ads

Jumat, 02 September 2016

Metode-Metode Riset Kualitatif

Sebelum menjabarkan keistimewaan riset kualitatif, kami akan memperkenalkan perbedaan paradigma yang melatar belakangi berbagai riset yang Anda baca mengenai Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Pemasaran. Dengan memahami berbagai perbedaan pandangan dari para peneliti dalam mengonsep dunia yang mereka pelajari, Anda diharapkan akan menghargai alasan peneliti-peneliti tersebut ketika memilih metode tertentu bagi riset mereka. Hal ini, pada gilirannya, akan membantu menempatkan perspektif Anda, sekaligus menambah pengetahuan Anda mengenai berbagai metode dalam wilayah riset kualitatif.

Selanjutnya, dalam bab ini, kami akan mengemukakan beberapa topik aktual dalam kajian komunikasi, yang mengulas perlunya keterlibatan peneliti dalam dialog kolaboratif dengan semua pihak terkait (stakeholders). Menurut kami, awal yang penting untuk melakukan hal ini adalah dengan memaparkan metode riset kualitatif, yang bertujuan memahami orang-orang yang menduduki—atau sedang berusaha menduduki—posisi tertentu dalam sebuah organisasi atau kelompok. Karena metode kualitatif cenderung dihubungkan dengan sifat subjektif dari sebuah realitas sosial, seperti yang akan dijelaskan dalam bab ini, maka metode ini memiliki kemampuan yang baik untuk menghasilkan pemahaman dari perspektif para stakeholder, sehingga memungkinkan peneliti untuk melihat berbagai hal sebagaimana dilihat oleh para pelakunya (stakeholders).

Metode riset yang digunakan para peneliti guna membantu mereka memahami praktik Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Pemasaran bukanlah teknik yang netral, melainkan berhubungan dengan dua paradigma yang berbeda (Bryman, 2001). Pada tingkatan yang sederhana, metode kualitatif cenderung menempatkan kata-kata sebagai unit analisis, sedangkan metode kuantitatif cenderung dihubungkan dengan angka-angka. 
Peneliti bisa memilih metode kualitatif atau kuantitatif. Yang jelas, kedua pilihan acap dihubungkan dengan paradigma tertentu sesuai dengan ilmu asalnya. Dua sudut pandang atau paradigma yang memengaruhi sebagian besar riset Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Pemasaran adalah interpretif (interpretive) dan realis (realist-positivist). Masing-masing paradigma mempunyai asumsi yang berbeda-beda menyangkut sifat dasar perencanaan atau program komunikasi, serta bagaimana hal itu dapat diakses.

Orientasi Anda, baik terhadap paradigma interpretif maupun realis akan menentukan jenis pertanyaan riset yang Anda pilih untuk riset Anda, sekaligus memengaruhi jenis metode investigasi yang Anda pakai.
 
Metode kualitatif cenderung dihubungkan dengan paradigma interpretif. Metode ini memusatkan pada penyelidikan terhadap cara manusia memaknai kehidupan sosial mereka, serta bagaimana manusia mengekspresikan pemahaman mereka melalui bahasa, suara, perumpamaan, gaya pribadi, maupun ritual sosial. (Deacon et a!., 1999: 6). Para peneliti yang menganut paradigma ini kurang tertarik untuk meneliti kekuatan eksternal yang mungkin menentukan perilaku masyarakat; seperti peraturan yang mengontrol standar periklanan, atau pengaruh perubahan selera konsumen terhadap jenis-jenis event yang cocok untuk sponsorship. Mereka lebih bersemangat untuk menjajaki selera, motivasi, dan pengalaman subjektif. Mereka berpendapat bahwa orang-orang melakukan sesuatu berdasarkan makna atas hal tersebut, yang lantas mereka hubungkan dengan tindakannya sendiri serta tindakan orang lain.

Jika Anda mengerjakan riset dengan paradigma interpretif, maka Anda harus memahami realitas sosial dari berbagai sudut pandang orang-orang yang hidup di dalamnya. Sebagai contoh, untuk mempelajari sponsorship, Anda mungkin harus melakukan investigasi terhadap perusahaan yang
akhir-akhir ini mensponsori berbagai event kesenian.

Anda mungkin harus melakukan wawancara terhadap orang-orang dalam perusahaan tersebut, serta mereka yang terlibat langsung dalam event itu, termasuk khalayaknya, guna menyimak pengalaman dan pendapat mereka mengenai kampanye sponsorship tersebut. Mungkin, Anda juga akan menghadiri event tersebut guna mengamati secara langsung bagaimana sponsorship dipromosikan. Dengan cara seperti ini, Anda akan mampu melihat, mendengar, dan mengalaminya sebagai bagian dari anggota masyarakat.

Peneliti yang menggunakan paradigma interpretif menantang gagasan bahwa realitas sosial adalah sesuatu yang kita terima begitu saja, sesuatu "dari luar sana" yang membentuk tindakan masyarakat. Peneliti interpretif meyakini teori konstruktivisme so-sial (social constructivism) yang mengemukakan gagasan bahwa "realitas" yang kita tinggali ini terbentuk dari waktu ke waktu melalui proses komunikasi, interaksi kita dengan orang-orang di sekitar kita, dan sejarah kita bersama. Realitas, oleh karena itu, merupakan "hal-hal yang dimiliki bersama dan diterima sebagaimana cara dunia dipersepsi dan dipahami" (Locke, 2001: 9). 
Realitas bagi mereka yang terlibat dalam kampanye sponsorship, contohnya, akan berbeda antara satu organisasi dengan organisasi lain. Hal ini sepenuhnya bergantung pada berapa lama orang-orang telah bekerja bersama-sama, seperti apa jenis orang-orang dalam kelompok tersebut, bagaimana pengalaman mereka, juga kenyamanan mereka dalam berkomunikasi satu sama lain, dan seterusnya. Oleh karena itu, makna tidaklah sama antara satu tempat dengan tempat lain, atau antara satu individu dengan yang lain. Makna berhubungan dengan siapa diri kita sebagai individu, berikut interaksi komunikasi yang kita lakukan. Makna bersama (shared meanings) adalah sesuatu yang kita raih bersama—inilah yang kemudian membentuk realitas sosial kita.

Para peneliti yang menggunakan paradigma interpretif menyadari bahwa dalam rangka memahami praktik Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Pemasaran, maka mereka harus, pertama-tama, aktif terlibat di dalamnya sebelum menafsirkan atau menginterpretasikan praktik itu. Keterlibatan di "lapangan" memungkinkan peneliti mampu mengonsepkan kenyataan dari sudut pandang orang-orang yang terlibat di dalamnya. Dengan mengeksplorasi bukti sebelum melakukan penafsiran terhadap "realitas", peneliti meyakini gagasan bahwa teori dan konsep muncul dari data, yang mereka hubungkan secara langsung dengan situasi tertentu yang tengah berlangsung secara alami. Dengan kata yang lain, apa yang Anda temukan di lapangan tidak ditentukan oleh teori atau model yang Anda temukan di literatur sebelum penelitian dimulai.

Sebagai contoh, setelah menyelenggarakan riset sponsorship, Anda akan menghasilkan uraian tentang proses keterlibatan dalam kampanye tersebut. Lalu, Anda mungkin menemukan riset lain dalam literatur yang mempunyai kesimpulan serupa. Dengan membandingkan gagasan Anda dengan riset lain tersebut, kemungkinan Anda akan menghasilkan beberapa hipotesis kerja mengenai sponsorship event kesenian. Atau, bisa juga Anda menyatakan bahwa temuan-temuan riset Anda bisa dikaitkan dengan organisasi-organisasi serupa.

Dengan orientasi seperti itu, yakni mengarah pada sifat dasar dunia sosial dan sifat dasar pengetahuan berkenaan dengan perencanaan atau program-program komunikasi, tidak mengherankan jika peneliti interpretif menggunakan metode riset kualitatif, yang memungkinkan peneliti untuk berdekatan dengan orang-orang yang diteliti, sekaligus terlibat dengan mereka. Metode kualitatif, kemudian, sering dipandang sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dengan paradigma interpretif, konstruktivis.
Download


Quantum Success

Buku ini berkembang seperti proses yang digam-barkannya.

Dengan fokus yang jelas, saya memulai sebuah rencana, sebuah diskusi, dan kemudian sebuah rencana baru, dan di atas itu, saya melanjutkan. Saya adalah orang yang percaya kepada tim dan proses ... dan saya memercayai perpaduannya.

Betapa sangat hebat dan berbakatnya tim yang mendukung proyek ini. Komunikasi yang langsung dan jujur, melontarkan gagasan, memulai lagi ... saya merasa sangat terhormat mendapatkan dukungan ini.

Gagasan-gagasan dan kisah-kisah untuk buku ini dikumpulkan selama lebih dari tiga puluh tahun dengan begitu banyak orang yang sangat hebat dan penuh perhatian yang memengaruhi hidup dan perkembangan saya.

Sahabat baik saya, orangtua SuperCamp, dan seorang pendukung, DeeDee DeMan Williams, memperkenalkan saya kepada seseorang yang dia tahu memiliki pengalaman, bakat, dan visi untuk memajukan apa yang telah kami miliki. Sue Baechler "mendapatkan" visi kami-melihatnya, mengetahuinya, memercayainya-dan melompat masuk tanpa berpikir panjang lantas mendukung arah kami untuk menyampaikan apa yang dia percayai sebagai pesan penting kepada dunia.

Sue, setelah itu, memperkenalkan kami kepada yang lain. Saya merasa terhormat mendapatkan du-kungan dari Ken Atchity, yang lebih tepat saya gambarkan sebagai pemimpin. Beliau mengajarkan melalui ketepatannya, melihat apa yang perlu terjadi, dan membagi keahliannya. Dan Ken menghadirkan orang-orang lain ....

Saya sangat berterima kasih atas bimbingan penulisan yang sangat banyak dari Julie Mooney yang berpengalaman, dan kesabaran serta penye- liaan proyek oleh Andrea McKeown dari The Writer's Lifeline.

Clint Greenleaf dihadirkan untuk mengemas buku dan membantu kami menyampaikannya ke tangan anda. Saya dan Clint terkejut sekaligus senang karena ternyata dia adalah peserta Super- Camp dari era '80-an-satu lagi lulusan SuperCamp yang sukses. Saya sangat menghargai karya teliti Clint dan timnya di Greenleaf Book Group, khususnya pemimpin proyek kami Lari Bishop.

Saya sangat menghargai semua orang hebat, berbakat, dan mendukung yang bekerja bersama saya di QLN. Manajer Program SuperCamp kami Steve Arrowood bersedia membaca seluruh teks dan mengomentari gagasan-gagasan agar sesuai dengan kenyata-annya. Para fasilitator dan staf kami membagi banyak kisah yang mendukung buku ini. Kami berjalan di atas bahu semua orang sepanjang jalan setapak SuperCamp ... oh Tuhanku, begitu banyak ... yang telah memercayai dan mengorbankan diri dan bakat mereka untuk memajukan visi kami.

Seseorang yang banyak memengaruhi arah dan visi kehidup-an saya adalah Marshall Thurber, mantan mitra saya di Burklyn Business School. Visi, gagasan, dan ajarannya terus mengilhami ba-nyak orang. Sekolah bisnis itu terus berlangsung berkat kepe-mimpinan sahabat sepanjang hidup saya DC Cordova.

Saya berterima kasih kepada teman-teman saya: DC, Vishara Veda, Jerry Weinerth, Steve Curtis, dan Bill Galt yang mendukung saya ketika saya sangat memerlukannya. Kalian semua tahu kisahnya.
Saya berterima kasih dan memberikan peng-hargaan kepada rekan saya sesama pendiri SuperCamp, Eric Jensen dan Greg Simmons. Kita telah menempuh perjalanan keyakinan yang menggembirakan dan meletihkan saat kita memulai. Terima kasih atas kemitraan yang membentuk dan meluncurkan program kita.

Keluarga saya betul-betul mendukung seba-gaimana saya menceritakan kisah yang mereka jalani. Anak-anak saya, Grant dan Dana, menantu saya Joanna dan Michael, dan cucu-cucu saya memberi makna dan kesenangan bagi pasang-surut kehidupan saya. Saya menghargai saudara-saudara perempuan saya dan pertemuan-pertemuan kami untuk bercerita tentang masa muda. Dalam kenangan akan ibu, ayah, dan suami pertama saya, Don: saya me-rasa sangat diberkahi.

Luar biasa rasanya berbagi visi, tujuan, dan kehidupan dengan mitra dan suami saya, Joe Chapon. Kau membawa hidupku ke dalam fokus yang dinamis dan membuatku tetap membumi dengan dukunganmu yang penuh cinta.

Dan terima kasih saya untuk kelompok pembaca murah hati yang membaca naskah awal Quantum Success dan memberikan umpan-balik. Jejak- jejak kolektif mereka ada di dalam buku ini, dan saya berterima kasih kepada mereka semua dengan menerbitkan nama-nama mereka dalam edisi pertama ini: Randy Becraft, Nicole Bulone, Anne Bus- hong, Mary Dunn, Laura Forkner, Barbara Gee, Dan Jarmel, Jodi Johnson, Paul Kim, Annie Kim, John Klocke, Beth Moe, Patty McCullough, Alicia Mc-Manus, Colleen King Ney, Shushma Patel, Marianne Radtke.

Sekarang, buku ini di tangan anda-para pembaca yang belum pernah saya temui, tetapi yang benar-benar saya ingin dengar suaranya bahwa buku ini memiliki dampak pada hidup anda seperti juga pada yang lain. Selamat menikmati![]
 
Download


Pom Pom Boys

SATU minggu sudah, Ugun nggak nengokin rumah keduanya ini. Suasananya masih sama, sejuk, nyaman, tenang, dan damai pastinya. Istana Deon benar-benar menakjubkan, jauh ... uh ... uh ... uh kalo Ugun mesti ngebandingin sama ruang tamu di rumahnya yang udah mulai bocor disertai tembok yang gampang diserap air. Saking nganggap rumah sendiri, pembantu di rumah Deon pun akrab sama tuan besar satu ini.

Ugun menapaki satu per satu anak tangga. Baru empat anak tangga dia lewatin, keringet dingin dipadu napas terengah-engah seketika menyerang Ugun. Tapi, Tuhan Mahaadil. Nggak ada satu pun usaha manusia yang sia-sia. Dengan susah payah, Ugun sampai di titik aman kedua. Dia segera mengetuk pintu kamar yang ditempeli plat mobil D 30 NN.

Tok ... tok ... tok .../ Ugun mengetuk pintu kamar Deon yang ditutup rapat.
"Masuk aja, gue lagi nyari kacamata, nih!"

Ugun hanya mengikuti perintah dari tuan rumah. Kamar idaman itu, kini terlihat lewat mata U- gun yang berwarna cokelat tua. PS 3, komputer Pentium 4 dengan Internet yang bisa dibuka kapan pun, radio+MP3 didampingi sound system yang menggelegar. Kerennya lagi, home theatre yang nyelip di samping kamarnya.

Sumpah, gue pengin banget jadi anaknya Tante Monik!!! Bisa nggak, ya? tanya Ugun dalam hati.

"Woi, nyari apaan, Bos?!" Ugun yang baru datang, langsung heran sama polah Deon yang niruin binatang berkaki empat.

"Gun, gue nyari kacamata, nih!"

"Ampun deh, emangnya elo buta ya, kalo sehari aja kaca-mata itu ilang?" tanya Ugun.

Deon terus ngeraba-raba sekitarnya. "Kalo elo temen yang baik, cariin kacamata gue!"

"Yon ... Yon ..., gimana kalo besok di hari pertama sekolah elo kayak gini? Ugun De Caprio bisa malu berat! Semua wartawan bakal nyorot gue, nanya-nanya tentang temennya yang cinta mati sama kacamatanya and

"STOOOP ...!" teriakan Deon keluar.

Ugun langsung nyerupain patung Semar yang kelaparan. Sambil menyipitkan mata yang masih nggak jelas, Deon terus meraba-raba. Ugun yang tahu kalo kacamata itu ada di atas komputer, cepet-cepet menyodorkan ke pemiliknya. Secepat kilat, Dion memakainya.

"Ini baru Ugun sobat gue!"

"Emang, tadi elo ngeliat Ugun yang mana?"

"Pas kacamata gue ilang, badan elo jadi ramping gitu! Mana proporsional lagi. Gue jadi heran ngeliatnya."

"Ya udah, elo nggak usah pake kacamata aja!"

"ENAK aja! Gue cuman ngehibur elo, kok! Gara-gara sentakan gue yang tadi, hehehe

"Brengsek!" Ugun melempar guling. Deon me-lempar lemari ... eh, bantal.

Acara duel terjadi. Sang gajah menang melawan sang jerapah. Wah, bisa jadi judul cerita baru, tuh?!

NGGAK sia-sia juga Ugun jalan kaki dari rumahnya demi sesuap nasi. Perut buncit yang hampir meledak lantaran kemasukan angin, sekarang semakin buncit diisi ayam goreng, pepes ikan, rolade, tumis kangkung, sayur kacang, dan sebagai penutupnya sup buah-buahan kesukaannya. Di antara tiga orang itu, hanya Ugun yang terlihat bernafsu sewaktu makan. Semua masakan yang ada di meja, dia tumpahin ke piring gede yang sengaja Ugun pinta. Tante Monik terus ngelirik Ugun dengan tatapan heran.

"Mmm ..., yummi banget! Coba setiap hari gue bisa makan kayak gini ...."

"Pasti elo habisin semua sampai semua orang yang ada di rumah elo nggak kebagian, kan?!" kata Deon yang omongannya selalu nusuk hati setiap orang. "Emang, elo lagi kelaperan, ya?"

Ugun yang masih ngunyah apel, hanya ce-ngengesan sendiri. Itu berarti, Deon bisa membaca pikirannya yang penuh dengan segala macam makanan.

DUUU ... UUUT ... BROBOBOOOT ....

Bom si Ugun bau banget! Bom hasil racikan semua makanan yang dia telan. Tante Monik yang sempat menghirupnya, langsung hilang selera makan. Beliau langsung pergi dengan hidung yang terus dijepit jempol dan telunjuknya.

Sementara itu, masih ada satu lawan tangguh yang bertahan di meja makan. Siapa lagi kalo bukan Master Deon yang udah antisipasi bawa masker mulut.

"Bau banget! Makan apa, sih? Gue udah pake masker, bau-nya masih berasa banget!" ucap Deon yang nggak jelas kedengerannya.

"Hehehe .... Sebelum ke rumah elo kan, gue habisin satu toples kerupuk jengkol. Terus pas perjalanan ke rumah elo, gue beli dua puluh telor puyuh! Itung-itung ngemil, hehehe ...." Ugun tersenyum manis tanpa dosa.

"Yeaaak!" Deon langsung lari ke WC yang nggak jauh dari ruang makan. Untungnya, mamanya udah keluar dengan lega meskipun penuh cucuran air mata. Di sana, Deon muntahin semua makanan dari perutnya, padahal dia baru makan sedikit.

Lima menit udah cukup buat Deon ngebuang semuanya. Sambil jalan ke arah Ugun yang masih "makan" dengan tenang, Deon tutup kembali hidung dan mulutnya dengan masker yang sejak tadi tergantung di lehernya.

"Tenang, tadi udah gue semprot ama pengharum ruangan, kok!"

Perlahan-lahan, Deon membuka masker yang baru aja dipakainya. "Setidaknya, percampuran dua zat ini lebih baik dibandingin tadi!"

Sejenak, suasana hening menyerupai kuburan. Deon terus mainin PDA baru yang dibeliin mamanya kemarin sore.

"Gue sampe lupa, Bos! Kata kakak gue, besok ada promosi ekskul!"

"Wah, asyik tuh, Gun! Udah lama kan, kita kagak looking-looking mojang Bandung yang cantik-cantik!"

"Yah, enak jadi elo. Udah tajir, lumayan ganteng meskipun nggak pinter. Nah gue?"

"Cup-cup-cup ... baby huii Masih banyak cewek yang seporsi ama elo di sana!" Deon mainin matanya yang disekat kacamata itu. Dengan menirukan gaya salah satu ustaz kondang, Deon menghibur hati sahabatnya yang terkoyak-koyak karena cinta.

Sampai detik ini, Ugun belum nemuin cinta sejatinya yang udah lima belas tahun dicari.

"HAHAHA ... OHOK-OHOK ...." Deon tersedak karena tertawa ngakak.

"Makanya, jangan seenaknya elo ngatain gue! Gitu deh, rasanya."

Lagi-lagi, Ugun nyomot paha ayam yang masih bersisa satu. Padahal niatnya, buah jeruk tadi udah jadi makanan terakhirnya.

Ugun sama Deon akrab banget. Istilahnya, di mana ada gajah, pasti ada si jerapah. Mereka berdua udah sobatan sejak SD. Parahnya, persaha....
 
Download


Manual Kebijakan Perusahaan (Dua Buku)

1.1. Visi : Visi Multiplus adalah untuk menjadi pemimpin pasar dalam bidang Business Services Center yang dikenal bukan saja karena memiliki jaringan yang terluas di Indonesia, tetapi juga karena selalu menyediakan produk-produk berkualitas dengan layanan yang prima.

1.2. Misi : Multiplus hadir dengan misi untuk dapat memberikan pelayanan bisnis terpadu dengan kualitas prima dan harga yang terjangkau, sehingga dapat memfasilitasi para pelaku bisnis dalam menjalankan bisnisnya dengan lebih efektif dan efisien.

1. Struktur Organisasi Pusat/Manajemen

Istilah Manajemen dalam manual ini digunakan untuk mewakili orang-orang di Kantor Pusat yang melakukan tugas dan fungsi operasional sehari-hari, baik fungsi manajerial, kontrol, evaluasi, dan pembuatan kebijakan.

2. Struktur Organisasi Cabang

Penjelasan mengenai struktur organisasi Multiplus untuk tingkat cabang dipandang perlu sehingga semua Karyawan memiliki pedoman sebagai dasar menjalankan tugas operasional dan perintah harian yang diberikan oleh Franchisee/Manajer Gerai/Supervisor.

Franchisée : Franchisée memiliki kedudukan di atas Manajer Gerai/Supervisor dan memegang kendali, wewenang, dan tanggung jawab tertinggi pada suatu cabang franchise. Dengan berpedoman pada Perjanjian Waralaba (Franchise Agreement) yang telah disepakati antara Manajemen Multiplus dan Franchisée, Franchisée berhak mengeluarkan peraturan atau perintah baru bila tidak bertentangan dengan peraturan yang ada di Manual Kebijakan Perusahaan maupun prosedur kerja yang ada di di Prosedur Operasional Standar. Peraturan dan prosedur yang tidak boleh diubah oleh Franchisée misalnya namun tidak terbatas pada: mengubah jam operasi, mengubah sistem remunerasi, mengubah kondisi pemberian sanksi, dll. Franchisée wajib mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Franchisor untuk setiap usulan perubahan sebelum diimplementasikan.

Manajer Gerai (Store Manager)

Manajer Gerai memegang kendali, wewenang, dan tanggung jawab tertinggi dalam suatu cabang dan berhak mengeluarkan perintah-perintah operasional harian. Dalam melaksanakan tugasnya seorang Manajer Gerai wajib menggunakan Manual Kebijakan Multiplus dan Prosedur Operasional Standar
(terpisah dari manual ini) sebagai dasar perintahnya. Perintah/tugas dari Manajer Gerai yang berlawanan/tidak sesuai dengan apa yang tercantum di dalam Manual Kebijakan Perusahaan tidak boleh dilaksanakan oleh semua Karyawan.

Supervisor : Supervisor membantu Manajer Gerai untuk melakukan tugas dan fungsi pengorganisasian, kontrol, dan supervisi Karyawan dan gerai secara keseluruhan. Selain itu seorang supervisor juga bertugas untuk membantu operator dalam melakukan troubleshooting dan pembukuan. Bila Manajer Gerai berhalangan hadir, maka Supervisor memiliki wewenang dan tugas yang sama dengan Manajer Gerai.

Operator (Store Attendant)

Pelaksana operasional harian yang bertugas dan bertanggung jawab sesuai dengan divisi dan tugasnya masing-masing.
 
1. Kebijakan Multiplus dan Adendum Resmi
2. Prosedur Operasional Standar dan Adendum Resmi
3. Manajemen Multiplus
4. Franchisée
5. Manajer Gerai
6. Supervisor

Bila dalam pelaksanaan tugas operasional sehari-hari ditemui adanya dualisme peraturan, maka yang dijadikan pedoman/acuan adalah yang memiliki tingkatan lebih tinggi dalam Hierarki Perintah.

1.4. Cara Pandang Perusahaan Mengenai Karyawan

Penjelasan mengenai cara pandang Multiplus mengenai Karyawan dipandang perlu sehingga semua Karyawan mengetahui bahwa Multiplus memandang Karyawan sebagai salah satu pilar utama yang menentukan sukses atau tidaknya Multiplus.

1. Karyawan sebagai Mitra

Multiplus memandang semua Karyawan sebagai Mitra Kerja, sehingga setiap keputusan operasional yang dibuat diusahakan semaksimum mungkin untuk melibatkan Karyawan atau wakil Karyawan, baik mulai proses perencanaannya sampai dengan sosialisasi dan pelaksanaan.

2. Karyawan sebagai Pelanggan
Multiplus memandang semua Karyawan sebagai Pelanggan, sehingga masukan dan keluhan dari Karyawan akan mendapat perhatian serius dan penanganan sesegera mungkin dari Manajemen.

3. Karyawan sebagai Aset
Multiplus memandang semua Karyawan sebagai salah satu Aset Utama Multiplus sehingga setiap kebijakan yang dibuat akan selalu diusahakan dapat mengakomodasi keperluan untuk
memelihara dan meningkatkan kualitas dan kesejahteraan setiap Karyawan.

1.5. Peluang Kerja yang Sama

Multiplus memberikan Peluang Kerja yang Sama (Equal Employment Opportunity) untuk semua pelamar kerja dan Karyawan. Multiplus tidak melakukan diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, suku.....

Download
Download 2

Jadi Penulis TOP B.G.T

Nulis novel? Nggak salah, nih?! Jangankan menulis novel, untuk menghasilkan satu halaman cerita saja susahnya minta ampun, apalagi mau puluhan, bahkan ratusan lembar!

Ya, mungkin masih ada sederet pertanyaan lainnya yang tiba-tiba saja hadir ketika ada yang menyampaikan pertanyaan, "Mau jadi penulis novel?".Bisa jadi, kamu sendiri nggak pernah mem-bayangkan menjadi seorang penulis novel sebagai profesi. Apalagi, bila melihat betapa tebalnya buku- buku novel yang berjejer di toko buku, semakin jauhlah keinginan untuk menggeluti dunia penulisan novel. Betul, kan?

Namun, pernahkah kamu membayangkan bila menulis novel itu bisa dikerjakan siapa ajal Dan, tahukah kamu bila pekerjaan menulis novel itu bisa menyenangkan? Dan, tahukah kamu bahwa sebuah novel bisa dihasilkan hanya dalam waktu 60 hari? Dua bulan? Ah, masa, sih?

Masih nggak percaya? Yuk, kita mulai program 60 hari menulis novel! 

Oke, kita mulai saja untuk menulis novel. Lalu, apa yang seharusnya pertama kali kamu lakukan? Hm ... duduk dan mulai menyalakan komputer? Eit, nanti dulu! Jangan terlalu terburu-buru menyalakan komputer. Ada satu hal yang lebih penting dari sekadar menyalakan komputer, yaitu komitmen. Kamu ulang kembali kata itu pelan-pelan, K-O - M-I-T-M - E - N!

Komitmen? Ya, komitmen! Itu penting buat kamu-kamu yang mutusin untuk memulai menulis novel. Komitmen pada diri sendiri bahwa, "Aku akan menulis novel!" Sebab, tanpa komitmen atau keinginan yang kuat, apa pun yang akan kamu lakukan untuk menulis novel itu mustahil bakal terwujud!

Berarti, komitmen itu penting banget, dong?

Kalo dibilang komitmen itu "penting banget", bisa dikatakan memang "iya". Pasalnya, komitmen itu juga bisa mengatasi hambatan psikologis mu sebagai penulis novel pemula. Bukan apa-apa, banyak orang dan termasuk calon penulis novel yang belum apa-apa udah nyerah di tengah jalan, hanya gara-gara melihat bahwa sebuah novel jumlah halamannya bisa berpuluh-puluh, bahkan beratus-ratus
halaman! Dan juga kamu meyakini kalo hanya orang-orang tertentu sajalah yang bisa menulis novel. Malah, kamu sampai pada kesimpulan kalo kamu nggak memiliki kemam-puan buat menulis novel.

Komitmen juga bisa menepis khayalan kamu. Mungkin, kamu pernah membayangkan bila suatu saat nanti kamu berhasil menulis novel, diterbitkan, dibaca banyak orang, dan menjadi novel best seiler. Membayangkan bila nanti kamu akan menjadi seorang penulis novel hebat, seperti Gola Gong, Fahri Asiza, Asma Nadia, Pipiet Senja, atau Helvy Tiana Rosa. Namun, karena nggak ada komitmen, kamu hanya terperangkap dalam kurungan angan-angan belaka.Akhirnya, tak ada satu lembar pun yang berhasil kamu tulis!

Duh, bete kan, kalo cuma mimpi-mimpi doang? Makanya, hal pertama yang harus kamu lakukan se-belum mulai menulis novel adalah membuat komitmen pada diri sendiri; komitmen buat menulis novel, komitmen untuk melalui semua hambatan dalam menulis novel, komit.Duh, bete kan, kalo cuma mimpi- mimpi doang? Makanya, hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum mulai menulis novel adalah membuat komitmen pada diri sendiri; komitmen buat menulis novel, komitmen untuk melalui semua hambatan dalam menulis novel, komit, membuat terus belajar menulis novel, dan komitmen menyelesaikan satu novel perdana kamu.

Mulai hari pertama ini,tanamkan dalam hati mu bahwa, "saya akan menulis novel", "saya akan menulis novel", "saya akan menulis novel"....
 
Download

Sebilah Pedang Mustika

Entah berapa lama sudah lewat, mendadak Hian Kie seperti mendusin dari mimpinya yang buruk dan hebat, dia seperti dibawa terbang kudanya berlaksa lie, dia bertempur dahsyat di gunung belukar di malam hari, lalu dia ingat kejadian atas dirinya. Ia menggeraki tubuhnya, untuk berbalik.

"Ha, aku berada di mana?" tanyanya seorang diri. "Mana Siangkoan Thian Ya? Mana Oen Lan? Mana kudaku? Eh, tempat ini tempat apakah?"

Ia terbenam dalam keheranan, matanya mengawasi ke arah jendela. Di sana terasa angin halus mendesir masuk, hidungnya membaui bau yang harum halus, hatinya menjadi lapang. Karena ia merasakan nyaman itu, tiba-tiba ia berbangkit untuk berduduk.

"Hai, mengapa aku telah kembali ke rumahku?" ia berseru seorang diri tanpa ia merasa.

Inilah sungguh di luar dugaan. Ia me- ngucak-ngucak kedua matanya, ia pun menggigit jari tangannya sendiri. Bukan, ia bukan tengah bermimpi! Ia ingat baik sekali bahwa ia telah tiba di gunung Holan San, di kaki gunung, yang terpisah dari rumahnya ribuan lie. Mustahilkah ia telah ketiduran hingga seratus hari? Bahwa tengah pulas orang sudah mengangkatnya, menggotong ia pulang ke rumahnya? Atau, mustahillah di dalam dunia ini ada dewa, yang telah menggunakan ilmunya membikin ciut bumi, hingga dari kaki gunung Holan San ia telah dibawa pulang ke kampung halamannya di Soetjoan Utara?

Tidak, itulah tak dapat terjadi! Toh ia bukannya lagi bermimpi!

Jendela di depannya itu menghadap ke selatan, jendela itu tertutup dengan kaca, di luar jendela berbayang pohon bwee. Semua itu, berikut almari buku di dalam kamarnya ini — ia ingat, adalah kamar tulisnya sendiri...

Ketika itu terdengar tindakan kaki di luar kamar.

Tidak ayal lagi, pemuda ini bergerak untuk turun dari pembaringan.

"Ibu!" ia memanggil keras.

Tiba-tiba terdengarlah suara tertawa geli, lalu tertampak    seorang    nona menyingkap    layar bertindak masuk. Dialah seorang nona dengan alis lengkung bagaikan bulan sisir, mulutnya kecil mungil seperti buah engtho, dan di sorot matahari pagi itu, mukanya yang potongan telur bersemu dadu cemerlang, hingga    jelaslah kecantikan    dan kesegarannya. Hanya pada wajah itu nampak roman kekanak-kanakkan.

Heran Hian Kie hingga ia berdiri tercengang.

"Bagus!" terdengar si nona membuka mulutnya, memperdengarkan suara yang halus. "Kau telah dapat turun dari pembaringan! Bagaimana? Apakah kau kangen akan rumahmu?"

Kembali Hian Kie tercengang.

"Ah, jadinya ini bukan rumahku?" pikirnya heran.

Nona itu menghampirkan dengan tindakan perlahan sekali hingga terasa hawa mulutnya yang harum wangi. Ia tertawa pula ketika ia berkata lagi: "Aku lihat kau membawa-bawa pedang, kau menunggang seekor kuda jempolan, tetapi kiranya kaulah seorang bocah gedeh, sebab begitu kau sadar kau memanggil ibu!"

Hian Kie heran, ia tak mengambil mumat kata- kata itu.

"Aku mohon bertanya, nona apakah shemu yang mulia ?" tanyanya. "Kenapa aku dapat datang kemari?"

Si nona kembali tertawa.

"Aku justeru hendak menanyakannya kepada mu!" sahutnya. "Kenapa orang telah melukai kau begini hebat? Coba aku tidak menyimpan pel mustajab Siauwyang Siauwhoan tan, aku kuatir kau bakal mesti merawat sedikitnya setengah tahun."

"Terima kasih, nona, terima kasih! Aku mohon bertanya, tempat ini tempat apakah?"

"Inilah rumahku. Adakah kau mencelanya buruk?"

Hian Kie mementang lebar kedua matanya. Ia mengawasi ke sekitarnya.

Di tembok ada tergantung sebuah pigura yang melukiskan panorama di waktu malam di musim rontok di sungai Tiangkang, di sana nampak si Puteri Malam tergantung di atasan sungai, di sungai sendiri terlihat empat atau lima buah kapal perang. Kota pun seperti berlatarkan belakang sungai itu, kotanya besar dan angkar. Di atasan itu ada seruas syair yang memuji keindahan sungai Tiangkang itu.

Di samping pigura itu pula ada tergantung sebatang pedang, mungkin pedang mustika, sebab romannya luar biasa.

Itulah dua rupa benda yang tak ada di dalam kamarnya sendiri.

Maka lagi sekali ia memandang kelilingan.

Perlengkapan kamar ini ada bagiannya yang tak sama dengan kamarnya, hanya itu jendela kaca, pula luarnya jendela di mana ada pohon bwee.

Bagaimana mirip!

Nona itu tertawa mengawasi orang yang ber diam bingung seperti si tolol.

"Kenapa?" tanyanya.

"Kamar ini indah, mengapa dibuatnya jendela itu?" si anak muda bertanya.

Biasanya dulu-dulu, sebuah rumah besar berjendela kecil dan dipakaikan kaca keluaran Pakkhia dan itu jarang tertampak kecuali di Kanglam. Nona itu heran orang menanyakan jendela. Tapi ia bersenyum manis.

"Itulah perlengkapan yang dibuat ayahku," sahutnya.

Sambil berpegangan pada tembok, Hian Kie menghampirkan jendela itu, perlahan tindakannya.
Ketika itu di luar jendela, bunga bwee tengah mekar, baunya harum.

Tanpa merasa, Hian Kie berkata perlahan: "Membuka jendela menyambut matahari pagi, menggulung layar mencium bau harum, di mana telah berada pekarangan penuh dengan bunga bwee, sudah seharusnya diadakannya jendela ini..."

Mendengar itu, si nona melengak.

"Ah," serunya perlahan, "nyatalah kegemaran- mu sama dengan kegemaran ayahku. Ayah pun membilangnya, lebih banyak jendela dibuka, supaya sinar matahari nembus ke dalam, hingga harum bunga memenuhi kamar, itu membuatnya pikiran orang nyaman dan terbuka."

Hian Kie pun heran.

"Tapi itulah bukan kegemaranku belaka, itu lah..." katanya.

"Bagaimana?" si nona memotong.

"Kamarmu ini tak beda banyak dengan kamar ku," menerangkan si anak muda. "Hanya kamarku itu adalah ibuku yang mengaturnya."

Kelihatan nona itu sangat ketarik hati dan kagum.

"Kau mempunyai ibu seperti ibumu itu, sungguh kau beruntung!"

Hian Kie dan ibunya memang sangat saling menyayangi, maka itu senang ia mendengar pujian...
 
Download

The Wall Street Diet

Ya, The Wall Street Diet adalah buku tentang cara meningkatkan kesehatan sebuah bisnis. Wall Street Diet bukanlah semata diet. Lebih dari itu, buku ini berkonsentrasi pada cara meningkatkan kesehatan dan kebugaran bisnis Anda lewat diagnosis dan program komprehensif dalam rangka mempersiapkan per-usahaan    menghadapi masa
depan.

Wall Street Diet berlandaskan pada prinsip- prinsip yang sama dengan prinsip seorang pelaku diet makanan yang ingin berhasil. Pelaku diet yang berhasil akan sekuat tenaga menerapkan gaya hidup baru dengan tujuan bukan hanya untuk menurunkan berat badan, melainkan juga untuk meningkatkan kesehatannya. Banyak penelitian menunjukkan para pelaku diet yang    dapat menurunkan berat badan mereka, akan mengalami kenaikan berat badan kembali. Sementara para pelaku diet yang berhasil selalu berusaha meningkatkan kesehatan mereka dan mampu mempertahankannya.

Mengapa Wall Street Diet? Hasil-hasil diet ini mendatangkan keberhasilan keuangan dan pasar bagi Anda dan dalam jangka panjang akan memberikan keuntungan bagi komunitas investasi, para pemegang saham dan pegawai-pegawai Anda.

Apa yang akan Anda dapatkan dari Wall Street Diet? Pertama, seperti halnya pelaku diet makanan yang berhasil, Anda harus memulainya dengan "pemeriksaan fisik" secara komprehensif, atau dalam bahasa dietnya, sebuah diagnostik. Dengan begitu, Anda dapat dengan tepat memahami keadaan perusahaan Anda sekarang ini dan langkah-langkah apa saja yang harus segera diambil. Kami akan menunjukkan kepada Anda cara mendapatkan keuntungan-keuntungan yang sekarang ini tersembunyi. Kedua, kami akan menggambarkan bagaimana menetapkan langkah-langkah yang harus diambil dan aktivitas-aktivitas yang harus dilakukan per-usahaan Anda; inilah program "diet" Anda. Ketiga, kami akan menunjukkan kepada Anda diet yang sesungguhnya-berapa banyak jumlah kalori; obat yang diperlukan, program olah-raga yang dibutuhkan; tips-tips mengenai presentase jumlah lemak, kolesterol dan sebagainya. Keuntungan- keuntungan tersembunyi itulah yang kini menjadi tujuan akhirnya. Dalam diet ini, yang harus Anda lakukan adalah mengoptimalkan rantai suplai Anda, membuat diri Anda menjadi ramping, melakukan kolaborasi dan fokus ke-pada pelanggan.

Seorang pelaku diet yang berhasil akan selalu bergantung pada nasihat dokter, mengubah gaya hidupnya, cara makan dan berolahraganya (gambar FM. 1). Bagi bisnis, pendekatannya pun sama (gambar FM. 2).

Lakukan diagnosis atas segala sesuatu yang ada pada perusahaan secara keseluruhan. Pilih sebuah gaya hidup yang baru atau strategi bisnis yang menyeluruh. Terapkan. Lalu ulangi lagi proses tersebut untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Perusahaan Anda mungkin telah memiliki sebuah program tentang kualitas, proses manufaktur yang ramping, atau jenis-jenis metodologi perbaikan lainnya. Sayangnya, jika dijalankan secara sendiri-sendiri, usaha ini tidak akan cukup memberi Anda sebuah keunggulan kompetitif. Apakah menjadi ramping itu buruk? Apakah kualitas itu buruk? Tidak, hanya saja banyak bukti menunjukkan bahwa kedua hal tersebut tidaklah cukup, dan semakin lama hanya akan semakin kehilangan giginya, serta tidak dapat menjadi bagian dari gaya hidup sebuah korporasi.

Keduanya menjadi program dengan tingkat pengembalian yang semakin kecil. Sasaran kami adalah memberi Anda alat dan teknik berdiet yang dapat melahirkan perubahan yang tidak pernah berakhir.
Cikal bakal munculnya diet ini berawal ketika salah seorang penulis buku ini berhasil menurunkan berat badannya lebih dari 20 kilogram. Ini terjadi setelah dia menerapkan sebuah program perubahan gaya hidup yang terdiri dari konsumsi makanan rendah-lemak, olahraga teratur, dan memerhatikan kesehatan: tingkat kolesterol, tekanan darah, detak jantung, berat badan, dan sebagainya. Usahanya berhasil dan dapat bertahan, berkat perubahan dalam gaya hidupnya dan bukannya karena
dorongan untuk berdiet yang muncul sesaat.

Kami membandingkan situasi dunia bisnis saat ini dengan situasi pada diet perampingan tubuhtak terhitung banyaknya jumlah program atau jenis diet yang baru, dengan hasil-hasil minim dan kemudian diulang dari awal lagi, sering kali dari titik yang lebih buruk dibandingkan dengan sebelumnya.

Kami menangkap dengan jelas adanya perbedaan antara orang-orang yang menghadapi masalah kesehatan yang meng-ancam jiwanya dan orang-orang yang memiliki kemauan kuat untuk menjalankan gaya hidup sehat. Mereka lebih cepat menda-pat-kan perubahan-perubahan signifikan. Pendekatan ini secara men-dasar sangat berbeda dengan mereka yang menerapkan diet secara sesaat. Para pelaku diet yang berhasil akan memfokuskan diri mereka pada cara mengatasi masalah-masalah kesehatan yang kronis atau cara mempertahankan kesehatan. Bukannya pada keinginan kuat untuk lebih merampingkan tubuh mereka. Mereka itu adalah perkecualian.

Ketika kita melihat pada cakupan bisnis, kita akan melihat sebuah pola serupa. Bisnis menerapkan mode pengelolaan demi mode pengelolaan, yang akan dengan cepat membawa mereka kembali pada pola lama tanpa benar-benar berubah. Perusahaan menjalankan program darurat untuk mengatasi proses-proses bisnis yang dianggap tidak berhasil. Yang paling sering terjadi kemudian adalah bisnis dijalankan dengan cara yang sudah biasa dijalankan. Dengan semua artikel, buku....

download

INFORMASI

Musrenbang RKPD 2020: Ini Daftar 9 Prioritas Pembangunan Jawa Barat

BANDUNG, BAPPEDA JABAR –  Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan ...