarah pada hasil yang berkelanjutan. Barangkali unsur terpenting dari kepemimpinan adalah pelaksanaan: memastikan bahwa taktik dan aktivitas sehari-hari pada perusahaan mencerminkan strateginya.

Salah satu cara terbaik untuk menjajaki gaya kepemimpinan adalah mempelajari bagaimana para eksekutif melakukan pendekatan terhadap pekerjaan mereka, memosisikan diri, dan memandang peran mereka. Tidak ada yang lebih jelas mengungkapkan hal tersebut daripada paparan langsung mengenai orang, keputusan, program, teknik, kesalahan, dan prestasi. Dalam per-cakapan dengan lebih dari 160 eksekutif puncak di dunia untuk buku saya, Maximum Leadership, saya terkesima ketika menemukan bahwa pendekatan manajemen yang dipilih oleh seorang CEO sedikit sekali berkaitan dengan kepribadiannya. Alih-alih, pendekatan tersebut didasarkan pada apa yang dibutuhkan perusahaan. Dalam situasi ketika sebuah strategi baru bersifat krusial bagi kesuksesan organisasi, para pemimpin maksimum akan mengadopsi pendekatan strategis yang memosisikan diri mereka sebagai seorang visioner puncak di perusahaan. Suatu pendekatan terhadap aset manusia memungkinkan CEO untuk meraih kesuksesan melalui kebijakan-kebijakan sumber daya manusia. Pendekatan terhadap keahlian memosisikan CEO sebagai juara dalam keahlian yang dimiliki secara spesifik. Pendekatan "kebiasaan" melibatkan peluncuran serangkaian prosedur yang rumit dan perilaku yang diharapkan akan mengarah pada kesuksesan; dan pendekatan terhadap agen perubahan mensyaratkan CEO untuk bertindak sebagai katalis transformasi.

Mengenali situasi strategis dan pendekatan manajemen para pe-mimpin puncak perusahaan adalah langkah utama bagi mereka yang mengincar posisi manajemen senior di tempat bekerja saat ini tau kesempatan yang sama di organisasi lain. Seorang manajer yang menerapkan pendekatan "kebiasaan" tidak akan meng-alami kemajuan karier yang berarti dalam perusahaan yang dipimpin oleh seorang CEO "strategis". Namun, apa pun pendekatan manajemen yang akhirnya diadopsi oleh seorang eksekutif, kualitas kepemimpinan (leader ship presence) adalah hal yang sangat krusial. Mengetahui kapan harus menyajikan sebuah pesan, bagaimana membujuk orang lain, memilih kaidah etiket perusahaan mana yang harus digunakan adalah sama vitalnya dengan memahami teori mikroekonomi atau mengantongi gelar Ph.D. dalam ilmu komputer, untuk menapaki jenjang karier yang lebih tinggi.

Penampilan dan keseimbangan adalah aspek paling mendasar kualitas kepemimpinan. Para pemimpin menyadari bahwa mereka menjadi sorotan dan tak satu pun yang mereka lakukan atau katakan yang tidak akan mendapatkan perhatian. Selain mengadopsi "seragam" yang menyertai posisi mereka, para pemimpin juga ber-sikap tenang dan santai dalam interaksi sosial.

Hal fundamental lain dari kualitas eksekutif (executive presence) adalah fokus, atau kemampuan untuk berkonsentrasi tanpa ganggu-an dan melangkah maju meskipun menghadapi interupsi. Sebagian besar eksekutif secara terus- menerus menghadapi panggilan telepon, interupsi, masalah, dan isu-isu sumber daya manusia. Mereka yang dapat menggerakkan agenda untuk maju sembari menghadapi isu-isu yang muncul dan tak terhindarkan, me-miliki bakat yang unik.

Intelektualitas adalah sifat nonfisik yang kritis, tetapi bukan sekadar perkara IQ, skor ujian akhir, atau latar belakang akademis. Pada era informasi sekarang, kemampuan untuk mencerna sejumlah besar informasi dan mengintegrasikan hal tersebut dengan data se-belumnya untuk membangun dasar yang senantiasa berkembang dalam realitas, merupakan kunci bagi karier manajemen yang berhasil.

Para eksekutif yang diberi anugerah kemampuan untuk menguraikan hal-hal rumit, membangun cerita dari berbagai fakta mentah, dan berbicara secara lugas dan tanpa dibuat-buat, barangkali memiliki faktor kualitas kepemimpinan yang paling penting dari semuanya yaitu keterampilan berkomunikasi yang kuat. Mungkin faktor kualitas kepemimpinan yang paling sulit didefinisikan adalah karisma, kemampuan untuk membangkitkan minat dan kegembiraan, serta terkait secara langsung dengan kepercayaan diri dan minat seorang eksekutif terhadap orang lain. Dalam banyak kasus, karisma berasal dari gairah komitmen yang tak pernah memudar terhadap pekerjaan dan organisasi yang menyulut kinerja dan semangat seorang eksekutif. Terakhir, kesesuaian budaya kemampuan untuk mengenali dan bertindak sesuai dengan aturan-aturan dasar berperilaku dalam organisasi menjadi dasar seorang eksekutif akan dipandang dan dihormati.

Hampir mustahil bagi seorang eksekutif untuk menempati posisi puncak tanpa dosis kualitas kepe-mimpinan yang kuat. Berkat melemahnya hierarki korporasi, zaman kita adalah zaman kelompok. Sebagai seorang konsultan manajemen, saya telah melihat banyak eksekutif dengan keahlian teknis yang luar biasa, tetapi memiliki kualitas kepemimpinan yang rendah. Tidak peduli betapapun cerdasnya mereka, pada akhirnya mereka mendapatkan pekerjaan yang tidak mengharuskan mereka mengelola banyak orang. Mereka sering meninggalkan perusahaan atau dipaksa keluar.

Download


Cosmic Ordering : Guide A To Life

Judul Asli: Cosmic Ordering, guide a to life, love and happiness
Penulis : Debbie Frank
Judul Terjemahan: Pesanlah Cinta dan Kebahagiaan Melalui Cosmic Ordering
Penerjemah : Anita Hairunnisa
Penerbit : Ufuk Press
Jenis Buku : Psikologi-Motivasi

Selama ini kita hanya terpaku pada yang nyata dan terlihat oleh kasat mata saja. Kita kurang memerhatikan energi-energi yang bergerak di sekcliling kita. Mcnurut Debbie, justru energi ini bisa mcnjadi faktor kunci fcesuksesan scseorang (Majalah Success, Desember 2007)

Beberapa tahun terakhir ini, kita sering mendengar rahasia-rahasia semesta satu per satu terbuka untuk membantu kita meraih kesuksesan. Salah satu rahasia semesta yang sebenarnya telah lama ada di sekitar kita adalah Cosmic Ordering. Tetapi apa sih sebenarnya Cosmic Ordering itu?

Debbie Frank astrolog koran Daily Mirror dan salah satu konsultan Putri Diana dalam bukunya bcrjudul Pesanlah Cinta dan Kebahagiaan melalui Cosmic Ordering menerangkan .bahwa Cosmic Ordering adalah kekuatan semesta yang mampu mewujudkan keinginan dan nengubah hidup seseorang secara mengagumkan. Suatu cara untuk mengarahkan diri kita kcpada berbagai kcsempatan terbaik yang tersedia

Dalam bukunya Debbie menunjukkan bagaimana meninggalkan pola lama serta memanfaatkan energi yang tak terlihat di sekitar kita, Selama ini kita hanya terpaku pada yang nyata dan terlihat oleh kasat mata saja. Kita kurang memerhatikan energi-energi yang bergerak di sekcliling kita. Mcnurut Debbie, justru energi ini bisa mcnjadi faktor kunci fcesuksesan scseorang. Selain itu, Debbie juga menerangkan tahap-tahap memahami cosmic ordering, mulai dengan pamahaman tentang alam semesta, faktor daya tarik antar personal dalam cinta, tipe-tipe hubungan, bagaimana memecahkan datangnya kiriman cosmic ordering, keajaiban kerja keras, sampai mengarahkan tujuan Anda

Tekad adalah segalanya dalam cosmic ordering. Debbie menerangkan bahwa kita harus menaikkan volume keinginan jika ingin cosmic ordering bckerja. Tekad arrinya rasa tanggung jawab tcrhadap apa yang terjadi dan secara aktif melakukan scsuatu agar terlaksana.

Secara sederhana prinsip cosmic ordering adalah sebagai berikut: pesanlah impian/cita-cita Anda, tekadkan diri anda untuk mencapainya dengan bekerja, berusaha dan berdoa, dan tunggulah, semua elemen tersebut akan bersatu dalam mewujudkan impian Anda. Cosmic ordering adalah gabungan keajaiban dan kcrja keras. Raihlah impian Anda! 

Download

Berbohong Dan Menjadi Kaya

Beberapa tahun yang lalu, saat saya sedang di sebuah toko majalah, saya mclihat scbuah majalah asing, judulnya Small Business Opportunities (SBO), saya membaca beberapa halaman darinya, dan terkesan dengan salah satu tawarannya:

Dijual!
Copyright dari beberapa manual Best Seiler,
Hanya $199, Segera Hubungi xxx-xxx

Di iklan itu, pemiliknya mengatakan hal-hal semacam ini:

© “Bila Anda memang menginginkan uang gampang yang banyak, inilah caranya. Tidak ada cara yang lain!”

© “Beberapa tahun terakhir ini, saya menjual manual dengan topik yang diinginkan ma-
syarakat dengan harga yang terjangkau, antara $15 sampai $50 per manual. Saya mengiklankan diri di berbagai majalah di seluruh negeri ini.”

© “Biaya produksi per manual sangatlah rendah, cuma beberapa puluh sen, keuntungan dari bisnis ini adalah sangat luar biasa."

© “Keuntungan per bulan yang bisaAnda dapatkan setidaknya mencapai beberapa ribu dolar, minimal! ”

© “Karena keberhasilan saya, saat ini saya adalah pembicara dengan harga per jam yang sangat tinggi, saya tidak perlu lagi menggeluti bisnis penjualan manual.”

© “Saya akan membatasi pembeli dari Copyright manual saya. Tentunya saya tidak ingin melihat persaingan yang terlalu besar karena banyaknya penjual manual yang sama di negeri ini. Hanya Anda yang bereaksi cepatlah yang akan men-dapatkannya. Bagi yang terlambat, saya akan mengembalikan uang Anda.”

© “Hubungi saya sekarang! Anda akan kaya lewat usaha penerbitan ini.”

Di kemudian hari, saya baru tahu bahwa ternyata manual yang dia maksud terdiri dari informasi-informasi umum tentang motivasi, keuangan, dan pengembangan diri yang tersedia secara berlimpah di berbagai toko buku.

Menurut pengakuan dari orang-orang yang membeli Copyright dari pemasang iklan tersebut, manual-manual yang mereka cetak tidaklah gampang dijual, banyak orang lebih cenderung membaca buku-buku pengembangan diri klasik di toko buku daripada manual mereka. Klaim bahwa dia akan mengembalikan uang bagi orang yang membeli belakangan juga tidak terbukti!

Pelajarannya:

Bukan karena Anda membaca sebuah tawaran dari sebuah majalah ataupun koran yang legal, lantas apa yang Anda baca otomatis juga pasti legal dan jujur. Majalah dan koran tidak akan memverifikasi kejujuran jenis usaha yang membeli ruang iklan dari mereka. Lebih sering daripada tidak, pihak majalah dan koran sendiri juga tidak tahu apa sebenarnya yang dilakukan oleh customer mereka, para pemasang iklan.

Mungkin Anda masih ingat, beberapa tahun yang lalu, sebuah perusahaan yang mengaku dari Jepang, kalau tidak salah namanya G-Cosmos. Mereka memasang iklan besar-besaran hampir setiap hari di koran terbesar di Indonesia, Kompas. Mereka menawarkan kesempatan investasi dengan imbal hasil 10% sampai 30% dari investasi kita. Alamat mereka juga terletak di salah satu gedung per-kantoran elit di Jakarta, yang mereka SEWA tentunya. Beberapa bulan setelah itu, perusahaan itu hilang entah ke mana... Investor tidak cuma rugi, tetapi juga terpukul secara pSikologis karena kebodohan yang telah mereka lakukan.

Download

Body Signs

Kita semua pernah memerhatikan berbagai hal di tubuh kita yang mengganggu, aneh, tidak enak dilihat, atau sangat memalukan. Kuku kita mungkin berwarna kuning. Kulit tambahan mungkin secara mendadak muncul di bawah payudara kita. Atau pasangan kita mungkin mengeluh bahwa bau badan kita mirip amonia. Inilah tanda-tanda tubuh. Jika kita belajar bagaimana    menguraikannya, tanda tubuh bisa memberitahu kita banyak hal tentang keadaan kesehatan ... atau penyakit kita.

Untunglah, banyak tanda tubuh yang sering tidak berbahaya (benign). Maksudnya adalah, tanda-tanda yang menjadi indikator suatu kondisi yang tidak merugikan atau secara medis tidak penting (jangan tertukar dengan benign sebagai kebalikan maHgnant— ganas atau cancerous— bersifat kanker). Tanda-tanda tubuh yang tidak berbahaya bisa diabaikan atau ditangani dengan bantuan kosmetik. Tetapi beberapa tanda tubuh mungkin menandakan sesuatu yang lebih serius. Meski kuku yang kuning mungkin terjadi akibat nikotin, itu juga suatu tanda peringatan adanya gangguan paru-paru atau hati. Kulit tambahan (skin tags) yang tidak enak dilihat—salah satu tanda penuaan yang umum—mungkin menandakan diabetes. Dan meski bau badan Anda yang mirip amonia itu mungkin artinya Anda sebaiknya menyewa petugas kebersihan, tanda itu bisa pula berarti Anda makan terlalu banyak protein. Atau itu mungkin tanda peringatan bahwa di tubuh Anda terdapat bakteri Helicobacter pylori, kuman yang menyebabkan tukak lambung. Pesan-pesan medis ini tidak terjadi secara kebetulan. Alih-alih, pesan-pesan ini dikirimkan oleh tubuh kita untuk memperingatkan kita bahwa ada sesuatu yang mungkin tidak beres.

Body signs adalah mengenai bagaimana tubuh kita mengomunikasikan status kesehatan internal kita lewat tanda-tanda dan sinyal-sinyal eksternal. Tidak seperti gejala (symptom), yang cenderung mengikutsertakan rasa sakit atau tidak nyaman dan mungkin membuat Anda bergegas mendatangi dokter atau bahkan unit gawat darurat, tanda-tanda tubuh mungkin lebih menggiring Anda ke penata rambut, salon kuku, toko kosmetik, atau toko obat. Atau kalaupun Anda ke dokter. Anda mungkin lebih merasa cocok berkonsultasi dengan ahli bedah plastik daripada internis. Tetapi seorang internislah yang mungkin sebenarnya Anda butuhkan. Kadang-kadang apa yang tampaknya seperti sekadar masalah kosmetik ternyata lebih daripada itu. Misalnya, daging tumbuh yang kecil, kekuningan, dan seringkali jelek mungkin muncul di kelopak mata Anda. Secara medis dikenal sebagai xanthelasma, daging tumbuh ini sebenarnya timbunan kolesterol yang memperingatkan Anda bahwa Anda memiliki tingkat kolesterol yang tinggi dan berisiko terkena penyakit jantung.

APA PERBEDAAN ANTARA TANDA TUBUH DAN GEJALA?

Gejala—seperti    rasa sakit, demam, dan pendarahan—muncul dengan sangat jelas. Tetapi tanda tubuh cenderung lebih samar dan sulit diterjemahkan; kita mungkin menganggapnya biasa saja dan membosankan, memalukan dan aneh, atau apa pun di antaranya. Sebagaimana yang dikatakan John Brown, seorang dokter Skotlandia abad kesembilan belas, "Gejala adalah bahasa ibu tubuh; tanda adalah sebuah bahasa asing." Dan kalau gejala hanya bisa dijelaskan oleh pasien, tanda tubuh bisa dideteksi oleh pasien, dokter, pasangan, dan bahkan orang yang berpapasan. Tanda-tanda tubuh dideteksi dengan menggunakan pancaindra: bisa dilihat, didengar, dicecap, diraba, atau dibaui.

APA YANG BISA DISAMPAIKAN TANDA-TANDA TUBUH KEPADA KITA?

Sebelum munculnya teknik-teknik diagnostik modern, para dokter harus mengandalkan apa yang diungkapkan oleh pancaindra mereka sendiri dan pasien mereka. Selama berabad-abad, para dokter mendengarkan detak jantung pasien, meraba nadi mereka, melihat lidah mereka, memutar bola mata mereka, memeriksa rambut, kulit, dan kuku mereka, mencium bau mereka, mempelajari tinja mereka, mengendus dan bahkan kadang-kadang.....

Download

Minggu, 28 Agustus 2016

Better

BEBERAPA TAHUN lalu, pada tahun terakhir di fakultas kedokteran, saya menangani seorang pasien yang sampai sekarang masih bercokol dalam benak saya. Saya sedang dalam rotasi penyakit dalam, rotasi terakhir sebelum lulus. Dokter residen senior memberi saya tanggung jawab utama atas tiga atau empat pasien. Salah seorangnya adalah perempuan Portugis keriput berumur tujuh puluhan yang dirawat karena saya pakai istilah teknisnya di sini, dia kurang enak badan. Badannya pegal linu. 

Dia terus- menerus merasa lelah. Dia tidak demam. Denyut nadi dan tekanan darahnya baik. Tapi tes laboratorium menunjukkan jumlah sel darah putihnya terlalu tinggi, tidak normal, hasil roentgen dada menunjukkan kemungkinan pneumonia, mungkin benar, mungkin tidak. Jadi, dokter internis merujuk si pasien ke rumah sakit, dan sekarang dia berada dalam perawatan saya. Saya lakukan biakan dahak dan darah, lalu, mengikuti saran si dokter internis, mulai memberikan antibiotik untuk mengobati kemungkinan pneumonia. Saya menengok dia dua kali sehari selama beberapa hari berikutnya. Saya memeriksa tanda-tanda vitalnya, mendengarkan bunyi parunya, memeriksa hasil laboratorium. Tiap hari keada-annya tetap sama. Dia batuk-batuk. Dia tidak demam. Dia hanya tidak enak badan. Kami beri antibiotik dan tunggu hasilnya, saya pikir. Dia akan baik-baik saja.

Suatu pagi, dalam jadwal keliling saya pada pukul tujuh, dia mengeluh tak bisa tidur dan berkeringat terus semalaman. Kami periksa catatan tanda-tanda vital. Tetap saja dia tidak demam. Tekanan darahnya normal, nadinya barangkali agak lebih cepat daripada sebelumnya. Tapi hanya itu. Perhatikan dia baik-baik, pesan dokter residen senior kepada saya. Pasti, saya bilang, walau semua yang kami lihat tampaknya tidak berbeda dengan kemarin-kemarin. Dalam hati saya membuat rencana untuk menengok dia pada tengah hari, sekitar waktu makan siang. Tapi residen senior menengok sendiri si pasien dua kali lagi pada pagi yang sama.

Perbuatan kecil itulah yang terus tertanam dalam benak saya sesudahnya, hanya tindakan kecil, yang penuh kecermatan. Dokter residen senior telah melihat sesuatu yang mengkhawatirkan pada si pasien. Dia juga mengamati saya ketika melakukan keliing pagi. Dan yang dia lihat adalah mahasiswa tahun keempat dengan posisi sebagai residen bagian bedah umum, pada rotasi akhirnya di fakultas kedokteran, apakah dia percaya saya? Tidak, dia tidak percaya saya. Jadi, dia memeriksa sendiri si pasien.

Dan yang dilakukannya pun tidak hanya pemeriksaan sambil lalu. Si pasien berada di lantai empat belas rumah sakit. Ruang kuliah pagi, kantin, dan semua tempat yang kami harus datangi hari itu ada di dua lantai terbawah. Lift rumah sakit sangat lambat. Dokter residen senior memberi kuliah juga. Bisa saja dia menunggu perawat memberi tahu kalau timbul masalah, sebagaimana kebiasaan sebagian besar dokter. Bisa saja dia tugaskan residen junior untuk menengok si pasien. Tapi bukan itu yang dia lakukan. Dia sendiri yang menengok si pasien.

Pertama kali dokter residen senior menengok si pasien, didapatinya si pasien demam 39 derajat Celsius dan aliran oksigen lewat hidung si pasien perlu ditambah. Kali kedua, dokter residen senior mendapati tekanan darah si pasien menurun dan perawat mengganti selang oksigen dengan masker, dan dia memindahkan pasien ke ruang rawat intensif. Saat saya sadar apa yang terjadi, dia sudah menangani si pasien dengan antibiotik baru, infus, obat penunjang tekanan darah, karena sedang mengalami syok septis akibat pneumonia fulminan. Karena sang dokter senior menengoknya, si pasien bertahan hidup. Bahkan, karena ditengok itulah perawatan si pasien jadi lancar. Si pasien tak pernah perlu dipasangi ven-tilator. Demamnya hilang dalam 24 jam. Dia diperbolehkan pulang tiga hari kemudian.

BAGAIMANA CARANYA menjadi hebat dalam suatu bidang di mana kegagalan begitu gampang terjadi? Ketika saya masih mahasiswa dan kemudian menjadi dokter residen, tujuan utama saya adalah menjadi mahir bekerja. Tapi yang ditunjukkan dokter residen senior hari itu lebih daripada kemahiran, dia tidak hanya langsung menangkap bagaimana pneumonia biasanya berevolusi dan ditangani, tapi juga tindakan-tindakan khusus untuk mengatasi pneumonia pada satu pasien itu, pada saat itu, dengan sarana tertentu dan orang yang tersedia.

Sering kali orang mencari teladan prestasi hebat dari para atlet. Dan bagi dokter seperti saya, atlet memang.....

Download

Pengakuan Bandit Ekonomi

John Perkins adalah penulis asal Amerika Serikat (AS) yang mengungkapkan kejahatan korporatokrasi yaitu jaringan yang bertujuan memetik laba melalui cara-cara korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dari negara-negara Dunia Ketiga, termasuk Indonesia. Dalam bukunya yang pertama, Confessions of An Economic Hit Man (2004) Perkins menyebut dirinya Bandit Ekonomi atau EH Ml yang bekerja di perusahaan konsultan MAIN di Boston, AS.

Cara kerja mereka mirip mafia karena menggunakan semua cara, termasuk pembunuhan, untuk mencapai tujuan. Ia mengungkapkan bandit-bandit ekonomilah yang melenyapkan Presiden Panama Omar Torrijos dan Presiden Ekuador Jaime Roldos. "Kita melakukan pekerjaan kotor. Tak ada yang tahu apa yang kamu lakukan, termasuk istri kamu. Kamu ikut atau tidak? Kalau mau, kamu dilarang keluar dari MAIN sampai meninggal dunia," kata bos Perkins yang suatu hari raib ibarat hantu.

Tugas pertama Perkins membuat laporan-laporan fiktif untuk IMF dan World Bank agar mengucurkan utang luar negeri kepada negara-negara Dunia Ketiga. Tugas kedua Perkins membangkrutkan negeri penerima utang. Setelah tersandera utang yang menggunung, negara pengutang agar, misalnya, mendukung Pemerintah AS dalam voting di Dewan Keamanan PBB. Bisa juga negara pengutang dipaksa menyewakan lokasi untuk pangkalan militer AS. Sering terjadi korporatokrasi memaksa negeri pengutang menjual ladang-ladang minyak mereka kepada MNC (multinational corporation) milik negara-negara Barat.

Selama tiga bulan pada tahun 1971, Perkins berkeliling ke berbagai tempat menyiapkan dongeng tentang pertumbuhan ekonomi, pendapatan perkapita (GNP), dan berbagai indicator lain yang dipalsukan dan dilaporkan kepada IMF dan World Bank. Para eksekutif kedua lembaga tersebut pura-pura terpesona kepada berbagai indikator yang angkanya dicatut para bandit ekonomi itu dan segera menyalurkan utang.

Bos Perkins, Charlie Illingworth mengingatkan bahwa Presiden AS Richard Nixon menginginkan kekayaan alam Indonesia diperas sampai kering. Di mata Nixon, Indonesia ibarat real estate terbesar di dunia yang tak boleh jatuh ke tangan Uni Soviet atau China. "Berbicara tentang minyak bumi, kita tergantung dari Indonesia. Negara ini bisa jadi sekutu kuat kita," kata Illingworth kepada Perkins di Bandung.

Eksistensi korporatokrasi disambut hangat para peja¬bat tinggi Orde Baru. Korporatokrasi membuka peluang emas untuk KKN. Konspirasi antara korporatokrasi dengan kleptokrasi Orde Baru dijalin melalui prinsip "tahu sama tahu" dalam rangka "pembangkrutan" (bukan pembangunan) Indonesia. Konspirasi inilah yang mengawali berputarnya lingkaran setan utang yang dieluelukan ideologi pembangunan Orde Baru.

Pembangunan berbagai proyek infrastruktur itu bertujuan merebut laba maksimal bagi perusahaan peru¬sahaan AS. Tujuan lainnya memperkaya elite Orde Baru dan keluarganya agar mereka gunung akan semakin menguntungkan persekongkolan itu. Dan Perkins pun dinyatakan lulus sebagai bandit ekonomi andal berkat kariernya yang sukses di Indonesia.

Setelah itu Perkins berkali-kali dipercaya bertugas di banyak negara. Namun, hati nuraninya terusik. Diam-diam ia menyiapkan Confessions sejak 20 tahun sebelum buku itu diterbitkan. Karya Perkins itu semakin relevan sejak terjadinya Tragedi 11/9 di New York City. Buku itu membuktikan tragedi itu pada akhirnya datang juga karena merupakan konsekuensi logis dari sepak terjang korporatokrasi yang bermain api menjadikan Osama bin Laden sebagai sekutu untuk mendongkel rezim boneka Uni Soviet di Afganistan.

Sebagai ekonom utama di MAIN, Perkins memberikan rekomendasi jumlah utang yang disalurkan IMF dan World Bank. Salah satu syaratnya, pemerintah harus menyalurkan 90 persen dari utang itu ke kontraktor kontraktor AS untuk membangun berbagai proyek infrastruktur seperti jalan raya atau pelabuhan yang dikerjakan para pejabat tinggi Orde Baru dan keluarganya. Jika Presiden Soekarno menentang kehadiran korpo¬ratokrasi, Presiden Soeharto justru sebaliknya.

Download

Cara Gampang Menjadi Kaya Dengan Bisnis

Kenapa keberhasilan tampak begitu mudah bagi beberapa orang dan tampak sulit bagi orang lain? Apakah ada orang yang memang telah ditakdirkan untuk sukses? Apakah pendidikan yang membuat seseorang menjadi sukses? Bagaimana dengan orang yang Anda kenal? Anda melihatnya sebagai seorang wiraswasta yang sangat berhasil dan Anda merasa bahwa Anda pun bisa menjadi seperti dia, tapi bagaimana caranya? Bagaimana cara dia melakukannya? Kemudian, ada mantan perawat berusia tiga puluh tahun yang Anda tahu telah memulai usahanya sendiri dan kini dia tak hanya bahagia, tapi juga kaya raya. Bagaimana cara mereka melakukannya? Bagaimana Anda bisa melakukannya? 

Bagaimana orang-orang atau bahkan satu keluarga bisa bermigrasi ke Amerika dari tempat-tempat yang sangat jauh, seperti India, Lebanon, Cina, atau Jepang dan kemudian menjadi sangat sukses dengan bisnis mereka? Apakah mereka semua memiliki gen rahasia dalam diri mereka, ataukah mereka hanya beruntung? Buku ini akan menjawab semua pertanyaan itu dan membuka rahasia menuju kesuksesan Anda. Apakah Anda berusia 12 tahun, 30 tahun, 45 tahun, 60 tahun, atau 80 tahun, apakah Anda seorang wiraswasta yang telah berhasil atau yang masih berjuang, buku ini akan bisa menunjukkan kepada Anda bagaimana cara meraih kesuksesan dalam berwiraswasta.

Saat Anda membaca buku saya, Anda akan mengetahui bagaimana Grunder Landscaping Company berkembang dari sebuah usaha pemotong rumput yang dijalankan oleh dua orang anak sepulang mereka dari sekolah, (sama seperti yang mungkin pernah Anda lakukan atau sedang Anda lakukan sekarang) menjadi sebuah perusahaan sukses bernilai jutaan dolar dan peraih beberapa penghargaan nasional. Saat perusahaan kami sedang berkembang, saya terus-menerus mempelajari orang-orang dan perusahaan- perusahaan lain yang sukses. Kemudian, saya menemukan kesamaan di antara orang-orang dan perusahaan-perusahaan tersebut. Semua orang sukses yang saya amati mencintai pekerjaan mereka (menaruh minat pada hal yang mereka kerjakan). Mereka sangat berorientasi pada tujuan. Banyak dari mereka belajar bagaimana meraih sukses dengan biaya dari orang lain (diba¬yar untuk belajar). Mereka punya kelompok inti yang terdiri dari teman-teman dan guru-guru yang sangat sukses (mengelilingi diri dengan orang-orang sukses). Mereka sangat percaya kepada diri sendiri (percaya kepada diri sendiri).

Mereka tak takut untuk bertanya mengapa sesuatu itu terjadi seperti yang terjadi saat ini. Mereka memfokuskan diri pada satu ceruk bisnis saja. Mereka melakukan segala sesuatunya dengan sedikit berbeda, dengan cara yang berlawanan dari norma yang umum, dan mereka tak takut untuk melanggar aturan. Dan, yang terakhir meski bukan berarti tidak penting, orang-orang sukses yang saya amati semua bekerja dengan sangat, sangat, sangat keras. Di sepanjang buku ini Anda akan menemukan "Cek Kenyataan". Saya merasa ini akan membantu Anda menyadari bahwa segala sesuatu itu tak selalu akan berjalan dengan sempurna. Paragraf-paragraf yang disusun dengan singkat dan lugas itu akan membantu Anda menghindari lubang-lubang menjebak yang telah banyak membuat orang terjerumus ke dalamnya.

Dan itulah kisah buku ini. Buku ini adalah sebuah cetak biru bagi kesuksesan wiraswasta Anda. Saya telah meminta banyak orang sukses untuk membaca buku ini sebelum diterbitkan. Beberapa, seperti teman wiraswasta miliuner saya, Dr. Michael Ervin, mengatakan bahwa setelah direnungkan ternyata kesembilan langkah sukses yang terdapat dalam buku ini tepat seperti hal yang telah dia lakukan dalam mencapai kesuksesan. Yang lain-lainnya telah menggunakan langkah-langkah yang terdapat dalam buku ini untuk mewujudkan impian mereka dan berhasil meraih kesuksesan karena mengikutinya. Saya harap Anda bisa menikmati buku ini. 

Download

Agama Dalam Politik Amerika

Agama dan politik di Amerika akan dikupas dalam berbagai pandangan di buku ini, karenanya buku ini merupakan hasil patungan ide dari banyak pakar di bidang politik, social, agama seperti John C Green, James L. Guth, Ted G. Jelen, Lyman A. Kellstedt, David C. Leege, Corwin E. Smidt, Kenneth D. Wald, Michael R. Welch, Clyde Wilcox. Menariknya para penulis buku ini mempunyai pandangan yang berbeda-beda antara satu dan yang lainnya, terutama pada konsistensi antara teori dan praktek.

Perselingkuhan agama dan politik bukanlah hal negatif sebagaimana secara umum kita pahami. Akan tetapi hal ini akan menjadi negatif jika politik dijadikan alat untuk kepentingan agama tertentu saja, padahal semua agama mempunyai kepentingan yang sama, yaitu membawa umat manusia pada kedamaian selama hidup didunia dan hari akhir .

Bagian I dari buku ini diawali dengan sebuah bab yang berupaya menempatkan studi mengenai agama dan politik dalam konteks historis, teoritis, substantif, dan normatif. Bab ini menjelaskan mengapa ilmuwan politik harus memasukan agama kedalam analisis mereka tentang perilaku politik rakyat Amerika. Terdapat banyak alas an mengapa para ilmuwan social harus meneliti agama dalam melakukan studi-studi tentang pemilih di Amerika.

David C. Leege mengungkapkan, sebagian besar orang Amerika dewasa-sekitar tigaperlima atau tiga perempatnya-menjadi bagian dari gereja-gereja, sinagog-sinagog, atau perkumpulan keagamaan lainnya. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan orang Amerika yang tertarik untuk beraktifitas dalam organisasi sukarela lainnya, apakah itu perserikatan, asosiasi professional, kelompok masyarakat, ikatan alumni, klup, ataupun perkumpulan. Leege juga mengatakan 82 dan 93 persen dari semua warga Amerika dewasa bersedia menggunakan identitas agama mereka-Protestan, Katolik, Yahudi, atau yang lainnya. Secara tidak langsung Leege mengungkapkan, ¾ pemilih di Amerika bisa didekati melalui jalur agama.

Pemahaman menyeluruh tentang gagasan David C. Leege, Keeneth D. Wald dan Corwin E. Smidt di Bab I ini akan mempermudah pembaca untuk memahami bab II-VI, Leege mengatakan setidaknya ada tiga faktor mengapa agama memenuhi fungsi dasar sebuah budaya dari perspektif kelompok-kelompok dan individu-individu.

Pertama , Identitas, agama mengatakan pada kita, siapa kita dan siapa saya ?. Kedua, norma-norma agama mengatakan bagaimana seharusnya kita bertingkah laku. Ketiga, pemeliharaan tapal batas, agama mengatakan kepada kita, kita siapa dan perilaku apa saja yang bukan bagian dari kita? (kriteria budaya dari Wildavsky 1987). Sebab itulah agama mempunyai arti penting yang lebih besar bagai para pemeluk agama daripada norma, atau batas-batas sosial lainnya. Karena ia mengklaim jawabannya sebagai sakral, abadi, penuh dengan makna puncak hidup.

Analisis David C. Leege diatas juga sesuai dengan data Kenneth D. Wald dalam atikelnya yang berjudul Keterlibatan di Gereja dan perilaku politik. Dalam hal ini ia mengutip seorang teoritikus yaitu Alexis de Tocquville. Menurut Tocquville, gereja merupakan inkubator karakter politik Amerika yang khas. Di Gerejalah rakyat Amerika mempelajari pelbagai keyakinan dan praktik yang menopang ciri demokratis kehidupan publik. Pernyataan Tocquville ini juga diperkuat dengan pendapat para sejarahwan yang menunukan bukti kuat adanya hubungan antara agama dan pilihan politik dalam sejarah pembangunan Amerika (Noll 1990).

Hal penting yang dikemukakan oleh Kenneth D Wald adalah ia membedakan bentuk komitmen keagamaan dan keyakinan keagamaan. Kenneth juga memberikan garis pemisah antara tindakan kesalehan pribadi dan tindakan kelompok keagamaan, Kenneth justru memberikan penekanan tentang arti penting identitas keagamaan di Amerika.

Secara keseluruhan buku ini lebih banyak menjelaskan tentang teori-teori yang lahir dari hasil pegamatan, tanpa mengungkapnya secara spesifik, disinilah pembaca dituntut untuk mengambil kesimpulan secara utuh, bukan bab per bab, sehingga walaupun tulisan dalam buku ini merupakan gagasan dari banyak pakar, buku ini tetap dalam kumpulan kesatuan yang tidak terpisah.

Pada akhirnya, jika kita refleksikan dengan Negara kita Indonesia, kita akan kembali pada paragraph awal dari tulisan ini, dengan membalik pertanyaannya Sejauh mana peran Agama dalam kancah politik di Indonesia?. Maka secara jujur harus kita akui, agama tidak berperan dalam kancah politik di Indonesia. Setiap putaran kampanye dinegeri ini selalu ada nyawa simpatisan yang melayang, ditambah lagi berbagai kecurangan selalu menjadi bumbu. Sejauh ini agama hanya dijadikan pemanis jualan didalam politik. Padahal Politik adalah hal yang luhur sedangkan agama selalu mengajarkan tentang nilai-nilai keluhuran, tinggal bagaimana manusia memperlakukan keduanya. Selamat membaca !.

http://downloads.ziddu.com/downloadffile/12976374/AgamadlmpolitikAmerika.rar.html


Law Of Attraction

Anda mungkin tidak menyadarinya, tetapi desakan yang sangat kuat sedang bekerja dalam diri Anda. Itulah yang disebut dengan Hukum Ketertarikan dan sekarang sedang menarik orang-orang, pekerjaan, dan hubungan ke dalam kehidupan Anda. Namun, tidak semuanya berpengaruh baik terhadap diri Anda! Jika kehidupan Anda terasa seolah-olah berbelok arah dan berubah menjadi semacam opera sabun yang buruk, maka itulah waktunya membaca buku ini.

Anda dapat memanfaatkan Hukum Ketertarikan untuk membuat beberapa perubahan dalam hidup Anda atau melakukan perbaikan sepenuhnya. Anda akan menemukan semua petunjuk itu di sini. Temukan betapa mudahnya menggunakan Hukum Ketertarikan untuk:

+ Berhenti mendatangkan segala sesuatu yang tidak Anda inginkan.
+ Menambah kekayaan dan keberlimpahan dalam hidup Anda.
+ Mendapatkan pasangan dan hubungan yang ideal untuk Anda.
+ Memajukan bisnis Anda--menambah pelanggan, klien, dan rujukan.
+ Menemukan pekerjaan ideal Anda, panggilan atau karir yang sesungguhnya.

"Beberapa buku dapat mengubah hidup Anda. Hukum Ketertarikan adalah salah satu di antaranya. Sekali Anda mendengar bagaimana kerja Hukum Ketertarikan, dan benar-benar melihat aliran peluang, inspirasi yang bertambah, uang, dan orang-orang yang baik mendatangi Anda, berarti Anda berhasil memperoleh manfaat buku ini. Sebagai seorang pengajar hebat, Michael Losier punya bakat yang sesungguhnya untuk merangsang hasil-hasil yang mengagumkan, maka saya juga sangat merekomendasikan pelatihan-pelatihannya dan kelas-jarak-jauhnya yang luar biasa hebat."

--Carol Adrienne, Ph. D.
Penulis The Purpose of Your Life dan What Life Changes, Or You Wish It Would.

Download

A To Z About Indonesia Film

Film Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mulai bermunculan kembali. Khususnya, sejak film Kuldesak yang dilanjutkan dengan Petualangan Sherina, Ada Apa dengan Cinta, dan masih banyak lagi. Bahkan, Festival Film Indonesia (FFI) yang dimotori Badan Pertimbangan Perfilman Indonesia akan dihidupkan kembali. Tetapi, hingga kini, perdebatan seputar "film Indonesia" belum berakhir. Apakah "film Indonesia" itu? Adakah ciri-ciri khusus dari film yang berasal dari Indonesia atau dibuat oleh sineas Indonesia?

Pencarian identitas keindonesiaan dalam dunia perfilman Indonesia sudah berlangsung panjang. Tetapi kenyataannya, hingga saat ini, film nasional yang menghadirkan identitas "kultural pribumi" masih bisa dihitung dengan jari. Padahal, dalam Muka- ddimah Anggaran Dasar Karyawan Film dan Televisi 1995 dijelaskan bahwa film mempunyai fungsi yang amat mulia. "Film dan televisi bukan semata-mata barang dagangan, tetapi merupakan alat pendidikan dan penerangan yang mempunyai daya pengaruh yang besar sekali atas masyarakat, sebagai alat revolusi dapat menyumbangkan dharma bhaktinya dalam menggalang kesatuan dan persatuan nasional, membina nation dan character building mencapai masyarakat sosialis Indonesia berdasarkan Pancasila."

Jika fungsi ini bekerja secara normal, seharusnya identitas kultural bangsa Indonesia akan hadir dalam setiap film yang dibuat orang Indonesia.

Tetapi kenyataannya, tidak banyak film nasional yang menghadirkan identitas kultural ini. Ada apakah?

Menurut beberapa teori film, film adalah arsip sosial yang menangkap jiwa zaman (zeitgeist) ma-syarakat saat itu. Seorang pakar film, Siegfried Kra- cauer menyatakan bahwa pada umumnya dapat dilihat kalau teknik, isi cerita, dan perkembangan film suatu bangsa hanya dapat dipahami secara utuh dalam hubungannya dengan pola psikologis aktual bangsa itu. Artinya, perkembangan film Indonesia hanya dapat dipahami dengan baik jika perkembangan itu dilihat dalam hubungannya dengan latar belakang perkembangan sosial budaya bangsa itu.

Wajah Indonesia, dalam film yang baik, seha-rusnya tampak. Apakah itu menangkap keseluruhan jiwa ataukah penggalan-penggalan tertentu, seperti suku, agama, atau kelas sosial tertentu. Artinya, identitas kultural sebuah bangsa atau masyarakat seharusnya tampak di layar kaca.

Dimulai oleh Usmar Ismail. Pada 1950, Usmar Ismail yang di kemudian hari dikenal sebagai Bapak Perfilman Indonesia mendirikan Perfini (Perusahaan Film Nasional Indonesia) dengan Darah dan Doa sebagai produksi pertama. Film ini bukan film pertama Usmar sebelumnya dia menyutradarai Harta Karun dan Tjitra untuk perusahaan South Pacific Film tetapi dia selalu menyatakan bahwa film Darah dan Doa merupakan film pertamanya.

Dalam tulisannya, Pengantar ke Dunia Film, Usmar Ismail menjelaskan alasannya mengatakan demikan, "Karena buat pertama kalinya, sebuah film diselesaikan seluruhnya. Baik secara teknis-kreatif maupun secara ekonomis, oleh anak-anak Indonesia. Buat pertama kalinya pula film Indonesia mempersoalkan kejadian-kejadian yang nasional si-fatnya." Dewan Film Nasional, dalam konferensinya 11 Oktober 1962 lalu, menetapkan hari pertama pengambilan gambar pertama film ini 30 Maret sebagai Hari Film Nasional.

Menurut Asrul Sani, para sineas pada masa pasca kemerdekaan itu berambisi membantu "revolusi Indonesia" dengan film. Dengan demikian, impian mereka adalah membuat film yang memiliki relevansi sosial budaya. Mereka tidak ingin film Indonesia jadi alat untuk lari dari kenyataan. Film ditujukan untuk mendorong dialog dalam diri setiap penonton sehingga dapat memperoleh gambaran yang lebih jernih tentang kenyataan yang ada di sekitarnya.

Perjuangan mencari identitas film Indonesia dilanjutkan oleh para sineas setelahnya, seperti Asrul Sani, Sjuman Djaya, Teguh Karya, Arifin C. Noer, hingga Garin Nugroho dan Riri Riza.

Beberapa film yang berhasil mengangkat identitas kultural adalah karya-karya Usmar Ismail (Darah dan Doa dan Lewat Djam Malam), Asrul Sani (Bulan di Atas Kuburan dan Para Perintis Kemerdekaan), Sjuman Djaya (S/ Doel Anak Modern dan Si Doel Anak Sekolahan), Nyak Abbas Akub (Cintaku di Rumah Susun dan Inem Pelayan Seksi), M.T. Risjaf (Naga Bonar), Chairul Umam (Kejarlah Daku Kau Kutangkap serta Ramadan dan Ramona).
Download


INFORMASI

Musrenbang RKPD 2020: Ini Daftar 9 Prioritas Pembangunan Jawa Barat

BANDUNG, BAPPEDA JABAR –  Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan ...