ads

Minggu, 28 Agustus 2016

Kemelut Di Cakrabuana (Buku II)

LELAKI tua berjenggot putih itu mangangkat kaki kanannya dengan lutut sejajar pusar, sedangkan sepasang tangannya siap siaga di depan dada dengan telapak terbuka lebar.

Lelaki itu menahan napas sejenak, mulutnya berkomat-kamit. Secara tiba-tiba kaki kanan yang terangkat itu melompat ke depan. Bersamaan dengan itu sepasang tangannya mendorong dengan pengerahan tenaga kuat. Tenaga dorongan mengarah ke depan, ke arah sebongkah batu yang jaraknya ada sekitar lima depa (1 depa kurang lebih 1,698 meter). Seiring dengan teriakan yang keluar dari mulut lelaki tua itu angin pukulan pun terdengar berciutan. Kemudian tak lama antaranya terdengar suara ledakan memecah jantung. Bongkahan itu hancur hampir menjadi kerikil bertaburan.

"Mengagumkan sekali Paman Jayaratu!" teriak seorang pemuda yang berdiri terpana pada jarak sejauh lima depa.

"Suatu saat, engkau yang harus melakukan gerakan ini," kata Paman Jayaratu menatap pemuda itu.

"Saya?"

"Ya, Purbajaya ...!"

"Untuk apakah?"

"Untuk membela agamamu! Untuk memperkokoh, memperkuat bahkan membuatnya besar," tutur Paman Jayaratu.

"Paman kan pernah bilang, Islam tak butuh kekerasan," kata Purbajaya.

"Memang betul, Islam tak butuh kekerasan tapi kekuatan. Ilmu kedigjayaan adalah bagian dari kekuatan. Dan itu perlu untuk kewibawaan agama kita," tutur lagi Paman Jayaratu.

"Harus dengan kedigjayaankah Islam melebarkan sayap?" tanya pemuda itu, duduk bersila di sebuah hamparan tikar pandan.

Paman Jayaratu menghela napas. Kemudian dia pun mencoba duduk bersila di atas tikar yang sudah ditempati pemuda itu. Sebelum meneruskan percakapan, Paman Jayaratu mengnakan kembali baju kurung warna hitamnya. Ikat kepalanya yang juga berwarna hitam pun segera dikenakannya lagi, sehingga nampak kontras dengan warna rambut putihnya yang riap-riapan tertebak semilir angin tengah hari.

Mereka berdua duduk di bawah pohon kaso yang rindang yang berdiri terpencil di kaki bukit itu. Nun jauh ke sebelah utara nampak dataran rendah pantai utara yang langsung berbatasan dengan warna laut biru pesisir Cirebon.

"Kenakan kembali pakaianmu, Purba..." kata Paman Jayaratu.

Purbajaya segera mengambil baju rompi hitam yang terbuat dari kain beludru biru. Dadanya yang bidang dan putih sedikit tertutup oleh rompi. Purbajaya pun segera mengikat kepalanya dengan ikat kepala warna putih.

"Dalam hal apa pun kedigjayaan adalah lambang kegagahan. Namun harus diingat, kegagahan hanyalah sebuah pelengkap, atau bagaikan kembang pelengkap keindahan. Sedangkan sumber dari segala kekuatan itu sendiri adalah saripatinya. Islam di saat saat perkembangannya memang butuh kegagahan. Namun kegagahan itu sudah barang tentu jangan mengalahkan tujuan utamanya sendiri. Ingatlah, kalau pun ada terdengar orang Islam melakukan peperangan, itu bukanlah pamer kegagahan atau pun pamer kekuasaan, melainkan mempertahankan keberadaan. Kita berkewajiban mempertahankan keberadaan Islam. Untuk itu kita butuh kedigjayaan dan kekuatan," tutur Paman Jayaratu panjang lebar.

Purbajaya duduk tegak memangku kedua belah tangan. Termenung sejenak, kemudian mengangguk-angguk.

"Saya siap berlatih kedigjayaan, Paman ..." kata Purbajaya pada akhirnya.

"Tapi ingatlah, kau tidak dididik untuk jadi tukang berkelahi atau pun tukang pukul. Agama kita benci kepada kesombongan, takabur dan kejam," tutur Paman Jayaratu. Pemuda itu mengangguk-angguk lagi.

"Apakah agama kita benci pembunuhan?" tanya pemuda itu tiba-tiba.

"Hati-hatilah bicara pembunuhan sebab dalam agama kita, pengadilan pertama di hari kiamat adalah perkara pembunuhan!" potong Paman Jayaratu tegas.

"Jadi dalam agama kita tak boleh ada pembunuhan, Paman?"

"Di sini bukan berbicara masalah boleh atau tak bolehnya tapi menitikberatkan pada perkara apa yang kita hadapi ini."

"Tugas saya kelak dari Negri Carbon ini adalah menyelundup ke Pajajaran," gumam Purbajaya tiba-tiba dengan wajah tegang. Dia khawatir di tempat musuh nanti akan berhadapan dengan tugas-tugas membunuh.

Download

Rahasia Sukses Ekonomi China

Kebangkitan Cina Menggeser Amerika Serikat Sebagai Superpower Ekonomi Dunia

* Cina menaikkan anggaran militernya, diperkirakan setidaknya enam kali lipat dari anggaran 1991-2004.

* Cina telah menggeser AS sebagai eksportir terbesar kedua di dunia, dan diprediksikan pada 2010 akan merebut tempat pertama dari Jerman.

* Pada 2006, Cina memiliki surplus simpanan bank terbesar di dunia hampir $180 miliar.

* 57 persen perusahaan di kawasan Asia Pasifik percaya bahwa 10 tahun lagi, Cina akan menjadi pasar konsumer terbesar di dunia, menggeser AS.

+ Cadangan devisa Cina adalah yang terbesar di dunia mencapai $1 triliun lebih.
* Pada 2006, Cina merupakan ekonomi terbesar kedua setelah AS, dan diperkirakan pada 2050 akan menjadi nomor satu di dunia.

Dalam tahun-tahun belakangan, kebangkitan perekonomian Cina mengguncang seluruh dunia. Hanya dalam waktu singkat, ribuan perusahaan di Eropa, Asia, dan Amerika menjadi korban serbuan perdagangan Cina. Apa rahasia di balik kesuksesan ekonomi Cina ini? Apa dampak-dampaknya bagi seluruh dunia? James Kynge, jurnalis berpengalaman puluhan tahun meliput kawasan Asia, membongkar fakta-fakta yang tak kalah mengagetkan dari kebangkitan Cina itu. Keahlian jurnalisme membuat tulisannya lebih tajam daripada analisis para pakar yang sekadar mencermati data-data di meja dan terpesona oleh angka-angka yang menakjubkan dari perekonomian Cina.

Kynge, terjun langsung di lapangan, menguak fakta-fakta di berbagai tempat yang tak terduga. Hasilnya, dia bisa menunjukkan banyak hal yang sering luput dari perhatian dunia. Bukan hanya mengungkap sisi-sisi gemilang kebangkitan Cina, buku ini juga menguak sisi-sisi gelap yang tersembunyi.

Inilah buku yang wajib dibaca para pebisnis, pengamat ekonomi, jurnalis, dan siapa pun yang ingin memahami secara lengkap fenomena kebangkitan ekonomi Cina dan dampak-dampak internasionalnya di berbagai bidang.

"Haruskah AS mengkhawatirkan Cina? Pasti, dan Kynge mengungkapkan alasan-alasan yang tak terduga." -Kirkus Reviews

"Salah satu laporan terbaik tentang kebangkitan Cina." -South China Morning Post

"Otoritatif dan mencerahkan." -Publishers Weekly

"Sangat direkomendasikan." -Library Journal

"Kynge membuktikan diri sebagai jurnalis andal dengan menemukan bukti-bukti kebangkitan Cina di tempat-tempat tak terduga." - Foreign Affairs


James Kynge meraih M.A. dalam Bahasa Cina dan Jepang pada 1985 di Edinburgh University, Skotlandia. Dia juga meraih diploma Bahasa Cina dari Shandong University, Jinan. Latar belakangnya ini membuatnya fasih berbahasa Cina dan Jepang.

Pada 1989, Kynge meliput secara langsung Pembantaian Tiananmen. Pada 1991, dia mengembara ke Mongolia, yang kemudian membuahkan buku Nomads Among Stones. Dia bergabung dengan Reuters pada 1993 dan pindah ke Tashkent, Uzbekistan. Di sana ia mendirikan kantor Reuters pertama wilayah itu. Pada 1994, dia pindah ke Taiwan untuk menjabat sebagai kepala Kantor Berita Reuters Taiwan. Kemudian, dia bergabung dengan Financial Times sebagai koresponden untuk Asia Tenggara, bertempat di Malaysia dan Singapura sejak 1996. Tidak lama kemudian, dia mengikuti secara amat dekat krisis finansial Asia yang meledak pada 1997. Pada 1998, dia pindah ke Beijing untuk menjabat sebagai Kepala Kantor Cabang Cina dan menyaksikan dari dekat transformasi ekonomi paling menakjubkan dalam sejarah manusia. Selama tugasnya itu, dia telah mengunjungi semua provinsi di Cina. Pada 2004, James terpilih sebagai Business Journalist of the Year.

Kynge adalah kontributor tetap untuk program televisi dan radio di BBC, CNN, Deutsche Welle, National Public Radio of the US, France Radio International, dan lain-lain. Dia sering menjadi pembicara dalam berbagai konferensi dan forum di Cina maupun di negara-negara lain, termasuk World Economic Forum di Beijing, konferensi tahunan China British Business Council di Inggris, CLSA Investor Conference di Shanghai, konferensi tahunan World Maganese Institute di Shanghai, Tsinghua University School of Journalism, Peking University School of Journalism, dan masih banyak lagi.

Kynge kini menjabat sebagai Chief Representative Pearson Group, menangani kepentingan bisnis grup itu di seluruh Cina. Dia tinggal di Beijing bersama istri dan anak-anaknya.

Keunggulan buku ini:

1. Memberikan informasi lengkap tentang rahasia keberhasilan Cina menjadi raksasa ekonomi dunia.

2. Menunjukkan dampak dari kebangkitan ekonomi Cina di seluruh dunia, termasuk dalam bidang bisnis dan politik.

Download

Minggu, 21 Agustus 2016

Pesan K.H. Hasan Abdullah Sahal untuk Orangtua Santri



K.H. Hasan Abdullah Sahal merupakan salah satu Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor  Ponorogo. Putra keenam K.H.Ahmad Sahal ini, lahir di desa Gontor pada 24 Mei 1947.  Pondok Gontor telah meluluskan banyak santri yang menjadi tokoh terkemuka di Indonesia, di antaranya Nurcholish Madjid, Hasyim Muzadi, Hidayat NurWahid, dan lain sebagainya.

Dalam satu kesempatan, K.H. Sahal berpesan untuk

Selasa, 16 Agustus 2016

Kangkung Hidroponik: Kisah Sukses dan Teknik

Kisah Sukses Petani Kangkung Berpenghasilan 97.2 Juta/Bulan



Beberapa minggu ini nama Charlie Tjendapati seorang praktisi hidroponik dari Bandung mendadak menjadi viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama dikalangan pecinta hidroponik dan penggemar tanaman. Kisah tersebut berawal setelah beliau memposting sebuah status diberandanya, beliau menceritakan tentang

Senin, 18 Juli 2016

Rahasia Sukses Mengatur Keuangan Keluarga



Masalah utama sebuah keluarga yang selalu ada biasanya seputar keuangan. Bisa karena kekurangan uang, kelebihan uang :) atau karena bingung bagaimana mengatur uang yang penghasilannya pas-pasan sedangkan kebutuhan selalu melebihi pemasukan.

Namun muara dari itu semua kata kuncinya adalah bagaimana mengatur keuangan keluarga atau pribadi dengan cerdas, cermat dan sebaik-baiknya. Karena masalah

Kamis, 21 April 2016

Ibu Rumah Tangga: Profesi dengan Gaji Tertinggi




Surveys prove: housewife salary = Rp. 1 Billion More
Survei membuktikan: gaji ibu rumah tangga = Rp. 1 Milyar lebih

If you have a girl or a sister who was growing up, and enter a period of marriage, try to ask them whether they would choose the option that after they got married, became a woman (wife) working career or becoming a housewives?
Bila Anda memiliki seorang anak gadis atau saudara

Selasa, 22 Desember 2015

Pondok Al-Quran Darul Marhamah, Model Pendidikan Alternatif untuk Muslimat



Jika wanita adalah "madrasatul ula" (sekolah pertama), ibu setiap generasi, tiang tegaknya peradaban dan akhlaq manusia; maka mempersiapkan kehadiran seorang wanita yang memiliki syakhsiyah (kepribadian) seorang ibu, pendidik, murobbiyah, dan da'iyah di zaman ini adalah jihad.

Pondok Al-Quran Wafiq Azizah Darul Marhamah lahir sebagai upaya dan jihad Quran di zaman yang penuh fitnah ini. Jihad

INFORMASI

Musrenbang RKPD 2020: Ini Daftar 9 Prioritas Pembangunan Jawa Barat

BANDUNG, BAPPEDA JABAR –  Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan ...